cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN DOSIS AZOTOBACTER SP. DALAM FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN RAMI (BOEHMERIA NIVEA L. GAUD) PADA TANAH TERCEMAR HIDROKARBON MINYAK BUMI Gea Anggun Pratiwi; Diyan Herdiyantoro; Pudjawati Suryatmana
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.252 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.13-21.2018

Abstract

Phytoremediation in soil contaminated with petroleum hydrocarbon is a technology to remediate contaminant using plant as nutrient availability facilitator for degrading microbials in the rhizosphere. Phytoremediation can be promoted by biofertilizers containing nitrogen fixer, phosphate solubilizer, and mychorrizal for improving soil fertility, also Azotobacter sp. which produces biosurfactant. The purpose of this research was to determine the effects of biofertilizers and doses of Azotobacter sp. on enhancing of petroleum hydrocarbon biodegradation efficiency, nitrogen fixing bacteria and phosphate solubilizing bacteria population, and total chlorophyll content in ramie leaves. This research was carried out from September 2016 to April 2017 at Laboratory of Soil Biology, Laboratory of Soil Fertility and Plant Nutrition, also Greenhouse and Field Station Faculty of Agriculture Universitas Padjadjaran. This research used factorial randomized complete block design with two factors consisted of biofertilizers (control, nitrogen fixing bacteria, phosphate solubilizing bacteria, phosphate solubilizing fungi, mychorrizal, and biofertilizer consortium) and doses of Azotobacter sp. (control, 1%, and 2%). The results of experiment showed there was an interaction effect between biofertilizer of phosphate solubilizing fungi and 2% dose of Azotobacter sp. on the enhancement of total chlorophyll content in ramie leaves.
ANALISIS TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA STASIUN KERNEL CRUSHING PLANT (KCP) DI PT. X Nina Hairiyah; Raden Rizki; Rino Adi Wijaya
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.839 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.103-110.2019

Abstract

PT. X merupakan industri pengolahan kelapa sawit yang menghasilkan produk CPO dan PKO. Pada proses produksi di PT. X, mesin yang sering mengalami downtime besar dan breakdown paling banyak terjadi pada mesin First Press di stasiun Kernel Crushing Plant (KCP). Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin first press di stasiun KCP. Data yang digunakan berupa data teoritis dan historis mengenai TPM, OEE, dan jam kerja mesin first press. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai OEE pada mesin first press di stasiun KCP PT. X belum memenuhi standar internasional yang telah ditetapkan. Nilai OEE untuk mesin first press pada stasiun KCP memiliki nilai sebesar 68,26% dengan selisih yang cukup jauh dengan nilai standar Internasional yaitu sebesar 85%. Penyebab rendahnya nilai OEE mesin first press di stasiun KCP PT. X karena faktor umur mesin yang sudah tua, proses maintenance yang lama, serta kualitas kernel yang rendah.
ANALISIS BEBAN KERJA PADA PROSES PENGEPRASAN TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) LAHAN KERING DENGAN MENGGUNAKAN TRAKTOR TANGAN Andriani Lubis; Syafriandi Syafriandi; Tinton Tonika
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.868 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.2.1-9.2015

Abstract

Indonesia started to apply and develop agricultural mechanization to increase agricultural productivity. However, the development of agricultural mechanization is not always get success, we still can found fatigue in operation of tool of agricultural mechanization , which if this still happen would able to make a decline of productivity. This research aims to find out of workload that produced by operator in stubble shaving process by using hand tractor with two different hand tractor engine rotation speeds, it is 1600 RPM and 1800 RPM. This research is located in sugarcane plantation at Kebun Tanjung Jatti, Binjai, Sumatera Utara.Key words: Ergonomic, Stubble Shaving, Sugarcane,Workload
PENGEMBANGAN ALAT PRODUKSI BIOETANOL LIMBAH KULIT UBI KAYU Yuni Ernita; Prima Zola
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.549 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.19-24.2016

Abstract

The use of fossil fuels in Indonesia reached a high figure. On the other hand, the use of fossil fuels is not wise will result in global warming and climate change. Bioethanol is a source of renewable energy that can be (re-newable) with exhaust emissions of environmental friendly (eco-friendly). The raw material for bioethanol production is material sugary, starchy and fibrous. The purpose of research is to develop bioethanol production tools are appropriate and focus on the development of distillation equipment and conduct a performance test tool with leather waste materials which contain fiber cassava. Development of distillation equipment starting from the structural design is a design that reveals how the bioethanol distillation apparatus is composed of components that are built, the next is the functional design is a design that provides information about the function of components - tool components. The next stage is the process of making the main components and supporting components, followed by the assembly, finishing and testing equipment. The results of this research have been developed bioethanol distillation apparatus with the following specifications: Tank diameter 40 cm, height 60 cm tank, made of stainless steel with a thickness of 2 mm. Tank capacity of 40 liter.Dari trial results on skin distillation process results showed that the yield of cassava peel cassava ethanol produced was 10.3% at the distillation temperature and time 71ᵒC distillation for 5 hours, the ethanol distilled purity level is 63.4%, and 2.36 tool work capacity liters / hour.
APLIKASI EDIBLE COATING PATI SINGKONG PADA BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TEROLAH MINIMAL SELAMA PENYIMPANAN Ifmalinda Ifmalinda; Omil Charmyn Chatib; Dini Megatama Soparani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.415 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.19-29.2019

Abstract

Buah pepaya sebelum dikonsumsi harus dikupas kulitnya dan bijinya dibuang. Pepaya yang sudah dikupas dan dipotong akan mudah mengalami kerusakan. Buah akan menjadi lunak dan lembek yang akan menyebabkan umur simpan akan menjadi lebih pendek serta akan mempengaruhi mutu dari buah pepaya. Upaya untuk mempertahankan mutu dan umur simpan buah papaya yang terolah minimal adalah mengendalikan proses fisiologis dan aktivitas mikroorganisme. Salah satu metode yang dilakukan untuk menghambat proses tersebut adalah dengan pelapisan edible coating. Tujuan penelitian adalah untuk menetukan konsentrasi edible coating pati singkong yang terbaik untuk mempertahankan mutu dan umur simpan pada buah pepaya terolah minimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak lengkap Faktorial yang terdiri dari perlakuan konsentrasi edible coating dan suhu penyimpanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi edible coating 2% pada penyimpanan suhu dingin merupakan konsentrasi terbaik untuk mempertahankan mutu buah pepaya terolah minimal selama penyimpanan.
STUDI PERLAKUAN PANAS PADA ALAT PENGUPAS KULIT GELONDONG UNTUK BIJI KOPI (Coffea sp.) Renny Eka Putri; Mislaini R; Andri Syaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.938 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.1.17-26.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan pada pengupasan kulit gelondong untuk biji kopi dan melakukan analisis biaya pokok dengan alat pengupas kulit gelondong. Pengujian dilakukan dengan suhu pemanasan 75°C dengan 3 perlakuan lama pemanasan yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit dengan 3 kali ulangan setiap perlakuan. Bahan yang digunakan adalah kopi Robusta yang telah dijemur selama 2 minggu dibawah sinar matahari. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah pada lama  pemanasan 30 menit, dengan kapasitas pengupasan sebesar 6,12 kg/jam, dan efektifitas pengupasan  tertinggi 38 % serta biaya pokok pengupasan terendah senilai Rp 906,13 kg/jam.
TOTAL FENOL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUBUK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) DARI BUAH SEGAR DENGAN VARIASI LAMA PENYIMPANAN YANG DIOLAH SECARA MEKANIS Irwan Roza; Evawati Evawati; Rince Alfia Fadri; Gusmalini Gusmalini
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.171 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.110-116.2017

Abstract

This study aims to determine the total content of phenolic compounds and antioxidant activity of mangosteen skin powder from fresh fruit with variations of storage duration which processed mechanically. Methods of research done by determining the total content of phenolic compounds using the method of DPPH free radical scavengers. The fresh mangosteen skin was dried with a drying oven, with a capacity of 0.12 kg/h and a drying rate of 2.79 kg. Furthermore, dry mangosteen skin was milled by grinding machine with 2870 rpm rotation and obtained rendemen mangosteen skin powder as much as 38.04% with water content 8.33%. Total content of phenolic mangosteen powder with variation of storage duration 0 days, 10 days, and 20 days ranged 81.17 mgGAE / g - 195.51 mgGAE /g. The range of IC 50 for the three treatment is 6.80 ppm - 26.47 ppm. The highest total phenolic content and antioxidant activity werw found at zero days of storage.
EVALUASI KUALITAS KERIPIK BUAH NANGKA DENGAN METODE SIX SIGMA Sucipto Sucipto; Ismi Ardiyati; Usman Effendi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.652 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.126-138.2018

Abstract

Jackfruit is one of tropical fruit that is widespread in the world. Jackfruit fruit had a seasonal charachteristic and very perishable, so it needed to be further processed. One of the fruit chips producers in Malang SJ produced defects in jackfruit chips that were broken 74.5% of all defects types in 2014. Six Sigma method can be applied to evaluate the quality of jackfruit chips. This study aimed to evaluate the quality of jackfruit chips with Six Sigma - Define, Measure, Analyze, Improve (DMAI) so that it was known the Sigma of production, the main factors causing the defect, the priority proposed improvement, and the alternative using of jackfruit. The result of quality evaluation obtained by Sigma of production is 2.05. Factors that cause broken of jackfruit chips were machine, material, human, and methods. Priority improvements were made by resetting rotation speed of spinner according to the standard, completed the spinner’s standard operational procedure (SOP) and selecting the right jackfruit. Jackfruit from Malang can be an alternative raw material because it produces more whole jackfruit chips.
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KAPUR PERTANIAN MASYARAKAT NAGARI SITANANG-HALABAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Zulnadi Zulnadi; Edi Syafri
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.479 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.2.45-50.2015

Abstract

Penelitian ini   bertujuan  untuk meningkatkan   produksi dan kapur pertanian yang ada di Nagari Sitanang yang proses produksinya masih dikerjakan  secara manual atau tradisional.  Peningkatan  produksi dan  efisiensi dapat dicapai dengan menerapkan mesin-mesin pengolahan. Produksi kapur pertanian ini dapat ditingkatkan dengan mempergunakan  mesin hammer mill  dan  mesin sortasi. Untuk  meningkatkan kemampuan produksi kapur pertanian dengan mutu yang lebih baik, sangat perlu diadakan mesin-mesin pengolahan yang efisien dan murah sehingga dapat  menekan  biaya produksi  dan  selanjutnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat pada Nagari Sitanang.  Mesin hammer mill  yang sediakan, mempunyai panjang  180 cm, lebar 60 cm dan tinggi 140 cm  menggunakan mesin penggerak  36 HP, dengan transmisi  satu tingkat perbandingan pulley 3:9  berkapasitas  1.250 kg/jam. Selain itu mesin sortasinya  mempunyai dimensi : panjang 570 cm, lebar  130 cm, dan tinggi  180 cm. Ukuran ayak  yang digunakan  adalah  ayak  I  ukuran 100 mesh  , ayak II  ukuran 80 mesh  dan ayak  III  ukuran 60 mesh.  Mesin penggerak ukuran  16 HP,  transmisi  3 tingkat  dan kapasitas  sebesar 882,4 kg /jam. Penerapan mesin-mesin ini, dapat meningkatkan kapasitas produksi, meringankan beban kerja dan biaya serta mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja. Penelitian ini ditujukan kepada masyarakat di  Kenagarian Sitanang kecamatan  Halaban yang sehari-hari bekerja sebagai penghasil kapur pertanian atau   memproduksi  kapur pertanian. Penerapan  mesin-mesin ini dapat  meningkatkan produksi sampai dengan 3 kali dari kapasitas produksi semula.Kata kunci : Kapur pertanian, kapasitas  produksi, hammer mill dan  sortasi.
ANALISIS KUALITAS SALA UDANG REBON Wirnelis Syarif; Rahmi Holinesti; Anni Faridah; Lucy Fridayati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.564 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.45-51.2017

Abstract

Peningkatan kualitas dari sala lauak yang bisa dilakukan adalah dengan cara memvariasikan rasa, salah satunya menggunakan udang rebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan udang rebon sebanyak 0 gr, 40 gr, 60 gr, 80 gr dan 100 gr terhadap kualitas bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa pada sala udang rebon yang dihasilkan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis eksperimen murni (true eksperimen) dengan metode Rancangan Acak Lengkap. Penelitian ini dilakukan di workshop Tata Boga Jurusan IKK FPP UNP. Variabel dalam penelitian terbagi dua yaitu, variabel X (penggunaan udang rebon) dan variabel Y (kualitas sala udang rebon). Data yang digunakan adalah data primer yang di dapat langsung dari 30 orang panelis dengan cara mengisi angket. Data yang sudah diperoleh kemudian ditabulasikan dalam bentuk tabel dan dilakukan Analisa Varian (ANAVA), jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh terhadap penggunaan udang rebon dengan kualitas warna, aroma, rasa gurih dan rasa udang rebon. Sedangkan untuk kualitas bentuk bulat, bentuk seragam dan tekstur tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan karena Fh < Ft. Hasil analisis data diperoleh skor pencapain tertinggi secara keseluruhan yaitu kualitas  bentuk (bulat) 4,29 (X0), kualitas bentuk (seragam) 4,08 (X1), kualitas warna (kuning kecoklatan) 4,00 (X4), kualitas aroma (udang rebon) 4,20 (X4), kualitas tekstur (berongga) 4,11 (X0),  kualitas rasa (gurih) 4,20 (X4) dan kualitas rasa (udang rebon) 4,67  (X4). Sala udang rebon memiliki kadar karbohidrat 37,25%, kadar protein 3,42%; kadar lemak  12,74%; kadar air 43,66%; dan kadar abu 2,92%.

Page 5 of 32 | Total Record : 312