cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
METODE DAKWAH MENURUT JALALUDDIN RAKHMAT DAN IMPLEMENTASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM (BKI) Sri Maullasari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3975

Abstract

In line with the increasingly rapid development of the era, da'wah activities require a precise strategy and a clear concept. For this reason, it is necessary to have a systematic method or method that is used to deliver material or preach messages to mad'u. The author focuses on conducting studies between the methods of da'wah according to Jalaluddin Rakhmat and their implementation in Islamic guidance and counseling because they can be said to be interrelated. According to Jalaluddin Rachmat there are three methods of da'wah, namely: preaching with wisdom (bi al-hikmah), mau'idzah hasanah, and da'wah with good discussion (mujadalah billati hiya ahsan). The da'wah method according to Jalaluddin Rakhmat can be implemented in the guidance and counseling process as an effort to deepen the application of counseling communication skills. Al hikmah can be applied in the initial stages of counseling process trying to understand a client's problems. Mauidzhah hasanah can be applied in the middle stage, which is the stage of work where there will be advice so that clients can find various alternatives to the problems at hand. Mujadalah billati hiya ahsan can be applied in the final stage, namely the action stage which seeks to convince clients of solutions that will be taken independently.****Sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kegiatan dakwah memerlukan sebuah strategi yang jitu dan konsep yang jelas. Untuk itu perlu sebuah metode atau cara yang sistematis yang  digunakan untuk menyampaikan materi atau pesan dakwah kepada mad’u. Dalam kajian ini penulis fokus untuk melakukan pengkajian antara metode dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat dan implementasinya dalam bimbingan dan konseling Islam karena keduanya bisa dikatakan saling berkaitan. Menurut Jalaluddin Rakhmat terdapat tiga metode dakwah, yakni, dakwah dengan hikmah (bi al-hikmah), mau’idzah hasanah, dan dakwah dengan diskusi yang baik (mujadalah billati hiya ahsan). Metode dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat dapat diimplementasikan dalam proses bimbingan dan konseling sebagai upaya memperdalam penerapan ketrampilan komunikasi konseling. Al-hikmah dapat diterapkan dalam tahap awal konseling, untuk memahami suatu permasalahan klien. Mauidzhah hasanah dapat diterapkan dalam  tahap pertengahan, yang merupakan tahap kerja dimana akan adanya nasihat-nasihat agar klien bisa menemukan berbagai alternatif atas permasalahan yang dihadapi. Mujadalah  billati hiya ahsan dapat diterapkan dalam tahap akhir, yaitu tahap tindakan (action) yang berusaha untuk menyakinkan klien terhadap solusi yang akan diambil secara mandiri.
Anak autis sebagai mad’u dakwah: Analisis komunikasi interpersonal Uky Firmansyah Rahman Hakim; Rima Fadillah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.2.4702

Abstract

Anak autis merupakan seseorang yang memiliki gangguan komunikasi, yang membuat penderitanya tidak mampu mengadakan interaksi sosial dengan baik. Sehingga keberadaan anak autis masih dipandang sebagai orang lain di masyarakat. Padahal, anak autis mampu melakukan komunikasi, meskipun komunikasi yang dilakukan berbeda dengan orang non-autis. Kaitannya dengan dakwah, anak autis seharusnya mampu menerima pesan-pesan dakwah, sehingga penelitian mengenai anak autis dari sudut pandang mad’u dakwah sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan di SLB Autis Jalinan Hati Payakumbuh dengan tujuan mengetahui tentang apakah anak autis dapat digolongkan sebagai mad’u dakwah, dan bagaimana perkembangan sosial dan komunikasi anak autis sehingga ia mampu menerima pesan dakwah. Melalui penelitian lapangan (field research), penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan bahwa (1) dilihat dari pengertian dan kriteria mad’u, anak autis dapat digolongkan sebagai mad’u dakwah; (2) anak autis memiliki pola komunikasi interpersonal yang berbeda dengan anak non-autis, dalam perkembangannya ia tetap mampu melakukan komunikasi dengan orang lain, baik mengirim ataupun menerima pesan, melalui 3 tahapan, yaitu the own agenda stage (tahapan perkembangan komunikasi yang mendasar), the requester stage (perkembangan komunikasi mengalami kemajuan yang baik, tetapi masih terbatas), dan the early communication stage (tahapan kemampuan berkomunikasi sudah lebih baik).Child with autism is someone who has a communication disorder, which makes the sufferer unable to have good social interactions. So that the existence of autistic children is still seen as another person in society. In fact, autism can communicate, even though communication is different from non-autism. With regard to da'wah, autism should be able to receive da'wah messages, so research on autism from the point of view of mad'u da'wah is very important to do. This research was conducted at SLB Autism Jalinan Hati Payakumbuh to know whether autism can be classified as mad'u da'wah, and how the social development and communication of autism so that they can receive da'wah messages. Through field research (field research), this study uses qualitative descriptive methods, data obtained from interviews, observation and documentation. The results show that (1) seen from the definition and criteria of mad'u, autism can be classified as mad'u da'wah; (2) autism has different interpersonal communication patterns from non-autism, in their development they are still able to communicate with other people, either sending or receiving messages, through 3 stages, namely the own agenda stage (basic stages of development of communication) , the requester stage (communication development has progressed well, but is still limited), and the early communication stage (the stage of communication skills is better).
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS MASJID Studi Kasus di Masjid Baiturrahman Klidon Sinduharjo Ngaglik Sleman Azis Muslim
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.2.51

Abstract

In Indonesia todays, the number of mosques, according to the Indonesian Council of Mosques, is no less than 700 thousand mosques. This number represents the greatest number of mosques in the world. From the large number of those, only a small portion has still been developed for handling poverty problems. Based on ths issue, it is necessary examine the Baiturrahman Mosque in Klidon Sinduharjo Ngaglik Sleman. This study will investigate and describe the success of economic empowerment achieved by the mosque, especially in tackling the poverty problems among the surrounding congregation of societies. The study shows that the managements of Baiturrahman mosque operate some stages  in empowering the local economy. First, they build management phases, such as building the perception of stakeholders regarding the mosque function, managing the mosque in accordance with modern management, and building success dreams. Second, they apply the management principles, such as serving the congregations, making innovation and creativity for them, giving and enhancing the congregations rule in the mosque. Third, they choose the right strategy, such as starting to do the simplest and easiest thing, as well as considering the ongrgations’ interests. ****Di Indonesia, jumlah masjid menurut Dewan Masjid Indonesia tidak kurang dari 700 ribu masjid. Jumlah ini merupakan jumlah terbesar dari masjid di dunia. Dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil masih dikembangkan untuk menangani masalah kemiskinan. Berdasarkan masalah tersebut, perlu melihat Masjid Baiturrahman di Klidon Sinduharjo Ngaglik Sleman. Peneliti-an ini akan menyelidiki dan menggambarkan keberhasilan pemberdayaan ekonomi yang dicapai oleh masjid, terutama dalam menanggulangi masalah kemiskinan di antara jama’ah sekitar masyarakat. Studi ini menunjukkan bahwa manajemen masjid Baiturrahman mengoperasikan beberapa tahapan dalam memberdayakan ekonomi lokal. Pertama, membangun manajemen, seperti membangun persepsi stakeholders mengenai fungsi masjid, mengelola masjid sesuai dengan manajemen modern, dan mimpi membangun kesuksesan. Kedua, menerapkan prinsip-prinsip manajemen, seperti melayani jama’ah, membuat inovasi dan kreativitas bagi mereka, memberikan dan meningkatkan jama’ah di masjid. Ketiga, memilih strategi yang tepat, seperti mulai melakukan hal yang sederhana dan mudah, serta mempertimbangkan kepentingan organisasi.
BIMBINGAN ROHANI ISLAM DALAM MENUMBUHKAN RESPON SPIRITUAL ADAPTIF BAGI PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH Zalussy Debby Styana; Yuli Nurkhasanah; Ema Hidayanti
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.1.1625

Abstract

This study is a qualitative reseachthat aims to describe how the spiritual guidance of Islam in cultivating spiritual adaptive response for stroke patients in hospitals Islam CempakaPutih Jakarta. This research is qualitative research. Source of research data is binroh officers as well as all stroke patients with mild stroke were treated qualification and post-stroke patients who are undergoing physiotherapy in Jakarta, CempakaPutih RSI. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The first results showed that stroke patients had a spiritual response adaptive, second, implementation of Islamic spiritual guidance in cultivating spiritual response is adaptive stroke patients with stroke patients to visit. Efforts are being made binroh officers to cultivate spiritual adaptive response is to encourage motivation, suggestion, support and education of worship during illness, such as providing guidance procedures for prayer, ablution, tayammum and exercising. Not only officer binroh who provide spiritual touch but all stakeholders in the hospital as nurses, physiotherapists, doctors, etc. also participated giving spiritual touch, the facilities and the best service both medical and non-medical patients, so that patients become optimistic about the pain and able to achieve adaptive spiritual response.***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana bimbingan rohani Islam dalam menumbuhkan respon spiritual adaptif bagi pasien stroke di rumah sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian adalah petugas binroh serta seluruh pasien stroke dengan kualifikasi stroke ringan yang dirawat dan pasien pasca stroke yang sedang menjalani fisioterapi di RSI Jakarta Cempaka Putih. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi data reduction, data display, conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama pasien stroke memiliki respon spiritual adaptif, kedua, Pelaksanaan bimbingan rohani Islam dalam menumbuhkan respon spiritual adaptif pasien stroke adalah dengan visit ke pasien stroke. Upaya yang dilakukan petugas binroh untuk menumbuhkan respon spiritual adaptif adalah dengan memberikan semangat motivasi, sugesti, support dan edukasi ibadah selama sakit, seperti memberikan tuntunan tatacara sholat, wudhu, tayammum beserta prakteknya. Tidak hanya petugas binroh saja yang memberikan sentuhan rohani tetapi seluruh stakeholder yang ada dirumah sakit seperti perawat, fisioterapis, dokter dll juga ikut serta memberikan sentuhan rohani, fasilitas dan pelayanan terbaik medis maupun non medis kepada pasien, sehingga pasien menjadi optimis terhadap sakitnya dan mampu mencapai respon spiritual adaptif.
DAKWAH ISLAM DENGAN PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING Siti Prihatiningtyas
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3885

Abstract

Humans need the help of others in solving their life problems. Life problems always develop, along with the times. The problems faced by humans also change. This change provides a treatment from various parties, including da'wah as an alternative way to solve human problems. Da'wah with various elements has responsibility in solving human problems. Da'wah is carried out by various means, one of which is guidance and counseling, both of which are used as references in carrying out da'wah. Something that is needed now is to increase the role of da'wah with guidance and counseling, so as to be able to solve human problems. This article focuses on the elaboration of guidance and counseling in solving human problems within the framework of da'wah **** Manusia memerlukan bantuan orang lain dalam menyelesaikan persoalan hidupnya. Persoalan kehidupan selalu berkembang, seiring dengan perkembangan zaman. Persoalan yang dihadapi manusia juga mengalami perubahan. Perubahan ini memberikan sebuah perlakuan dari berbagai pihak, termasuk dakwah sebagai alternatif jalan menyelesaikan masalah manusia. Dakwah dengan berbagai unsurnya mempunyai tanggungjawab dalam menyelesaikan persoalan manusia. Dakwah dilakukan dengan berbagai jalan, salah satunya adalah bimbingan dan konseling, Kedua hal ini dijadikan sebagai referensi dalam melaksanakan dakwah. Sesuatu yang dibutuhkan saat ini adalah meningkatkan peran dakwah dengan bimbingan dan konseling, sehingga mampu menyelesaikan masalah manusia. Artikel ini fokus pada elaborasi bimbingan dan konseling dalam menyelesaikan persoalan manusia dalam kerangka dakwah.
Dakwah Humanis melaui Gerakan Tarekat Qomariah Moehson
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4674

Abstract

Humanist propaganda is one way of da'wah with the aim of making humanity. Tarekat is a religious activity which is important for Muslims to draw closer to Allah SWT. The purpose of this study is to analyze the da'wah process through tarekat activities which are considered to have strategic content values in making Muslims better. This study was conducted with a phenomenological qualitative approach. The results of this study reveal that preaching activities through tarekat are good Da'wah choices. The goodness of da'wah through the tarekat is seen as more about the target, where the members of the tarekat are more concerned about their whereabouts, at the same time the members or congregations are also given da'wah material in accordance with their wishes and existence. Dakwah humanis merupakan salah satu cara dalam berdakwah dengan tujuan lebih menjadikan manusia secara lebih manusiawi. Tarekat merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang dipandan penting bagi umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuan penelitian ini melakukan analisis terhadap proses dakwah melalui kegiatan tarekat yang dipandang mempunyai nilai kandungan strategis dalam menjadikan umat Islam menjadi lebih baik. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kegiatan dakwah melalui tarekat merupakan pilihan dakwah yang baik. Kebaikan dakwah melalui tarekat dipandang lebih mengenai pada sasaran, dimana anggota tarekat lebih diperhatikan keberadaannya, sekaligus para anggota atau jamaah tarekat juga diberi materi dakwah yang sesuai dengan keinginan dan keberadaan dirinya.   
STRATEGI DAKWAH MUI (MAJELIS ULAMA INDONESIA) JAWA TENGAH MELALUI SERTIFIKASI HALAL Asri Wahyuningrum; H. Anasom; Thohir Yuli Kusmanto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1618

Abstract

Halal product is part of responsibility muslims consumer by industrial. Halal product assurance based on majesty, who society have the right informations, clearly, and completely. This research aim is determine the certification of halal as a da’wa strategies of MUI Central Java and also supporting and inhibiting factors there. This Research used qualitative research using management of da’wa approach. The data were collected through techniques: interview, observation, and documentation. The data analysis are data: reduction, verification, and conclusion. The result of this research: there are two da’wa strategies used LPPOM MUI which on program Gerakan Masyarakat Sadar Halal "GEMAR HALAL", that became a certificationstrategy and the socialization and promotion strategies. The supporting factors are the availability of facilities and infrastructure, the cooperation of internal and external institution, the participation of community on the program, and members who competence and experience on their fields. Whereas inhibiting factors are some members who have double positions on one institution, lack of funds, and member’s lack of discipline on their work.***Memproduksi produk halal adalah bagian dari tanggungjawab perusahaan kepada konsumen muslim. Pada dasarnya keberadaan jaminan produk halal berangkat dari pertimbangan konsep luhur, bahwa masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas dan lengkap baik secara kuantitas maupun kualitas dari produk yang mereka konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sertifikasi halal sebagai strategi dakwah MUI Jawa Tengah serta faktor pendukung dan penghambatnya. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan manajemen dakwah. Teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: ada dua strategi dakwah yang digunakan LPPOM MUI yang terdapat dalam program Gerakan Masyarakat Sadar Halal “Gemar HALAL”, yaitu strategi pensertifikasian dan strategi sosialisasi dan promosi. 
GERAKAN DAKWAH CINTA TANAH AIR INDONESIA (Strategi dan Metode Dakwah KH. Habib Luthfi Pekalongan) Machfud Syaefuddin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.2.2706

Abstract

Movement of da'wah love the homeland Indonesdia by KH. Habib M. Luthfi quite relevant in the midst of the condition of the Indonesian nation today. As scholars, kiai, and Sufi religious leaders (Rais amm jam'îyah expert ath-tharîqah al-mu'tabarah an-nahdhîyah) have played an important role to foster nationalism and consistently dak’wah Islam in particular in an effort to affirm the spirit of love of the homeland and nation. Shia Islam and love of the country have gained an emphasis on every event of dakwah. So what is done looks thick with the attribute of love homeland. Affirmation of the love of the homeland is very important to be done by all parties, including for missionaries as the bearer of Islamic mission rahmatan lil alamin. Specialness da'wah KH. Habib M. Luthfi seems to be a massive missionary movement in an effort to care for and maintain the integrity of the unitary republic of Indonesia. The da'wah movement among others: always frame the maze of kanzus sholawat in the nuances of nationalism, organize conferences and scientific forums love the homeland, promoting and singing poems songs insightful nationalism, composing a series of nationalism nuances, designing and installing banners and famlet thick with nuances keindonesiaan, as well as establishing friendship with various groups of children of the nation.
URGENSI INTERPERSONAL SKILL DALAM DAKWAH PERSUASIF Halimatus Sakdiah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.1.1230

Abstract

As social beings, each individual will have to interact with the others. Da’wah is a kind of social interaction activities. So, everyone needs to be able to understand, to respond, to know each other and to express his ideas to the others. Interpersonal skill is a basic skill in which everyone should belong to in order to have smooth interactions, especially when he conducts preaching (da’wah). Preachers should have this basic skill to understand and to appreciate the others in order to get success in conducting persuasive da’wah. This paper specifically explores the importance of interpersonal skills for a preacher in implementating persuasive da’wah.***Sebagai makhluk sosial, setiap individu akan senantiasa berinteraksi dengan individu lainnya. Dakwah merupakan salah satu bentuk kegiatan interaksi sosial. Untuk itu diperlukan kemampuan memahami, merespon, mengenal orang lain dan menyampaikan pesan dan maksud yang diinginkan. Interpersonal skill merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki individu agar interaksi dapat berjalan lancar, termasuk dalam pelaksanaan dakwah. Keterampilan interpersonal membantu da’i dalam memahami dan menghargai orang lain, yang pada akhirnya dapat membawa kesuksesan dalam pelaksanaan dakwah persuasif. Tulisan ini secara khusus mengupas tentang pentingnya interpersonal skill bagi seorang da’i dalam pelaksanaan dakwah persuasif.
DAKWAH SOSIAL EKONOMI DALAM PANDANGAN DAWAM RAHARDJO Ma'mun Efendi Nur
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.1.2597

Abstract

Islam is a humanism, a religion that is very concerned with human being as a center destination. This characteristic of Islam brings the consequence that this perfect religion is very big role for human, not only regulate and contain messages that must be implemented in vertical line to God, even role to regulate social life - relative horizontal - as well as other fields such as social, economy, politics , health, culture and so on. Dawam Rahardjo, one of the leading figures of Islamic and Modern Economics, has a view and activity in the field of social economic transformation of dakwah focused on four points (Islamic Economy, Main Society, Zakat and Islamic Self-Help and Work Ethic in Islam), each peeled deeply and applicative, which is his view and experience. Nevertheless each view is inseparable from the advantages and disadvantages