cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
EPISTEMOLOGI DAN RUMPUN KEILMUAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Mohammad Zamroni
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.1.67

Abstract

As a field of scientific discipline, the existence of Islamic communication and broadcasting still seems to be an unanswerable question. The issue is often addressed on how the epistemology and the clumps of communication and broadcasting science is. To meet this problem, in-depth studies need to be done by tracing the philosophy of science as a basic science including ontology, epistemology, and axiology. This study is needed to dismiss such dichotomy between secular sciences and the religious sciences (Islam). An integrative-interconnected science paradigm becomes a reference of the approach to integrate between science and Islam. Thus, the epistemology of communication science is a scientific discipline that studies broadcasting and journalism like others. While the Islamic Broadcasting Studies is a field of Da’wa study that becomes a core value of the Islamic perspective.*** Sebagai bidang disiplin ilmu, adanya komunikasi Islam dan penyiaran nampaknya masih menjadi pertanyaan yang tidak terjawab. Masalah ini sering ditujukan pada bagaimana epistemologi dan rumpun komunikasi dan ilmu penyiaran. Untuk memenuhi masalah ini, studi perlu dilakukan secara mendalam dengan menelusuri filsafat ilmu sebagai ilmu dasar termasuk ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Penelitian ini diperlukan untuk mengabaikan dikotomi seperti antara ilmu-ilmu sekuler dan ilmu-ilmu agama (Islam). Paradigma ilmu integratif-saling berhubungan menjadi acuan dari pendekatan untuk mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan Islam. Dengan demikian, epistemologi ilmu komunikasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari penyiaran dan jurnalisme seperti orang lain. Sementara Studi Broadcasting Islam adalah bidang studi Dakwah yang menjadi nilai inti dari perspektif Islam.
Membingkai Ajaran Islam Dengan Produk Multimedia “Hakikat Kaya” dalam Film Dokumenter Religi Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya Nur Fatimah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.2.1748

Abstract

This article is a result of a research about how to pack islamic teachings in a multimedia product which can enjoy by sense of hearing and sense of eyesight at once, that’s film. The result is a religious documentary film by the title Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya, which is framing hadis Rasulullah SAW about the truth of richness, that is “richness doesn’t lie in the abundance of (worldly) goods, but richness is the richness of the soul (heart, self).” This concept visualized by the living condition and story of a man named Makmur who lived in the bamboo huts. Islamic values such as unpretentious, patience, sincere, thankfulnes, and qana’ah, take a colour of content of pervormative documentary film, which depicts reality of life with more subjective, expressive, stylish, and indepth display.***Tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang bagaimana mengemas ajaran Islam dalam suatu produk multimedia yang bisa dinikmati indra pendengar dan penglihat sekaligus, yaitu film. Adapun hasilnya adalah sebuah film dokumenter religi berjudul Bukan Seperti Miskin Tidak Seperti Kaya yang membingkai sabda Rasulullah SAW mengenai hakikat kaya yakni “bukanlah kekayaan dengan banyaknya harta benda, akan tetapi kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa (hati).” Konsep tersebut divisualisasikan melalui pengalaman dan kisah hidup seorang lelaki bernama Makmur yang tinggal di gubuk bambu. Nilai-nilai ajaran Islam lain seperti kesederhanaan, sabar, ikhlas, syukur, dan qana’ah, turut mewarnai isi film dokumenter bertipe performatif ini, yang mana menampilkan kehidupan nyata dengan gambaran lebih subjektif, ekspresif, stylish, dan mendalam.
RELIGIUSITAS GAY DI PERKUMPULAN KELUARGA BERENCANA INDONESIA KOTA SEMARANG DAN UPAYA DAKWAHNYA DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Choirunnisa’ Choirunnisa’; Komarudin Komarudin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3973

Abstract

Gay is sexual orientation of man and man (man feel love man), generally cann’t be accepted by indonesian people. In the religion, Gay is sinning and evil. They are part of people who have religion, obligation to carry out, to implement any obey his religion. But, the lack of synchronization between being a gay and being a religious make conflict in their self. This journal is trying to research about the religiousity level of a gay which must be handle as a counselor.  Based on The results of research, that first religiousity of gay in PKBI Kota Semarang is varied. There are five of dimension which used to this research, trust and belief dimesion are not good classified, worship and practice of religion dimension are bad classified, appreciation or experience dimension are quite good, and other dimension that intellectual and consequences dimension are good classified. Second, the effort of proselytizing (dakwah) on islamic guidance and counseling are expected to become a new service in PKBI Kota Semarang which change aspects of gay religousity. So, to be good religiousity, gay must leave this sexual orientation and repentance to Allah. In this case, it is same vision of PKBI Kota Semarang that is minimize counting of patients HIV/AIDS which come from gay a community****Gay merupakan orientasi seksual terhadap sesama jenis, yang masih belum dapat diterima oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, dan di dalam agama, gay merupakan perbuatan dosa dan tercela sebagaimana pemahaman masyarakat umumnya. Gay juga merupakan sosok yang memiliki agama, dan mempunyai dorongan untuk menjalankan, melaksanakan, dan mentaati ajaran agama yang dianutnya. Namun, ketidaksingkronan antara dirinya sebagai seorang gay dan sebagai sosok beragama yang menimbulkan konflik di dalam dirinya. Jurnal ini mencoba meneliti tentang kondisi religiusitas seorang gay dan bagaimana tindakan yang harus dilakukan oleh seorang konselor dalam membimbing serta memberikan layanan konseling terhadap mereka. Subjek gay yang menjadi obyek penelitian ini yaitu komunitas gay yang ada di PKBI Kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pertama, religiusitas gay di PKBI Kota Semarang sangat bervariatif. Dari lima dimensi religiusitas yang ada, ditunjukan bahwa dimensi keyakinan atau rasa percaya tergambar kurang baik, begitu juga dengan dimensi peribadatan atau praktik agama tergambar tidak baik, adapun dimensi penghayatan atau pengalaman tergambar cukup baik, begitu juga dimensi dimensi intelektual atau pengetahuan serta dimensi konsekuensi atau etika tergambar baik. Kedua, hasil penelitian juga menunjukan bahwa layanan bimbingan dan konseling Islam diperuntukkan untuk komunitas gay tersebut perlu diorientasikan kepada peningkatan aspek religiusitas gay, melalui religiusitas yang baik seorang gay dapat meminimalisir bahkan meninggalkan orientasi seksual dan kembali kepada fitrah yang diridhai Allah SWT, dengan layanan bimbingan dan konseling Islam tersebut diasumsikan dapat meminimalisir pasien HIV/AIDS dari komunitas gay.
Strategi Dakwah pada Pengikut Tarekat Khalidiyah wa Naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus Bakhita Aida
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.5570

Abstract

Tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah develops rapidly, but researchers find problems that arise in internal religious practices of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, including: 1) The number of members participating in suluk is only half of the total members; 2) Majority of the followers of the tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah are the elderly. The purpose of this research is to find out the da'wah strategy in the congregation of khalidiyah wa naqsabandiyah to overcoming problems. The subject of his research was the congregation of the khalidiyah wa naqsabandiyah at the Kwanaran Kudus Mosque. The method in this study is interviews, observations, uses social learning theory and da’wah bil hal. The results of research on to overcoming the problems is to use transformative da'wah, which is to provide direct community assistance in the form of preaching activities Ershad al-Islam. The method used is the dialog method, the applicative method and the exemplary method. Recommendations: 1) Question and answer intersperse and balance lectures to reduce misunderstandings of the mad'u; 2) Applicative methods that emphasize the practice of prayer and reading the Qur'an with sorogan; 3) The exemplary method by involving students of Pondok Yanbu'ul Qur’an in suluk as a companion and role model.Keywords: Khalidiyah wa naqsabandiyah; transformative da'wa; irsyad al-Islam; suluk.Tarekat khalidiyah wa naqsaabandiyah berkembang pesat, namun peneliti menemukan permasalahan yang muncul pada internal praktik keagamaan tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah, diantaranya : 1) Jumlah anggota yang mengikuti kegiatan khalwat atau suluk pada tarekat ini hanya setengah dari jumlah keseluruhan anggota, yaitu 240 dari 450 anggota; 2) Pengikut tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah mayoritas adalah lanjut usia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui strategi dakwah yang tepat pada jamaah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah dalam mengatasi masalah pada jama’ah. Subjek penelitiannya adalah jama’ah tarekat khalidiyah wa naqsabandiyah di Masjid Kwanaran Kudus. Metode pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi serta menggunakan teori pembelajaran sosial dan dakwah bil hal. Hasil penelitian tentang strategi dakwah dalam mengatasi permasalahan jama’ah tarekat adalah menggunakan dakwah transformatif, yaitu melakukan pendampingan masyarakat secara langsung dan berbentuk kegiatan dakwah Irsyad al-Islam. Metode yang digunakan adalah metode dialog, metode aplikatif dan metode keteladanan. Rekomendasi dalam menghadapi permasalahan meliputi: 1) Tanya jawab menyelingi dan mengimbangi ceramah untuk mengurangi kesalahpahaman para mad’u; 2) Metode aplikatif yang menekankan materi praktek shalat dan membaca Al-Qur’an dengan sistem sorogan; 3) Metode keteladanan dengan melibatkan santri putri Pondok Yanbu’ul Qur’an dalam suluk sebagai pendamping dan teladan kepada anggota tarekat.
MENGEVALUASI ULANG DAKWAH PADA PEMELUK AGAMA LOKAL (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS SAMIN) Moh. Rosyid
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.1.41

Abstract

Indonesia has a variety of cultures, ethnicity, race, creed, and religion. Unfortunately, between people and the state have different views toward religions and faiths. The state does not categorize Samin as a religion but a cult that is a part of cultures. Accordingly, Samin people likely become the target of da’wah. If we refer to the Presidential Decree No. 1/PNPS /1965, the legitimate religions accepted in Indonesia include Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism and Confucianism (Confucius). In other words, the State does not restrict particular religions as long as they do not conflict with the law. Thus, Samin might live in Indonesia as an Adam’s religion because it does not conflict with the law. As well, Samin people have a legitimate religion and they should not become a target of da’wah again because they are a part of religious groups.***Bangsa Indonesia memiliki berbagai budaya, suku, ras, kepercayaan, dan agama. Terdapat perbedaan cara pandang negara dan warganya terhadap agama dan aliran kepercayaan. Agama Adam yang dipeluk masyarakat Samin oleh negara dikategorikan aliran kepercayaan yang merupakan bagian dari budaya, bukan agama. Imbasnya warga Samin dijadikan obyek dakwah. Akan tetapi, bila memahami Perpres Nomor 1/PNPS/1965 bahwa yang dimaksud dengan “agama yang dianut di Indonesia” adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khong Hu Cu (Confusius). Dengan demikian, Negara tidak membatasi agama tertentu saja, prinsip dasar agama yang boleh eksis di Indonesia adalah agama yang tidak bertentangan dengan UU. Dengan demikian, agama Adam yang dipeluk warga Samin pun boleh hidup di Indonesia karena agama Adam tidak bertentangan dengan UU. Dengan demikian, warga Samin telah beragama dan sah keberadaannya maka warga Samin tidak boleh didakwahi karena telah beragama.
METODE BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SHOLAT DHUHA PADA ANAK HIPERAKTIF DI MI NURUL ISLAM NGALIYAN SEMARANG Hidayatul Khasanah; Yuli Nurkhasanah; Agus Riyadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.1.1623

Abstract

This research aimed to describe the characteristics of hyperactive children and analyze methods of Islamic guidance and counseling in instilling discipline of Duha prayer in hyperactive children in MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. This research is qualitative research. The data source is a teacher as well as a hyperactive child. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The results showed that hyperactive children have discipline problems in implementing the Duha prayer in congregation. Islamic guidance and counseling methods used to embed discipline of Duha prayer for hyperactive children consisting of four methods: the method of habituation, role model, motivation and supervision.***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik anak hiperaktif dan menganalisis metode bimbingan dan konseling Islam dalam menanamkan kedisiplinan shalat dhuha pada anak hiperaktif di MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru serta anak hiperaktif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama anak hiperaktif memiliki problem kedisiplinan dalam melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Kedua, metode bimbingan dan konseling Islam yang digunakan untuk menanamkan kedisiplian shalat dhuha bagi anak hiperaktif terdiri dari empat metode yaitu metode pembiasaan, metode tauladan, metode nasehat (motivasi), dan metode pengawasan ketika shalat dhuha berjamaah berlangsung.
DAKWAH UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PERDESAAN Mar’atus Sholehah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3871

Abstract

This article is aimed at the description of many thoughts and ideas of da’wa about the role and the opportunity of woman who work in agriculture and repositioning the strategy of gender within the rural agricultural development policies. The double role of women is clearly indicating the importance of the double sources of income for a household. Women potentials, either as a housewife or as an individual of agricultural worker is the important factor to determine the success of gender strategy. The empowerment is suggested through applied and innovative technology, protection of working woman, improvement of training and extension activities, enhancement of regulations, facility support, increasing wage rate, and household industry skill development. Job opportunity is suggested to balance between male and female and encourage woman to participate in various development activities. With this, the gender strategy would improve household welfare in rural areas.****Artikel ini ditujukan untuk mendeskripsikan tentang pemikiran dan gagasan dakwah berdasarkan teori tentang peran dan peluang perempuan yang bekerja di bidang pertanian dan reposisi strategi gender dalam kebijakan pembangunan pertanian pedesaan. Peran ganda perempuan jelas menunjukkan pentingnya sumber penghasilan ganda untuk sebuah rumah tangga. Potensi perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai individu pekerja pertanian merupakan faktor penting untuk menentukan keberhasilan strategi gender. Pemberdayaan disarankan melalui teknologi terapan dan inovatif, perlindungan perempuan pekerja, peningkatan pelatihan dan kegiatan penyuluhan, peningkatan regulasi, dukungan fasilitas, peningkatan tingkat upah, dan pengembangan keterampilan industri rumah tangga. Kesempatan kerja disarankan untuk menyeimbangkan antara pria dan perempuan dan mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan. Dengan ini, strategi dakwah terhadap perempuan akan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga di daerah pedesaan.
Strategi Komunikasi Dakwah Wilayatul Hisbah dalam Pencegahan Pelanggaran Qanun Aceh tentang Jinayat di Aceh Barat nurjanah nurjanah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4401

Abstract

Wilayatul Hisbah responded to the high level of violations of the Qanun Jinayat in Aceh. The process of minimizing violations is carried out through the propaganda communication strategy. This article aims to find the communication strategy of preaching Wilayatul Hisbah West Aceh in preventing violations of the Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning Jinayat. The method used is qualitative-descriptive. Data collection techniques carried out by observation, interviews and documentation. The results showed that the Wilayatul Hisbah missionary communication strategy was a communicator strategy, a message strategy, a media strategy, and an effect strategy.Wilayatul Hisbah merespon tingginya tingkat pelanggaran Qanun Jinayat di Aceh. Proses meminimalisir pelanggaran dilakukan melalui strategi komunikasi dakwah. Artikel ini bertujuan untuk menemukan strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah Aceh Barat dalam pencegahan pelanggaran Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan  observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dakwah Wilayatul Hisbah adalah strategi komunikator, strategi pesan, strategi media, dan strategi efek.
KOMUNIKASI BRAND LEMBAGA DAKWAH: Studi pada Lembaga Amil Zakat Rumah Zakat Usfiyatul Marfu’ah; Moh. Sulthon
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.1.1256

Abstract

Amil zakat institution is part of da’wa institution. One of many amil zakat institutions which four times renamed is Rumah Zakat. Submission Brand to society is not easy. The successness institution which a brand is depend to pattern and type of communication. This research purpose to know the reason of amil zakal institution as da’wa institution. And to know about brand communication in Rumah Zakat. This research qualitative with method of collecting data use three method, there are observation, interview, and dokumentation. The reseacrh shows us that first amil zakat institution is a part of da’wa institution. Second, brand communication which did by Rumah Zakat brought da’wa to society. Communication brand consist three step, program making, marketing communication, and field action.\***Lembaga amil zakat merupakan bagian dari lembaga dakwah. Salah satu lembaga amil zakat yang empat kali berganti nama adalah Rumah Zakat. Penyampaian brand, kepada masyarakat tentunya tidaklah mudah. Keberhasilan maksud dan tujuan lembaga yang dikemas melalui brand sangat bergantung pada pola dan jenis komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan brand. Penelitian ini untuk mengetahui alasan keterkaitan antara lembaga amil zakat sebagai lembaga dakwah, serta mengetahui komunikasi brand yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Rumah Zakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik penggalian data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan; pertama, lembaga amil zakat merupakan bagian dari lembaga dakwah dikarenakan sebagian besar aktivitas lembaga amil zakat adalah bagian dari dakwah. Kedua, komunikasi brand yang dilakukan oleh lembaga amil zakat Rumah Zakat bertujuan agar pesan-pesan (dakwah) lembaga amil zakat sampai dan dapat diterima oleh masyarakat. Komunikasi brand dilakukan melalui tiga cara, yakni; pembuatan program; marketing communication tools, dan aksi lapangan
KOMUNIKASI PESRSUASIF DA’I DALAM PEMBINAAN KEAGAMAAN NARAPIDANA (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas II A Bandar Lampung) Hariyanto Hariyanto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.2.2704

Abstract

This Research explains about the Implementation of Persuasive Communication Da’i religious conseling of prisoner at women class institute II A Bandar Lampung. This search uses descriptive qualitative approach. Da’i who do couching comes from Institutions and non-institutions. Da’i who comes two institutions from UIN Raden Intan Lampung and Dewan Dakwah Islam Indonesia. While da’i who come from non-institution only one person that is Ustadzah Hamidah Hasibuan. This findings of the field show that the persuasive communication of da’i in the religious estublishment of the psinores in the female class II A Bandar Lampung Institute both coming from institutions and non-institutions through five stages formulated with AIDDA. First, attention of the da’i involves some inmates to the ta’lim majlis event officer, using light language, initiating the delivery of the material by asking the news, chanting, sholawat, and vocal like KH.Zainuddin M.Z. Second, the interest of da’i convey the material of julisprudence, morals, tahsin iqra, qira’at al-qur’an and tailored to the request of inmates. Third, the desire that the da’i use the language of invitation, seduction, motivation sentensces and anticipate language that discredit. Fourth, decision the prisoners respond da’i in the form of question, vent, inmates feel the settlement  of mistakes. And last, the action that the psinore return to have the spirit of life like to read Iqra, Al-qur’an and carry out religious orderi such as prayer and fasting sunnah.