cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 20865996     EISSN : 2580961x     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Arkhais is dedicated to all linguistics, literature, and culture Indonesia. The coverage of Jurnal Arkhais includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research aimed to improving the quality and building innovation in linguistics, culture, and literature Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
WAJAH INDONESIA PASCAPROKLAMASI (1945—1950) MELALUI KUMPULAN CERPEN MENUJU KAMAR DURHAKA KARYA UTUY TATANG SONTANI Ritma Fakhrunnisa; Lina Meilinawati Rahayu; Muhamad Adji
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.529 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.01

Abstract

Kondisi masyarakat Indonesia pada pascarevolusi (1945-1950) berada di titik tersuram dalam sejarah Indonesia. Kondisi tersebut tergambarkan dalam cerpen-cerpen Utuy Tatang Sontani yang dikumpulkan oleh Ajip Rosidi dalam kumpulan cerpen Menuju Kamar Durhaka. Topik utama yang dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan perubahan sosial-budaya dalam kumpulan cerpen tersebut. Berdasarkan topik tersebut, digunakanlah teori perubahan sosial-budaya dan masalah sosial dari Soerjono Soekanto dan New Historicism Stephen Greenblatt. Dari hasil analisis data, teks-teks sastra dan nonsastra, ditemukan adanya perubahan sosial-budaya dalam masyarakat Indonesia pascaproklamasi. Perubahan yang paling dasar adalah perubahan perspektif masyarakat dalam memandang kedudukan tentara dan perempuan. Perubahan perspektif itu pun menimbulkan masalah sosial, seperti perceraian, pelacuran, dan kekerasan dalam rumah tangga. Kata kunci: revolusi kemerdekaan Indonesia, new historicism, Menuju Kamar Durhaka
URGENSI STUDI LINGUISTIK HISTORIS TERHADAP KELOMPOK MALUKU TENGAH BARAT: BEBERAPA CATATAN STUDI PENDAHULUAN COLLINS (1981) Sumarlam Sumarlam; Djatmika Djatmika; Dwi Purnanto; Burhanuddin Burhanuddin
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.487 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.02

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan beberapa aspek permasalahan yang terdapat dalam studi Collins (1981) yang berjudul “Preliminary Notes on Proto-West Central Maluku: Buru, Sula, Taliabo, and Ambelau”. Studi tersebut masih bersifat pendahuluan serta masih memanfaatkan data-data dokumentatif hasil ekspedisi yang sifatnya terbatas (beberapa kosa kata dasar). Oleh karena masih bersifat pendahuluan dan secara metodologis hanya memanfaatkan data-data dokumentasi yang sifatnya terbatas, menyisakan beberapa permasalahan. Oleh sebab itu, studi ini lebih bersifat review dan dokumentatif. Hasil telaah menunjukkan bahwa bukti-bukti linguistik tentang keberadaan Kelompok Maluku Tengah Barat yang diajukan Collins (1981) masih dapat dipersoalkan. Di samping itu, bukti linguistik berupa inovasi bersama mengenai relasi kekerabatan bahasa-bahasa Maluku Tengah Barat, baik bukti penyatupisahan Ambelau dengan Buru-Sula-Taliabo serta penyatupisahan Buru dengan Sula-Taliabo masih dipersoalkan. Kata Kunci: linguistik historis, studi Collins (1981), relasi kekerabatan, inovasi bersama
ABNORMALITAS DALAM NOVEL PASUNG JIWA KARYA OKKY MADASARI Rita Febriany; U'um Qomariyah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.639 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kriteria abnormalitas, faktor penyebab abnormalitas, dan cara mengatasi abnormalitas dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sastra yaitu pendekatan yang mempelajari kejiwaan manusia yang tercermin dalam perilaku yang nyata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah perilaku abnormalitas tokoh utama dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Objek penelitian ini adalah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa abnormalitas yang dialami tokoh utama terdiri atas perilaku yang tidak biasa, perilaku yang tidak dapat diterima sosial, persepsi yang salah terhadap kenyataan, stres personal yang signifikan, perilaku maladaptif, dan perilaku berbahaya.Faktor penyebab menurut tahap berfungsinya terdiri atas penyebab primer, penyebab yang menyiapkan, penyebab pencetus, penyebab yang menguatkan, dan sirkulasi faktor-faktor penyebab. Faktor penyebab menurut sumber asalnya terdiri atas faktor psikososial, dan faktor sosiokultural. Cara mengatasi abnormalitas tokoh utama terdiri atas psikoterapi, biomedis, dan hospitalisasi. Kata kunci: psikologi sastra, abnormalitas, pasung jiwa
ANALISIS KONTRASTIF REDUPLIKASI BAHASA JAWA DENGAN BAHASA INDONESIA Ria Anggari Putri
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.095 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.04

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai tingkat perbandingan reduplikasi (kata ulang) dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa. Penelitian ini merupakan penelitan analisis kontrastif. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah kata ulang (reduplikasi) dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan mencari sumber teori mengenai reduplikasi dan jenis-jenis reduplikasi serta data yang dibutuhkan dalam menganalisis reduplikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif Hasil penelitian ini yaitu ditemukannya bahasa Jawa dan bahasa Indonesia yang masing-masing memiliki bentuk reduplikasi yang saling terkait satu sama lain. Selain itu ditemukannya juga proses reduplikasi berubah bunyi, sebagian, utuh, berimbuhan, trilingga dan kata ulang semu yang menimbulkan berbagai makna, antara lain bisa bermakna pluralitas baik secara kuantitatif maupun kualitatif, menyatakan tindakan yang dilakukan dengan santai, seenaknya, tanpa tujuan tertentu, dan bermakna intensitas perasaan. Kata kunci : Bahasa, Reduplikasi, Kontrastif
KARAKTERISTIK TRADISI MITONI DI JAWA TENGAH SEBAGAI SEBUAH SASTRA LISAN imam baihaqi
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1991.997 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik tradisi mitoni yang terdapat di Jawa Tengah sebagai salah satu jenis sastra lisan. Karakteristik dalam tradisi mitoni yang ada di Jawa Tengah tersebut dapat diuraikan dan dianalisis dengan teori sastra lisan Ruth Finnegan yang berkaitan dengan komponen dalam sebuah pertunjukan sastra lisan. Kajian ini diharapkan dapat membuat karakterisasi budaya dan mengangkat kembali tradisi mitoni yang selama ini mungkin semakin terasingkan oleh masyarakatnya sendiri sebagai salah satu dampak dari globalisasi dan modernisasi. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah komponen-komponen dalam tradisi mitoni berupa: penutur, properti, partisipan, dan bacaan atau doa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif sintesis. Kata kunci: karakteristik mitoni, tradisi mitoni di Jawa Tengah, komponen sastra lisan
STRUKTUR TEKS PROSEDURAL PADA MAJALAH GENIE Hutmiyati Hutmiyati; Miftahulkhairah Anwar; Aulia Rahmawati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.385 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.07

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur teks prosedural pada majalah Genie. Struktur teks prosedural berbeda-beda sesuai dengan jenis teksnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini berfokus struktur teks prosedural pada majalah Genie. Objek penelitian ini adalah majalah Genie edisi mingguan periode Januari-April 2017, yang dianalisis sebanyak 50 teks terpilih. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tabel kerja teks prosedur mencakup jenis teks beserta struktur teksnya. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menunjukkan dari 50 teks prosedur yang terdapat pada majalah Genie edisi mingguan, hanya terdapat tiga jenis teks prosedural yaitu, jenis teks prosedur, jenis teks panduan, dan jenis teks resep. Struktur teks yang terdapat dalam jenis teks prosedur mengandung struktur tujuan, bahan-bahan, dan langkah-langkah. Tidak terdapat struktur pengamatan dan simpulan. Struktur teks yang terdapat dalam jenis teks panduan mengandung struktur tujuan dan langkah-langkah. Lalu struktur teks yang terdapat dalam jenis teks resep mengandung struktur tujuan, bahan-bahan, dan langkah-langkah. Hal ini menunjukkan bahwa teks prosedur berdasarkan jenis teksnya terdapat struktur langkah-langkah, alat/bahan, dan tujuan. Kata kunci: Teks Prosedural, Struktur Teks Prosedural, Majalah Genie
STRUKTUR DAN MAKNA VERBA PADA PERSIDANGAN PERMOHONAN JUDICIAL REVIEW TERHADAP UNDANG-UNDANG: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK DI MAHKAMAH KONSTITUSI Asep Supriyana; Krisanjaya Krisanjaya; Asisda Wahyu
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.097 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh pemerian lengkap mengenai struktur dan makna verba yang mencakup: 1) parameter verba, 2) konstruksi verba, (3) kategorisasi verba, dan 4) makna verba dalam ranah hukum. Penelitian deskriptif kualitatif ini memiliki variabel: 1) aspek materiil Undang-Undang yang dilakukan judicial review di Mahkamah Konstitusi, dan 2) UU Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Struktur dan makna verba yang dikaji dalam penelitian ini bertumpu pada medan leksikal atau distingtive feature kata-kata atau ungkapan yang menjadi materi perkara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat verba tindakan yaitu diperiksa, melimpahkan, diangkat, dan diberhentikan. Struktur dan peran verba dari aspek formal linguistic meliputi transitif maupun intransitif, berdiatesis aktif dan pasif, aspektualitas inseptif, perfektif, dan progresif. Verba yang muncul berciri komponen semantik tindakan yang bersifat dinamis [+dinamis], [+sengaja], dan [-/+kinesis]. Saran yang patut disampaikan adalah bahwa kajian interdisipliner selayaknya memberi manfaat lebih banyak dalam penemuan hukum suatu perkara pengujian materiil undang-undang. Kata Kunci: struktur dan makna verba, medan leksikal, juducial review
HASRAT TOKOH WASKA DALAM TETRALOGI NASKAH ORKES MADUN KARYA ARIFIN C. NOER: SUATU KAJIAN PSIKOANALISIS Despian Nurhidayat; Venus Khasanah; Siti Gomo Attas
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2 (2017): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.373 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.082.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasrat tokoh Waska dalam tetralogi Orkes Madun karya Arifin C. Noer. Penelitian ini bersifat kepustakaan dan tidak terkait oleh tempat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Juli 2017. Objek penelitian ini adalah tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Fokus penelitian ini adalah hasrat tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun dengan subfokus penokohan dan perwatakan tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun, pergerakan hasrat tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun, dan hasrat memiliki (anaklitik) dan hasrat menjadi (narsistik) tokoh Waska dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Teori yang digunakan adalah teori psikoanalisis hasrat oleh Jacques Lacan dan teori struktural naskah drama oleh Herman J. Waluyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Metode ini menggunakan tabel analisis sebagai alat bantu peneliti dan menggambarkan hasil penelitian analisis isi data. Tahap analisis dilakukan dengan menganalisis penokohan dan perwatakan tokoh Waska dan menganalisis hasrat memiliki (anaklitik) aktif atau pasif dan hasrat menjadi (narsistik) aktif atau pasif. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Waska memiliki hasrat memiliki (anaklitik) aktif dalam tetralogi naskah Orkes Madun. Hasrat tokoh Waska dipengaruhi oleh perannya disetiap naskah. Hasrat tokoh Waska yang merupakan hasrat memiliki (anaklitik) akan mengambil alih ketika ia menjadi tokoh sentral (DN). Kata kunci: Psikoanalisis, Hasrat, Penokohan dan perwatakan, Tetralogi Naskah Orkes Madun, Arifin C. Noer.
BAHASA KRITIK MOCHTAR LUBIS: ANALISIS WACANA KRITIK TAJUK RENCANA KORUPSI PADA HARIAN INDONESIA RAYA (1966-1974) Dadang S. Anshori
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2018): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.421 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.091.01

Abstract

Kritik menjadi fenomena sosial yang menarik dalam kehidupan demokrasi. Namun, seringkali kritik menjadi masalah dalam relasi komunikasi sosial, terutama dalam hubungan dengan politik kekuasaan negara. Dalam penelitian ini kritik dipandang sebagai formula dalam menegakkan kontrol sosial terhadap pelanggaraan kekuasaan. Kritik Mochtar Lubis yang menjadi objek penelitian ini merupakan fenomena demokrasi pers dengan relasi kekuasaan di awal Orde Baru (1966-1974). Fokus kajian dilakukan pada aspek bahasa kritik yang termuat dalam tajuk Indonesia Raya bertopik korupsi dan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahasa kritik Mochtar Lubis hendak membangun transformasi komunikasi budaya kritik melalui penggunaan bahasa yang sederhana, terus terang, tidak ambigu, jauh dari efeumisme dan akronim yang dapat menyampaikan informasi secara jujur dan mewujudkan penggunaan bahasa yang jauh dari akar feodalisme. Frasa ideomatik “republik pisang” dan “pengusaha oktopus” serta kosakata sarkasme “negara garong”, “tauke” “penggarongan di siang bolong”, “gerombolan kaum koruptor”, “bandit”, dan “cukongisme” digunakan untuk menajamkan maksud kritik. Konstruksi kalimat kritik yang digunakan berbentuk pasif sehingga objek kritik disebutkan secara jelas. Mochtar Lubis juga menggunakan kontruksi kritik pengalaman langsung dan contoh, konstruksi analogi, perbandingan, dan perumpamaan, konstruksi objek secara langsung, dan konstruksi vis a vis kritik. Semua konstruksi kritik tersebut bermuara pada kritik yang tajam, terang, dengan bahasa yang mudah dicerna. Kata kunci: bahasa kritik, tajuk rencana, demokrasi, Indonesia Raya
AFIKSASI PADA KARANGAN ANAK DI SDN JATIWARINGIN 1: SUATU KAJIAN BERDASARKAN PEMEROLEHAN BAHASA Nada Amelia; Krisanjaya Krisanjaya; Miftahulkhairah Anwar
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 1 (2018): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.577 KB) | DOI: 10.21009/ARKHAIS.091.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai afikasi yang terdapat pada karangan anak di SDN Jatiwaringin 1, Kota Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Masalah pada penelitian ini terdapat pada afiksasi yang terdapat pada karangan anak di SDN Jatiwaringin 1. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen kunci, sedangkan instrumen pendukung dibantu oleh tabel analisis kerja. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada Oktober 2017 s.d. Januari 2018. Objek pada penelitian ini adalah 30 karangan anak kelas 5 di SDN Jatiwaringin 1. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 30 karangan anak yang diteliti, ditemukan 17 bentuk afiks yang terdapat pada proses prefiksasi, sufiksasi, konfiksasi, dan klofiksasi. Proses infiksasi tidak ditemukan pada data. 17 bentuk afiks tersebut membentuk tiga ketegori kelas kata, yaitu verba, nomina, dan ajektiva. Pembentukan kata dengan afiksasi ditemukan pada bentuk dasar berupa kata dasar, reduplikasi, kompositum dan kosakata asing. Afiksasi yang dikaji berdasarkan pemerolehan bahasa menunjukkan bahwa berdasarkan usia kronologisnya, bentuk afiksasi yang terdapat pada karangan anak kelas 5 SD di SDN Jatiwaringin 1 telah melampaui usia kronologis pemerolehan bahasa anak 5 tahun. Sementara itu, dilihat dari satuan pembentuk morfem yang dikaji melalui PUR, pemerolehan bahasa anak kelas 5 di SDN Jatiwarigin 1 telah berada pada tahap 5 dari lima tahapan pemerolehan bahasa pertama. Kata Kunci: Afiksasi, Karangan Anak, Pemerolehan Bahasa

Page 5 of 14 | Total Record : 140