cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 20865996     EISSN : 2580961x     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Arkhais is dedicated to all linguistics, literature, and culture Indonesia. The coverage of Jurnal Arkhais includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research aimed to improving the quality and building innovation in linguistics, culture, and literature Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
KATEGORI FATIS BAHASA SUNDA SUKABUMI Rini Siti Parida Malik
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.529 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.02

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kategori fatis bahasa Sunda Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap, yakni Februari-Juni 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu tabel analisis kerja. Objek dalam penelitian ini adalah percakapan bahasa Sunda Sukabumi yang berbentuk partikel dan kata (mencakup paduan, gabungan, dan perulangan), frasa, serta klausa atau kalimat fatis. Fokus penelitian ini adalah bentuk, distribusi, fungsi, dan makna kategori fatis bahasa Sunda Sukabumi. Data dalam penelitian ini adalah sepertiga total keseluruhan data, yakni 10 rekaman dari total 30 rekaman. Berdasarkan hasil penelitian, kategori fatis selalu hadir dalam percakapan informal bahasa Sunda Sukabumi. Kategori fatis bahasa Sunda Sukabumi ditemukan sebanyak 93 bentuk, dengan rincian partikel dan kata fatis sebanyak 24 fatis, paduan fatis sebanyak 14 fatis, gabungan fatis sebanyak 42 fatis, perulangan fatis sebanyak 2 fatis, frasa fatis sebanyak 6 fatis, dan klausa atau kalimat fatis sebanyak 5 fatis. Dengan demikian, bentuk kategori fatis yang penggunaannya paling dominan adalah gabungan fatis, yakni 42 fatis, sedangkan bentuk yang penggunaannya paling sedikit adalah perulangan fatis, yakni sebanyak 2 fatis. Sementara berdasarkan distribusinya, kategori fatis bahasa Sunda Sukabumi paling dominan berdistribusi di tengah kalimat, yakni sebanyak 166 penggunaan. Fungsi yang terkandung dalam kategori fatis bahasa Sunda Sukabumi sebanyak 9 fungsi, namun fungsi yang kemunculannya paling dominan adalah fungsi menegaskan pembicaraan, yakni sebanyak 132 kemunculan. Makna fatis yang muncul dalam kategori fatis bahasa Sunda Sukabumi sebanyak 14 makna. Makna yang kemunculannya paling dominan adalah fungsi menekankan kebenaran sebuah fakta, yakni sebanyak 136 kemunculan. Kata Kunci: Kategori Fatis, Percakapan, Bahasa Sunda Sukabumi.
KEEFEKTIFAN KALIMAT PADA SKRIPSI MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Nurul Azizah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.725 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.03

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan kalimat pada skripsi mahasiswa FIP UNJ dengan menggunakan aspek kalimat efektif, seperti aspek kelugasan, kebernalaran, kepaduan, dan kegramatikalan kalimat. Penelitian ini dilaksanakan di Jakarta pada bulan Maret hingga Juni di semester genap 2014. Fokus penelitian ini adalah aspek kegramatikalan dalam membentuk kalimat efektif. Objek penelitian ini adalah skripsi mahasiswa Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ pada tahun 2012. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa kalimat efektif pada skripsi mahasiswa dihasilkan dengan terpenuhinya syarat kegramatikalan atau kaidah ketatabahasaan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 114 kalimat yang efektif dan 51 kalimat yang tidak efektif dari 165 data yang diteliti. Dalam kalimat yang efektif tersebut ditemukan aspek kalimat efektif yang paling banyak terpenuhi ialah aspek kegramatikalan dalam pembentukan kata dengan afiksasi, diikuti oleh aspek kegramatikalan dalam penyusunan kalimat berdasarkan fungsi kalimatnya. Hal itu menunjukkan bahwa aspek kegramatikalan memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan kalimat efektif pada skripsi mahasiswa. Sementara itu pada kalimat yang tidak efektif ditemukan aspek kepaduan dan kebernalaran sebagai dua aspek tertinggi yang tidak terpenuhi. Hal itu menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa dalam aspek kepaduan dan kebernalaran masih lemah. Kata Kunci: Kalimat, Keefektifan Kalimat, Skripsi Mahasiswa
EKUIVALENSI LEKSIKAL DALAM WACANA NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI ‘DEE’ LESTARI: SUATU KAJIAN WACANA Ayu Ashari
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.653 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.04

Abstract

Abstrak Penelitian ini betujuan untuk mengetahui kemunculan ekuivalensi leksikal dalam wacana novel Perahu Kertas karya Dewi "Dee‟ Lestari. Penelitian ini dilakukan di Jakarta mulai Februari hingga Juni 2014, dengan wacana novel Perahu Kertas sebagai objeknya. Peneliti sendiri sebagai instrumen dibantu dengan tabel analisis kerja. Fokus penelitian ini adalah pemarkah kohesi leksikal ekuivalensi leksikal. Ekuivalensi leksikal yang diteliti meliputi ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat derivasi, dan ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat infleksi. Ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat derivasi terdiri dari 9 proses, yaitu prefiks-prefiks, sufiks-prefiks, konfiks-prefiks, klofiks-prefiks, prefiks-sufiks, prefiks-konfiks, klofiks-konfiks, prefiks-klofiks, dan sufiks-klofiks. Ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat infleksi juga terdiri dari 9 proses, yaitu prefiks-prefiks, konfiks-prefiks, prefiks-sufiks, sufiks-sufiks, klofiks-sufiks, prefiks-konfiks, konfiks-konfiks, prefiks-klofiks, dan klofiks-klofiks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini enunjukkan di dalam wacana novel PerahuKertas yang terdiri dari 17 bab, terdapat 68 paragraf, 262 kalimat, 200 pasangan kalimat, dan100 pemarkah kohesi leksikal ekuivalensi leksikal. Kemunculan ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat infleksi lebih banyak yaitu 68 kemunculan, kemunculan terbanyak adalah prefiks-prefiks 34 kemunculan, dan tersedikit muncul adalah prefiks-sufiks, klofiks-sufiks, prefiks-konfiks, dan prefiks-klofiks masing-masing 1 kemunculan. Kemunculan ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat derivasi lebih sedikit yaitu 32 kemunculan, dengan yang terbanyak muncul adalah sufiks-prefiks 10 kemunculan, dan tersedikit muncul adalah klofiks-konfiks dan prefiks-klofiks masing-masing 1 kemunculan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kemunculan ekuivalensi leksikal dalam wacana novel Perahu Kertas yang mengalami proses afiksasi dan bersifat infleksi lebih banyak dibandingkan dengan kemunculan ekuivalensi leksikal yang mengalami proses afiksasi dan bersifat derivasi. Kata Kunci :Ekuivalensi Leksikal, Wacana Novel Perahu Kertas.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA PROGRAM ACARA THE LADY WHO SWINGS DI RADIO HARD ROCK FM JAKARTA Diyah Widiyastuti
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.127 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan alih kode dan campur kode pada program acara The Lady Who Swings di radio Hard Rock FM Jakarta. Subjek penelitian ini adalah bahasa yang digunakan penyiar dan bintang tamu pada program acara The Lady Who Swings di radio Hard Rock FM Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini difokuskan pada alih kode dan campur kode, yang mencakup jenis, bentuk, serta penyebabnya. Objek penelitian ini adalah siaran The Lady Who Swings di radio Hard Rock FM Jakarta yang ditranskripsikansebanyak enam rekaman siaran. Kemunculan jenis alih kode terbanyak adalah alih kode ekstern sebanyak 118 data ujaran (100%). Penguasaan bahasa asing memengaruhi penyebab alih kode dengan kemunculan terbanyak, yaitu alih kode karena penutur sebanyak 65 data (45,2%). Selain itu ditemukan pula hal lain penyebab alih kode, yaitu alih kode karena keharusan menyebut nama acara, produk, dan fitur dengan 24 data (16,3%) dan alih kode karena keinginan mengajak penutur lain dengan 1 data (0,8%). Sementara untuk campur kode ditemukan bahwa campur kode ekstern merupakan jenis campur kode dengan kemunculan terbanyak, yaitu 340 data ujaran (99,4%). Kata merupakan bentuk campur kode yang paling banyak muncul, yaitu sebanyak 218 data (53,3%). Kemudian untuk penyebab campur kode yang yang paling banyak muncul ialah penyebab karena motif prestis, yaitu sebanyak 223 data (57,9%). Pada campur kode juga ditemukan hal lain yang dapat menyebabkan campur kode terjadi, yaitu campur kode karena keharusan menyebut nama acara, fitur, produk, dan musik 78 data (20,3%), dan campur kode karena keharusan menyapa 37 data (9,6%). Kata Kunci: Kode, Alih Kode, Campur Kode, Program Acara, Sosiolinguistik.
DISFEMIA DALAM RUBRIK OLIMPIK DI HARIAN BOLA Nugroho Sejati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.012 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.06

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan disfemia dalam berita olahraga, khususnya pada media massa cetak. Penelitian ini juga untuk mengetahui frekuensi penggunaan disfemia berdasarkan bentuk kebahasaannya maupun fungsinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan analisis isi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan November 2014. Fokus penelitian ini adalah penggunaan disfemia pada rubrik Olimpik di Harian BOLA, meliputi bentuk dan fungsinya. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel kerja analisis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa bentuk-bentuk kebahasaan yang ditampilkan dalam rubrik Olimpik di Harian BOLA cukup bervariasi. Dalam penelitian ini, bentuk kata dan fungsi menarik perhatian paling banyak ditemukan. Kata Kunci: Disfemia, Rubrik Olimpik Harian BOLA
REPRESENTASI MODERNISME ISLAM DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARANGAN AKMAL NASERY BASRAL: PERSPEKTIF SEMIOTIK ROLAND BARTHES Fansury Ningmas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.809 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.07

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan modernisme dalam novel Sang Pencerah karangan Akmal Nasery Basral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan menjabarkan gambaran cerita secara lengkap. Dalam penelitian ini, peneliti juga melakukan studi mendalam untuk mencaritahu representasi modernisme Islamyang berkembang pada masa K.H. Ahmad Dahlan yang dapat dirasakan responsif dan membumi di tanah Indonesia. Penelitian ini merupakan kajian pustaka dengan objek analisis novel Sang Pencerahkarangan Akmal Nasery Basral melalui kajian semiotika Roland Barthes.Perjalanan sejarah Islam di Indonesia sudah berjalan cukup unik, dari mulai Islam yang begitu mudah dan cepat untuk diikuti oleh masyarakat sampai setelah pertempuran pemikiran Islam dimasukkan ke dalam ruang yang lebih luas. Banyak sekali kontribusi konseptual diharapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari pemikir Islam, bahkan oleh pemuda Muslim. Menghasilkan pola pemikiran Islam berdasarkan studi besar Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan membentuk Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikir maju sesuai dengan perkembangan zaman. Menurut ajaran Islam perubahan merupakan sebagian dari sunnatullah serta salah satu sifat asasi manusia dan alam raya secara keseluruhan. Pada pemikiran munculnya modernisme dalam agama Islam, K.H. Ahmad Dahlan membawa pengaruh pemikiran pembaruan Muhammad Abduh. Dalam kaitan ini organisasi pembaruan Muhammadiyah bergerak di bidang syariat, sosial, dan pendidikan.Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini ditemukan bahwa representasi modernisme dalam novel Sang Pencerah perspektif semiotika Roland Barthes inibukan lagi merupakan penanda belaka. Modernisme Islam kekinian merupakan modernisme Islam yang bersiap dalam menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan identitasnya. Kata Kunci: Representasi, Modernisme, dan Muhammadiyah.
KOMPOSISI BERUNSUR ANGGOTA TUBUH DALAM NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA Sarah Sahidah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2015): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.355 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.062.08

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan hubungan makna-makna gramatikal leksem anggota tubuh yang ada di dalam Novel-Novel karya Andrea Hirata, antara lain; Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. Yang akan difokuskan pada makna yang terkandung dalam tiap kata bentuk-bentuk komposisi (kata majemuk dan idiom).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Fokus penelitian ini adalah komposisi dan bentuk-bentuk komposisi (kata majemuk dan idiom) berunsur anggota tubuh. Teknik analisis data yang terkumpul dianalisis dengan cara menjelaskan makna-makna yang terkandung dalam data komposisi berunsur anggota tubuh berdasarkan konteks kalimat kemudian menganalisis makna dan bentuk-bentuk komposisi berunsur anggota tubuh yang muncul dalam novel.Hasil penelitian ditemukan 217 kalimat penggunaan komposisi berunsur anggota tubuh dalam novel-novel tersebut. Dari keempat novel tersebut yang paling banyak menggunakan komposisi berunsur anggota tubuh di dalam kalimat adalah Laskar Pelangi yang berjumlah 90 dengan persentase 41,5%, Maryamah Karpov berjumlah 51 kalimat dengan persentase 23,5%, Edensor berjumlah 41 kalimat dengan persentase 18,9% dan di urutan paling sedikit penggunaan komposisi dalam kalimat ialah Sang Pemimpi berjumlah 35 kalimat dengan persentase 16,1%.Nama anggota tubuh yang paling banyak digunakan adalah kepala yang berjumlah 22 kalimat dengan persentase 16,8%.Lalu, pada urutan kedua adalah hati berjumlah 19 kalimat dengan persentase 14,5% dan terakhir di urutan ketiga adalah mata yang berjumlah 10 kalimat dengan persentase 7,6%. Anggota tubuh yang memiliki frekuensi terkecil dalam penggunaan komposisi beurnsur anggota tubuh adalah lambung, nadi, sendi, darah, dada, otak, gigi, lidah, kulit, lutut, dan badan yang ymasing-masing berjumlah 1 kalimat dengan persentase 0,8%. Dari 131 kata komposisi berunsur anggota tubuh, komposisi bentuk kata majemuk lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan bentuk idiom. Kata majemuk ditemukan berjumlah 80 kalimat dengan persentase 61,5% dan idiom berjumlah 50 kalimat dengan persentase 38,5%. Komposisi bentuk kata majemuk dengan frekuensi kemunculan tertinggi adalah anggota tubuh berunsur kata kepala yang berjumlah 22 kalimat dengan persentase 16,8%, sedangkan komposisi bentuk idiom dengan persentase tertinggi adalah anggota tubuh berunsur kata hati yang berjumlah 19 kalimat dengan persentase 14,5%. Kata kunci: Anggota Tubuh, Komposisi, Semantik
METAFORA DALAM LIRIK LAGU DANGDUT: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Gunawan Wiradharma; Afdol Tharik W S
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.046 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.071.02

Abstract

Abstrak. Beberapa lirik lagu dangdut menggunakan metafora dalam mengungkapkan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana metafora dalam lirik lagu dangdut mengungkapkan realitas sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data lagu yang digunakan terdapat sepuluh lirik lagu dangdut pada tahun 2003—2015. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Analisis Makna Metafora (Knowles dan Moon, 2006) dan teori Metafora Konseptual (Lakoff dan Johnson, 1980) yang saling melengkapi. Kajian Semantik Kognitif (Evans dan Green, 2006) digunakan untuk mengungkapkan makna metafora dengan tidak memisahkan pengetahuan linguistis dan ensiklopedis. Hasil penelitian ini mengungkapkan angka, kata dan frasa metaforis yang terjadi pengalihan konsep dari makna literal ke makna metaforis karena adanya persamaan konsep, proses, keadaan, sifat, bentuk, jumlah, rasa, karakter, fungsi dari sesuatu benda atau hal yang dialihkan. Realitas sosial yang diungkapkan dalam lirik lagu dangdut meliputi perilaku dan keadaan seseorang, ilustrasi pornografi, ungkapan terhadap perilaku positif dan negatif seseorang. Klasifikasi metafora yang terdapat dalam lirik lagu dangdut, yaitu metafora ontologis dan struktural. Asal ranah sumber metafora berasal dari angka, barang, buah, hewan, indra, keadaan, makanan, tempat, tindakan, dan waktu. Relasi antara ranah sumber dengan ranah sasaran berupa perbandingan kata yang mempunyai kesamaan konsep sehingga terjadi perubahan makna dan pengalihan konsep. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat metafora kreatif sebagai ungkapan yang belum terdapat dalam kamus, seperti keong racun, buaya buntung, serta 69 yang secara metaforis mengandung makna pornografi. Kata Kunci: Metafora, Semantik kognitif, Dangdut.
PERISTIWA TUTUR DALAM MOCKUMENTARY MALAM MINGGU MIKO Melissa Eka Hana Putry
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.133 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.071.03

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peristiwa tutur dalam MockumentaryMalam Minggu Miko. Penelitian ini dilakukan pada September 2013–Juni 2014dengan fokus peristiwa tutur dalam mockumentary tersebut. Objek penelitian ini adalah Mockumentary Malam Minggu Miko. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua latar tempat yang selalu ada pada tiap korpus yang diteliti, yaitu di rumah Miko dan Ryan serta di mobil. Tiga partisipan yang selalu ada pada tiap korpus yang diteliti, ialah Miko, Ryan, dan Mas Anca. Persamaan maksud dan tujuan dari ketiga korpus yang diteliti adalah menceritakan tentang keseharian Miko, Ryan dan Mas Anca. Persamaan bentuk ujaran pada ketiga korpus yang keseluruhannya berbentuk percakapan monolog ataupun dialog. Bentuk kalimat deklaratif, interogatif, eksklamatif dan imperatif ada dalam korpus. Ragam bahasa yang digunakan adalah ragam bahasa tidak resmi. Instrumentalities yang digunakan pada keseluruhan adegan merupakan jalur lisan dengan ragam bahasa tidak resmi. Terdapat norma berinteraksi pada ruang, yaitu jarak pribadi, sosial dan publik di korpus. Pada bentuk penyampaian ditemukan percakapan monolog, dialog dan percakapan telepon pada korpus yang diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa keseluruhan adegan dalam tiga serial Malam Minggu Miko memenuhi syarat untuk menjadi sebuah peristiwa tutur. Total 56 adegan dengan 386 ujaran di 3 korpus berbeda yang keseluruhannya memenuhi syarat adanya SPEAKING. Saran dalam penelitian ini agar masyarakat lebih teliti dalam membedakan mana peristiwa tutur atau bukan. Kata Kunci: Peristiwa Tutur, Komponen Tutur, SPEAKING, Dell Hymes, Mockumentary Malam Minggu Miko
STRUKTUR TEKS, KONTEKS PERTUNJUKAN, DAN AJARAN ISLAM PADA PALANG PINTU PADA PERNIKAHAN ADAT BETAWI Shelma Aisya
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.288 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.071.04

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan struktur teks, konteks pertunjukan, dan ajaran Islam yang terdapat dalam palang pintu pada pernikahan adat Betawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode etnografiPengambilan data dilakukan dengan merekam pertunjukan palang pintu, mewawancarai narasumber, kemudian data yang ada dianalisis sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini yaitu dari pantun yang dianalisis, rima dalam pantun pada palang pintu berupa a-a-a-a dan a-b-a-b; diksi yang ada dalam palang pintu berupa diksi denotatif dan diksi kontotatif; dan majas yang digunakan adalah (1) tautologi, (2) antitesis, (3) hiperbola, (4) sinisme, dan (5) metonimia. Konteks pertunjukan pada palang pintu menunjukkan adanya tahapan-tahapan pertunjukan, yakni (1) bagian pembuka, (2) bagian isi, dan (3) bagian penutup; serta unsur-unsur pertunjukan, yakni pemantun, pantun & dialog, dan penonton. Dalam isi pantun palang pintu, mengandung ajaran Islam, yakni (1) akidah, yakni berhubungan dengan ketauhidan; (2) syariat, berkaitan dengan dasar hukum bagi umat Islam, dan (3) akhlak, dalam pantun yang berisi, antara lain, ajakan membaca serta memahami Quran, ajakan untuk seimbang dalam keduniawian dengan batiniah, ajakan untuk menyayangi anak yatim, mendoakan orang lain, santun terhadap orang tua, komitmen terhadap tanggung jawab yang diberikan orang lain, menghormati suku lain, serta kewajiban suami menjaga istri. Kata kunci: Pantun, Palang Pintu, Betawi, Islam

Page 2 of 14 | Total Record : 140