cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Dakwah
ISSN : 16938054     EISSN : 2581236X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus is to provide readers with a better understanding of dakwah knowledge and activities the life on Indonesian Muslims. SCOPE The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of communication and broadcasting Islam, guidance and counseling Islam, management dakwah, development of Islamic societies and many more. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
RETHINKING USWAH HASANAH: Etika Dakwah dalam Bingkai Hiperrealitas Farida Rachmawati
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.2.1612

Abstract

This paper aimed to discusses the activity of preaching (dakwah) as being part of the imaging world. The phenomenon is about dai as the advertisement representative from moslem fashion in media. The existence of media behind preaching makes it as a part of media industry. Therefore, consumerism appears as the excesses of capitalism intangible in a spectacle which no longer serves as a guide. This paper employs hyperreality theory of Jean Baudrillard to examine media constructions of reality beyond media. Media act as the bridge of communication in viewing the reality to bring the popular culture, consumerism, and consider it as significant image. We also compare the movement of preaching in media from uswah hasanah concept. However, the activity of preaching in the advancement of technology always faced with challenges, so its movement would be changing and should be adjusted without separated from the Islamic dakwah ethics. Therefore, dai as an actor in preaching does not be predominance by advertisement. Beside that, the important thing, that be supposed to give attention from dai and mad’u, is Islamic substantial not Islamic symbol.***Tulisan ini membahas tentang aktivitas dakwah yang menjadi bagian dari dunia pencitraan. Yakni tentang keberadaan dai sebagai agen atau bintang iklan sebuah busana muslim. Dengan adanya media yang berada di balik layar dakwah menjadikan dakwah bagian dari industri media. Sehingga tampak konsumerisme sebagai ekses kapitalisme yang berwujud pada tontonan yang tak lagi menjadi tuntunan. Teori hyperrealitas Jean Baudrillard digunakan untuk membaca konstruksi media terhadap realitas di luar media. Media mempunyai peran sebagai jembatan komunikasi dalam melihat realitas, sehingga mampu memunculkan budaya populer, sikap konsumerisme, dan menganggap penting citra. Di sini juga digunakan konsep uswah hasanah sebagai salah satu cara pandang terhadap fenomena dai media. Sebab bagaimanapun, aktivitas dakwah pada perkembangan teknologi sekarang ini selalu dihadapkan dengan berbagai perubahan, namun perubahan tersebut harus tetap disesuaikan dengan etika dakwah. Oleh karena itu, dai sebagai ujung tombak aktifitas dakwah jangan sampai didominasi oleh iklan. Selain itu juga diperlukan kesadaran baik dari dai ataupun mad’u agar tidak hanya mementingkan simbol Islam seperti formalisasi jilbab, tetapi juga memperhatikan substansi dari ajaran Islam. 
PERAN MEDIA DAKWAH DALAM PEMBANGUNAN MANUSIA Abdul Manaf
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.2.3870

Abstract

In human development process, media is needed which will be a channel in the da'wa carried out. Da'wa as an effort to build the existence of human beings is an entry point that supports the success of it. The more suitable the da'wah media used, the more positive and successful the da'wah will be. Conversely, if the preacher is wrong in choosing a channel causing his missionary activity to fail. This brief article highlights the importance of the media as a missionary channel. The results of the analysis in this paper state that mass media as a da'wah channel has positive implications as a da'wa channel. In addition, mass media also has a negative contribution if it is not maximized by its use and errors in the selection of themes in da'wa.****Dalam pembangunan manusia dibutuhkan media yang akan menjadi saluran dalam dakwah yang dilakukan. Dakwah sebagai upaya membangun keberadaan diri manusia menjadi sebuah entry point yang mendukung keberhasilan terhadapnya. Semakin sesuai media dakwah yang digunakan, maka akan memberikan makna positif dan keberhasilan atas dakwah yang dilakukan. Sebaliknya, apabila pendakwah salah dalam memilih saluran menyebabkan aktivitas dakwahnya menjadi gagal. Tulisan singkat ini menyoroti tentang pentingnya media sebagai saluran dakwah. Hasil analisa dalam tulisan ini menyatakan bahwa media massa sebagai saluran dakwah mempunyai implikasi positif sebagai saluran dakwah. Selain itu media massa juga mempunyai kontribusi negatif apabila tidak dimaksimalkan penggunaannya dan kesalahan dalam pemilihan tema dalam dakwah.
Reformulasi Metode Dakwah bi al-Lu’bah sebagai Trauma Healing pada Anak Korban Bencana Alam Moh Erfan Soebahar; Abdul Ghoni
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.2.4571

Abstract

The use of the da'wah bi al lu'bah method can be implemented for children affected by natural disasters. The formulation of the da'wah method can be done by combining the da'wah method with the trauma healing technique. This research was conducted with a literary approach and supported by trauma healing activities at the 2006 earthquake site, namely Klaten District - Central Java and Sleman District - Yogyakarta. In fact researchers did not find the practice of da'wah at these two earthquake locations. The results of the study reveal the formulation of bi al lu'bah propaganda can be done in three ways, namely First, infiltration of propaganda material in the existing game. Infiltrate (infiltration) in the game commonly done by mad'u. Second, making da'wah games, can be done in various ways understood by mad'u children. Third, make poetry about propaganda material through popular songs that can be easily remembered.Penggunaan metode dakwah bi al lu’bah dapat dilaksanakan untuk anak-anak korban bencana alam. Formulasi metode dakwah ini dapat dilakukan dengan penggabungan antara metode dakwah dengan teknik trauma healing. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan literer dan didukung dengan kegiatan trauma healing di lokasi gempa tahun 2006, yaitu Kabupaten Klaten – Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman – Yogyakarta. Kenyataannya peneliti tidak menemukan praktik dakwah di dua lokasi gempa ini. Hasil penelitian mengungkapkan formulasi dakwah bi al- lu’bah dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu Pertama, penyusupan materi dakwah pada permainan yang ada.  Menyusupkan (infiltrasi) pada permainan yang lazim dilakukan oleh mad’u. Kedua, membuat permainan dakwah, Membuat permainan dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara yang dipahami oleh mad’u anak. Ketiga, membuat syair tentang materi dakwah melalui lagu-lagu populer yang dapat mudah diingat.
SURAT SEBAGAI MEDIA DAKWAH: Studi Atas Praktek Dakwah Rasulullah saw terhadap Raja Heraclius, Kisra Abrawaiz, Muqouqis, dan Najasyi Bobby Rachman Santoso; Umul Baroroh; Asep Dadang Abdullah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 35, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v35.1.1255

Abstract

It was proven that the letter format of the Prophet delivered to the kings during his da’wah was astounding. His letters being written by Zaid bin Thabit were always preceded by Basmalah word, whereas the letters were sent to unbelievers. This study is a kind of descriptive qualitative research that used a historical approach. The result shows that there were some reasons behind the Prophet messages as a medium of da’wah to the kings: a) it was a result of the Hudaybiya Peace Treaty and the success of the Prophet on establishing Muslims force in Medina. It was influenced by the conflict between King Heraclius and King Kisra Abrawaiz. b) the Prophet’s letters were likely to show that the Prophet Muhammad was the Medina leader. c) it was triggered by the universality of Muhammad prophet-hood as a leader of mankind, as well as the crisis of confidence experienced by Najasyi and Muqouqis.***Format surat dakwah Rasulullah saw yang dikirimkan kepada para raja sangatlah menkajubkan. Surat-surat Rasulullah saw yang ditulis oleh sekretarisnya yakni Zaid bin Tsabit selalu didahului kalimat Basmalah, padahal surat-surat itu akan dikirimkan kepada orang-orang kafir. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis, sedangkan spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu ada beberapa latar belakang pengiriman surat sebagai media dakwah:  a) akibat Perjanjian Perdamaian Hudaibiyah, keberhasilan Rasulullah saw membentuk kekuatan umat muslim di Madinah,  dan konflik yang terjadi antara Raja Heraclius dan Kisra Abrawaiz. b) surat Rasulullah saw. yang bernuansa politik ingin menunjukkan bahwa beliau adalah pemimpin Madinah. c) universalitas kenabian Muhammad saw sebagai pemimpin umat manusia, serta krisis kepercayaan yang dialami Najasyi dan Muqouqis
DAKWAH FARDIYAH MELALUI PERNIKAHAN SECARA ISLAM PADA MASYARAKAT SAMIN (SEDULUR SIKEP) DI DUSUN BOMBONG DESA BATUREJO KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI Zulfi Trianingsih; Maryatul Qibtiyah; Anila Umriana
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 37, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v37.1.2624

Abstract

This study is a qualitative research that aims to describe and explain the customary marriage of the Islamic Society of Samin and the analysis of da'wah fardiyah to the Islamic marriage of Samin (Sedulur Sikep) community in Bombong Village Baturejo Village Sukolilo District Pati Regency. This type of research is a qualitative research. The source of research data is the marriage perpetrators of Islam between the Samin community and Muslims, the head of the Office of Religious Affairs (KUA) and the wife of one of the Samin community elders. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. Methods of data analysis using Miles and Huberman model, including data reduction, display data, conclusion. The results showed that Islamic marriage Samin society consists of several stages of application, pengislaman / shahada, marriage ceremony and prayer. Da'wah fardiyah on the Samin community has a tendency of the Islamic party to be da'i in his family which is shown by his advice in daily activities to carry out the command of Allah in accordance with Islamic Shari'a.
Dakwah Islam dan pencegahan radikalisme melalui ketahanan masyarakat Najahan Musyafak; Lulu Choirun Nisa
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 41, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v41.1.7869

Abstract

Community resilience is an important aspect of da'wah as an effort to prevent radicalism in Indonesia. The importance of community resilience is based on the phenomenon where the community has become the victim of various events that have the nuances of radicalism. Bombings, shootings, stabbings and vandalism events have harmed the community, both individually and collectively. The destruction of public facilities has disrupted social activities and governance. In addition, violent-motivated events have disrupted people's lives because they feel afraid, insecure, and threatened by circumstances that are beyond their capabilities. Therefore, it is necessary to have da'wah through efforts of resilience in the face of acts of violence with a background of radicalism. This study aims to determine da'wah activities through the form of community resilience by taking locations in the Solo Raya area in the face of various radicalism events, forms of community resilience and how steps are taken to prevent the spread of radical ideology through da'wah activities. This study is a qualitative research with a symbolic interactionism approach involving a number of informants who were selected using a purposive sampling method from 4 areas in Solo Raya, namely Surakarta, Sukoharjo, Sragen and Karanganyar. Data was collected through a Focus Group Discussion technique ( FGD). This study found that Da’wah can be utilised as a method to prevent radicalism through strengthening community resilience. The way of prevention focus on anticipating and adapting to the dangers of radicalism through 4 (four) forms; awareness of plurality, synergy between institutions, cultural communication and strategic partnerships.***Ketahanan masyarakat (Community Resiliency) menjadi aspek penting dalam dakwah sebagai upaya pencegahan radikalisme di Indonesia. Pentingnya ketahanan masyarakat didasarkan pada fenomena dimana masyarakat telah menjadi korban berbagai peristiwa yang bernuansa radikalisme. Peristiwa pengeboman, penembakan, penusukan dan perusakan telah merugikan masyarakat baik secara individu maupun komunitas. Hancurnya fasilitas publik telah menggangu kegiatan dan tata laksana sosial. Selain itu, peristiwa bermotif kekerasan telah mengganggu kehidupan masyarakat karena merasa takut, tidak aman, dan terancam oleh keadaan yang berada di luar kemampuan mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya dakwah melalui upaya ketangguhan (resiliency) dalam menghadapi tindakan kekerasan yang berlatarbelakang radikalisme. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dakwah melalui bentuk ketahanan masyarakat dengan mengambil lokasi di wilayah Solo Raya dalam menghadapi berbagai peristiwa radikalisme, bentuk ketangguhan masyarakat dan bagaimana langkah yang ditempuh untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran ideologi radikal melalui kegiatan dakwah. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik dengan melibatkan sejumlah informan yang dipilih dengan metode sampel bertujuan (purposive sampling) yang berasal dari 4 wilayah di Solo Raya, yaitu Surakarta, Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar, dan data diambil melalui teknik Focus Group Discussion (FGD). Studi ini menemukan bahwa dakwah pencegahan radikalisme dapat dilakukan melalui penguatan ketahanan masyarakat yang  merupakan proses antisipasi dan adaptasi terhadap bahaya atau bencana radikalisme melalui 4 (empat) bentuk; kesadaran pluralitas, sinergitas antar lembaga, komunikasi budaya dan kemitraan strategis.
REINTERPRETASI GERAKAN DAKWAH FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) machfud syaefudin
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v34.2.486

Abstract

Front Pembela Islam (FPI) is an Islamic socio-religious organization group in Indonesia. The members’ preaching ways are considerably radical, and often has appalled many people, especially in implementing “amar ma’ruf nahi munkar”. These radical actions have caused some fear, even violated human rights for some members of the community. This study, then, presents the facts by looking further interactions and implications of FPI’s social movement in da’wah activities. Thus, the symbol and propaganda on “amar ma’ruf nahi munkar” are possibly reconsidered based on the social conditions of surrounding communities. Taking an action as a law enforcer of values, norms, and social order in the community means neglecting the responsibility of the government.***Front Pembela Islam  (FPI) adalah sebuah kelompok organisasi sosial keagamaan Islam di Indonesia. Cara berdakwah  para anggota FPI yang  radikal,  sering  menimbulkan terkejut banyak orang, terutama dalam menerapkan "amar ma'ruf nahi munkar". Tindakan radikal yang dilakukan oleh FPI telah menyebabkan  rasa takut, bahkan melanggar hak asasi manusia  (HAM)  untuk beberapa anggota masyarakat. Dengan demikian penelitian ini  menyajikan beberapa fakta dengan memperhatikan  interaksi lebih lanjut dan implikasi dari gerakan sosial FPI dalam kegiatan dakwah. Dengan demikian, simbol dan propaganda tentang "amar ma'ruf nahi munkar" perlu  dipertimbangkan berdasarkan kondisi sosial masyarakat sekitar. Mengambil tindakan sebagai penegak hukum, nilai-nilai, norma-norma dan tatanan sosial di masyarakat berarti mengabaikan tanggung jawab pemerintah.
Etika Komunikasi Islam Vs Hoax Di Dunia Maya Ratna Istriyani; Nur Huda Widiana
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.2.1774

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk melihat perubahan pada perkembangan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yakni internet. Teknologi elektronik ini telah bertranformasi menjadi medium yang memungkinkan individu terkoneksi dengan orang lain pada lintas batas teritori dan waktu serta membangun suatu ruang semu yang disebut dengan ruang maya. Ruang maya dan pola aktivitas di dalamnya telah membentuk suatu tatanan dan komunitas baru yang disebut dengan virtual community dan telah memberikan efek negatif yaitu hoax. Hoax dianggap meresahkan karena merupakan berita bohong yang digunakan untuk menarik opini massa demi kepentingan material. Jenis informasi hoax berbentuk gambar, foto, video, kartun, maupun berita. Sumber data penelitian adalah buku-buku dan website yang berkaitan dengan media, komunikasi Islam, perkembangan hoax dari masa ke masa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efek negatif hoak dapat diminimalisir. Etika komunikasi Islam memberikan rambu-rambu dalam menjalankan aktivitas komunikasi. Etika ini dibangun di atas prinsip Islam yang memiliki roh kedamaian, keramahan, dan keselamatan berlandaskan pengetahuan dan pemahaman yang cukup dari nilai-nilai Islam yang bersumber dari al-Qur’an dan hadits. 
Analisis Wacana Teun A. Van Dijk Terhadap Pesan Komunikasi Dakwah Habib Luthfi Bin Yahya Tentang Bela Negara yudha lia
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 39, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v39.1.4001

Abstract

ABSTRACTThe issue of the khilafah ideology will replace the Republic of Indonesia which is carried out by radical groups as a threat that can divide the nation and erode the love of the country which has long been fostered by the Indonesian nation. This concern was felt by Habib Lutfi who always preached with the theme of Indonesianness, history, nationality, tolerance, and said that difa'il wathon was obligatory. Discourse analysis on the dakwah message of Habib Lutfi using the theory of discourse analysis Teun A. Van Dijk outlines several things about the dakwah defense of the state. Habib Luthfi gave a renewal discourse about defending the country, namely radicalism can be resisted by studying the history of the nation, giving achievements to the state, as well as moderate and tolerant beliefs by continuing to create peace with fellow citizens.   ABSTRAKIsu ideologi khilafah akan menggantikan NKRI yang dilakukan oleh kelompok radikal menjadi ancaman yang dapat memecah belah bangsa serta mengikis rasa cinta tanah air yang telah lama dibina bangsa Indonesia. Kekhawatiran tersebut dirasakan oleh Habib Luthfi yang selalu berdakwah dengan tema keindonesiaan, sejarah, kebangsaan, toleransi, hingga berfatwa bahwa difa’il wathon adalah wajib. Analisis wacana terhadap pesan dakwah Habib Luthfi dengan menggunakan teori analisis wacana Teun A. Van Dijk menguraikan beberapa hal tentang dakwah bela negara. Habib Luthfi memberikan wacana pembaruan tentang bela negara, yaitu radikalisme dapat dilawan dengan cara mempelajari sejarah bangsa, memberikan prestasi kepada negara, serta berakidah moderat dan toleran dengan terus menciptakan perdamaian kepada sesama warga negara.
Program less waste sebagai inovasi dakwah Hanan Attaki Yasyva Agfa Nizar
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 40, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v40.2.5762

Abstract

Dakwah tentang pengurangan sampah sangat penting dilakukan mengingat persoalan sampah masih menjadi problem bersama yang belum terselesaikan solusinya. Namun, tidak banyak para pendakwah yang melakukan dakwah dengan tema lingkungan, pengurangan sampah khususnya. Hanan Attaki sebagai pendakwah muda yang memiliki banyak pengikut, melakukan inovasi dakwah dengan mengkampanyekan program less waste sebagai materi dakwah. Tulisan ini merupakan studi kasus pada dakwah yang dilakukan Hanan Attaki di komunitas pemuda Bandung. Tulisan ini membahas tentang dua hal, pertama tentang inovasi dakwah yang disampaikan oleh Hanan Attaki kepada para pemuda untuk menanggulangi permasalahan sampah di kota Bandung, kedua tentang proses program less waste mampu memaksimalkan peran pemuda. Penulis  menggunakan pendapat Al-Bayanuni dalam kitab Al-Madkhal Ila Ilmi Dakwah dalam menganalisis. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi dakwah Hanan Attaki dilakukan dengan membuat program less waste merupakan tindakan awal dalam pengaplikasian materi yang disampaikan kepada pemuda kota Bandung. Less waste dijadikan sebagai gaya hidup baru bagi para pemuda Bandung. Para pemuda diajarkan cara meminimalisir dan mengelola sampah organik dan anorganik. Sehingga, program less waste dapat membuat pemuda Bandung terlibat mengambil peran dalam isu lingkungan sekaligus mengatasinya secara langsung, serta mampu mengubah gaya pemuda yang suka nongkrong di cafe menjadi nongkrong di masjid. Da'wah about waste reduction is very important considering the problem of waste is still a common problem whose solution has not been resolved. However, not many preachers carry out preaching on the theme of the environment, especially waste reduction. Hanan Attaki as a young preacher who has many followers innovates da'wah by campaigning for a less waste program as a material for da'wah. This paper is a case study on the da'wah carried out by Hanan Attaki in the Bandung youth community. This paper discusses two things, first about the da'wah innovation conveyed by Hanan Attaki to youths to overcome the waste problem in the city of Bandung, second about the process of the less waste program capable of maximizing the role of youth. The author uses Al-Bayanuni's opinion in the book Al-Madkhal Ila Ilmi Dakwah in analyzing. The results of the study show that Hanan Attaki's innovation in preaching by creating a less waste program is the first step in the application of the material presented to the youth of Bandung. Less waste is used as a new lifestyle for Bandung youth. The youth are taught how to minimize and manage organic and inorganic waste. Thus, the less waste program can make Bandung youths involved in taking part in environmental issues as well as addressing them directly, as well as being able to change the style of youth who like to hang out in cafes to hang out in mosques.