cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
RASIONALITAS PARAKU DALAM MANAGEMEN SISTEM IRIGASI DI JORONG SITUGAR NAGARI TANJUNG BONAI KECAMATAN LINTAU BUO UTARA Rahmi Awalina; Eri Gas Ekaputra; Isril Berd
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.722 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.52-60.2018

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat paraku sebagai alat bagi air tradisional yang mampu membagi air secara rasionalitas dalam memenuhi kebutuhan air irigasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur debit air dengan menggunakan persamaan ambang lebar yang dikorelasikan dengan kebutuhan air setiap sawah yang terairi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara debit pada alat bagi paraku dengan kebutuhan air sawah yang terairi. Paraku mempunyai pola pengaturan air yang sangat proporsional dengan nilai efisiensi 87,9% dan efektifitas 84 %.
ANALISIS WILAYAH KONSERVASI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI DENGAN APLIKASI SWAT Fadli Irsyad; Eri Gas Ekaputra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.563 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.39-45.2015

Abstract

Degradasi lahan merupakan penyebab utama tingginya runoff dibandingkan dengan faktor lainnya. Perubahan tata guna lahan yang terjadi pada suatu kawasan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi catchment area dan dapat menyebabkan perubahan aliran permukaan (runoff).  Jika limpasan yang terjadi saat hujan kecil dan infiltrasi air ke dalam tanah besar, maka air terlebih dahulu disimpan di dalam tanah sehingga akan meningkatkan ketersediaan air tanah. DAS Kuanji merupakan salah satu DAS di Kota Padang yang memiliki luas 202,7 km2 dan terdiri dari 5 sub-DAS. Penelitian ini dilakukan pada kawasan DAS Kuranji yang secara geografis terletak pada 100o20’31,20” – 100o33’50.40” BT dan 00o55’59.88” - 00o47’24” LS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2013. Penelitian ini menggunakan aplikasi open sources software MapWindows GIS 4.8 RC1 (4.8.1) dari www.mapwindow.org.  Tahapan awal dalam penelitian ini yakni pengumpuan data, analisis SWAT di DAS Kuranji, dan penentuan wilayah konservasi DAS Kuranji. Hasil peneltian yang menggunakan MWSWAT untuk DAS Kuranji didapatkan HRU DAS sebanyak 2.034 HRU. Limpasan terbesar yang terjadi yakni 84 mm dengan luasan 75,195 ha, dan tersebar di empat kecamatan (Pauh, Padang Utara, Nanggalo, dan Kototengah). Wilayah konservasi yang direkomendasikan yakni  Limau Manih (81,56 ha), Lambung Bukit (42,27 ha), Gunung Sarik (86,32 ha), Kuranji (60,20 ha), dan Lubuk Minturun (64,45 ha).Kata kunci: Alih Fungsi Lahan,  DAS Kuranji, Konservasi, Limpasan, MWSWAT. 
AKTIVITAS PROTEOLITIK PAPAIN KASAR GETAH BUAH PEPAYA DENGAN BERBAGAI METODE PENGERINGAN Deivy Andhika Permata; Hafizul Ikhwan; Aisman Aisman
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.496 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.58-64.2016

Abstract

Papain merupakan enzim golongan protease yang banyak digunakan di industri. Salah satu proses penting dalam menghasilkan produk papain kasar adalah pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air, kadar abu, kadar protein, dan aktivitas proteolitik papain kasar getah buah pepaya dengan berbagai metode pegeringan. Metode pengeringan yang digunakan pada penelitian ini, yaitu pengeringan matahari (solar drying), pengeringan kabinet (cabinet drying), pengeringan vakum (vacuum drying) dan pengeringan beku (freeze drying). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa metode vakum menghasilkan aktivitas proteolitik tertinggi dibanding metode lainnya.
STUDI MUTU BRIKET ARANG DENGAN BAHAN BAKU LIMBAH BIOMASSA Renny Eka Putri; Andasuryani Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.324 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.143-151.2017

Abstract

Briket tempurung kelapa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berasal dari limbah biomassa, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi mutu briket arang tempurung kelapa yang dihasilkan dan uji teknis alat kempa briket yang digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas alat kempa yang digunakan adalah 302 batang briket/jam. Briket yang dihasilkan mempunyai kadar air sebesar 5,37 %. Kadar air briket sudah sesuai dengan SNI yaitu < 8%. Densitas briket rata-rata adalah 11,23 g/cm3. Nilai kuat tekan maksimum adalah sebesar 1.4 N/m². Nilai kadar karbon mencapai 97.14%. Hal ini menunjukkan briket yang dihasilkan berkualitas karena nilai kadar karbon yang tinggi dan kadar abu nya yang rendah. Nilai kalor yang dihasilkan juga sangat tinggi (> 5000) yang membuktikan bahwa kualitas briket yang dihasilkan sangat tinggi, sehingga briket tempurung kelapa ini dapat dijadikan energy alternative oleh masyarakat Sumatra Barat khususnya.
KAJIAN SIFAT FISIK DAN KIMIA JERUK SIAM (Citrus nobilis var. microcarpa) SEMBORO BERDASARKAN UMUR SIMPAN MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Herman Setiawan; Dedy Wirawan Soedibyo; Dian Purbasari
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.467 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.68-74.2019

Abstract

Since hundreds of years ago, orange have grown in Indonesia either naturally or cultivated. One of the most popular places for producing orange varieties is Semboro, Jember Regency. The quality of Semboro oranges is influenced by the level of harvest age and shelf life. In the storage process, Orange expiriences physically and chemical changes at each shelf life which is detrimental. At present the tests performed on Semboro orange are destructive. Based on this, non-destructive measurements are needed by using other methods such as digital image processing. The purpose of this study was to identify the relationship between the physical and chemical properties of Semboro orange based on shelf life. The Semboro Orange used was 150 fruits of super quality with  code size 1 and the same picking age of 28 MSB (weeks after flowering). Semboro oranges are stored for 15 days and measured with variations in shelf life of 1, 8 and 15 days. This research was conducted in two stages, namely taking pictures and measuring physical and chemical characteristics. Orange samples were then measured interm of physical and chemical properties using the O'hauss pioneer digital scales, penetrometer, refractometer and pH meter to obtain data on fruit weight, fruit hardness, total dissolved solids and acidity (pH) of the fruit. The value of the image quality variable and the physical and chemical properties were analyzed using one way anova test, correlation, regression, boxplot and validation test.
IDENTIFIKASI LIMBAH PABRIK KANCING BAJU DARI KULIT KERANG LOLA DI PADANG Sahadi Didi Ismanto
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.408 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.1.69-75.2016

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Mengidentifikasi kandungan kimian bahan yang terkandung pada limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang dan Mengkaji kemungkinan pemanfaatan limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang sedangkan manfaatnya adalah untuk memanfaatkan limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang dari bahan kurang bermanfaat menjadi barang bernilai ekonomi. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metoda eksploratif, yaitu mencari tahu kandungan apa yang ada pada limbah pabrik kancing baju dari kulit kerang lola.  Hasil penelitian didapatkan kandungan kimia pada limbah pabrik kancing kulit kerang dari bahan baku kerang Lola adalah Protein10,01 %, Karbohidrat 2,94 %, Kadar Air 3,40 %, Kalsium 31,17 %, Abu 12,44 %, SiO2 7,88 %,  MgO 18,88 %, Fe2O3 0,03  %, Lemak 0,97 % dan Fosfor 12,28 %.  Limbah pabrik kancing kulit kerang dari bahan baku kerang Lola dapat digunakan untuk pakan ternak ayam, Hidroksiapatit, bahan campuran beton polimer, pembuatan pangan kaya kalsium, sebagai adsorben ion timah putih,  Saran perlu penelitian lebih lanjut untuk pemanfaatan limbah pabrik kancing kulit kerang yang banyak mengandung Kalsium untuk keperluan farmasi dan bahan tambahan pangan sebagai fortifikasi kalsium.
SIFAT FISIK DAGING ANALOG BERBAHAN DASAR CAMPURAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus oncophyllus) DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI Triana Lindriati; Herlina Herlina; Jefrinka Nelza Emania
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.089 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.175-186.2018

Abstract

Daging analog merupakan produk yang terbuat dari isolat protein kedelai dengan memanfaatkan teknologi ekstrusi untuk menghasilkan serat menyerupai daging. Bahan lain yang dapat ditambahkan yaitu tepung porang yang berfungsi sebagai karbohidrat dan untuk memperbaiki tekstur daging analog. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan sifat fisik dan kimia daging analog akibat penambahan air, waktu ekstrusi dan komposisi adonan. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap yaitu variasi penambahan air, variasi waktu pengadukan dan variasi komposisi adonan. Parameter yang dianalisis adalah tekstur, kadar air, WHC, OHC dan kelarutan protein. Analisis data dilakukan dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penambahan air menyebabkan peningkatan nilai tekstur, kadar air dan OHC. Peningkatan waktu ekstrusi menyebabkan peningkatan nilai tekstur, kadar air, WHC dan OHC. Peningkatan komposisi adonan meningkatkan nilai tekstur, kadar air dan WHC. Penurunan nilai WHC dan kelarutan protein terjadi dengan semakin banyaknya air yang ditambahkan. Sedangkan nilai kelarutan protein mengalami penurunan dengan semakin lama waktu ekstrusi yang digunakan. Selain itu, nilai OHC dan kelarutan protein mengalami penurunan dengan semakin banyaknya tepung porang yang ditambahkan.
Analisa Kebutuhan Teknis Peralatan dan Sarana Pendukung Bagi Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) “Simpati” Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat Muhammad Makky; Alfian Zein; Vonny Indah Mutiara
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 13, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.472 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.13.1.119-131.2009

Abstract

IKM ”Simpati” telah beroperasi selama tiga bulan. Selama waktu tersebut seluruh biaya operasi disubsidi dari anggaran bantuan peralatan, dan hasil operasi seluruhnya diserap oleh pabrik makanan Unibis di medan. Namun Saat ini kondisi peralatan pengolahan coklat di IKM tersebut tidak lagi beroperasi. Hal ini disebabkan untuk mengoperasikan peralatan tersebut dibutuhkan infrastruktur dan biaya operasional yang cukup tinggi. Agar seluruh alat tersebut dapat beroperasional, maka setidaknya dibutuhkan daya Listrik sebesar 6500 watt – 7500 watt dengan biaya operasional 2 -3 juta rupiah perbulan. Biaya ini seharusnya dapat ditutupi oleh penjualan hasil produksi, namun rendahnya kapasitas kerja peralatan yang dihibahkan tersebut membuat operasi seluruh peralatan ini tidak ekonomis.Dari seluruh peralatan pengolahan kakao yang ada di IKM Simpati, kapasitas alat yang satu dengan yang lainnya tidak seragam. Pada alat alat seperti Alat Pemasta, Alat Pengempa, Alat Grinding/Kounching dan Alat pengayak kapasitas kerja alat hanya 600 – 1200gr/jam. Sedangkan pada peralatan lainnya, kapasitas kerja alat bervariasi antara 28 – 150 kg/jam. Dengan demikian maka akan terjadi ”Bottle Neck” (penyumbatan) pada alat-alat produksi dengan kapasitas kecil. Penyumbatan ini akan mengakibatkan bertumpuknya bahan baku pada fase tertentu dalam alur produksi sehingga waktu operasional alat bertambah dan mengakibatkan biaya produksi tidak ekonomis lagi. Untuk itu maka seluruh perlatan pengolahan kakao harus mempunyai kapasitas kerja yang seragam. Bagi peralatan dengan kapasitas kecil, maka jumlah alat harus ditambah atau alat diganti dengan kapasitas kerja yang lebih besar. Sebagai acuan kapasitas kerja yang digunakan adalah alat pengering dengan kapasitas kerja 1.5ton/hari atau 62.5kg/jam.
KARAKTERISTIK DAN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KERING DAUN KLUWIH DARI POSISI DAUN YANG BERBEDA Deivy Andhika Permata; Alfi Asben
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.566 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.79-85.2017

Abstract

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, diantaranya tanaman kluwih. Di masyarkat luas rebusan daun kluwih dikenal sebagai obat diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sebagai langkah awal melihat potensi ektrak kering daun kluwih sebagai sediaan yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan pangan fungsional, obat-obatan atau sediaan jamu. Daun kluwih pada posisi berbeda dilakukan ekstraksi dengan pelarut air kemudian dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator kemudian dibuat menjadi ekstrak kering dengan bantuan freeze dryer. Pengamatan yang dilakukan, yaitu rendemen, kadar air, kadar abu, analisis kualitatif fitokimia, serta total polifenol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik dan komponen bioaktif ekstrak kering daun muda, tua dan sangat tua berturut-turut sebagai berikut: rendemen sebesar 5,49%, 5,23% dan 5,34%; kadar air sebesar 10,11%, 10,16%, dan 10,30%; kadar abu 12,76%, 12,35%, dan 12,30%. Pada semua ekstrak daun mengandung alkaloid, triterpenoid, flavonoid, saponin, fenolik dan tanin. Total polifenol ekstrak kering daun muda, tua dan sangat tua berturut-turut, yaitu 11.175 mgGAE/g, 10.238,89 mgGAE/g, dan 7.858,33 mgGAE/g. 
ANALISIS PROSPEK DAN KENDALA PENGEMBANGAN PRODUK INDUSTRI PANGAN LOKAL DI SUMATERA BARAT Gunarif Taib; Rifda Roswita
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.42 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.96-101.2018

Abstract

Komoditi pertanian di Indonesia belum sepenuhnya dikelola dengan optimal. Saat ini masih banyak komoditi pertanian yang dipasarkan dalam bentuk bahan segar sehingga belum menghasilkan nilai tambah yang bisa dinikmati oleh petani. Karena itu pengembangan industri, khususnya industri pangan lokal perlu dikembangkan. Dilihat dari peluang pasar yang ada, industri pangan lokal mempunyai prospek pasar yang baik.  Namun demikian para pengusaha pangan lokal masih mempunyai kendala untuk mengembangkan industri pangan yang dimilikinya.  Untuk merancang solusi yang tepat maka seluruh prospek dan kendala yang ada perlu dianalisis secara komprehensif. Untuk itu perlu dilakukan penelitian  tentang prospek dan kendala pengembangan industri pangan lokal ini. Penelitian dilaksanakan pada sentra produksi pangan lokal di Sumatera Barat. Untuk mendapatkan data primer dilakukan indept interview dan Focus discussion Group dengan pemilik industri pangan lokal. Untuk optimasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan industri digunakan metode respon permukaan. Data penelitian yang diolah dengan program (Analytic Hierarchy Process) memperlihatkan bahwa produk industri pangan pangan lokal mempunyai prospek pengembangan dari sisi: citarasa (0,3723), keragaman produk (0,2643), skala usaha/bisa diusahakan dalam skala kecil (0,2495), penunjang pariwisata/makanan oleh-oleh/souvenir bagi wisatawan (0,1139). Kendala dalam pengembangannya adalah bahan baku/kontinyuitas pasokan (0,3088), kualitas SDM/tenaga kerja (0,2355), modal usaha (0,1999), manajemen produksi dan pemasaran (0,1448),  standar mutu (0,1110).  Analisis data dengan menggunakan metode respon permukaan memperlihatkan bahwa pengembangan produk bisa dilakukan dengan melakukan optimasi berbagai faktor faktor kendala.

Page 6 of 32 | Total Record : 312