cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2023)" : 12 Documents clear
PEMETAAN SEBARAN LOKASI EROSI DAN KONSERVASI TANAH DAN AIR DI DAERAH TANGKAPAN AIR EMBUNG LEUWI PADJADJARAN II Putri Rebekka; Kharistya Amaru; Edy Suryadi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.210-220.2023

Abstract

Embung Leuwi Padjadjaran II merupakan bangunan penampung air yang berlokasi di Desa Cileles, Jatinangor. Pembangunan embung ini bertujuan untuk menghindari terjadinya banjir saat musim hujan tiba. Namun, keadaan embung mempunyai kenampakan fisik yang buruk. Bagian atas badan air embung dipenuhi dengan tumpukkan tanah. Hal tersebut mengindikasikan adanya erosi yang terjadi di daerah tangkapan air embung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran lokasi erosi dan konservasi tanah dan air di Daerah Tangkapan Air Embung Leuwi Padjadjaran II. Erosi yang terjadi pada setiap satuan unit lahan mempunyai tingkat bahaya erosi yang berbeda-beda yang dihitung menggunakan persamaan USLE berdasarkan faktor-faktor erosi. Faktor-faktor erosi tersebut antara lain: faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor panjang kemiringan lahan (LS), faktor  pengelolaan tanaman (C) dan faktor pengelolaan konservasi (P). Tingkat bahaya erosi paling dominan di daerah tangkapan air embung adalah tingkat bahaya erosi sangat tinggi (>480 ton/ha/th). Sedangkan, tingkat bahaya terendah dimiliki oleh tingkat bahaya erosi rendah (15-60 ton/ha/th). Konservasi tanah dan air menjadi solusi yang direkomendasikan dalam menanggulangi masalah erosi yang terjadi daerah tangkapan air embung. Penerapan koservasi tanah dan air ditentukan berdasarkan Pedoman Pemilihan Teknologi Konservasi Tanah secara Mekanis dan Vegetatif berdasarkan Tingkat Kemiringan Lahan, Erodibilitas Tanah dan Kedalaman Solum (P3HTA).
PEMETAAN JENIS TANAMAN (CROP TYPES MAPPING) DI WILAYAH PANJI DAN KAPONGAN : APLIKASI CITRA SENTINEL-2 Indarto Indarto; Fahmi Arif Kurnianto; Dini Retno Widyaningsih; Dimas Ahmad Naufal
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.229-238.2023

Abstract

Citra penginderaan jauh dapat digunakan untuk pemetaan jenis tanaman atau Crop Type Mapping.  Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan musim kemarau II. Dua citra pada waktu yang berbeda digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II. Metode klasifikasi terbimbing (supervised) dan training area yang memadai digunakan untuk memetakan jenis tanaman yang ada pada wilayah tersebut. Prosedur penelitian mencakup: (1) pengambilan data lapang; pengambilan 43 titik GCP; (2) inventarisasi data citra sentinel-2; (3) pra pengolahan (mencakup komposit dan clipping); (4) pengolahan citra (mencakup penentuan kelas, pembuatan training area, dan klasifikasi citra); (5) uji akurasi; dan (6) pembuatan  peta tematik. Uji akurasi menghasilkan nilai overall dan kappa akurasi sebesar 67.85% dan 59.93% (untuk MK I) serta sebesar 71.39% dan 64.58% (untuk MK II). Secara umum, citra sentinel dapat digunakan untuk memetakan jenis tanaman pada musim kemarau I dan II.
OPTIMALISASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN ROTARY ALGAE BIOFILM REACTOR (RABR) DENGAN PENAMBAHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DARI LIMBAH DAPUR Shinta Elystia
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.173-184.2023

Abstract

Limbah cair tahu yang dibuang secara langsung tanpa adanya pengolahan akan menyebabkan pencemaran, sehingga perlu adanya pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu proses yang dilakukan pada pengolahan limbah cair tahu adalah pengolahan secara biologis dengan memanfaatkan simbiosis mikroalga dan bakteri untuk menurunkan parameter pencemar menggunakan teknologi Rotary Algae Biofilm Reactor (RABR) dengan sistem biakan melekat (biofilm) dan tersuspensi. Mikroalga yang digunakan yaitu Chlorella sp. dan bakteri berasal dari mikroorganisme lokal (MOL) hasil fermentasi limbah dapur yang tidak dimanfaatkan dan mengandung mikroorganisme aerob dengan VSS (Volatile Suspended Solids) >3000 mg/l. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan penambahan MOL limbah dapur dengan kepadatan bakteri sebanyak 20 ml (VSS 3950 mg/L), 40 ml (VSS 4480 mg/L) dan 60 ml (VSS 5170 mg/L) serta waktu kontak 1, 3, dan 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penambahan MOL limbah dapur sebanyak 60 ml dengan VSS 5170 mg/L pada hari ke-5 didapatkan efisiensi penyisihan COD sebesar 88,89% dan NH3 sebesar 91% dengan total jumlah kepadatan sel tersuspensi dan melekat (biofilm) Chlorella sp. masing masing sebesar 2,39 x 106 sel/ml dan 2,47x 106 sel/ml.
PENGARUH PENGGUNAAN LILIN CARNAUBA TERHADAP MUTU BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill) VARIETAS MEGA PANINGGAHAN Nika Rahma Yanti; Khandra Fahmy; Ifmalinda Ifmalinda; Feri Arlius; Mia Fresmiyanti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.239-248.2023

Abstract

Alpukat merupakan salah satu buah yang memiliki umur simpan yang singkat, sehingga buah ini akan cepat rusak jika tidak diberikan perlakuan pascapanen seperti layu, terkelupas, lecet hingga busuk. Pemberian lilin carnauba merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan mutu buah alpukat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menentukan konsentrasi terbaik dari pelapisan dengan lilin carnauba terhadap mutu buah alpukat varietas Mega Paninggahan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan beberapa konsentrasi pelapisan lilin yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9% yang disimpan pada suhu ruang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelapisan lilin dengan konsentrasi 6% dengan umur simpan 11 hari adalah perlakuan konsentrasi terbaik dengan nilai kadar air sebesar 80,161%; susut bobot sebesar 4,406%; kekerasan sebesar 76,1 N/cm2; dan TPT sebesar 9,10 Brix; Ph 6,8; dan Vitamin C 38,3.
KONSENTRASI NaCl DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Maghfirah Hayati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.185-194.2023

Abstract

Tomat adalah tanaman hortikultura yang rentan terhadap kerusakan, baik karena kerusakan mekanis, fisiologi lanjut, serta kerusakan akibat mikroorganisme. Kandungan kadar air yang tinggi dalam buah menyebabkan tomat mudah rusak dan meningkatkan percepatan proses respirasi dan transpirasi. Umumnya masa simpan buah tomat cherry hanya berkisar antara 5-7 hari pada suhu kamar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi NaCl dan lama perendaman yang terbaik serta interaksi antara keduanya terhadap kualitas tomat cherry. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3.Hasil penelitian membuktikan bahwa konsentrasi NaCl berpengaruh sangat nyata terhadap organoleptik atribut tekstur dan  aroma tomat cherry serta berpengaruh nyata pada warna b (kuning) dan organoleptik penerimaan keseluruhan. Konsentrasi terbaik didapatkan pada konsentrasi NaCl 9%. Lama waktu perendaman tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter pengamatan, lama perendaman cenderung lebih baik dijumpai pada lama perendaman 25 menit. Terdapat interaksi sangat nyata antara konsentrasi NaCl dan lama perendaman terhadap organoleptik tekstur serta terdapat interaksi nyata antara konsentrasi NaCl dan lama perendaman terhadap organoleptik aroma. Kualitas tomat cherry yang baik dijumpai pada kombinasi perlakuan konsentrasi NaCl 9% dengan lama perendaman 25 menit.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN BUAH – BUAHAN DI KECAMATAN NGLUWAR KABUPATEN MAGELANG Rachmat Fajri Setyowibowo
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.249-258.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan, mengetahui faktor pembatas dan mengetahui upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman salak, pepaya, nanas, melon dan semangka di Kecamatan Ngluwar. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Mei 2023 di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah dan di Laboratorium Tanah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Ungaran, Kabupaten Semarang. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, analisis tanah dengan pengambilan sampel tanah di setiap wilayah uji dan uji laboratorium. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan metode matching menggunakan aplikasi Sistem Penilaian Kesesuaian Lahan (SPKL) untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan kemudian ditampilkan dalam bentuk peta kesesuaian dengan menggunakan aplikasi ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di wilayah Kecamatan Ngluwar memiliki kelas kesesuaian lahan aktual sesuai marjinal (S3) pada wilayah II, III, IV, V, VII,VIII dan IX serta kelas tidak sesuai (N) pada wilayah I dan VI. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor pembatas pada wilayah dengan kelas kesesuaian lahan sesuai marjinal (S3) diantaranya dengan pemberian bahan organik sebanyak 15 ton/ha pada faktor pembatas drainase, pemberian pupuk kandang dan kapur dolomit, serta biochar sebagai alternatif untuk meningkatkan C-organik, pembuatan saluran irigasi serta penanaman tanaman bertajuk untuk mengatasi curah hujan, dan menerapkan teknik konservasi dengan membuat teras gulud serta menanam tanaman penguat sebagai upaya perbaikan untuk kemiringan lereng. Faktor pembatas yang tidak dapat dilakukan upaya perbaikan yakni tekstur tanah.
FORMULASI PERMEN JELI KOPI ROBUSTA SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS Septy Handayani; Lirista Dyah Ayu Oktafiani; Abdul Azis Akbar; Azifa Nur Hasanah; Ginata Ayu Maulana
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.151-160.2023

Abstract

Kabupaten Jember merupakan daerah potensi kopi terbesar kedua di Jawa Timur dan salah satu kopi yang dibudidayakan yaitu Kopi Robusta. Bentuk diversifikasi produk kopi robusta diantaranya adalah pembuatan permen jeli. Permen jeli yang bertekstur lunak dan manis serta digemari oleh semua kalangan masyarakat dapat dijadikan sebagai alternatif camilan bagi penderita diabetes mellitus (DM). Namun, rasa manis dari gula (sukrosa) yang berlebih dapat memperparah penderita sehingga dibutuhkan pemanis pengganti yang aman bagi kesehatan, yaitu stevia. Stevia merupakan pemanis yang disarankan untuk penderita diabetes karena memiliki kalori yang rendah dan tidak memberikan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembuatan permen jeli kopi robusta dengan formulasi yang tepat dan sesuai sebagai alternatif camilan bagi penderita DM. Metode penelitian yang dilakukan yaitu eksperimental di laboratorium dengan variasi perlakuan stevia dan sukrosa (3:0, 2:1, 1:2, dan 0:3) yang akan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian pada uji organoleptik menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap warna dan rasa serta tidak terdapat perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap aroma dan tekstur permen jeli kopi Robusta. Selain itu, secara keseluruhan ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kesukaan panelis pada permen jeli kopi Robusta. Berdasarkan uji tekstur dan kadar gula didapatkan hasil tertinggi pada perbandingan konsentrasi ekstrak stevia dan sukrosa (0:3) yaitu berturut-turut sebesar 60,60 g dan 17,46%.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta C.) DENGAN METODE GROWING DEGREE DAYS Delvi Yanti; Nadiyatus Shalihah; Imelda Safitri; Rusnam Rusnam
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.185-209.2023

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi kayu di Provinsi Sumatera Barat berbasis Growing Degree Days (GDD) secara spasial dan temporal. Parameter yang digunakan yaitu curah hujan, kelerengan, penggunaan lahan, tekstur tanah, dan pH tanah. Semua parameter dikelompokkan menjadi satu atribut dengan cara overlay menggunakan aplikasi ArcGIS, kemudian dilakukan pembandingan (matching) dengan syarat tumbuh tanaman ubi kayu untuk kesesuaian lahan, dan dilanjutkan dengan pemberian scoring. Analisis dilanjutkan dengan menentukan nilai Growing Degree Days (GDD) pada setiap titik pengamatan masing-masing skenario waktu tanam yang diolah menggunakan data suhu. Skenario waktu tanam yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 12 skenario waktu tanam. Hasil penelitian menunjukkan Provinsi Sumatera Barat memiliki lahan yang potensial untuk pengembangan tanaman ubi kayu, kelas sangat sesuai (S1) seluas 879.921,97 Ha dan kelas sesuai (S2) seluas 1.437.152,41 (39,92%). Waktu tanam yang paling optimal untuk tanaman ubi kayu berdasarkan nilai GDD untuk wilayah Sumatera Barat yaitu pada bulan Oktober. Kabupaten Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, dan Solok Selatan memiliki potensi yang tinggi untuk dilakukan pengembangan tanaman ubi kayu karena pada wilayah ini memiliki kecocokan pada lahan (sangat sesuai) S1 dan sesuai (S2) yang luas (> 200.000 ha), serta niai GDD wilayahnya sesuai dengan nilai GDD untuk ubi kayu.
E-NOVEL PRODUKSI FILM PATI: KARAKTERISASI PRODUKSI FILM PATI DARI LIMA JENIS PATI BERBEDA Angelina Rezekinta; Anwar Kasim; Edi Syafri; Irawati Chaniago; Firman Ridwan
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.259-266.2023

Abstract

The process of producing starch film using the casting method required a significant amount of time to obtain the desired film product. Therefore, this study was conducted to reduce the production time required for the starch film. The study used five varieties of starch: bengkoang starch, talas starch, glutinous rice flour, wheat flour, and MOCAF flour. The process involved homogenizing the starch and glycerol mixture utilizing a stirrer, followed by heating using a microwave and a compression process to accelerate the evaporation of water in the starch film. For the final drying stage, samples that had gone through this process were dried using a cabinet dryer. The result showed that the developed method of starch film requires only 60 minutes of the time needed compared to conventional casting method, which usually takes 5-48 hours. Furthermore, it was observed that starch film production using glutinous rice flour resulted in the highest tensile strength.
RANCANG BANGUN SEPARATOR HASIL AKHIR PENYULINGAN SERAI WANGI MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC (HC-SR04) Azrifirwan Azrifirwan; irriwad putri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.161-172.2023

Abstract

Minyak serai wangi, hasil penyulingan dari daun serai wangi, memiliki nilai ekonomis tinggi. Proses penyulingan dilakukan menggunakan alat suling yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti boiler, destilator, kondensor, dan separator. Setiap komponen memiliki peran penting dalam menghasilkan minyak serai wangi yang baik, mempengaruhi jumlah dan kualitas minyak yang dihasilkan serta waktu produksi. Dalam setiap komponen, separator jarang mendapatkan inovasi, baik dari segi desain maupun teknologi. Oleh karena itu, penelitian tentang "Rancang Bangun Separator Penyulingan Serai Wangi Menggunakan Sensor Ultrasonic (HC-SR04)" menjadi relevan. Penelitian dilakukan dengan membandingkan kinerja separator yang dibuat dengan separator yang sudah ada. Pengamatan dilakukan terhadap lamanya waktu penyulingan, kapasitas penyulingan, rendemen penyulingan, waktu pemisahan, kapasitas pemisahan, persentase minyak yang dapat dipisahkan, persentase minyak yang tidak dapat dipisahkan, besar energi listrik yang digunakan, perhitungan debit pompa, serta analisis secara ekonomi. Separator yang dibuat berhasil meningkatkan kecepatan pemisahan dibandingkan dengan separator manual dan dapat memisahkan minyak sereh wangi secara otomatis rata-rata sebesar 68,5%. Kata kunci: Minyak Serai Wangi, Penyulingan, Separator, Sensor Ultrasonic HC-SR04, 

Page 1 of 2 | Total Record : 12