cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Bermotor Anak dalam Mengakses Sekolah Dasar di Kota Surakarta Salsabila Imtiyas; Rufia Andisetyana Putri; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i1.21164

Abstract

Pada bulan Juli 2017, Kota Surakarta ditetapkan sebagai Surakarta Kota Layak Anak untuk kategori Utama. Kota Surakarta sebagai kota layak anak harus memenuhi kebutuhan layak anak hingga pada skala lingkungan (neighbourhood unit). Salah satu fasilitas sosial dasar untuk anak yang penting dan harus tersedia di neighbourhood unit adalah sekolah dasar. Meskipun terdapat ketersediaan fasilitas sekolah dasar di dalam neighbourhood unit dan keterpenuhan kriteria kota layak anak, namun masih adanya masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan bermotor untuk mengakses sekolah dasar setiap hari yang mengakibatkan adanya emisi gas buang. Hal tersebut sebenarnya bisa diminimalisir dengan kemampuan berjalan kaki anak dalam mengakses sekolah dasar. Penelitian ini menjelaskan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda bermotor anak dalam mengakses sekolah dasar di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan data primer berupa penyebaran kuisioner kepada 138 responden.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis faktor.Berdasarkan pembahasan dan analisis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui analisis faktor dapat diperoleh 6 kelompok faktor yang mempengaruhi pemilihan moda bermotor anak dalam mengakses sekolah dasar di Kota Surakarta. Kelompok faktor pertama memiliki pengaruh paling besar dalam mempengaruhi pemilihan moda bermotor anak dalam mengakses sekolah dasar di Kota Surakarta dengan nilai sebesar 33,927%. Keywords: Faktor Pemilihan Moda Bermotor Anak, Kota Layak Anak, Surakarta Layak Anak, Sekolah Dasar. 
Kolaborasi Stakeholder Kelurahan dalam Perencanaan dan Pembangunan melalui Integrasi Informasi Geografis Erma Fitria Rini; Hakimatul Mukaromah; Murtanti Jani Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.23842

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi geografis menjadi salah satu strategi dalam proses perencanaan kawasan yang berkelanjutan. Dinamika pemanfaatan ruang dapat terekam dan konflik keruangan karena data yang overlap dapat diminimalisir. Pengembangan sistem informasi geografis yang baik memerlukan kolaborasi antar stakeholder di tingkat kelurahan sebagai unit formal terkecil perencanaan kawasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi stakeholder di Kelurahan Jagalan dan Kelurahan Sudiroprajan dalam perencanaan dan pembangunan melalui integrasi informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum ada kolaborasi antar stakeholder kelurahan dalam perencanaan melalui integrasi informasi geografis. Kedua kelurahan belum memiliki sumberdaya manusia yang cakap dalam mengoperasikan sistem informasi geografis dan juga belum memiliki perangkat keras dan perangkat lunak dengan spesifikasi yang cukup untuk mengembangkan basis data geospasial kelurahan. Aparat kelurahan masih menggunakan teknik konvensional untuk membangun basis data kelurahan dan belum ada keterlibatan masyarakat sebagai pengguna ruang kota. Disisi lain, aparat kelurahan dan masyarakat di kedua kelurahan memiliki kemauan dan potensi kapasitas individu untuk diberikan pelatihan dalam mengoperasikan dan mengembangkan basis data geospasial kelurahan.
Analisa faktor yang mempengaruhi akses air minum dan pengelolaan tinja berbasis masyarakat di Provinsi Maluku Yosef Adicita; I Wayan Koko Suryawan; Althien John Pesurnay
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 1 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i1.40088

Abstract

Provinsi Maluku merupakan provinsi kepulauan yang terdiri atas 1.412 pulau. Pulau tersebut harus dilayani dengan akses air minum dan pengolahan air limbah dari tinja. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi eksisting dan menganalisa faktor yang signifikan mempengaruhi akses air minum dan pengelolaan tinja.  Faktor yang digunakan dalam analisa yaitu pendidikan, kepadatan penduduk, jenis rumah, kepemilikan rumah, dan pengolahan air. Kabupaten Kepulauan Aru memiliki persentase rumah permanen dan kepemilikan rumah yang cukup rendah dengan nilai 49,12% dan 41,8%.  Penggunaan air kemasan bermerek dipengaruhi oleh pendidikan, kepadatan penduduk, dan pengolahan air. Penggunaan air sumur bor/pompa dan sumur tidak terlindung dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Pengelolaan tinja lebih dipengaruhi oleh jenis rumah dan kepemilikan rumah.
PROSES DAN BENTUK “MEWUJUDNYA” KOTA SOLO BERDASARKAN TEORI CITY SHAPED SPIRO KOSTOF Kusumastuti Kusumastuti
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i1.5782

Abstract

Teori city shaped menyebutkan bahwa pola-pola struktur ruang perkotaan mewujud melalui proses-proses sosial, ekonomi, dan politik-administratif. Proses tersebut kemudian menyampaikan makna dari arsitektur dan mewujud dalam bentuk struktur pola ruang, tata guna lahan dan karakter arsitektur bangunan yang secara keseluruhan menggambarkan citra kota. Kota Solo adalah salah satu kota yang memiliki sejarah panjang dalam proses pembentukannya. Diawali dari Desa perdikan, Desa Sala,  yang ramai dengan lalu lintas barang dari Bandar Beton di tepi Sungai Bengawan Solo sebagai bandar perdagangan di lintasan urat-nadi perdagangan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kemudian mewujud sebagai kota kerajaan (Kuthonegoro) setelah pusat Kerajaan Mataram dipindah dari Kartasura ke Solo. Ketika Belanda menjajah Indonesia maka Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke dalam urusan pemerintahan Keraton Surakarta. Surakarta kemudian berkonsep spatial Kota Jawa Kolonial, yaitu perpaduan antara kota modern dengan jalan militer dan rel kereta api yang menghubungkan kota dengan hinterlandnya dengan konsep Kuthonegoro di dalam wilayah inti Keraton Surakarta . Setelah Indonesia merdeka maka Surakarta menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuk kota. Sejarah panjang yang dilalui Kota Solo inilah yang kemudian mempengaruhi wujud arsitektur Kota Solo.
PENGARUH PERKEMBANGAN BANDARA INTERNASIONAL ADI SOEMARMO TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SEKITARNYA Salindri Kusumawati; Kuswanto Nurhadi; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v7i2.11578

Abstract

The need for air transportation always increases every year in Indonesia. It can be seen from the increasing number of aircraft passenger. Airport as an air transport infrastructure which serves flights is considered necessary to develop. Adi Soemarmo International Airport is the one that do some development in order to solve those needs. Developing the airport may influence the surrounding area with improving the infrastructures of the region. Thus, the area around the airport has a relative growth expanded faster than other regions. Issue that appointed in this paper was how to influence the development of Adi Soemarmo International Airport changes the land use on this area? The purpose of this study is to determine the effect of the development of Adi Soemarmo International Airport changes the land use on this area. This study uses a deductive approach and is classified as descriptive research. The analysis technique used not only scoring analysis to assess the development of the international airport Adi Soemarmo but also an explanatory descriptive analysis using qualitative matrix to assess the influence of the influence of the Adi Soemarmo International Airport to each of the sub-variables on aspects of land use changes. This study concluded that the development of Adi Soemarmo International Airport have a strong influence on changes in the types of land use in the area and have a fair influence on changes in land use in the surrounding area.
Eko-Arsitektur Dalam Agrowisata Buah-buahan di Kabupaten Demak Miftahul Khair; Agus Heru Purnomo; Sumaryoto Sumaryoto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v12i2.12508

Abstract

Tourism becomes a sector that gets more attention every year by the government, but now the form of tourism and the essence gained is less relevant. Demak Regency has similar problems, lack of varied forms of tourism, the absence of recreational and educational elements to be one cause of the number of tourists who come to be unstable and declining each year. [Demak In Figures 2015]. The form of tourism that is less environmentally friendly is the next impact. The impact on nature that is less guarded sustainability and only concerned with profit alone.Alternative tourism is one of the forms completion taken. Alternative tourism has many advantages that provide a positive impact for the community directly and the environment and also provide educational and recreational value for tourists. Alternative tourism also has a selling point for the potential that exists, one of them potential fruits in the District Demak. Especially guava and star fruit, both the fruit is very abundant and many processed products from both fruit.Agrotourism is an idea chosen as an alternative form of tourism which will support the concept of agri-business center from the existing local government. Agrotourism also as a means of introducing the potential of fruit and agribusiness center to the visitor with the hope that the planned place will live and the standard of living of the local community will increase. To support agrotourism that presents the concept of sustainable tourism, the Eco-architecture is raised to support the objectives of Agrotourism. In eco-architecture there are some basic thoughts that can be a solution of natural damage that occurs due to the form of mass tourism. Eco-Architecture is environmentally sound development, which utilizes the potential of nature as much as possible but still prioritizes conservation, environmental education and welfare of the surrounding community
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Sekolah Dasar dalam Mendukung Kota Surakarta Layak Anak Resty Darma Saputri; Rufia Andisetyana Putri; Erma Fitria Rini
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v13i2.21172

Abstract

Pemenuhan kebutuhan anak akan fasilitas sosial menjadi salah satu urgensi dalam perkembangan kota mengingat penduduk pada usia anak memiliki hak yang sama dengan penduduk berusia dewasa. Tidak seperti penduduk berusia dewasa, pergerakan anak dapat dikatakan masih terbatas. Anak belum mampu untuk menjangkau kebutuhan mereka akan fasilitas sosial dengan menggunakan kendaraan. Oleh karena itu, idealnya pemenuhan kebutuhan akan fasilitas sosial anak harus dimulai dari unit lingkungan terkecil atau dapat disebut Neighbourhood Unit (NU). Prinsip-prinsip Neighbourhood Unit yang ideal disampaikan oleh Clarence Perry (1929). Salah satunya ialah pentingnya ketersediaan fasilitas sosial SD pada suatu Neighbourhood Unit. Rini et al. (2017) menyatakan bahwa 37,67% atau lebih dari sepertiga penduduk anak usia SD di Kota Surakarta cenderung memilih sekolah yang berada di luar Neighbourhood Unit tempat tinggal mereka sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan Sekolah Dasar dalam mendukung Kota Surakarta layak anak. Berdasarkan analisis faktor yang telah dilakukan dengan menggunakan software SPSS, terbentuklah 3 kelompok faktor yang berisi beberapa sub-faktor. Kelompok faktor pertama yang merupakan faktor dominan merepresentasikan terpenuhinya indikator terkait sekolah ramah anak. Kelompok faktor kedua merepresentasikan lokasi dan jam belajar sekolah, sedangkan Kelompok faktor ketiga merepresentasikan fasilitas tambahan yang tidak disediakan oleh semua sekolah.Kata Kunci: Faktor Pemilihan Sekolah Dasar, Kota Layak Anak, Neighbourhood Unit
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permukiman di Wilayah Pesisir Kabupaten Purworejo Azizah Pika; Ana Hardiana; Paramita Rahayu
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v14i2.22962

Abstract

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di wilayah pesisir pantai selatan Pulau Jawa. Salah satu arahan pemanfaatan ruang di wilayah pesisir adalah sebagai zona permukiman. Permukiman pesisir yang riskan dengan bencana alam menjadi tantangan tersendiri bagi pemukim untuk beradaptasi dan memahami tata cara hidup di lingkungan tersebut. Hasil penginderaan jarak jauh citra satelit Google Earth menunjukkan adanya pertumbuhan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman di wilayah pesisir berdasarkan sintesa teori adalah kondisi fisik, pemahaman kebencanaan, sosial demografi, aksesibilitas, prasarana, sarana, peluang ekonomi, pengembangan kawasan, harga tanah, dan sistem waris. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis overlay peta untuk data sekunder dipadukan dengan analisis skoring untuk data primer. Analisis overlay peta dilakukan dengan cara tumpang tindih beberapa peta untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo. Sementara analisis skoring dilakukan dengan cara menghitung skor dari hasil kuesioner skala likert untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan permukiman dan menentukan tingkatan dari faktor-faktor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukiman di wilayah pesisir Kabupaten Purworejo mengalami perkembangan luas kurang lebih sebesar 460 hektar. Hasil penelitian juga menunjukkan tingkatan faktor yang mempengaruhi perkembangan permukiman berdasarkan analisis skoring dimulai dari urutan pertama hingga terakhir yaitu sosial demografi, sarana, kondisi fisik, sistem waris, aksesibilitas, pengembangan kawasan, peluang ekonomi, harga tanah, pemahaman kebencanaan, dan yang terakhir prasarana.
Karakteristik pedagang kaki lima dan preferensinya terhadap lokasi kawasan Solo Techno Park Eldora Aristian Lintang Perdana; Paramita Rahayu; Ana Hardiana
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.24440

Abstract

Jalan Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu ruas jalan yang termasuk dalam program penataan pemerintah untuk merelokasi PKL ke Pasar Panggungrejo pada tahun 2009. Sebagai tempat menyelenggarakan usaha informal, Jalan Ki Hajar Dewantara memiliki daya tarik yang tinggi karena lokasi yang berdekatan dengan berbagai pusat aktivitas, antara lain Solo Techno Park, kampus UNS Kentingan, kampus ISI Surakarta, Kantor BPN/ATR Kota Surakarta, Kantor Kecamatan Jebres, Balai Diklat Industri, dan Taman Cerdas. Meskipun sudah pernah dilakukan penataan, pada saat ini PKL masih bisa ditemui dengan mudah di ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi PKL terhadap karakteristik lokasi di Kawasan Solo Techno Park, yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara. Penelitian juga menguraikan hubungan kesesuaian karakteristik PKL dengan karakteristik lokasi kawasan, yang juga mendukung preferensi PKL dalam berlokasi. Metode yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah deskriptif serta analisis data statistik deskriptif yang menggunakan teknik skala Likert dalam mengukur preferensi PKL terhadap setiap karakteristik lokasi di Kawasan Solo Techno Park. Hasil analisis menunjukkan preferensi PKL terhadap karakteristik lokasi di Kawasan Solo Techno Park secara urut dari yang paling disukai yaitu: (1) lokasi strategis; (2) luas ruang PKL; (3) pusat aktivitas; (4) aksesibilitas; (5) lalu lintas jalan; (6) sarana dan prasarana PKL, dan; (7) aglomerasi PKL.
Kerangka kerja penilaian rencana tata ruang berbasis manajemen risiko bencana Rozita, Syarifah Gita; Setiadi, Rukuh
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.38451

Abstract

Sistem regulasi di Indonesia mengamanatkan untuk memasukkan pertimbangan kebencanaan dalam penyusunan rencana tata ruang. Namun demikian belum ada panduan yang terintegrasi untuk menerjemahkan konsep manajemen risiko bencana ke dalam rencana tata ruang. Studi ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kerja untuk memadukan konsep manajemen risiko bencana (MRB) ke dalam rencara tata ruang sehingga dapat dijadikan panduan dalam penilaian produk tata ruang. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan sumber data sekunder berupa literatur sebagai data utamanya. Penelitian ini menghasilkan tabel kerangka kerja yang berfungsi sebagai pedoman untuk menilai penerapan konsep MRB dalam menyusun rencana tata ruang. Studi ini menemukan bahwa tidak semua komponen dari MRB dapat masuk ke dalam ranah perencanaan tata ruang, terutama untuk komponen yang terkait dengan tahapan respon bencana.

Page 2 of 27 | Total Record : 263