cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 41, No 1 (2021)" : 14 Documents clear
Perkembangan Dakwah Muhammadiyah di Tombolo Pao Kabupaten Gowa Rifai, Imran
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.5255

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat keagamaan memiliki misi melakukan perubahan dalam kehidupan umat Islam kepada kondisi yang lebih baik. Melalui strategi amar ma’ruf nahi munkar sebagai dasar gerakan, Muhammadiyah bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran Islam yang banyak dipengaruhi oleh hal-hal mistis. Termasuk yang terjadi di Kecamatan Tombolo Pao, keadaan masyarakat masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme dan dinamisme dengan praktik-praktik ibadah yang penuh dengan bid’ah, khurafat, takhyul dan syirik. Seiring dengan berdirinya Muhammadiyah, perlahan tapi pasti selalu memberikan bimbingan dan pencerahan dengan metode dakwah berdasarkan Al quran dan Hadis. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tulisan ini fokus pada sejarah berdirinya Muhammadiyah serta pengaruh pemikiran dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.  Implikasinya, dakwah yang dilakukan Muhammadiyah melalui berbagai sektor dan sasaran dakwah bisa dianut oleh organisasi masyarakat keagamaan lainnya, supaya diterima kalangan masyarakat luas seperti halnya yang terjadi di Tombolo Pao.***Muhammadiyah as one of the religious community organizations has a mission to make changes in the lives of Muslims to a better condition. Through the strategy of amar ma'ruf nahi munkar as the basis of the movement, Muhammadiyah aims to purify the teachings of Islam which are heavily influenced by mystical things. Including what happened in Tombolo Pao District, the condition of the community is still influenced by animistic beliefs and dynamism with worship practices that are full of heresy, superstition and shirk. Along with the establishment of Muhammadiyah, slowly but surely always provide guidance and enlightenment with da'wah methods based on the Qur'an and Hadith. This type of research uses qualitative methods, data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. This paper focuses on the history of the founding of Muhammadiyah and the influence of Muhammadiyah's da'wah thought in Tombolo Pao District, Gowa Regency. The implication is that the da'wah carried out by Muhammadiyah through various sectors and targets of da'wah can be embraced by other religious community organizations, so that it is accepted by the wider community as happened in Tombolo Pao.
Retorika dakwah KH Syukron Djazilan pada pengajian rutin masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya Alvino, Ach Tofan
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.8255

Abstract

This paper describes the da'wah rhetoric delivered by KH Syukron Djazilan through regular recitations. By knowing the preaching rhetoric of KH Syukron Djazilan as a topic of discussion, an overview of his preaching rhetoric application is expected to got, especially in routine recitations. In addition, the da'wah rhetoric presented by KH Syukron Djazilan can be used as a comparison material to the da'wah development for novice preachers. The method used in this study is a qualitative method with descriptive analysis based on the canon of rhetoric theory. The data collection techniques are conducted by observation and documentation through interviews. Observation by observing the preaching rhetoric of KH Syukron Djazilan in one of the themes presented in routine recitations at the Rahmat Kembang Kuning Mosque in Surabaya. The results of this research show that KH Syukron Djazilan has applied the canons of rhetoric in preaching (discovery, arrangement, style, delivery, and memory). However, KH Syukron Djazilan has prepared everything. He is also fluent in speaking and used it frequently, sometimes repeating his words when giving a religious lecture and it is fair-minded. This research have implicaiton that rhetoric in preaching is a must. It will be better includes unique public speaking skill (humorous) to gain the attention.***Tulisan ini menjelaskan retorika dakwah yang disampaikan oleh KH Syukron Djazilan melalui pengajian rutinan. Dengan mengetahui retorika dakwah KH Syukron Djazilan pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang penerapan retorika dakwah beliau khususnya pada pengajian rutinan. Di samping itu, retorika dakwah yang disajikan oleh KH Syukron Djazilan dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan teori kanon retorika. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi serta wawancara. Observasi dengan cara mengamati retorika dakwah KH Syukron Djazilan dalam salah satu tema yang disampaikan dalam pengajian rutin di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya. Hasil riset ini menunjukkan bahwa KH Syukron Djazilan telah menerapkan kanon retorika dalam berdakwah yaitu (penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan). Namun demikian, KH Syukron Djazilan sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan juga sudah lancar berbicara dan terbiasa, ada kalanya mengulangi ucapan ketika berceramah, dan hal tersebut merupakan yang wajar saja. Penelitian ini memiliki implikasi bahwa retorika dakwah itu perlu, akan lebih baik ketika disertai keahlian berbicara di depan umum yang unik (humoris) untuk menarik perhatian.
Mechanization of Islamic moderation da’wah in the Nahdlatul Ulama pesantren tradition Hamidah, Kamilia; Chasannudin, Arif
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7134

Abstract

Pesantren (madrassah) is Indonesia's oldest educational institution; it is through pesantren (madrassah) that the country's national educational system was formed, and despite the rapid changes in society, pesantren has managed to keep its characteristics. The kyai, santri, mosque, and classical reference books are at least three key parts of pesantren culture (Kitab Kuning). Pesantren play a critical role in distributing Islamic moderation in the society to maintain community resilience, since the tendency of social religiosity in today's Indonesian culture has reached into religious conservatism to some extent. The objective of this research is to describe pesantren elements (Kyai, Santri, Masjid, and Kitab Kuning) are engaged in producing religious moderation character-building approaches and patterns. This research examines five renowned Nahdhatul Ulama pesantren in Central and East Java using a qualitative methodology. According to results this study that based on in-depth observations, documentation, and observation of the pesantren environment under independent investigation, as well as interviews with pesantren leaders (kyai) and other informants who are fully acquainted with the pesantren under research. The Pesantren-Islamic boarding school-style integrated education system and the classical halaqah system, according to the findings of this study, became an integrated and complementary educational system, preparing social cadre with an understanding of religious moderation, which was actualized in the form of national commitment, religious tolerance, anti-violence da'wah, and accommodative behavior to local culture. The results of this study can be implemented that the four elements of pesantren can be used as a strategy in strengthening the values of islamic moderation not limited to the pesantren but extended to the scope of national life.***Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia; Dari pesantren (madrasah) perkembangan sistem pendidikan nasional di Indonesia terbangun, meski terjadi perubahan masyarakat yang dinamis, pesantren tetap mampu mempertahankan ciri khasnya. Setidaknya ada tiga unsur penting dalam budaya pesantren, yaitu kyai, santri, masjid, dan kitab klasik (kitab kuning). Tren religiusitas sosial dalam masyarakat Indonesia saat ini - sampai batas tertentu - telah menunjukkan gejala ke arah konservatisme agama, oleh karena itu pesantren memainkan peran krusialnya dalam mensosialisasikan diskursus moderasi Islam di masyarakat untuk membentengi sekaligus membangun resiliensi sosial dari arus konservatisme agama yang ekstrem. Tujuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan elemen pesantren (Kyai, Santri, Masjid, dan Kitab Kuning) yang digunakan dalam mengembangkan strategi dan pola pembentukan karakter moderasi beragama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melihat lima pesantren ikonic Nahdhatul Ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil observasi mendalam dengan mendokumentasikan dan mengamati lingkungan pesantren melalui inkuiri independen, serta wawancara mendalam dengan beberapa informan yang benar-benar mengenal pesantren yang menjadi objek kajian. Selanjutnya temuan penelitian ini, sistem pendidikan terpadu ala pesantren dan sistem halaqah klasik-sistem pendidikan terpadu dan komplementer pesantren- telah mampu mempersiapkan kader masyarakat yang memahami moderasi beragama, yang diaktualisasikan dalam bentuk komitmen kebangsaan, toleransi beragama, dakwah tanpa kekerasan, dan perilaku akomodatif terhadap budaya lokal. Hasil kajian ini dapat diimplementasikan bahwa empat elemen pesantren dapat dijadikan strategi dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama tidak terbatas pada lingkungan pesantren tapi diperluas pada lingkup kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dakwah di masa pandemi Covid-19: Eksistensi, problematika serta solusi Suprima, Suprima; Parhan, Muhamad; Khairulimam, Abizar; Nurfitriyani, Mita; Ababil, Salza Nabila
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.8287

Abstract

This research is motivated by the presence of the covid-19 outbreak, which causes many activities that cannot be done by gathering and meeting face to face. This impact is not only in the world of business or education, but also has an impact on worship activities and other religious activities such as congregational prayer at the mosque, weekly recitation at the mosque, including listening to dakwah directly from the ulama.  With the covid-19 outbreak as a pandemic that has spread to various countries, another step is needed in religious activities to prevent and break the covid-19 chain so that it does not spread widely. So staying at home and maintaining a distance is the choice of muslims when circumstances are felt to be detrimental to themselves and other.  In respone to this, it is necessary to conduct a study of some of the impact that occur in dakwah activities in the middle of a pandemic, which aims to find out whether due to the many obstacles, dakwah activities are still being carried out or not. To achieve this goal, this study used a qualitative-descriptive research method with litelature study techniques. The result of this study obtained data and the fact that there are many problems in dakwah in a pandemic situation like this. However, the data shows that the problems that occur are not a barrier to the existence of dakwah amid the covid-19 pandemic. ***Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hadirnya wabah covid-19, yang menyebabkan banyaknya aktivitas dan kegiatan yang tidak bisa dilakukan dengan berkumpul dan bertatap muka secara langsung. Dampak tersebut bukan hanya dalam dunia usaha ataupun pendidikan saja, tetapi juga berdampak pada kegiatan beribadah dan kegiatan keagamaan lainnya seperti salat fardhu berjama’ah di masjid, pengajian mingguan di masjid, termasuk mendengarkan dakwah dari para ulama secara langsung pun terhenti. Dengan adanya wabah covid-19 sebagai pandemi yang telah tersebar ke berbagai negara, diperlukan suatu langkah lain dalam kegiatan keagamaan untuk pencegahan dan memutus rantai covid-19 agar tidak tersebar dan tidak meluas. Maka tetaplah di rumah dan tetap menjaga jarak merupakan pilihan umat Islam saat keadaan sekitar dirasa dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Menyikapi hal tersebut perlu kiranya dilakukan kajian terhadap beberapa dampak yang terjadi pada kegiatan berdakwah di tengah pandemi, yang bertujuan untuk mengetahui apakah dengan banyaknya kendala, kegiatan berdakwah tetap terlaksana atau tidak. Untuk mencapai tujuan tesebut, dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik studi pustaka. Hasil dari penelitian ini diperoleh data dan fakta bahwa banyak sekali problematika dalam dakwah di dalam situasi pandemi seperti ini, tetapi di dalam data tersebut menunjukan bahwa problematika yang terjadi tidak menjadi penghalang dalam keeksistensian dakwah di tengah pandemi covid-19.
Dakwah Aisyiyah melalui kader Tuberkulosis (Tb) care di Kabupaten Sinjai Hasmiati, Hasmiati; Rita, Rita; Amiruddin, Amiruddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7343

Abstract

Islamic da'wah is carried out in all sectors, including health. Likewise, Tuberculosis (TB) Care Aisyiyah in Sinjai Regency. The purpose of the study was to determine the form of Aisyiyah preaching through TB Care cadres. This type of research, qualitative, data collection using the method of observation, interviews and documentation. Data analysis applied in this study started from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that Aisyiyah preaching through TB Care cadres started from mentoring. Assistance of TB Care cadres is carried out periodically, the first visit is called sampling and becomes a discussion partner with patients, and patients' families starting from information on treatment, healing and health (starting from monitoring taking medication for a period of six months to the recovery stage). Furthermore, the form of da'wah carried out by TB Care cadres in broadcasting da'wah through three forms, namely da'wah by oral bill, da'wah bil hal and da'wah bil qalam. The implication of this research is that the delivery of da'wah for TB Care cadres should be optimized by providing knowledge related to da'wah for TB Care cadres.***Dakwah Islam dilakukan di semua sektor, termasuk kesehatan. Begitu juga yang dilakukan oleh Tuberculosis (TB) Care Aisyiyah di Kabupaten Sinjai. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk dakwah Aisyiyah melalui kader TB Care. Jenis penelitian, kualitatif, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Aisyiyah melalui kader TB Care dimulai dari pendampingan. Pendampingan kader TB Care dilakukan secara berkala, kunjungan pertama disebut dengan pengambilan sampel serta menjadi mitra diskusi terhadap pasien, dan keluarga pasien mulai dari Informasi pengobatan, kesembuhan dan kesehatan (mulai dari pengawasan minum obat selama kurung waktu enam bulan sampai pada tahap kesembuhan). Selanjutnya bentuk dakwah yang dilakukan oleh kader TB Care dalam menyiarkan dakwah melalui tiga bentuk, yakni dakwah secara bil lisan, dakwah bil hal dan dakwah bil qalam. Implikasi penelitian ini bahwa  penyampaian dakwah kader TB Care hendaknya dioptimalkan dengan memberikan pengetahuan terkait dakwah terhadap kader TB Care.
Dinamika dakwah Islam di era modern Pimay, Awaludin; Savitri, Fania Mutiara
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7847

Abstract

The development of science and technology has had an impact on the ethical joints of Muslims in this modern era. To anticipate the complexities of modern society, the da'i must prepare da'wah strategies and materials that are more directed at anticipating the tendency of society. Modernization in the midst of onslaught and globalization that takes place very quickly and it is difficult to predict the direction of the da'i must be carried out continuously effectively. This study aims to review effective da'wah strategies in the midst of changing da'wah dynamics. The research method used is descriptive qualitative research with the data collection technique is literature study. The literature study method is an activity related to the method of collecting library data, reading and taking notes and managing research materials. The results of the study indicate that da'wah can play an active role in the modern era if the da'i as a preacher is can participate development of the times so that da'wah as an illuminator is able to give a role to a society that deifies science and technology. In addition, da'i in modern life, da'wah must be directed to mad'u with the "bil wisdom wal mauizah hasanah" approach and with the use of media (bi al-tadwin). This step is also balanced with the da'i -both individuals and groups who qualified, have broad knowledge and insight, master da'wah materials, methods, and media that are appropriate and relevant to the conditions and progress of modern society they face.***Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak berarti pada sendi-sendi etika umat Islam di zaman modern ini. Untuk mengantisipasi kompleksitas masyarakat modern da’i harus mempersiapkan strategi dan materi dakwah yang lebih mengarah pada antisipasi sebagai kecenderungan masyarakat.  Di tengah terpaan modernisasi dan globalisasi yang berkembang sangat cepat dan sulit untuk di tebak arahnya da’i harus dilakukan secara terus menerus secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau strategi dakwah yang efektik ditengah-tengah dinamika dakwah yang terus berubah. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi literature. Metode studi literature adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengelola bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah dapat berperan aktif di era modern jika da’I sebagai pendakwah mampu ikut serta dalam perkembangan zaman sehingga dakwah sebagai penerang mampu memberi peran pada masyarakat yang mendewakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu da’I dalam kehidupan modern, dakwah harus berorientasi kepada mad'u dengan pendekatan "bil hikmah wal mauizah hasanah dan dengan pemanfaatan media (bi al-tadwin). Langkah tersebut juga dimbangi dengan para da'I baik individu maupun kelompok yang berkualitas, mempunyai pengetahuan serta wawasan yang luas, menguasai materi atau pesan dakwah, metode, dan media yang tepat dan relevan dengan kondisi dan kemajuan masyarakat modern yang dihadapinya.
Dakwah Islam dan pencegahan radikalisme melalui ketahanan masyarakat Musyafak, Najahan; Nisa, Lulu Choirun
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7869

Abstract

Community resilience is an important aspect of da'wah as an effort to prevent radicalism in Indonesia. The importance of community resilience is based on the phenomenon where the community has become the victim of various events that have the nuances of radicalism. Bombings, shootings, stabbings and vandalism events have harmed the community, both individually and collectively. The destruction of public facilities has disrupted social activities and governance. In addition, violent-motivated events have disrupted people's lives because they feel afraid, insecure, and threatened by circumstances that are beyond their capabilities. Therefore, it is necessary to have da'wah through efforts of resilience in the face of acts of violence with a background of radicalism. This study aims to determine da'wah activities through the form of community resilience by taking locations in the Solo Raya area in the face of various radicalism events, forms of community resilience and how steps are taken to prevent the spread of radical ideology through da'wah activities. This study is a qualitative research with a symbolic interactionism approach involving a number of informants who were selected using a purposive sampling method from 4 areas in Solo Raya, namely Surakarta, Sukoharjo, Sragen and Karanganyar. Data was collected through a Focus Group Discussion technique ( FGD). This study found that Da’wah can be utilised as a method to prevent radicalism through strengthening community resilience. The way of prevention focus on anticipating and adapting to the dangers of radicalism through 4 (four) forms; awareness of plurality, synergy between institutions, cultural communication and strategic partnerships.***Ketahanan masyarakat (Community Resiliency) menjadi aspek penting dalam dakwah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Indonesia. Pentingnya ketahanan masyarakat didasarkan pada fenomena dimana masyarakat telah menjadi korban berbagai peristiwa yang bernuansa radikalisme. Peristiwa pengeboman, penembakan, penusukan dan perusakan telah merugikan masyarakat baik secara individu maupun komunitas. Hancurnya fasilitas publik telah menggangu kegiatan dan tata laksana sosial. Selain itu, peristiwa bermotif kekerasan telah mengganggu kehidupan masyarakat karena merasa takut, tidak aman, dan terancam oleh keadaan yang berada di luar kemampuan mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya dakwah melalui upaya ketangguhan (resiliency) dalam menghadapi tindakan kekerasan yang berlatarbelakang radikalisme. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dakwah melalui bentuk ketahanan masyarakat dengan mengambil lokasi di wilayah Solo Raya dalam menghadapi berbagai peristiwa radikalisme, bentuk ketangguhan masyarakat dan bagaimana langkah yang ditempuh untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran ideologi radikal melalui kegiatan dakwah. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik dengan melibatkan sejumlah informan yang dipilih dengan metode sampel bertujuan (purposive sampling) yang berasal dari 4 wilayah di Solo Raya, yaitu Surakarta, Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar, dan data diambil melalui teknik Focus Group Discussion (FGD). Studi ini menemukan bahwa dakwah pencegahan radikalisme dapat dilakukan melalui penguatan ketahanan masyarakat yang  merupakan proses antisipasi dan adaptasi terhadap bahaya atau bencana radikalisme melalui 4 (empat) bentuk; kesadaran pluralitas, sinergitas antar lembaga, komunikasi budaya dan kemitraan strategis.
Dakwah Aisyiyah melalui kader Tuberkulosis (Tb) care di Kabupaten Sinjai Hasmiati Hasmiati; Rita Rita; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7343

Abstract

Islamic da'wah is carried out in all sectors, including health. Likewise, Tuberculosis (TB) Care Aisyiyah in Sinjai Regency. The purpose of the study was to determine the form of Aisyiyah preaching through TB Care cadres. This type of research, qualitative, data collection using the method of observation, interviews and documentation. Data analysis applied in this study started from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that Aisyiyah preaching through TB Care cadres started from mentoring. Assistance of TB Care cadres is carried out periodically, the first visit is called sampling and becomes a discussion partner with patients, and patients' families starting from information on treatment, healing and health (starting from monitoring taking medication for a period of six months to the recovery stage). Furthermore, the form of da'wah carried out by TB Care cadres in broadcasting da'wah through three forms, namely da'wah by oral bill, da'wah bil hal and da'wah bil qalam. The implication of this research is that the delivery of da'wah for TB Care cadres should be optimized by providing knowledge related to da'wah for TB Care cadres.***Dakwah Islam dilakukan di semua sektor, termasuk kesehatan. Begitu juga yang dilakukan oleh Tuberculosis (TB) Care Aisyiyah di Kabupaten Sinjai. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk dakwah Aisyiyah melalui kader TB Care. Jenis penelitian, kualitatif, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Aisyiyah melalui kader TB Care dimulai dari pendampingan. Pendampingan kader TB Care dilakukan secara berkala, kunjungan pertama disebut dengan pengambilan sampel serta menjadi mitra diskusi terhadap pasien, dan keluarga pasien mulai dari Informasi pengobatan, kesembuhan dan kesehatan (mulai dari pengawasan minum obat selama kurung waktu enam bulan sampai pada tahap kesembuhan). Selanjutnya bentuk dakwah yang dilakukan oleh kader TB Care dalam menyiarkan dakwah melalui tiga bentuk, yakni dakwah secara bil lisan, dakwah bil hal dan dakwah bil qalam. Implikasi penelitian ini bahwa  penyampaian dakwah kader TB Care hendaknya dioptimalkan dengan memberikan pengetahuan terkait dakwah terhadap kader TB Care.
Dinamika dakwah Islam di era modern Awaludin Pimay; Fania Mutiara Savitri
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7847

Abstract

The development of science and technology has had an impact on the ethical joints of Muslims in this modern era. To anticipate the complexities of modern society, the da'i must prepare da'wah strategies and materials that are more directed at anticipating the tendency of society. Modernization in the midst of onslaught and globalization that takes place very quickly and it is difficult to predict the direction of the da'i must be carried out continuously effectively. This study aims to review effective da'wah strategies in the midst of changing da'wah dynamics. The research method used is descriptive qualitative research with the data collection technique is literature study. The literature study method is an activity related to the method of collecting library data, reading and taking notes and managing research materials. The results of the study indicate that da'wah can play an active role in the modern era if the da'i as a preacher is can participate development of the times so that da'wah as an illuminator is able to give a role to a society that deifies science and technology. In addition, da'i in modern life, da'wah must be directed to mad'u with the "bil wisdom wal mauizah hasanah" approach and with the use of media (bi al-tadwin). This step is also balanced with the da'i -both individuals and groups who qualified, have broad knowledge and insight, master da'wah materials, methods, and media that are appropriate and relevant to the conditions and progress of modern society they face.***Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa dampak berarti pada sendi-sendi etika umat Islam di zaman modern ini. Untuk mengantisipasi kompleksitas masyarakat modern da’i harus mempersiapkan strategi dan materi dakwah yang lebih mengarah pada antisipasi sebagai kecenderungan masyarakat.  Di tengah terpaan modernisasi dan globalisasi yang berkembang sangat cepat dan sulit untuk di tebak arahnya da’i harus dilakukan secara terus menerus secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau strategi dakwah yang efektik ditengah-tengah dinamika dakwah yang terus berubah. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi literature. Metode studi literature adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengelola bahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah dapat berperan aktif di era modern jika da’I sebagai pendakwah mampu ikut serta dalam perkembangan zaman sehingga dakwah sebagai penerang mampu memberi peran pada masyarakat yang mendewakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu da’I dalam kehidupan modern, dakwah harus berorientasi kepada mad'u dengan pendekatan "bil hikmah wal mauizah hasanah dan dengan pemanfaatan media (bi al-tadwin). Langkah tersebut juga dimbangi dengan para da'I baik individu maupun kelompok yang berkualitas, mempunyai pengetahuan serta wawasan yang luas, menguasai materi atau pesan dakwah, metode, dan media yang tepat dan relevan dengan kondisi dan kemajuan masyarakat modern yang dihadapinya.
Dakwah Islam dan pencegahan radikalisme melalui ketahanan masyarakat Najahan Musyafak; Lulu Choirun Nisa
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7869

Abstract

Community resilience is an important aspect of da'wah as an effort to prevent radicalism in Indonesia. The importance of community resilience is based on the phenomenon where the community has become the victim of various events that have the nuances of radicalism. Bombings, shootings, stabbings and vandalism events have harmed the community, both individually and collectively. The destruction of public facilities has disrupted social activities and governance. In addition, violent-motivated events have disrupted people's lives because they feel afraid, insecure, and threatened by circumstances that are beyond their capabilities. Therefore, it is necessary to have da'wah through efforts of resilience in the face of acts of violence with a background of radicalism. This study aims to determine da'wah activities through the form of community resilience by taking locations in the Solo Raya area in the face of various radicalism events, forms of community resilience and how steps are taken to prevent the spread of radical ideology through da'wah activities. This study is a qualitative research with a symbolic interactionism approach involving a number of informants who were selected using a purposive sampling method from 4 areas in Solo Raya, namely Surakarta, Sukoharjo, Sragen and Karanganyar. Data was collected through a Focus Group Discussion technique ( FGD). This study found that Da’wah can be utilised as a method to prevent radicalism through strengthening community resilience. The way of prevention focus on anticipating and adapting to the dangers of radicalism through 4 (four) forms; awareness of plurality, synergy between institutions, cultural communication and strategic partnerships.***Ketahanan masyarakat (Community Resiliency) menjadi aspek penting dalam dakwah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Indonesia. Pentingnya ketahanan masyarakat didasarkan pada fenomena dimana masyarakat telah menjadi korban berbagai peristiwa yang bernuansa radikalisme. Peristiwa pengeboman, penembakan, penusukan dan perusakan telah merugikan masyarakat baik secara individu maupun komunitas. Hancurnya fasilitas publik telah menggangu kegiatan dan tata laksana sosial. Selain itu, peristiwa bermotif kekerasan telah mengganggu kehidupan masyarakat karena merasa takut, tidak aman, dan terancam oleh keadaan yang berada di luar kemampuan mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya dakwah melalui upaya ketangguhan (resiliency) dalam menghadapi tindakan kekerasan yang berlatarbelakang radikalisme. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dakwah melalui bentuk ketahanan masyarakat dengan mengambil lokasi di wilayah Solo Raya dalam menghadapi berbagai peristiwa radikalisme, bentuk ketangguhan masyarakat dan bagaimana langkah yang ditempuh untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran ideologi radikal melalui kegiatan dakwah. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik dengan melibatkan sejumlah informan yang dipilih dengan metode sampel bertujuan (purposive sampling) yang berasal dari 4 wilayah di Solo Raya, yaitu Surakarta, Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar, dan data diambil melalui teknik Focus Group Discussion (FGD). Studi ini menemukan bahwa dakwah pencegahan radikalisme dapat dilakukan melalui penguatan ketahanan masyarakat yang  merupakan proses antisipasi dan adaptasi terhadap bahaya atau bencana radikalisme melalui 4 (empat) bentuk; kesadaran pluralitas, sinergitas antar lembaga, komunikasi budaya dan kemitraan strategis.

Page 1 of 2 | Total Record : 14