cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENGARUH CHEMICAL TREATMENT TERHADAP SIFAT FISIK, KANDUNGAN SELULOSA DAN KEKUATAN TARIK SERAT ALAM RAMI Edi Syafri; Anwar Kasim; Hairul Abral; Alfi Asben
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.758 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.2.18-24.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh chemical treatment  menggunakan  NaOH pada serat alam rami terhadap kandungan selulosa serat, sifat fisik dan kekuatan tarik  serat alam  rami. Serat mendapat perlakuan NaOH dengan variasi konsentrasi 0, 2.5, 5, 7.5% dan dibandingkan dengan rami yang didekortikasi (green ramie). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan NaOH menyebabkan  terjadinya degradasi lignin, hemiselulosa dan juga selulosa serat rami. Dari pengamatan menggunakan SEM (Scanning Electro Microscopy) terlihat bahwa permukaan serat rami setelah mengalami chemical treatment menjadi lebih kasar dibandingkan dengan sebelum mengalami perlakuan. Penurunan kandungan selulosa serat rami itu akan menyebabkan  turunnya kekuatan. Kekuatan tarik serat rami terkecil sebesar 707.083 MPa pada perlakuan NaOH 7.5 %. Hasil penelitian ini selanjutnya digunakan sebagai acuan perlakuan awal pada serat alam rami untuk pembuatan material bionanokomposit.Kata kunci : serat alam rami, chemical treatment, selulosa,  kekuatan tarik  
ANALISIS KUALITAS SALA TERASI Lucy Fridayati; Rahmi Holinesti; Anni Faridah; Wirnelis Syarif
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.399 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.22-27.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan terasi terhadap kualitas sala lauak yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil uji organoleptik pada kualitas sala terasi bentuk (bulat) bentuk (bulat) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 40gr (X2) dengan kategori berbentuk bulat, kualitas bentuk (seragam) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 0gr (X0) dengan kategori seragam, kualitas warna kulit  (kuning kecoklatan) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori kuning kecoklatan, kualitas warna isi (kuning kecoklatan) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati kuning kecoklatan,  kualitas aroma (terasi) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati sangat beraroma terasi, kualitas tekstur kulit (renyah) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati renyah, kualitas tekstur isi (berongga) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 0gr (X0) dan 40 gr (X2) dengan kategori mendekati berongga, kualitas tekstur rasa (gurih) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 50gr (X3)dengan kategorigurih, kualitas tekstur rasa (terasi) skor tertinggi terdapat pada perlakuan 60gr (X4) dengan kategori mendekati sangat beraroma terasi.Sala terasi memiliki kadar karbohidrat 32,16%; kadar protein 2,50%; kadar lemak 16,26%; kadar air 45,94%; dan kadar abu 2,54%.
IDENTIFIKASI SUMBERDAYA LAHAN PADA KETERSEDIAAN LOGAM BERAT (PB, CD DAN CR) TANAH SAWAH DI DAERAH PENGAIRAN SUNGAI CIKIJING KECAMATAN RANCAEKEK Leony Agustine; Rija Sudirja; Rachmat Harryanto
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.734 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.22-31.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengevaluasi sebaran pencemaran ketersediaan logam berat (Pb, Cd dan Cr) dari pembuangan limbah pabrik tekstil terhadap tanah sawah di daerah pengairan Sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek, 2) mengkaji kandungan ketersediaan logam berat (Pb, Cd dan Cr) dan bahan organik yang terdapat pada tanah sawah di daerah pengairan Sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah tercemar logam berat dari limbah pabrik tekstil dari pengairan sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek dan dilanjutkan dengan analisis tanah di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian dilakukan dengan penetapan titik sampel didasarkan kepada sistem purposive random sampling. Jumlah sampel adalah 50 yang terletak pada 4 desa. Variabel yang diamati dan diukur dalam penelitian ini meliputi variabel utama yaitu kandungan ketersediaan logam berat (Pb, Cd, dan Cr) dan variabel pendukung meliputi C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ketersediaan logam berat setiap lokasi sampel masih berada dibawah batas kritis untuk logam berat Pb, Cd dan Cr.
ANALISIS RANTAI PASOK DAN PEMASARAN BIJI KOPI DI SUMATERA BARAT Gunarif Taib; Purnama Dini Hari
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.332 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.111-116.2019

Abstract

Rantai pasok pada pemasaran produk pertanian sangat mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh petani sebagai produsen.  Karena itu petani kopi harus mampu menyesuaikan diri, atau mempunyai alternatif lain dalam pemasaran biji kopi yang dihasilkannya. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis rantai pasok dan pemasaran biji kopi.  Penelitian ini dilaksanakan di beberapa daerah penghasil kopi di Propinsi Sumatera Barat, khususnya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani kopi dalaam memasarkan biji kopi yang dihasilkannya. Data diolah dengan menggunakan program Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui bobot dari faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memasarkan biji kopi yang dihasilkannya. Dari penelitian dapat diketahui bahwa faktor yang menentukan jalur pemasaran yang dipilih oleh petani kopi dipengaruhi oleh fakto-faktor berikut ini : jumlah produksi (0,4322), mutu (0,3347), harga (0,1977), keberadaan industri pengolahan kopi bubuk (0,0354).
KANDUNGAN ZAT GIZI DAN BAKTERI PROTEOLITIK PADA PRODUK OLAHAN IKAN BILIH Deivy Andhika Permata; Wenny Surya Murtius
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.893 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.10-14.2015

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan zat gizi dan bakteri proteolitik pada olahan ikan bilih (asap dan goreng) serta dibandingkan dengan ikan bilih segar. Ikan bilih segar dan olahanya di peroleh dari daerah Danau Singkarak. Pengamatan yang dilakukan meliputi analisis kandungan kimia yang terdiri dari analisis kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat serta uji aktivitas bakteri proteolitik. Data dianalisis secara statistik dengan uji t berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein ikan bilih segar berbeda nyata dengan ikan bilih goreng dan ikan bilih asap, sedangkan kadar karbohidrat ikan bilih segar tidak berbeda nyata dengan ikan bilih goreng dan ikan bilih asap, Pada ikan bilih segar, ikan bilih goreng dan ikan bilih asap menunjukan adanya aktivitas bakteri proteolitik.Kata kunci: Ikan bilih, nilai gizi, pengolahan, proteolitik
ANALISIS PROKSIMAT KERIPIK WORTEL (Daucus carota, L.) PADA SUHU DAN LAMA PENGGORENGAN YANG BERBEDA MENGGUNAKAN MESIN VACUUM FRYING Ismed Ismed
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.807 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.25-32.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penggorengan yang berbeda menggunakan mesin vacuum frying terhadap analisis proksimat keripik wortel (Daucus carota, L.) yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di rumah pengolahan produk hortikultura Nagari Batu Palano Kec. Sungai Pua Kab. Agam dan Laboratorium Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas, Padang pada bulan Agustus sampai Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3. Faktor pertama adalah suhu penggorengan yaitu suhu 800C (A1), 85oC (A2) dan 90oC (A3). Faktor kedua adalah lama penggorengan yaitu 50 menit (B1), 60 menit (B2) dan 70 menit (B3). Analisis proksimat terhadap keripik wortel meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan kadar karbohidrat (by difference). Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi pada perlakuan A2B1 yaitu 19,60% dan terendah pada A2B3 yaitu 16,23%, kadar protein tertinggi pada perlakuan A3B2 yaitu 3,33% dan terendah pada perlakuan A3B3 yaitu 1,89%, kadar lemak tertinggi pada perlakuan A2B2 yaitu 20,54% dan terendah pada A3B3 yaitu 11,84%, kadar abu tertinggi pada perlakuan A1B1 yaitu 17,19% dan terendah pada A3B3 yaitu 3,46%, kadar karbohidrat tertinggi pada perlakuan A3B3 yaitu 64,66% dan terendah pada A2B2 yaitu 43,75%. Suhu penggorengan optimum adalah 90oC dan lama penggorengan optimum adalah 70 menit atau perlakuan A3B3 yang menghasilkan produk terbaik di antara perlakuan yang lain.
STUDI EMPIRIS RESPON PETANI SUKU DAYAK TERHADAP PENYULUHAN PERTANIAN DI ENTIKONG KALIMANTAN BARAT Rifqi Pascavery Dwipani; Maya Khairunisa; Ameilia Zuliyanti Siregar
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.878 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.30-36.2019

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu unsur penting didalam penyuluhan pertanian. Tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa sangat berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah komunikasi. Penelitian ini mengkaji tentang respon petani suku dayak terhadap  penyuluhan pertanian dengan komunikasi formal didesa Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Adapun Metode yang digunakan pada pengkajian ini adalah deskriptif kualitatif, wawancara dengan kuisioner dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah Skala Likert dengan ketentuan total nilai yang diperoleh dalam nilai maksimum di kali 100%. Adapun Variabel yang diuji berupa umur, jenis kelamin, pendidikan formal, dan luas lahan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat respons petani suku dayak berdasarkan perbuahan pengetahuan sebesar 21,57% , dengan presentase sebelum penyuluhan (prittest) sebesar 41,75% dan persentase sesudah penyuluhan pertanian (posttest) sebesar 63,32%. Manakala faktor umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan luas lahan berpengaruh signifikan terhadap respon petani Suku Dayak terhadap penyuluhan pertanian dengan menggunakan bahasa Indonesia di Entikong, Kalimantan Barat.
PEMBUATAN MINUMAN SERBUK INSTAN DARI BERBAGAI BAGIAN TANAMAN MENIRAN (Phyllanthus niruri) Deivy Andhika Permata; Kesuma Sayuti
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.017 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.1.44-49.2016

Abstract

Masyarakat cenderung lebih menyukai produk pangan yang berbentuk instan, seperti minuman serbuk instan. Disamping kemudahan dalam penyajian minuman instan diharapkan juga memberi khasiat bagi kesehatan tubuh, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman herbal. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan beberpa bagian tanaman meniran (daun, batang, dan akar) serta meniran utuh yang digunakan dalam pembuatan minuman serbuk instan, dengan penambahan cassia vera dan stevia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu larut semua minuman serbuk instan yang dihasilkan sebesar 60,17 detik, kadar air sebesar 9,2801–10,7135%, bagian tidak larut air sebesar 1,9263–3,1912%, kadar abu sebesar 0,0228–0,0278%, serta disukai oleh panelis baik dari segi rasa, warna, aroma dan tampilan.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI TERHADAP KARAKTERISTIK PEWARNA BUAH SENDUDUK Nurzarrah Tazar; Fidela Violalita; Mimi Harmi; Khandra Fahmy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.835 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.117-121.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan pengisi terbaik dan konsentrasi bahan pengisi yang terbaik dalam mengekstrak pewarna bubuk dari buah senduduk. Jenis bahan pengisi yang digunakan ada dua macam yakni dekstrin dan maltodekstrin, konsentrasi bahan pengisi yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Pewarna bubuk yang dihasilkan dianalisa konsentrasi antosianin, kadar air, pH, total asam dan aktivitas antioksidannya. Dari hasil penelitian menunjukkan perbedaan jenis bahan pengisi, konsentrasi bahan pengisi dan interaksi keduanya memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsentrasi antosianin, kadar air, pH dan total asam  dari pewarna bubuk buah senduduk. Jenis bahan pengisi yang paling baik dalam pembuatan pewarna bubuk dari buah senduduk adalah maltodekstrin pada konsentrasi 5% dengan konsentrasi antosianin 7.3688 mg/L, kadar air 13.6171%, pH 2.372 dan total asam 41.47% dengan aktivitas antioksidan sebesar 52.670%.
KARAKTERISTIK PATI GANYONG TERMODIFIKASI MELALUI IRADIASI UV-C (ULTRAVIOLET C) DAN HIDROLISIS ASAM LAKTAT Visca Claudi Erezka; Iffah Muflihati; Enny Purwati Nurlaili; M. Khoiron Ferdiansyah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.782 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.139-149.2018

Abstract

Pati merupakan bagian dari karbohidrat, sebagai salah satu sumber zat gizi penting bagi tubuh, Berbagai macam sumber pati, salah satunya yaitu umbi ganyong yang jarang dimanfaatkan, Pati ganyong perlu dimodifikasi agar dapat menghasilkan pati yang dibutuhkan di industri maupun oleh masyarakat, Salah satu modifikasi yang dapat diterapkan pada pati ganyong yaitu dengan iradiasi UV-C, Modifikasi dengan UV-C akan lebih optimal hasilnya jika dilakukan pada kondisi asam, Untuk dapat mencapai kondisi tersebut umumnya digunakan penambahan asam laktat, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pati ganyong yang dimodifikasi dengan iradiasi UV-C dan hidrolisis asam laktat, Formulasi yang digunakan yaitu lama penyinaran dengan lampu UV-C selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, dan menggunakan konsentrasi asam laktat 0,5%, 1%, 1,5%, Rancangan yang digunakan yaitu metode faktorial dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati ganyong yang dimodifikasi menggunakan iradiasi UV-C dan hidrolisis asam laktat memiliki nilai swelling power yang menurun, nilai kelarutan meningkat, volume pengembangan meningkat, mengurangi tingkat kecerahan, meningkatkan tingkat kekuningan, serta menurunkan nilai pH.

Page 7 of 32 | Total Record : 312