cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 20865996     EISSN : 2580961x     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Arkhais is dedicated to all linguistics, literature, and culture Indonesia. The coverage of Jurnal Arkhais includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research aimed to improving the quality and building innovation in linguistics, culture, and literature Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM TAYANGAN INDONESIA LAWAK KLUB Putri Suristyaning Pratiwi; Fathiaty Murtadho; Sam Mukhtar Chan
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2016): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.273 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.072.08

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan perwujudan ilokusi dan perlokusi dalam tayangan Indonesia Lawak Klub.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang difokuskan pada penggunaan ilokusi dan perlokusi dalam tayangan Indonesia Lawak Klub, dilihat berdasarkan jenis ilokusi dan perlokusi dalam tayangan Indonesia Lawak Klub.Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2014/2015.Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan tabel analisis perwujudan ilokusi dan perlokusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tujuh episode tayangan Indonesia Lawak Klub terdapat 1.750 tuturan dan ditemukan tindak ilokusi yang terdiri atas jenis ilokusi yang meliputi ilokusi asertif sebanyak 1.174 tuturan (67%), ilokusi direktif sebanyak 467 tuturan (26%), ilokusi komisif sebanyak 11 tuturan (1,5%), ilokusi ekspresif sebanyak 45 tuturan (2,5%), dan ilokusi deklaratif sebanyak 53 tuturan (3%). Tindak ilokusi yang banyak digunakan ialah ilokusi asertif karena banyak digunakan kalimat pernyataan yang digunakan oleh panelis melanggar prinsip-prinsip pragmatik yang menimbulkan kelucuan. Perlokusi yang terdiri atas jenis perlokusi yang meliputi perlokusi verba sebanyak 1.720 tuturan (98,3%) dan perlokusi nonverba sebanyak 30 tuturan (1,7%). Tindak perlokusi yang banyak digunakan panelis ialah perlokusi verba. Kata kunci: pragmatik, tindak tutur, ilokusi, perlokusi, dan Indonesia Lawak Klub.
HUBUNGAN MAKNA ANTARKLAUSA DALAM KOLOM SENO GUMIRA AJIDARMA PADA BUKU “KENTUT KOSMOPOLITAN” Gilang Puspasari; Fathiaty Murtadlo; Asep Supriyana
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2016): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.773 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.071.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan makna antarklausa dalam kolom Seno Gumira pada buku “Kentut Kosmopolitan”. Hasil penelitian ini hubungan makna konjungsi antarklausa yang ditemukan dalam kalimat majemuk pada kolom-kolom yang dianalisis yaitu hubungan makna koordinatif penjumlahan sebanyak 43 bentuk (13,9%), hubungan makna koordinatif perlawanan sebanyak 25 bentuk (8,1%), hubungan makna koordinatif pemilihan sebanyak 7 bentuk (2,2%), hubungan makna subordinatif waktu sebanyak 5 bentuk (1,6%), hubungan makna subordinatif syarat sebanyak 8 bentuk (2,5%), hubungan makna subordinatif pengandaian sebanyak 1 bentuk (0,3%), hubungan makna subordinatif tujuan sebanyak 9 bentuk (2,9%), hubungan makna subordinatif pembandingan 2 bentuk (0,6%), hubungan makna subordinatif penyebaban sebanyak 16 bentuk (5,1%), hubungan makna subordinatif hasil sebanyak 1 bentuk (0,3%), hubungan makna subordinatif cara sebanyak 5 bentuk (1,6%), hubungan makna subordinatif alat sebanyak 3 bentuk (0,9%), hubungan makna subordinatif komplementasi sebanyak 14 bentuk (4,5%) dan hubungan makna subordinatif atributif sebanyak 16 bentuk (5,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan makna antarklausa pada kolom-kolom dalam buku “Kentut Kosmopolitan” memiliki kecenderungan menggunakan hubungan makna antarklausa secara koordinatif yang menyatakan penjumlahan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan sumber di bidang kebahasaan khususnya dalam bidang jurnalisik. Kata Kunci: hubungan makna antarklausa, kalimat majemuk, konjungsi
KONFLIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI PUISI ESAI: SERAT KEMBANG RAYA KARYA FATIN HAMAMA, DKK (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Aji Septiaji
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.101 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.02

Abstract

Sastra bersumber dari dalam masyarakat dan akan berdampak pengaruhnya pada masyarakat. Bahkan, adanya hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat. Hubungan tersebut berupa konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat, dan fungsi sosial sastra. Puisi esai hadir sebagai genre sastra baru dalam khazanah kesusastraan Indonesia. Tahun 2012 menjadi kontroversi bagi puisi esai, yaitu kemunculan Denny JA sebagai konsultan politik yang menggagas antologi puisi esai Atas Nama Cinta yang sarat diskriminasi sosial. Puisi esai dianggap sebagai jelmaan pemikiran dan pengalaman terhadap kondisi sosial di masyarakat saat ini. Namun, tetap mampu dicerna oleh masyarakat. Adapun puisi esai harus memenuhi tiga syarat, yaitu (1) puisi esai mengeksplor sisi batin individu yang berada dalam sebuah konflik sosial; (2) puisi esai menggunakan bahasa yang mudah dipahami; dan (3) puisi esai adalah fiksi, boleh saja memotret tokoh ril yang hidup dalam sejarah. Namun, realitas tersebut diperkaya dengan aneka tokoh fiktif dan dramatisasi. Serta yang dipentingkan oleh puisi esai ialah renungan atas kandungan moral melalui sebuah kisah. Artikel ini mencoba meninjau dari aspek sosiologi sastra, yaitu hubungan antara pengarang, karya, dan masyarakat. Antologi ini berisi lima puisi esai, kisah yang ditampilkan beragam mulai dari dilema seorang pelajar SMA karena terenggut keperawanannya hingga berdampak kepada masa depannya; kisah seorang gadis desa yang merasa tersakiti hatinya atas kondisi ekonomi dan kisah cinta yang memprihatinkan; kisah seorang perempuan yang diberasarkan melalui kekerasan dalam keluarga; kisah keluarga tanpa sosok ayah, istri dan anaknya harus menelan kerasnya kehidupan; dan situasi sosial yang dialami pengarang yang berhubungan dengan manusia, alam, dan Tuhan. Kata Kunci: konflik sosial, puisi esai, sosiologi sastra
KEDUDUKAN BAHASA GEBE DI HALMAHERA TENGAH MALUKU UTARA: STUDI PENDAHULUAN DARI ASPEK LINGUISTIK HISTORIS Burhanuddin Burhanuddin; Sumarlam Sumarlam; Mahsun Mahsun
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.842 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.01

Abstract

Secara linguistik historis bahasa Gebe (Gb) termasuk anggota Subkelompok Halmahera Selatan (HS). Dalam simpai pencabangan Kamholz (2014a), Subkelompok Halmahera Selatan pecah menjadi tiga, yaitu (1) Halmahera Selatan-Selatan (HSS) (Gane dan Taba), (2) Kelompok Halmahera Timur-Tengah-Selatan (HTTS) (Maba, Buli, Patani, dan Sawai), dan (3) Gebe. Mengenai hal tersebut dapat dipersoalkan apakah bahasa Gebe lebih dekat ke subkelompok pertama atau kedua, serta apa bukti yang menerangjelaskannya? Kedua hal tersebut akan dibahas dalam tulisan ini dengan menggunakan pendekatan linguistik historis khususnya metode inovasi bersama. Tingginya inovasi bersama secara fonologi dan leksikal menunjukkan bahasa Gebe lebih erat hubungannya dengan Subkelompok Halmahera Timur-Tengah-Selatan. Secara fonologi ditemukan inovasi bersama tidak teratur, yaitu : (1) Gebe bersama bahasa-bahasa HTTS merealisasikan /y/: yali-yali ‘cincin’, sedangkan dalam HSS /ø/: ali-ali; (2) Gebe bersama bahasa-bahasa HTTS tidak merealisasikan suku awal do-, HTTS: bɛt dan Gebe: bat, untuk makna ‘sawah’, sedangkan dalam HSS sebaliknya: dɔba, yaitu HTTS: bɛt dan Gebe: bat; dan (3) Gebe bersama HTTS merealisasikan /p/ pada posisi antarvokal: (k)ip(i,ɛ)s ‘banjir’ sedangkan dalam bahasa-bahasa HSS muncul sebagai /h dan w/: ki(h,w)is. Secara leksikal, Gebe bersama bahasa-bahasa HTTS merealisasikan bentuk yang sama untuk makna ‘kering’, ‘jagung’, ‘gasing’, ‘kampung’, dan ‘kucing’, secara berturut-turut: maŋ, kastela, guman, pnu(ʔ), b(ɔ,o)ki sedangkan dalam bahasa-bahasa HSS: gamɔs, kaduma/gɔcila, bulai/piɔŋ, malɔ, dan tusa. Lebih jauh, ternyata bahasa Gebe lebih erat dengan bahasa Maba, yang ditandai oleh tingginya inovasi bersama butir leksikal dan didukung oleh tiga inovasi bersama fonologi secara teratur dan tiga inovasi bersama fonologi secara tidak teratur. Kata kunci: linguistik historis, inovasi bersama, bahasa, fonologi, dan leksikon.
POLA PIKIR PEREMPUAN DALAM NOVEL-NOVEL KARYA NH DINI (KAJIAN ANALISIS ISI) Nini Ibrahim; Prima Gusti Yanti
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.109 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebuah karya sastra dengan menggunakan analisis isi, sekaligus mengetahui representasi pola pikir berupa disipliner, mensintesa, kreasi, penghargaan, dan etis serta peranan wanita dalam novel-novel karya Nh. Dini.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Metode penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Kegiatan penelitian ini dilakukan dengan cara mencari, mengumpulkan, membaca, dan mempelajari artikel-artikel atau laporan-laporan yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil yang diperoleh bahwa pola pikir perempuan yang paling mendominasi digambarkan oleh Nh. Dini dalam novel-novelnya ialah pola pikir mensintesa (The Synthesizing Mind) yaitu kemampuan menyampaikan hasil integrasi dari pemikirannya pada orang banyak. Pola pikir sintesa melatih kesadaran untuk berpikir luas dan fleksibel dan mau menerima sudut pandang dari multi disiplin. Kata kunci: Pola pikir, perempuan, novel
KESANTUNAN BERBAHASA SEBAGAI UPAYA MERAIH KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Hamidah Hamidah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1837.659 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.04

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai kesantunan berbahasa yang dapat dijadikan sebagai upaya dalam meraih komunikasi yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan melakukan penggambaran dan penyajian data yang berhubungan dengan masalah penelitian yakni kesantunan berbahasa dan komunikasi efektif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah percakapan antara dosen dan mahasiswa yang diambil dari media sosial. Kemudian dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori strategi kesantunan berbahasa Brown dan Levinson dan 5 hukum komunikasi yang efektif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa ketidaksantunan berbahasa dapat menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, delapan strategi kesantunan berbahasa Brown dan Levinson dapat digunakan sebagai upaya meraih komunikasi yang efektif. Kata Kunci : Kesantunan Berbahasa, Komunikasi Efektif
ABRAHAM LICOLN DALAM KARYA MARK RYDEN Larasati Sekar Arum
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2815.505 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.05

Abstract

Seni surealisme adalah sebuah aliran seni yang menunjukkan kebebasan berkreativitas yang melampui batas logika. Pada masa setelah Perang Dunia I, seni surealisme lebih dikenal untuk mengkritik pemeritahan terhadap kehancuran lingkungan pasca perang. Namun, saat ini seni surealisme lebih dikenal dengan untuk mengekspresikan diri yang lebih bebas melampaui batasan-batasan seperti rasionalitas, kebiasaan, dan pola. Seperti Mark Ryden seorang seniman surealis asal amerika yang mengekspresikan diri dengan menggunakan objek seperti mainan tua, organ tubuh, kerangka, dan lain-lain. Dalam karyanya, Mark sering sekali menggunakan Abraham Lincoln, entah itu untuk pesan tersirat atau hanya karena keinginannya semata. Untuk itu, akan dilakukan pengamatan mengapa Abraham Lincoln sering sekali muncul pada lukisan Mark Ryden. Pengumpulan data akan dilakukan melalui pengamatan dokumen. Kata kunci: surealisme, seniman, Mark Ryden, Presiden, Abraham Lincoln
KEARIFAN BUDAYA DALAM LIRIK LAGU MELAYU Gunawan Wiradharma; Nur Indah Yusari
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.686 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.06

Abstract

Kearifan pada dasarnya tercipta berkat kearifan manusia. Kebudayaan terwujud karena setiap orang memperoleh kebermanfaatan kearifan yang ada dalam kebudayaan. Kearifan budaya ada dan hadir di setiap etnis bangsa dan negara kita ini (Rahyono, 2009: v). Kearifan budaya Melayu hanya salah satu di antara kearifan budaya-budaya etnis di Indonesia. Peneliti merasa tertarik dengan budaya Melayu yang terdapat di dalam lirik lagu karena Melayu merupakan salah satu kebudayaan bangsa yang adiluhung. Tujuan makalah ini ingin mengungkapkan kearifan budaya yang terdapat dalam lirik lagu Melayu untuk mengetahui kecerdasan dan kearifan budaya daerah yang terkandung di dalamnya yang merupakan kekuatan yang dapat diberdayakan untuk menghadapi dunia saat ini dalam mewujudkan peradaban bangsa. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling design dengan teknik random sederhana. Peneliti langsung merandom untuk mendapatkan sampel lirik lagu sebanyak empat judul lagu untuk dianalisis lebih lanjut (Faisal, 2010: 59). Data lirik lagu yang digunakan adalah lirik lagu: (1) Laksamana Raja di Laut (Iyeth Bustami) dan (2) Cindai (Siti Nurhaliza). Untuk konsep kearifan budaya, penulis akan mengacu kepada istilah local genius yang dikemukakan oleh Quaritch Wales untuk berbicara tentang kearifan budaya Melayu. Local genius merupakan “the sum of the cultural characteristics which the vast majority of a people have in common as a result of their experiences in early life”. Pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam definisi tersebut adalah (1) ciri-ciri budaya, (2) sekelompok manusia sebagai pemilik budaya, dan (3) pengalaman hidup yang menghasilkan ciri-ciri budaya tersebut (Rahyono, 2009: 7). Dengan demikian, hasil yang diharapkan dalam melakukan analisis kearifan budaya dalam lirik lagu Melayu akan mendapatkan pengetahuan berupa pembentuk identitas yang merupakan wujud kecerdasan yang dihasilkan oleh pengalaman hidup masyarakat Melayu sendiri, bukan oleh pengalaman hidup bangsa atau suku lain. Kata kunci: kearifan budaya, lirik lagu, Melayu, identitas
TRANSITIVITAS TEKS ANEKDOT KOMUNIKASI JENAKA KARYA DEDDY MULYANA Tias Oktaviani; Miftahul Khairah Anwar; Krisanjaya Krisanjaya
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.512 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transitivitas dalam teks anekdot Komunikasi Jenaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Fokus dalam penelitan ini adalah transitivitas yang merupakan realisasi dari fungsi ideasional yang terdapat dalam teks anekdot Komunikasi Jenaka. Objek penelitian ini adalah kumpulan teks anekdot Komunikasi Jenaka karya Deddy Mulyana, yang dianalisis sebanyak limabelas teks terpilih. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tabel kerja transituvitas yang mencakup unsur-unsur dalam transitivitas berserta subkategorinya. Hasil dari penelitian ini adalah, proses material mendominasi cerita yang hakikatnya sesuai dengan sifat realis yang dimiliki teks anekdot. Kemudian, sirkumtan lokasi yang menyatakan tempat dan waktu menjadi pelengkap paling banyak digunakan pengarang. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan 61 pola kalimat dalam transitivitas teks anekdot tersebut. Kata kunci: transitivitas, fungsi ideasional
SENI PERTUNJUKAN CERITA SI PITUNG: PERTARUNGAN IDENTITAS DAN REPRESENTASI BUDAYA BETAWI Siti Gomo Attas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.144 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.081.08

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskankan bagaimana cerita si Pitung diperebutkan oleh berbagai kekuatan sosial di luar dirinya dalam konteks representasi identitas budaya Betawi. Kontestasi kekuatan pertarungan antar kekuatan untuk memperebutkan cerita Si Pitung sebagai identitas merepresentasikan budaya Betawi. Melalui cerita si Pitung pertarungan identitas melalui mitos dapat memporakporandakan kekuatan kolonial, terutama kekuatan kontestasi antara budaya local dengan hegemoni colonial bahwa orang pribumi di dalam hal ini budaya Budaya orang Betawi adalah orang lemah, tertindas dan suka merampok. Penelitian ini akan membahas: (1) proses pertarungan dalam memaknai cerita si pitung antara masyarakat kolonial dan tuan tanah melawan masyarakat pribumi , (2) posisi kekuatan social yang ada dalam mewujudkan hegemoni atas cerita si Pitung dan perannya dalam pertarungan perebutan representasi identitas masyarakat Betawi. Sebagai sesuatu yang terbangun dari identitas merupakan sesuatu yang bersifat retak, dan berubah-rubah mengikuti ruang dan waktu. Representasi identitas cerita si Pitung merupakan medan pertarungan pemaknaan dalam lingkup kebudayaan. Kata–kata kunci: cerita si Pitung, representasi, hegemoni, kontestasi dan identitas

Page 4 of 14 | Total Record : 140