cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
MODEL PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS LAYANAN KESEHATAN CUMA-CUMA UNTUK KAUM DHU’AFA Kasus di Pos Sehat Al Ikhwan Parung-Bogor Wati Nilamsari
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.2.54

Abstract

This paper is a research result examining the development model of community-based free health services to the poor (dhuafa) at Pos Sehat Al Ikhwan, Parung-Bogor. The writer used the Rothman and Glen’s theory to analize the case. This study used the local community development model. It is aimed to build the economic autonomy of community, in which they could determine and meet their own needs by using creative and operative processes. Having completed the mentoring process conducted by Da'wah and Communication Faculty, “Pos Sehat Al Ikhwan” attempts to maintain the continuity of health services for the dhu'afa in Bojong Indah, Parung, Bogor by strengthening network of the similar healthcare services being performed by advanced institutions to support the operational of “Pos Sehat”. Some of those are the health service of At Taqwa Mosque, and free health services of Dompet Dhu'afa which is until now still help advocating the “Pos Sehat Al Ikhwan” through connecting the Dompet Dhuafa donors with the “Pos Sehat Al-Ikhwan”.***Paper ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji tentang Model Pengembangan Masyarakat berbasis layanan kesehatan Cuma-Cuma untuk kaum Dhuafa, dengan mengangkat kasus yang terjadi di Pos Sehat Al Ikhwan, Parung-Bogor. Analisis mengenai model pengembangan masyarakat pada  layanan Kesehatan Pos Sehat Al Ikhwan menggunakan teori dari Rothman dan kawan-kawan maupun Glen. Penelitian ini merupakan model pengembangan masyarakat lokal. Model ini bertujuan untuk membangun kemandirian masyarakat, dimana masyarakat sendiri yang mendefinisikan dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri dengan menggunakan proses-proses yang kratif dan operatif. Upaya yang dilakukan oleh Pos Sehat Al Ikhwan untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan untuk kaum dhu’afa di Desa Bojong Indah, Parung, Bogor setelah selesainya proses pendampingan yang dilakukan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu dengan memperkuat jaringan pada layanan kesehatan mandiri yang dilakukan oleh lembaga yang sudah maju untuk mendukung operasional Pos sehat, antara lain dengan Layanan Kesehatan Masjid At Taqwa Bintaro, dan juga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhua’afa yang hingga sekarang melakukan pendampingan pada pos sehat Al Ikhwan melaui mekanisme menghubungkan donatur Dompet Dhuafa dengan pos sehat Al Ikhwan.
JILBAB ANTARA KESALEHAN DAN FENOMENA SOSIAL Safitri Yulikhah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.1.1627

Abstract

Close the genitals for a Muslim woman is a liability as embodied in the Qur'an. Clothes that cover the genitals is commonly called hijab. In the development of the hijab is not simply understood as a religious duty. However, it extends into the lifestyle of women in part. Hijab eventually not only a manifestation of piety as hoped religious orders. On the other hand hijab is a manifestation of social phenomena. This is reinforced by the widespread use of the hijab in some communities for reasons of politics, law, and others. Religious reasons behind the use of hijab among Muslim women. This reality ultimately refers to a conclusion that hijab is not merely a representation of Muslim piety but the hijab is also a life style for some Muslim women to be impressed or present a religious atmosphere in the life she lived.***Menutup aurat bagi seorang muslimah adalah kewajiban sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an. Pakaian yang menutup aurat ini  biasa disebut jilbab. Dalam perkembangannya jilbab bukan sebatas dipahami sebagai sebuah kewajiban agama. Namun meluas menjadi gaya hidup sebagaian perempuan. Jilbab akhirnya tidak hanya sebuah perwujudan kesalehan sebagaimana yang diharapkan perintah agama. Jilbab disisi lain merupakan manifetasi dari fenomena sosial. Hal ini diperkuat dengan maraknya penggunaan jilbab pada sebagian masyarakat karena alasan politik, hukum, dan lainnya. Beragama alasan yang melatarbelakangi penggunaan jilbab di kalangan muslimah. Realitas ini pada akhirnya merujuk pada sebuah kesimpulan bahwa jilbab bukan semata-mata representasi kesalehan muslimah. Tetapi jilbab juga menjadi life style bagi sebagian muslimah agar terkesan atau menghadirkan suasana religius dalam kehidupan yang dijalaninya. 
GENDER DALAM DAKWAH UNTUK PEMBANGUNAN (Potret Keterlibatan Perempuan dalam Politik) Ulfatun Hasanah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3887

Abstract

Gender issues are an issue that demands social and cultural construction justice between men and women. In the demands of this construction, the balance of functions, status, and nature of the sexes is expected to be realized. Instead, da’wa and development is a construction of the changes that take place in society from certain socio-cultural conditions toward something that is considered more valuable. In addition it can also be interpreted as an effort to alleviate backwardness. Therefore, all, gender, da’wa and development are a reciprocal correlation between one another. The emergence of gender injustice issues or gender discrimination due to social construction process in society. Yet Islam and the Constitution of 45 countries have guaranteed equality of access for women and men. Therefore, enhancing the role of women and men in gendered development as an integral part of national development has significance in the effort to achieve harmonious harmony between men and women or to achieve gender equality and justice in various areas of life and development. The results of this study, trying to reveal da’wa gender in development should not be the same role between men and women, there are areas of their own that can be done by men and women in da’wa and development process. ****Isu gender merupakan suatu isu yang menuntut keadilan konstruksi sosial maupun kultural antara kaum laki-laki dengan perempuan. Dalam tuntutan konstruksi ini, keseimbangan fungsi, status, dan hakekat antar jenis kelamin diharapkan dapat direalisasikan. Sebaliknya, dakwah dan pembangunan merupakan suatu konstruksi perubahan yang terjadi di masyarakat dari kondisi sosio-kultural tertentu menuju ke arah sesuatu yang dianggap lebih bernilai. Selain itu dapat juga diartikan sebagai usaha pengentasan keterbelakangan. Oleh karena itu semua, gender dan pembangunan adalah suatu korelasi timbal balik antara satu dengan yang lain. Munculnya isu ketidakadilan gender atau diskriminasi gender akibat adanya proses kontruksi sosial di dalam masyarakat. Padahal Islam dan UUD 45 negara telah menjamin kesetaraan akses perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu, peningkatan peranan perempuan dan laki-laki dalam dakwah dan pembangunan yang berwawasan gender sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, mempunyai arti penting dalam upaya untuk mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara laki-laki dengan perempuan atau mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Hasil penelitian ini, berusaha menampakkan gender dalam dakwah dan pembangunan tidak harus sama peran antara laki-laki dan perempuan, ada wilayah-wilayah sendiri yang bisa dilakukan laki-laki dan perempuan dalam pelaksanaan dakwah dan pembangunan.
Pengaruh Peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa dalam Pengelolaan Zakat untuk Kemandirian Penerima Manfaat Program Muhtadi Muhtadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.1.4852

Abstract

This research is about the role of the Dompet Dhuafa Independent Community Work Institute on the independence of program beneficiaries in the process of community empowerment in the productive economy based on zakat. This research approach is quantitative with survey methods. Variable X is the role of the Independent Work Society Institute and the Y variable is behavior change for the independence of program beneficiaries. The results of this study show that the role of the Independent Community Work Institutions (the role of the facilitator, the role of educators and the technical role) of behavior change is close to 40%. This is indicated by the results of the SPSS determination coefficient (R2) of 0.382. This effect is very significant (significant) as indicated by the probability 0.00 **. The influence of the role of the Independent Community Works Institution is very significant for behavioral change for the independence of program beneficiaries. Penelitian ini mengenai peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa terhadap kemandirian penerima manfaat program pada proses pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi produktif berbasis zakat. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Variabel X adalah peran Lembaga Karya Masyaraka Mandiri dan variabel Y perubahan perilaku untuk kemandirian penerima manfaat program. Hasil dari penelitian ini bahwa Peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri (peran fasilitator, peran pendidik dan peran teknis) terhadap perubahan perilaku hampir mendekati 40 %. Hal ini ditunjukkan dengan hasil SPSS koefisien determinasi (R2) sebesar 0,382. Pengaruh ini sangat nyata (signifikan) yang ditunjukkan dengan probabilitas 0,00**. Pengaruh peran Lembaga Karya Masyarakat Mandiri sangat nyata bagi perubahan perilaku untuk kemandirian penerima manfaat program.
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTERISASI HAJI TERPADU (SISKOHAT) DALAM PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI Zahrotun Munawaroh; M Mudhofi; Dedy Susanto
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1608

Abstract

Penelitian ini mengkaji; 1) Bagaimana Efektivitas dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, 2) Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat penerapan SISKOHAT. SISKOHAT terintegrasi dengan 17 BPS BPIH dan Kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia dengan Host pusat di Kementerian Agama Pusat. Pelayanan SISKOHAT mencakup pendaftaran dan penyimpanan database jamaah dan petugas haji, pemrosesan dokumen paspor dan pemvisaan, penerbitan Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH), pembayaran BPIH oleh BPS BPIH secara online, pelaksanaan sistem akuntansi BPIH, penyususnan pramanifest kloter, monitoring penerbangan, pemantauan kesehatan haji, serta pemantauan operasional haji di Tanah Air dan di Arab Saudi.
DAKWAH DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERDESAAN Ahmad Zaini
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.2.2708

Abstract

This paper aims to determine the activities of da'wah in changing the economic, social, cultural, educational and political conditions of rural residents through community empowerment in the frame of da'wah . Namely da'wah that can improve the quality of faith as well as the quality of life target da'wah . The results of this literature review indicate that there are several forms to empower communities through political, economic, socio-cultural and environmental empowerment. The techniques for improving the situation can be done through non-participation techniques, tokenism techniques, and community participation/power techniques. The participation in government, preachers, community, and da'wah organizations in bridging the mission of community empowerment is an urgent thing to be synergized so that the goal of da'wah can succeed maximally
Pemberdayaan Sekolah Islam untuk Meningkatkan Kompetensi Profesionalisme Guru di Kabupaten Semarang Abdul Karim; Yusak Suharno; Wawan Arwani
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4421

Abstract

Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mengukur dampak pemberian perlakuan pemberdayaan sekolah Islam melalui pemberian motivasi guru dalam melaksanakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan, peningkatkan kualitas dan kuantitas program pengembangan keprofesian berkelanjutan, peningkatkan kualitas dan kuantitas karya khususnya karya pengembangan penelitian tindakan kelas hingga berbentuk pelaporan hasil, peningkatan kemampuan pemilihan kesesuaian metode statistik dalam evaluasi pembelajaran dan penelitian tindakan kelas dengan penggunaan komputer. Tujuan tesebut diselesaikan menggunakan metode workshop dengan teknik presentasi materi dilanjutkan dengan diskusi, teknik klinik, dan pendampingan. Guru yang menjadi mitra berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdatul Ulama (NU) Ungaran Kabupaten Semarang yang dilaksanakan pada tahun 2018. Hasil capaian dari kegiatan program kemitraan masyarakat bagi guru SMK NU Ungaran tercermin dari para guru memiliki tren persepsi positif tentang jenjang karir guru, program keprofesian berkelanjutan, serta memahami lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dan evaluasi pembelajaran.
PENGARUH KETAATAN BERIBADAH TERHADAP KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UIN WALISONGO SEMARANG Dawam Mahfud; Mahmudah Mahmudah; Wening Wihartati
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.1.1251

Abstract

The purpose of this research is to measure the level of influence of obedience worship to scholar mental hygiene in Walisongo State Islamic University Semarang. The population in this research is all of scholar in Walisongo State Islamic University Semarang. The method to collecting data use questionare and mental hygiene scale and obedience worship scale. To analyze use infential parametris statistic with simple regression and t-test. This research shows that there are influence of obedience worship to mental hygiene scholar in Walisongo State Islamic University. The average of scholar mental hygene value  is 78,2000 with deviation standart 6,14175, and average of obedience worship value is 94,3636 with deviation standart 6,58985 with influence coefficient F is 47,096 with significance value (pvalue) 0,000.***Penelitian ini bertujuan  mengukur besarnya pengaruh ketaatan beribadah terhadap kesehatan mental mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Stratified Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan skala kesehatan mental dan skala ketaatan beribadah. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik inferensial parametris dengan teknik analisis regresi sederhana dan uji t. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: Ada pengaruh ketaatan beribadah terhadap kesehatan mental mahasiswa UIN Walisongo Semarang, semakin tinggi pengaruh ketaatan beribadah maka semakin tinggi kesehatan mental mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Sebaliknya, semakin rendah pengaruh ketaatan beribadah maka semakin rendah pula kesehatan mental mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. Rata-rata nilai kesehatan mental mahasiswa 78, 2000 dengan standar deviasi 6,14175, sedangkan rata-rata nilai ketaatan beribadahnya 94,3636 dengan standar deviasi 6,58985 dengan koefisien pengaruh F sebesar 47,096 dengan nilai signifikansi (Pvalue) 0,000.
AJARAN DAKWAH SUNAN MURIA (KAJIAN RIJAL AL-DAKWAH) Anasom Anasom
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.1.2620

Abstract

This article is an attempt to know the abouts of Sunan Muria in more depth. This is done because there are several versions of the existence of Sunan Muria from birth to death and gait da'wah that has been implemented. This article is written and extracted from the Focus Group Discussion (FGD) method that has been implemented by various universities, academics, historians and researchers who are intensive in the study of walisongo. The results of this study indicate that Sunan Muria is one son Sunan Kalijaga, the result of his marriage with the goddess Sarah binti Maulana Ishaq. In addition this article shows that the mission carried out by Sunan Muria and the condition of the people who are more embracing the religion of the earth, more precisely Kejawen community. Armed with a variety of works he made, one of the famous known pagerana omahmu kanthi mangkok (Protect Your house with bowl) makes him famous as a pious person who put forward shodaqah. It is known that sodaqah is one of the da'wah material that is often delivered
Perkembangan Dakwah Muhammadiyah di Tombolo Pao Kabupaten Gowa Imran Rifai
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.5255

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat keagamaan memiliki misi melakukan perubahan dalam kehidupan umat Islam kepada kondisi yang lebih baik. Melalui strategi amar ma’ruf nahi munkar sebagai dasar gerakan, Muhammadiyah bertujuan untuk memurnikan kembali ajaran Islam yang banyak dipengaruhi oleh hal-hal mistis. Termasuk yang terjadi di Kecamatan Tombolo Pao, keadaan masyarakat masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme dan dinamisme dengan praktik-praktik ibadah yang penuh dengan bid’ah, khurafat, takhyul dan syirik. Seiring dengan berdirinya Muhammadiyah, perlahan tapi pasti selalu memberikan bimbingan dan pencerahan dengan metode dakwah berdasarkan Al quran dan Hadis. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tulisan ini fokus pada sejarah berdirinya Muhammadiyah serta pengaruh pemikiran dakwah Muhammadiyah di Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.  Implikasinya, dakwah yang dilakukan Muhammadiyah melalui berbagai sektor dan sasaran dakwah bisa dianut oleh organisasi masyarakat keagamaan lainnya, supaya diterima kalangan masyarakat luas seperti halnya yang terjadi di Tombolo Pao.***Muhammadiyah as one of the religious community organizations has a mission to make changes in the lives of Muslims to a better condition. Through the strategy of amar ma'ruf nahi munkar as the basis of the movement, Muhammadiyah aims to purify the teachings of Islam which are heavily influenced by mystical things. Including what happened in Tombolo Pao District, the condition of the community is still influenced by animistic beliefs and dynamism with worship practices that are full of heresy, superstition and shirk. Along with the establishment of Muhammadiyah, slowly but surely always provide guidance and enlightenment with da'wah methods based on the Qur'an and Hadith. This type of research uses qualitative methods, data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. This paper focuses on the history of the founding of Muhammadiyah and the influence of Muhammadiyah's da'wah thought in Tombolo Pao District, Gowa Regency. The implication is that the da'wah carried out by Muhammadiyah through various sectors and targets of da'wah can be embraced by other religious community organizations, so that it is accepted by the wider community as happened in Tombolo Pao.