cover
Contact Name
Farabi Fakih
Contact Email
farabi.fakih@gmail.com
Phone
+62274-513096
Journal Mail Official
lembaran_sejarah@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Lembaran Sejarah
ISSN : 26205882     EISSN : 14104962     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Lembaran Sejarah is a bilingual academic and peer-reviewed journal on Indonesian and regional history of Southeast Asia. It is part of a long tradition of journal publication of the Department of History at Universitas Gadjah Mada from the 1960s. The journal embraces articles on Indonesian history and historiography and comparative studies that places Indonesian history within local, regional and global contexts. We welcome researchers from any background fields to submit their research articles, book and film reviews in accordance with the journal focus and scope in English and Indonesian. Currently, Lembaran Sejarah accredited in Sinta 4 of Arjuna (Indonesian Indexing Journal).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 1 (2025)" : 7 Documents clear
Isu "Islam Sejati": Alih-Alih Sebuah Propaganda Anti-PKI Ishak, Ifan Maulana
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.83846

Abstract

Dualisme Elite Kerajaan Badung dan Kerajaan Buleleng Pada Masa Revolusi di Bali, 1945-1950 Paramitha, Putu Dyah Pradnya
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.99137

Abstract

Studi ini membahas tentang terjadinya konflik internal antar elite kerajaan di Bali pada masa Revolusi 1945-1950, khususnya di Kerajaan Badung dan Kerajaan Buleleng. Konflik ini ternyata memang sudah mengakar sejak lama yang disebabkan oleh adanya sistem kasta (wangsa) dan akhirnya memuncak dengan ditambahnya suasana revolusi. Terdapat tiga varian elite yang ditemukan dalam studi  ini,  antara  lain:  Elite  Kerajaan  Federalisme Bukan  Republiken,  Elite Kerajaan Republiken Kesatuan (Non-Kooperatif), dan Elite Kerajaan Republiken Federalisme (Kooperatif). Adapun rumusan masalah dalam studi ini meliputi: (1) Mengapa terjadi perbedaan pilihan politik antar sesama elite kerajaan?; (2) Apa motivasi pilihan politik dari elite kerajaan serta bagaimana konsekuensinya?; dan (3) Apa implikasi dari konflik antar sesama elite kerajaan?. Dalam penelitian ini menggunakan fokus kajian berupa sejarah sosial dimana aspek interpretasi dalam penelitian   ini   lebih  ditekankan.   Hasil   penelitian   mengungkapkan   bahwa masyarakat Bali, khususnya Badung dan Buleleng, masih dipengaruhi oleh unsur- unsur kasta dan ikatan tradisional lainnya, seperti ikatan patrimonial dan patron- klien. Ikatan kekerabatan antara elite kerajaan juga sangat kuat, sehingga konflik diantara kalangan elite kerajaan ini tidak berlangsung lama.
Hidup di Tengah Ancaman: Kehidupan Masyarakat Pamanoekan & Tjiasemlanden Masa Hofland (1848-1872) Samsudin, Aji; Wijayati, Putri Agus
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.103423

Abstract

Penelitian sejarah ini bertujuan untuk memaparkan ancaman yang menimpa penduduk Pamanoekan & Tjiasemlanden (P&T) selama kepemilikan Peter William Hofland sejak 1848-1872. Dengan penerapan metode historis, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa penduduk P&T harus menghadapi serangkaian gangguan yang sering kali menimbulkan korban jiwa, berupa serangan anjing rabies, harimau, dan virus cacar serta kolera yang terjadi selama periode tersebut. Mengetahui itu, Tuan Hofland mengadakan sayembara perburuan harimau dan menambah tenaga ahli di bidang medis di P&T. Penelitian ini memiliki arti penting sebagai historiografi alternatif untuk mengisi kekosongan narasi dalam sejarah P&T masa Hofland dengan menghadirkan perspektif masyarakat kebanyakan.
The Poentianak of Pegangsaan: News Framing and the Dutch Media Sentiment Against Indonesian Nationalism in 1928 Andriawan, Tatag Nasrul
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.103812

Abstract

This paper attempts to analyze news framing of a crowd-drawing incident that occurred in Pegangsaan in January 1928, where the alleged supernatural abduction of an eight-year-old became a media sensation. By utilizing historical methods and news framing analysis on the coverage of the incident in Dutch-language publications issued in Indonesia and the Netherlands, I found that some Dutch newspapers portrayed this incident as indicative of Indonesian societal backwardness. They suggested that beliefs in superstitions are evidence of the supposed incapability of native Indonesians to self-govern—a sentiment aimed at undermining the increasingly prominent Indonesian nationalist movements and justifying the continuation of Dutch colonialism in Indonesia. I argue that this deliberate framing of the incident also reinforced the premise of colonialism as a “civilizing mission,” which positioned the Dutch colonial rule as a fundamental element for educating and liberating the native population from their “backwardness.” Ultimately, this paper explores how certain Dutch newspapers instrumentalized cultural stereotypes to delegitimize Indonesian nationalism and maintain Dutch colonial authority.
Pembentukan Dinas Penyelaman Angkatan Laut Republik Indonesia Pasca Konferensi Meja Bundar, 1949-1952 Dwicahyo, Satrio
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.103991

Abstract

Artikel ini mengkaji pendirian dinas penyelaman angkatan laut TNI-AL yang terjadi sebagai salah satu konsekuensi dari Konferensi Meja Bundar (KMB) dari pendekatan teknosains pasca-kolonial. KMB sebagai peristiwa transisi politik telah menciptakan sebuah ruang negosiasi antara Belanda dengan Republik Indonesia Serikat dalam menentukan pembangunan republik yang baru mendapatkan pengakuan secara lebih luas. Salah satu bentuk negosiasi tersebut adalah pemberian izin bagi angkatan laut Kerajaan Belanda untuk melaksanakan program asistensi kepada angkatan laut Republik Indonesia Serikat, salah satunya dalam pendampingan pembentukan dinas penyelam. Program asistensi ini kemudian terbentuk menjadi sebuah konteks di mana dialog pasca-kolonial terkait pemanfaatan teknologi, dalam hal ini teknologi penyelaman militer. Dengan mengakses sumber-sumber primer yang diproduksi oleh tim pendampingan KM yang bertugas di Indonesia pada tahun 1950-1954, artikel ini menunjukkan bahwa proses pengenalan teknologi penyelaman militer oleh KM diwarnai oleh negosiasi dan kontestasi yang berkenaan dengan upaya-upaya mendefinisikan bagaimana teknologi seharusnya digunakan dalam konteks pasca-kolonial hingga kedaulatan di wilayah yang tidak dihuni oleh manusia yaitu dunia bawah air.
Menulis Ulang Sejarah, Menghadirkan Kisah yang Terabaikan Nawiyanto, S.
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.110280

Abstract

Sistem Pasar Gandum Dalam Negeri: Terbentuknya Monopoli Perdagangan Tepung Terigu di Indonesia, 1970-1980 Octaviani, Dian
Lembaran Sejarah Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/lembaran-sejarah.101616

Abstract

Artikel ini membahas terbentuknya monopoli perdagangan gandum di Indonesia pada masa orde Baru. Penelitian ini fokus pada peran Bulog, pemerintah, dan konglomerat Tionghoa-Indonesia, khususnya Salim Grup. Penelitian ini juga melihat kebijakan pangan, hak eksklusif, dan subsidi besar yang memberikan keuntungan tersembunyi bagi Bogasari. Dalam konteks ini dinamika hubungan Soeharto dengan Liem Sioe Liong, rivalitas antara Bogasari dan PT. Prima, sistem distribusi tepung terigu, dan penetapan harga yang dikendalikan pemerintah menjadi salah satu pokok pembahasan. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian sejarah yang memanfaatkan sumber utamanya dari surat kabar kompas dan arsip nasional. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan sumber-sumber sekunder dari buku, artikel, dan skripsi untuk memberikan latar belakang monopoli perdagangan gandum di Indonesia. Berdasarkan kajian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa monopoli gandum bukan hanya berdampak pada struktur ekonomi pangan, tetapi juga memperkuat integrasi vertikal Salim grup dalam industri berbasis gandum (mie instan, biskuit, hingga ritel). Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pangan orde Baru membentuk sebuah pola ketergantungan impor, memperbesar peran konglomerat, dan membentuk sistem ekonomi-politik pangan yang berkaitan dengan kolusi, korupsi, dan nepotisme. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7