cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 323 Documents
ANALISIS PERUBAHAN KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP MUSIM TANAM PADI DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Tjandra, M. Agita; Yanti, Delvi; Zawiyah
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change affects rainfall patterns, causing shifts in the onset of seasons that impact water resource availability, thereby disrupting crop growth, yields and agricultural production. Rainfall variability, both spatially and temporally, can lead to changes in the planting and harvesting seasons of crops, which in turn affect the food security of a region. The objectives of this study were to identify rainfall characteristics in Koto Tangah District, identify the rice planting season in Koto Tangah District, and analyze the effect of changes in rainfall characteristics on the rice planting season in Koto Tangah District. The research employs a combination of quantitative and qualitative methods, presented in a descriptive and explanatory manner. The analysis to observe changes in rainfall characteristics was conducted over three periods: quarterly, semi-annualiy, and annually. The rainfall characteristics analyzed were minimun, maximum, average and total rainfall. After analyzing rainfall characteristics, changes in rainfall characteristics were integrated with the rice planting season in Koto Tangah District, Padang City. Based on the analysis results, it was conducted that there were changes in rainfall characteristics in Koto Tangah District, Padang City, however farmers did not use rainfall as the primary reference for determining the rice planting time. Koto Tangah District already has a good technical irrigation network, enabling it to provide water for rice fields throughout the year. In addition to being supported by good technical irrigation, Koto Tangah District has relatively high rainfall every year. Therefore, changes in rainfall characteristics do not affect the rice planting season in Koto Tangah District.
PENDUGAAN MUTU BIJI KEDELAI BERDASARKAN SIFAT AKUSTIK PADA VARIASI TINGKAT KADAR AIR Agustoria, Khairil; Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to estimate the quality of soybean seeds based on their acoustic properties at different moisture content levels as a rapid and non-destructive evaluation method. An experimental setup was developed using a sorting machine equipped with a microcontroller and an LM393 sound sensor to capture acoustic signals generated from the impact of soybean seeds on a reflector plate. The tested moisture contents were 10.65%, 13.65%, 16.65%, 19.65%, and 22.65%, in accordance with the SNI 01-3922-1995 standard. The results indicated that moisture content significantly affected the acoustic response of soybean seeds. As the moisture content increased, the detected acoustic voltage decreased. At the lowest moisture level (10.65%), the average amplitude was 3.617 mV, whereas at the highest moisture level (22.65%), it decreased to 3.135 mV. This reduction is attributed to the increase in seed elasticity (Modulus of Elasticity, MOE) caused by water absorption, which elevates the sound absorption coefficient and consequently reduces the propagation velocity of sound waves within the seeds. Statistical analysis confirmed that the differences in acoustic values among moisture levels were significant (P < 0.05). These findings suggest that acoustic properties can serve as an effective indicator for assessing soybean seed quality based on moisture content variation. Keywords: acoustics; amplitude; moisture content; soybean.
PENGARUH APLIKASI EDIBLE COATING PATI KULIT SINGKONG DENGAN VARIASI KONSENTRASI LILIN LEBAH DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU CABAI MERAH Yulistiara, Dena; Putra, Endo Pebri Dani; Subara, Deni
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah besar (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas produk hortikultura yang sifatnya mudah rusak sehingga diperlukan penanganan pascapanen yang tepat untuk memperpanjang umur simpan cabai merah besar. Salah satu cara penanganan pascapanen cabai merah besar adalah dengan cara pemberian lapisan yang dapat dikonsumsi atau edible coating. Edible coating dapat dibuat dari bahan turunan karbohidrat seperti pati kulit singkong. Penambahan lilin lebah (beeswax) pada larutan edible coating digunakan untuk memperbaiki sifat pati kulit singkong yang memiliki resistensi rendah terhadap uap air. Penyimpanan pada suhu yang tepat juga harus dilakukan untuk mempertahankan fungsi edible coating  dan meningkatkan masa simpan cabai merah besar. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi lilin lebah (beeswax) pada edible coating dan suhu penyimpanan terhadap mutu cabai merah besar selama 15 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yaitu penambahan konsentrasi lilin lebah (beeswax) dengan 4 taraf yautu 0%, 1%, 2%, dan 3%, dan suhu penyimpanan dengan 2 taraf yaitu suhu ruang (26°C ± 2°C) dan suhu refrigerator (4°C ± 2°C). Parameter yang diamati adalah susut bobot, kadar air, kadar vitamin C, total padatan terlarut, dan uji organoleptik. Perlakuan terbaik dalam mempertahankan mutu cabai merah besar adalah perlakuan dengan penambahan lilin lebah 1% dengan suhu penyimpanan pada suhu  refrigerator (4°C ± 2°C) karena memiliki nilai susut bobot paling rendah sebesar 12,46%, Total padatan terlarut sebesar 5% dan menjadi perlakuan dengan skor mutu paling tinggi berdasarkan uji skoring yaitu sebesar 4,56 untuk warna, 4,22 untuk aroma, dan 4,12 untuk tekstur
FORMULASI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DAN SODIUM LAURYL SULFAT (SLS) PADA PEMBUATAN DETERGEN CAIR Hairiyah, Nina; Ningsih, Yuliana; Nirmala, Shinta
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sodium Lauryl Sulfat (SLS) sebagai surfaktan dalam pembuatan detergen dapat menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup dan lingkungan, karena senyawa ini sulit terurai oleh mikroorganisme. Sebagai alternatif, saponin, senyawa alami yang memiliki kemampuan menghasilkan busa, dapat dimanfaatkan dalam pembuatan detergen, sabun, dan shampo. Salah satu sumber saponin yang potensial adalah bunga telang (Clitoria ternatea). Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan alami dalam mengurangi penggunaan SLS pada detergen cair, sehingga dapat meminimalisir pencemaran lingkungan. Metode penelitian dimulai dengan persiapan bahan, diikuti dengan pembuatan detergen cair, yang kemudian diuji kualitasnya melalui beberapa parameter, yaitu uji bobot jenis, uji tinggi busa dan stabilitas busa, uji pH, serta uji cemaran mikroba. Formulasi ekstrak yang digunakan terdiri dari tiga variasi konsentrasi: Formulasi I (5%), Formulasi II (10%), dan Formulasi III (15%). Hasil uji stabilitas busa menunjukkan nilai berkisar antara 83,33% hingga 90%, sedangkan pH berada dalam rentang 9,16 hingga 9,22, dan bobot jenis rata-rata mencapai 1,9 g/ml. Kelebihan detergen berbasis ekstrak bunga telang ini adalah sifatnya yang lebih ekonomis, bahan bakunya yang mudah diperoleh dan terjangkau, serta limbah hasil cucian yang dapat terurai oleh mikroorganisme, sehingga berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan.
PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUMENTASI PADA ALAT PENGERING JAGUNG DENGAN TEKNOLOGI INFRARED-ASSISTED BERBASIS IoT Putri, Renny Eka; Albani, Nabil; Iqbal Abdi Lubis, Muhammad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pascapanen jagung di Indonesia adalah tingginya kerugian susut mutu, yang mencapai 15-20% dari total produksi, disebabkan oleh pengeringan tradisional yang tidak optimal dan rentan kontaminasi aflatoksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis kinerja alat pengering jagung tipe rotary dryer dengan teknologi infrared-assisted berbasis internet of things (IoT) sebagai solusi peningkatan kualitas dan efisiensi pengeringan. Metode penelitian meliputi pengembangan prototipe berkapasitas 6 kg/batch dengan sistem pemanas infrared (1.125 W) dan perancangan instrumentasi IoT untuk data logging otomatis dan kontrol suhu presisi. Hasil pengujian menunjukkan efektivitas alat dalam menurunkan kadar air jagung dari rata-rata ~23% menjadi 12,9% (wb) dalam 90 menit, memenuhi standar nasional indonesia (SNI 8886:2020). Kinerja teknis menunjukkan kapasitas kerja efektif (KKE) rata-rata 3,45 kg/jam dan efisiensi pengeringan rata-rata 68%. Analisis ekonomi menunjukkan biaya pokok (BP) sebesar Rp 3.595,78/kg dan titik impas (BEP) 1.450,41 kg/tahun. Integrasi infrared dan IoT terbukti menghasilkan sistem pengeringan yang cepat, efisien, dan layak secara ekonomi.
OPTIMASI BLEACHING AMPAS TEBU PADA VARIASI KONSENTRASI HIDROGEN PEROKSIDA DAN SUHU Wulandari, Mega; Permata, Deivy Andhika; Kasim, Fitriani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebu merupakan limbah padat dari agroindustri yang mengandung selulosa tinggi dan berpotensi diolah menjadi pulp dan kertas. Adanya lignin menyebabkan kualitas pulp menjadi tidak baik, untuk itu perlu dilakukan delignifikasi dan bleaching. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsentrasi H2O2 dan suhu bleaching yang optimal agar menghasilkan pulp dengan kualitas terbaik. Optimasi dilakukan menggunakan metode Central Composite Design (CCD) dalam pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan faktor konsentrasi H₂O₂ (15–40%) dan suhu bleaching (80–100°C). Respon yang diamati antara lain kadar air, kadar abu, rendemen, selulosa, holoselulosa, hemiselulosa, lignin, bilangan Kappa, dan derajat putih. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi H₂O₂ 30,13% dan suhu bleaching 98,26°C, yang menghasilkan pulp dengan kadar lignin dan bilangan Kappa yang lebih rendah, sedangkan kadar selulosa dan derajat putih yang tinggi. Hasil analisis gugus fungsi menujukan spektrum FTIR yang lebih sederhana setelah mengalami delignifikasi dan bleaching, karena berkurangnya struktur aromatik lignin pada pulp. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses bleaching dapat menghasilkan pulp berkualitas tinggi dari limbah biomasa ampas tebu.
KARAKTERISASI FISIK BEADS KOMPOSIT ALGINAT DENGAN PENAMBAHAN PATI BENGKUANG (PACHYRHIZUS EROSUS L.) Yolanda, Neta; Rahmi, Ira Desri; Permata, Deivy Andhika
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beads merupakan mikrokapsul berbentuk bulat yang berfungsi sebagai substrat padat untuk melapisi atau mengenkapsulasi senyawa aktif. Natrium alginat, sering dipilih sebagai polimer pembentuk beads karena keunggulannya, namun seringkali menghasilkan beads dengan karakteristik fisik yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan variasi konsentrasi pati bengkuang yang berbeda terhadap kualitas beads. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan variasi konsentrasi pati bengkuang dan tiga ulangan, serta dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan uji lanjut DNMRT. Hasil menunjukkan bahwa penambahan pati bengkuang berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik beads, seperti morfologi, diameter, sperikal faktor, densitas, porositas, dan sineresis. Perlakuan terbaik berdasarkan karakterisasi fisik beads terbaik yaitu perlakuan C (penambahan 2% pati bengkuang) dengan karakteristik fisik yaitu diameter 4,57 ± 0,03 mm, berbentuk bulat dengan sperikal faktor 0,02 ± 0,00a , densitas 0,73 ± 0,08 g/cm3, porositas 94,74 ± 0,16 % dan sineresis 35,37 ± 0,21 %. Temuan ini mengindikasikan potensi pati bengkuang dalam meningkatkan kualitas fisik beads berbasis natrium alginate.
RANCANG BANGUN SISTEM RANTAI PASOK INDUSTRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) BERBASIS TEKNOLOGI BLOCKCHAIN Aulia, Fauzan; Santosa; Azrifirwan
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai pasok kulit kayu manis melibatkan petani, pengumpul, industri pengolahan, retailer, dan konsumen dengan tantangan utama berupa pencatatan manual, keterbatasan transparansi asal-usul, kesulitan menjaga konsistensi pasokan, dan lemahnya integrasi informasi antar pelaku. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasi prototipe sistem e-commerce rantai pasok kulit kayu manis berbasis teknologi blockchain yang mampu meningkatkan transparansi, ketertelusuran, dan konsistensi pencatatan. Ruang lingkup penelitian berfokus pada ekosistem domestik di sekitar PT XYZ, sedangkan alur ekspor diperlakukan sebagai konteks di luar cakupan sistem digital yang dikembangkan. Metodologi mencakup analisis proses bisnis eksisting, identifikasi kebutuhan fungsional dan nonfungsional, perancangan arsitektur digital tiga lapisan, implementasi prototipe yang mengelola produk, transaksi, pergerakan stok, dan pencatatan asal usul produk secara bertingkat. Teknologi blockchain dimanfaatkan untuk menyimpan rekaman transaksi dalam bentuk nilai hash dan identitas pihak yang terlibat sebagai bukti transaksi yang sulit dimanipulasi. Hasil pengujian fungsional menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama berjalan sesuai kebutuhan, termasuk manajemen akun, transaksi jual beli, transformasi dan agregasi produk, serta ketertelusuran produk dari berbagai sumber. Pencatatan transaksi pada blockchain meningkatkan keandalan bukti transaksi dan mendukung auditabilitas rantai pasok.
EVALUASI KANDUNGAN PROKSIMAT, SERAT KASAR, POLIFENOL, DAN AMILOSA PADA TEPUNG KOMPOSIT BERBASIS TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN TEPUNG TERIGU Novitasari, Rifni; Anggraini, Tuty; Hasbullah; Hervani, Dini
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pembuatan tepung komposit berbasis tepung biji alpukat varietas lokal Sumatera Barat, khususnya Mega Paninggahan, dengan tepung terigu menjadi penting dilakukan sebagai upaya pemanfaatan limbah biji alpukat yang selama ini belum optimal, sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu impor, serta menghasilkan bahan baku pangan alternatif yang berpotensi memiliki karakteristik fungsional dan gizi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh formulasi tepung komposit antara tepung biji alpukat (TBA) dan tepung terigu (TT). Metode eksperimen adalah dengan rasio TBA : TT yaitu ; 15:85 (A), 20:80 (B), 25:75 (C), dan 30:70 (D) terhadap karakteristik kimia tepung yang dihasilkan setelah proses roasting pada suhu 150 °C selama 30 menit dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 kali ulangan.   Variabel yang diamati adalah kadar proksimat amilosa, serat kasar, dan polyphenol terhadap tepung komposit.  Pengolahan data dilakukan dengan mengunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5% dan 1%.  Formulasi terbaik dari tepung komposit ini diperoleh pada perlakuan B (TBA : TT = 20 : 80) dengan karakteristik sebagai berikut ; kadar air 11.49%, karbohidrat 71.30%, amilosa 29.47%, protein 10.93%, lemak 4.20%, abu 1.72%, polyphenol 0.0924 mgGAE/gr, dan serat kasar 3.51%.
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Isolasi Nanoselulosa dengan Perbedaan Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Waktu Ultrasonifikasi dalam Proses Pembuatannya Fitria, Devi; Kasim, Fitriani; Permata, Deivy Andhika
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber selulosa yang dapat diolah, salah satunya menjadi material nanoselulosa yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta pengaplikasian yang luas di bidang industri seperti dalam pembuatan komposit, kemasan, biomedis, dan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi dalam proses pembuatan nanoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit serta mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi terbaik yang menghasilkan rendemen nanoselulosa tertinggi dan karakteristik nanoselulosa terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor A: konsentrasi asam sulfat (10%, 20%, dan 30%), dan faktor B: waktu ultrasonikasi (30, 60, dan 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi asam sulfat dan waktu ultrasonikasi berpengaruh terhadap rendemen nanoselulosa yang dihasilkan yaitu: 89,46; 89,51; 89,52; 84,20; 85,23; 87.84; 78,94; 79,80; dan 81, 83%, dan berpengaruh juga terhadap karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang didapatkan 268,5; 239,3; 275,0; 224,4; 310,7; 218,9; 170,8; 260,9; dan 380,7 nm. Konsentrasi asam sulfat 10% dengan waktu ultrasonikasi 90 menit menghasilkan rendemen nanoselulosa yang tertinggi yaitu 89,52%. Dan konsentrasi 30% dengan waktu ultrasonikasi 30 menit menghasilkan karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang relatif kecil yaitu 170,8 nm. Nanoselulosa yang dihasilkan cocok digunakan sebagai biokomposit, karena berada pada rentang 100-500 nm. Kata kunci—asam sulfat, nanoselulosa, tandan kosong kelapa sawit, ultrasonikasi