cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Physical Education and Sports
ISSN : 2252648X     EISSN : 25024477     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Physical Education and Sports publishes articles of original researchs and conceptual studies about physical education and sports.
Arjuna Subject : -
Articles 743 Documents
PENGARUH ASUPAN MICRO NUTRIENT, AKTIVITAS FISIK DAN JENIS KELAMIN TERHADAP KEBUGARAN JASMANI SISWA SEKOLAH DASAR PENDERITA ANEMIA
Journal of Physical Education and Sports Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v1i2.810

Abstract

AbstrakSiswa penderita anemia sedang di 16 sekolah dasar negeri kecamatan Sako Kenten baik putra dan putri menjadiobyek penelitian ini. Perbaikan kualitas kesehatan mereka dilakukan dengan asupan Fe, folat dan vitamin C. Aktivitasfisik berupa permaianan bola tangan maupun permainan bola basket juga dilakukan agar terjadi peningkatankebugaran jasmani dan peningkatan kadar Hb bagi sampel penderita anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengujipengaruh asupan micro nutrient, aktivitas fisik dan jenis kelamin terhadap peningkatan kebugaran jasmani dankadar Hb, serta menguji hubungan (korelasi) antara kebugaran jasmani dengan kadar Hb. Desain penelitian yangdipakai adalah rancangan faktorial 2 x 2 x 2, sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Penelitian dilaksanakanterhadap 56 siswa SD putra dan 56 siswa Putri, sehingga diperoleh 112 sampel. Analisis data yang dipakai adalahAnalysis of Variance (ANOVA), analisis korelasi Pearson dan uji t. Berdasarkan analisis data penelitian diperolehhasil penelitian faktor asupan micro nutrient , faktor aktivitas fisik dan faktor jenis kelamin berpengaruh terhadaptingkat kebugaran jasmani. Interaksi asupan micro nutrient dan aktivitas fisik, interaksi micro nutrient dan jeniskelamin, interaksi aktivitas fisik dan jenis kelamin, serta interaksi asupan micro nutrient dan aktivitas fisik dan jeniskelamin berpengaruh terhadap kebugaran jasmani. Hasil penelitian juga menunjukkan asupan Fe+Folat+vit. Cmemberikan tingkat kebugaran jasmani dibandingkan dengan asupan Fe+Folat+vit.C. Aktivitas fisik bola tanganmemberikan tingkat kebugaran lebih baik dibandingkan bola basket. Aktivitas fisik jenis kelamin perempuan lebihbaik dalam peningkatan kebugaran jasmani dibandingkan jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian telahditemukan suatu formula untuk menyembuhkan anemia siswa sekolah dasar kelas 4 dan 5, dengan asupan micronutrien baik komposisi Fe+ Folat maupun Fe+Folat+vitamin C. sedangkan aktivitas fisik melakukan permainanbola tangan dan permainan bola basket, juga dapat meningkatkan kebugaran jasmani baik siswa putera maupunsiswa puteri.berdasarkan hasil temuan disarankan (1) Bagi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatanSekolah Dasar dalam mengajar pendidikan jasmani harus memberikan pemahaman tentang gizi kepada siswasekolah dasar sehingga siswa mengerti akan pentingnya gizi bagi kehidupan. (2) Bagi siswa Sekolah Dasar disarankanuntuk dapat memenuhi kebutuhan kalori saat melakukan aktivitas olahraga sehingga tidak terjadi anemia. (3)Bagi peneliti agar melakukan penelitian atau mereplikasikan penelitian untuk lebih meyakinkan hasil belajar dandapat mengembangkannya lebih lanjut disarankan untuk melakukan kontrol lebih tepat dalam rangkaian proseseksperimen serta kontrol terhadap variabel bebas diluar variabel yang diteliti. (4) Melakukan penelitian asupanmicro nutrient aktivitas fisik pada cabang olahraga yang lain. AbstractModerate anemic students in 16 state elementary schools in Sako Kenten district both male and female students became the objectof this study. They got the intake of Fe, folate and vitamin C in order to improve their health quality. Moreover, physical activityin the form of handball or basketball games was given to enable the improvement of physical fitness and Hb levels to the anemicsamples. The aim of this study is to examine the effect of micro nutrient intake, physical activity and sex towards the improvementof physical fitness and Hb levels, and examine the relationship (correlation) between physical fitness with Hb levels.Thisstudy used factorial design 2 x 2 x 2, with eight treatment combinations. The experiment was conducted on 56 male and 56 femaleelementary students, in order to obtain 112 samples. Data Analysis used was Analysis of Variance (ANOVA), Pearson correlationanalysis and t test. After analyzing the data, the result showed micro nutrient intake factor, physical activity factor, and sex factorthat had an effect on the level of physical fitness. Further, interaction of micro nutrient intake and physical activity, interactionof micro nutrient and sex, interaction of physical activity and sex, as well as interaction of micro nutrient intake and physicalactivity and sex had an effect on the physical fitness. The result also indicated that intake of Fe+Folat+Vit C gave physical fitnessdegree comparing with the intake of Fe+Folat+Vit C. Physical activity in form of handball game gave better physical degree thanbasketball. Female student physical activity was better than male students in the improvement of physical fitness.Based on theresults of studies, a formula to cure the anemia of elementary school students grades 4 and 5 was found, with micro nutrient intakeof both composition of Fe + folate and Fe+Folat+vitamin C. Meanwhile physical activity such as handball and basketball games,also could improve students’ physical fitness both male and female students. Based on the findings, it is suggested that: (1) Sportsand physical education teachers at elementary school should provide an understanding of nutrition to the students so that theyunderstand the importance of nutrition for life. (2) Primary school students shall fill the caloric needs during sports activities sothere will be no anemia. (3) Researcher shall conduct studies to replicate more convincing learning outcomes; for the further recommendation,more precise controls in experiments process series and independent variables beyond the variable shall be investigated.(4) Research on Micro Nutrient intake of physical activity on other sports shall be conducted.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN OLAHRAGA SEPAKBOLA DI SEKAYU YOUTH SOCCER ACADEMY (SYSA) KABUPATEN MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN
Journal of Physical Education and Sports Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v1i2.811

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengevaluasi latar belakang program, tujuan program pembinaan olahraga sepakbola diSYSA, 2) mengevaluasi pelaksanaan seleksi penerimaan atlet, pelatih dan asisten pelatih, sarana dan prasarana, dan pembiayaanpelaksanaan program pembinaan olahraga sepakbola di SYSA, 3) mengevaluasi pelaksanaan program latihan, sistempromosi dan degradasi, konsumsi, kesejahteraan, transportasi dan koordinasi pada pembinaan olahraga sepakbola di SYSA,dan 4) mengevaluasi keberhasilan program pembinaan olahraga sepakbola di SYSA Penelitian ini adalah penelitian evaluasidengan metode CIPP menggunakan pendekatan kualitatif . Populasi penelitian ini adalah siswa Sekayu Youth Soccer Academy(SYSA). Tehnik pengumpulan data adalah observasi, wawancara mendalam, penelusuran dokumen, dan triangulasidata. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) reduksi data, 2) penyajiandata, dan 3) penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan 1) latar belakang dan tujuan pembinaan yang jelas dalampendirian SYSA, 2) pelaksanaan penerimaan pelatih dan asisten pelatih, penerimaan atlet berdasarkan seleksi. Sarana danprasarana yang dimiliki SYSA lengakap dan dana pembinaan SYSA berasal dari APBD Kabupaten Musi Banyuasin, 3)Pelatih SYSA memiliki program latihan. SYSA menerapkan sistem promosi dan degradasi. Ketepatan pelayanan dalampelaksanaan konsumsi dan kesejahteraan para atlet, pelatih dan pengurus. Disediakannya transportasi khusus bagi atlet danpelatih. Koordinasi yang terjalin pada stakeholder yang terkait, 4) Prerstasi yang diraih SYSA membanggakan Musi Banyuasindan Sumatera Selatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Context pembinaan olahraga sepakbola di Sekayu YouthSoccer Academy (SYSA) sudah baik, hal ini didasarkan karena latar belakang dan tujuan pembinan yang jelas dalam pendirianSekayu Youth Soccer Academy (SYSA), 2) Input pembinaan olahraga sepakbola di Sekayu Youth Soccer Academy(SYSA) secara umum sudah terlaksana dengan baik, namun masih ada kekurangan yaitu alat fitness, 3) Process pembinaanolahraga sepakbola di Akademi Sepakbola Sekayu (SYSA) Kabupaten Musi Banyuasin yang terdiri dari aspek pelaksanaanprogram latihan, promosi dan degradasi, konsumsi, kesejahteraan, transportasi dan kordinasi antara stakeholder yang terkaitsudah berjalan dengan baik, 4) Product pembinaan olahraga sepakbola di SYSA yang terdiri dari aspek keberhasilan programdilihat dari segi prestasi sudah menghasilkan prestasi yang baik.Saran pada penelitian ini yaitu, 1) Model pembinaan olahragasepakbola yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin yaitu Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) bisa dijadikan contoh modelpembinaan olahraga khususnya sepakbola, 2) Mengacu pada keberhasilan pembinaan maka untuk keberlangsungan programpembinaan ini Pemkab Musi Banyuasin untuk terus secara kontinyu mengalokasikan dana pembinaan pada Sekayu YouthSoccer Academy (SYSA), 3) Pada evaluasi input mengenai sarana dan prasarana terdapat kekurangan yaitu alat fitness, disini peneliti menyarankan agar dapat memenuhi kekurangan hal tersebut, 4) Adanya keberlanjutan dari program pembinaanSYSA, tidak hanya selesai pada tamat sekolah SMA. Perlu adanya sistem untuk menyalurkan kemampuan dan potensimereka yang telah dibina di SYSA. AbstractThis study aims to 1) evaluate the program background, objectives soccer coaching programs in the Sekayu Youth Soccer Academics (SYSA),2) evaluate the implementation of the admission selection of athletes, coaches and assistant coaches, facilities and infrastructure, and financingof sport coaching program on SYSA, 3) evaluate the implementation of training programs, promotion and relegation system, consumption,welfare, transportation and coordination in sports coaching soccer in SYSA, and 4) evaluate the success of the sport coaching programon SYSA. This study used evaluation research with CIPP method taken by using qualitative approach. The population of the study wasstudents of Sekayu Youth Soccer Academic (SYSA). The technique for collecting the data was observation, interviews, document searches,and triangulation of data. Data were analyzed qualitatively with the following steps: 1) data reduction, 2) the presentation of data, and3) inferences. This research resulted in 1) the background and clear objective guidance in the establishment of SYSA, 2) the implementationof coaches and assistant coaches acceptance, receipt by the athlete selection. SYSA has complete facilities and the income is given byAPBD Musi Banyuasin regency, 3) Coach SYSA has a training program. SYSA implement promotion and relegation system through theevaluation phase. Accuracy of service in the implementation of the consumption and welfare of the athletes, coaches and administrators.Provision of special transportation for athletes and coaches. Coordination that exists on the affected stakeholders, 4) The achievement thatSYSA got makes Musi Banyuasin and South Sumatra proud. This study concluded that 1) Context coaching soccer in Sekayu Youth SoccerAcademic (SYSA) is good because it is based on the background and the clear purpose of the training program in the establishment SYSA, 2) soccer coaching input at SYSA in general has done well, but there is lack of fitness equipment, 3) soccer coaching process at the SekayuYouth Soccer Academy (SYSA) Musi Banyuasin regency consisting of aspects of the implementation of training programs, promotion andrelegation, consumption, welfare, transportation and coordination among relevant stakeholder has been running well, 4 ) Soccer coachingproduct in SYSA consisting of aspects of the program’s success in terms of achievement have produced a good performance. It is suggestedthat: 1) sport coaching soccer at the Musi Banyuasin district Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) shall be one of the example in sportcoaching especially football, 2) referring to the best achievement of coaching, the coaching program Banyuasin regency shall be continuedand the funds shall be allocated for improvement in Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), 3) on the evaluation of the input, concerningthe lack of the facilities and infrastructure fitness equipment, this deficiency shall fulfilled, 4) the continuity of the coaching program SYSAshall not only completed High School graduation but also a system to distribute their abilities and potential that have been fostered in SYSA.
MULTIMEDIA BOLA BASKET UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA
Journal of Physical Education and Sports Vol 1 No 2 (2012): November 2012
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v1i2.812

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah produk software multimedia pembelajaranberupa CD (compact disc) pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga danKesehatan untuk materi permainan bola basket. Penelitian ini merupakan penelitiandan pengembangan yang dilakukan melalui tahapan: identifikasi menentukanmateri, pengembangan desain pembelajaran, evaluasi, dan revisi. Setelah melaluitahap produksi dihasilkan produk awal yang divalidasi oleh ahli materi dan ahlimedia. Selanjutnya produk diujicoba kepada siswa melalui uji coba kelompok kecildan uji coba kelompok besar. Subjek uji coba adalah siswa SMA Se Kota Semarang.Data dikumpulkan melalui angket, dan wawancara. Hasil validasi oleh ahli materisecara keseluruhan aspek adalah “baik”, dengan rerata skor 4. Penilaian ahli mediapada produk adalah “baik” dengan rerata skor 3,83. Pada uji coba kelompok kecil“baik” dengan rerata skor 3,8. Pada uji coba kelompok besar adalah “sangat baik”dengan rerata skor 4,32.Simpulan dari penelitian dan pengembangan ini menghasilkanproduk multimedia pembelajaran bola basket dalam mata pelajaran PendidikanJasmani Olahraga dan Kesehatan yang layak digunakan dalam proses kegiatan belajardan mengajar. AbstractThe research aimed to develop software of multimedia learning in the form of CD (compactdisc) for Physical Sport and Health education with suitable developing steps. The researcheswere research and development. The development of the learning multimedia conducted bythese steps: introduction, analysis of need and deciding material, development of learning design,development of production design, evaluation and revision. Subsequently, initial productwas validated by media and material experts. After that, the product was tested to the studentsthrough trial step of small group and trial of big group. The subject of product trial was thestudents of Senior High School of Semarang City. The data was collected through questionnaireand interview. The validation result by the material expert was thoroughly “good” withscore average of 4. Besides that, the result by the media expert was also “good” with scoreaverage of 3.83. On the trial of small group was “good” with score average of 3.8. On thetrial of big group was “very good” with score average of 4.32. In conclusion, the research anddevelopment product of basketball learning multimedia in the subject of Physical Sport andHealth Education was suitable to be used in the learning and teaching activity process.
PENGEMBANGAN PERMAINAN BAVOS UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1269

Abstract

AbstrakPermainan bola besar merupakan salah satu materi permainan dan olahraga yang bertujuan untuk mengembangkan koordinasi gerak peserta didik melalui aktivitas permainan beregu. Tidak semua sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran Penjasorkes mengajarkan semua materi dalam permainan bola besar. Berdasarkan hal di atas, perlu dilakukan pengembangan permainan bola besar yang dapat mengembangkan keterampilan koordinasi gerak peserta didik. Prosedur pengembangan yang digunakan: 1) menganalisis produk yang akan dikembangkan, 2) mengembangkan produk awal, 3) validasi ahli, 4) uji coba lapangan, 5) revisi produk, dan hasil produk pengembangan. Instrumen yang digunakan 1) data pengambilan denyut nadi, (2) kuesioner respon psikomotorik, kognitif, afektif peserta didik dengan angket, (3) pengamatan keefektifan teknik dasar yang digunakan dalam produk. Hasil penelitian ini telah ditemukan (1) produk permainan BAVOS, (2) keefektifan produk permainan dapat meningkatkan aktivitas fisik peserta didik, (3) permainan BAVOS ini dapat mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia, (4) kompleksitas keterampilan koordinasi gerak. Simpulan penggunaan produk permainan BAVOS dalam pembelajaran memberikan pengaruh terhadap intensitas fisik, dapat mengatasi masalah keterbatasan sarana dan prasarana, dapat mengatasi keterbatasan alokasi waktu pembelajaran serta memberikan pengalaman koordinasi gerak kompleks. Saran bagi guru Penjasorkes di SMP dapat menggunakan permainan ini di sekolah, dalam pembelajaran permainan bola besar SMP kelas VIII semester 2. AbstractBig ball game is one of the materials for game and sport. Not every school in teaching learning process of PE teaches all of the materials in big ball game. Based on the problems above, a mean of game which is able to optimize student’s movement coordination skill. Developing procedure which is used; 1) analyzing product 2) developing preliminary early product 3) expert validation 4) main-field test 5) product revision, and the outcome of product development. Instrument which is used; 1) the record of the pulse 2) questionnaire for the student response 3) observing. Result from the research were; 1) BAVOS games product 2) effectiveness of the games product, 3) BAVOS games could overcome the limitation of the time allotment, 4) complexity coordination movement. Conclusion from this research is that the use of BAVOS games product in learning PE for student gives the influence for student’s physical intensity. It can overcome the limit of the infrastructure, time allotment for teaching learning process. An advice for the PE teacher is recommended to use this game in their teaching and learning process, especially in teaching learning process of big ball games for the 2nd semester of 8th grade of Junior high school.
PENGARUH CIRCULO MASSAGE DAN SWEDIA MASSAGE TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM LAKTAT DARAH PADA LATIHAN ANAEROB
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1270

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui dan mengkaji pengaruh circulo massage dan swedia massage terhadap penurunan asam laktat dalam darah setelah latihan anaerob. Jenis penelitian eksperimental laboratories dengan menggunakan rancangan ”Randomized Pretest-Postest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Sampel sebanyak 30 orang yang diperoleh secara radom. Variabel penelitian terdiri dari Variabel bebas yaitu: Latihan anaerobik lari 400 meter dengan manipulasi circulo massage pada paha depan selama 15 menit dan Latihan anaerobik manipulasi swedia massage pada paha depan selama 15 menit dan Variabel tergantung pada penelitian ini yaitu kadar asam laktat darah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis anova satu jalan dengan uji prasyarat uji normalitas, homogenitas. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: circulo massage lebih cepat menurunkan asam laktat dalam darah,hasil rata-rata kadar asam laktat darah mengalami penurunan sebesar 5,79. sedangkan dengan manipulasi swedia massage diperoleh hasil rata-rata kadar asam laktat mengalami penurunan sebesar sebesar 4,79. circulo massage lebih efektif menurunkan kadar asam laktat darah dibandingkan dengan menggunakan swedia massage. Simpulan yang didapat adalah circulo massage lebih efektif menurunkan kadar asam laktat darah dibandingkan dengan menggunakan swedia massage Saran yang dapat disampaikan adalah salah satu metode penurunan asam laktat dengan manipulasi circulo massage. AbstractThis research aims to know and review influence of circulo massage and swede massage toward decreasing of lactic acid level in blood, after anaerobic practice. Type of this research is experimental laboratories by using design “ Randomized Pretest-Post test Control Group Design. Population in this research is students activity of Yogyakarta State University. sampels of 30 people obtained randomly. Variable on this research consist of independent Variable: anaerobicic Practice 400 meter by Manipulation circulo massage on front tighs for 15 minutes and dependent Variable on this research is the lactic acid level in the blood. Data analysis technique used on this research is Analysis of one way anova with prerequirements test of test normality and homogenity. Results prove that: Circulo massage faster decrease of lactic acid in the blood average blood lactic acid levels decreased by 5.79. whereas the Swedish massage manipulation obtained an average yield of lactic acid levels decreased by 4.79. Circulo massage more effective in lowering blood lactic acid levels were compared using Swedish massage. Conclusions obtained are Circulo massage more effective in lowering blood lactic acid levels were compared using Swedish massage advice can be delivered is one method to decrease lactic acid manipulation Circulo Massage
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN MOTORIK DASAR TERHADAP HASIL BELAJAR PENJASORKES BAGI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR KELAS AWAL
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1271

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui : 1) Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara model pembelajaran media terpadu dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar penjasorkes bagi peserta didik kelas awal, 2) Apakah terdapat perbedaan pengaruh antara kelompok peserta didik yang memiliki kemampuan motorik dasar tinggi dan kemampuan motorik dasar rendah terhadap hasil belajar penjasorkes bagi peserta didik kelas awal, 3) Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan motorik dasar terhadap hasil belajar penjasorkes bagi peserta didik kelas awal. Populasi yang digunakan peserta didik kelas 2 semester 1 SD Negeri 1 Kebumen dan SD Negeri 7 Kebumen, sejumlah 68 peserta didik, sedangkan teknik pengambilan sampel dengan teknik purposive random sampling. Penelitian yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Kebumen dan SD Negeri 7 Kebumen ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan analisis varians 2 jalan (two way ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menguji perbedaan sumber varians. Hasil pengujian hipotesis menunjukan; 1) Ada perbedaan pengaruh antara model pembelajaran media terpadu dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar penjasorkes; 2) Ada perbedaan pengaruh antara kemampuan motorik dasar tinggi dan kemampuan motorik dasar rendah terhadap hasil belajar penjasorkes; 3) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan motorik dasar terhadap hasil belajar penjasorkes. AbstractThis research is done to know: 1) If there is a difference of influences of integrated media learning model and conventional learning model to the result of learning of physical education for early grade students; 2) If there is a differences of influences between low basic motoric ability to the rsult of learning physical education for early grade students; 3) If there is an interaction between learning model and basic motoric ability to the result of physical education for early grade students, This research that is done in State Elementary School 1 Kebumen and State Elementary School 7 Kebumen, sample is 24 students uses experimental method with varians analisis two way (two way ANOVA) plan, then is continued with Tukey test to examine the differences of the varians resource. The hipotesis examination result show; 1) There is a difference of influences of integrated media learning model and conventional learning model to the result of learning physical education; 2) There is a differences of influences between high basic motoric ability and low basic motoric ability to the result of learning physical education; 3) There is an ineteraction between learning model and basic motoric ability to the result of learning physical education
PENGEMBANGAN MATERI ATLETIK MELALUI PERMAINAN ATLETIK THREE IN ONE UNTUK SISWA SD KELAS V
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1272

Abstract

AbstrakPengembangan Materi Atletik Melalui Permainan Atletik Three In One untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas V. Anak-anak usia sekolah dasar kelas V masih memiliki rasa ingin bermain yang tinggi, seharusnya guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dapat mengembangkan model pembelajaran agar lebih diminati peserta didiknya. Untuk itu peneliti mengembangkan materi atletik melalui permainan atletik three in one. Hasil penelitian yang diperoleh untuk minat siswa terhadap permainan atletik three in one ini menunjukan 52,21% minat siswa yang tinggi. Untuk keaktifan atau intensitas gerak siswa mengalami peningkatan 71% dari denyut nadi maksimal. Untuk kualitas model,sarana dan prasarana menunjukan bahwa 75% masuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan untuk ketiga ranah penjasorkes yaitu kognitif masuk dalam kategori tinggi, afektif dengan kategori sedang dan psikomotorik masuk dalam kategori tinggi.Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini yaitu produk permainan atletik three in one layak dan dapat diterima atau digunakan dalam pelajaran penjasorkes materi pembelajaran atletik di sekolah dasar kelas V. AbstractDevelopment Athletics Learning Throught Athletics Three In One of Elementary Students. Basically, 5th grade students of elementary school have high tension to play, therefor, sport and health education teacher should be able to develop more interesting teaching model that make students enjoy the process more. Result of the research shows that students’ interest and tension on 3 in 1 athletic game is 52,21% higher than conventional process, students’ activeness or physical intensity is improve up to 71% brings maximum number of heart pulse Model’s quality improve tools and equipment’s appropriateness level up into 75% so that graded as good. In three scope of sport and health education, the cognitive and psycho-motor aspects include in high class category while affecting aspect is included in the middle level. The conclusion of this research is that the product of 3 in 1 athletic game is appropriate and acceptable or practicable in sport and health education’s athletic material learning for V grader of elementary school.
PENGARUH USIA DAN LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA KELAS BAWAH MAMPU DIDIK SEKOLAH LUAR BIASA
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1273

Abstract

AbstrakAnak tunagrahita mampu didik merupakan anak yang mengalami keterlambatan perkembangan tetapi dapat mempelajari keterampilan akademis. Keterlambatan yang dialami anak tunagrahita mampu didik berakibat pula pada perkembangan motoriknya. Kemampuan motorik anak tunagrahita dapat dilatih melalui olahraga yaitu dengan menggunakan metode latihan yang tepat. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh usia dan latihan keseimbangan terhadap kemampuan motorik kasar anak tunagrahita mampu didik kelas bawah SLB N 2 Yogyakarta. Hasil penelitian: 1) tidak ada pengaruh yang signifikan usia terhadap kemampuan motorik kasar pada anak tunagrahita, 2) tidak ada pengaruh yang signifikan latihan keseimbangan terhadap kemampuan motorik kasar pada anak tunagrahita, 3) tidak ada interaksi yang signifikan antara usia dan latihan keseimbangan terhadap kemampuan motorik kasar anak tunagrahita. Kesimpulan bahwa usia lebih banyak tidak menjamin bahwa kemampuan motorik anak akan menjadi lebih baik. Saran bagi guru untuk menerapkan latihan secara berkesinambungan agar dapat berfungsi efektif meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. AbstractMental retardation children able students are children who have developmental delays but can learn in academic skills. The developmental delays also give impact in the development of motor skills. The motor skills of mental retardation children can be trained through exercise through use the proper training methods. This study focused on the influence of age and balance training on hard motor skills in mental retardation children able learners at underclass extraordinary school district 2 Yogyakarta. The results: 1) there was no significant effect of age on hard motor skills in mental retardation children; 2) there was no significant effect of balance training on hard motor skills in mental retardation children, 3) no significant interaction effect of age and balance exercises on hard motor skills in mental retardation children. In this study concluded that age does not ensure that more children in motor skills would be better. The suggestion for teachers to implement continuous training in order to improve hard motor skills of children.
IMPLEMENTASI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN TERHADAP PENGEMBANGAN NILAI - NILAI KARAKTER SISWA SMP
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1274

Abstract

AbstrakImplementasi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam pembentukan karakter kedisiplinan, kejujuran /sportivitas, tanggung jawab, sopan santun, dan hubungan social, Tujuan umum penelitian yaitu menghasilkan implementasi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam pembentukan karakter kedisiplinan, kejujuran /sportivitas, tanggung jawab, sopan santun, dan hubungan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kwantitatif dan kualitatif dengan sarnpel. 390 siswa SMP se-Kecamatan Pedurungan, Semarang, yaitu: SMP Negeri 14; SMP Negeri 15; SMP Negeri 34; SMP Empu Tantular; SMP Mardisiswa 2; SMP Atthohiriyah. Instrumen penelitian berupa angket. Uji validitas instrumen angket Karakter Siswa dalam Kondisi awal dan kondisi akhir seluruh item valid dan reliabel. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan kondisi awal karakter siswa SMP se¬Kecamatan Pedurungan kota Semarang. Kondisi awal karakter siswa secara umum 67,8% dan pada kondisi akhir menjadi 80,6%, terjadi peningkatan 12,8%. Kesimpulan penelitian yaitu pembelajaran Penjasorkes yang bermuatan pengembangan nilai-nilai karakter meningkatkan karakter siswa. Disarankan pengampu kebijaksanaan, para guru, khususnya guru Penjasorkes mengimplementasikan pengembangan nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran. AbstractThe research problems are how the implementation of health and Physical sport education towards character building on discipline, honesty, responsibility, politeness, and social relationship. The objective of this research is to gain the implementation of health and Physical education towards character building on discipline, honesty, responsibility, politeness, and social relationship.This research used quantitative and qualitative descriptive approach. The sample was 390. SMP students in Pedurungan sub-district Semarang. It consisted of SMP Negeri 14, SMP Negeri 15, SMP Negeri 34, SMP Empu Tantular, SMP Mardisiswa 2, and SMP Atthohiriyah. The instrument used questionnaire. The instrument validity test of questionnaire for student characters in the beginning and the final condition was valid and reliable. The data analysis used t-test.The result showed that in the beginning condition of SMP student characters in Pedurungan sub-district Semarang, Generally, the student character reached 67.8% in the beginning condition and 80.6% in the end. It means that the increasing reached 12.8%.The conclusion is health and sport education learning which focus on character values development is able to improve the student characters. The suggestion is stakeholders, teachers, especially health and sport education teachers in order to implement the character values development in every subject.
PENGARUH METODE LATIHAN DAN POWER TUNGKAI TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA DADA 50 METER ATLET KELOMPOK UMUR IV PERKUMPULAN RENANG SPECTRUM SEMARANG
Journal of Physical Education and Sports Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Study Program Education and Sports, Postgraduate Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v2i1.1275

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Perbedaan pengaruh latihan antara metode latihan tungkai gaya dac da posisi badan telungkup dan posisi badan telentang terhadap kecepatan berenang 50 meter gaya dada. 2) Perbedaan pengaruh antara power tungkai kategori tinggi dan rendah terhadap hasil kecepatan berenang 50 meter gaya dada. 3) Interaksi antara metode latihan dan power tungkai terhadap kecepatan berenang 50 meter gaya dada. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah atlet kelompok umur IV Perkumpulan Renang Spectrum Semarang yang berjumlah 20 atlet, teknik pengambilan sampel total sampling. Instrument tes dalam penelitian ini yaitu: 1) Tes power tungkai, 2) Program latihan tungkai gaya dada, 3) Tes kecepatan berenang 50 meter gaya dada. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalur. Uji normalitas menggunakan uji lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji bartlet. Kesimpulan: 1) Terdapat perbedaan pengaruh latihan tungkai gaya dada dengan posisi badan telungkup dengan posisi badan telentang terhadap kecepatan berenang 50 meter gaya dada. 2) Terdapat perbedaan pengaruh antara power tungkai dengan kategori tinggi dan rendah terhadap hasil kecepatan berenang 50 meter gaya dada. 3) Tidak terdapat interaksi antara metode latihan renang dan power tungkai terhadap hasil kecepatan berenang 50 meter gaya dada. AbstractThis study aimed to 1) The difference between the effects exercise training methods breaststroke leg stomach posture and supine body position against swimming speed 50 meters breaststroke. 2) The difference between the effect high power and low limbs categories on the results the speed swimming 50 meters breaststroke. 3) The interaction between training methods and power leg the swimming speed 50 meters breaststroke. This type research is an experiment with a 2x2 factorial design, the population athletes age group IV totaling 20 athletes, the sample this study with a total sampling techniques. Instrument test: 1) leg power test, 2) breaststroke leg exercise program, 3) Test the speed swimming 50 meters breaststroke. Data analysis techniques using two way ANOVA. Test for normality using lilliefors test and homogeneity test using test Bartlet. The conclusion 1) There are differences in the effects exercise swimming breaststroke body facedown position with supine body position against swimming speed 50 meters breaststroke. 2) There is a difference between the effect power leg with high and low categories of the results the speed swimming 50 meters breaststroke. 3) There is no interaction between method of pool exercises and leg power to the results swimming speed 50 meters breaststroke.