cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif
ISSN : 18584837     EISSN : 2598019X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, diterbitkan oleh Pusat Informasi dan Pembangunan Wilayah (PIPW) yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret Surakarta, berisi tulisan tentang hasil penelitian, gagasan konseptual dan resensi buku dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota serta perencanaan partisipatif. Jurnal terbit dua kali setahun pada bukan Januari dan Juli. Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif menerima tulisan ilmiah dalam bidang yang relevan dengan permasalahan tentang perencanaan wilayah dan kota serta pembangunan daerah.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Analisis keberlanjutan pengembangan kawasan agropolitan (Studi kasus: Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang) Yeriko Septiawan; Andri N.R. Mardiah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.86827

Abstract

Masalah ketimpangan antara desa dan kota mengakibatkan timbulnya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun pada perkotaan, konsep kawasan agropolitan yang berkelanjutan dapat menjadi solusi masalah kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur status keberlanjutan kawasan agropolitan yang berada pada Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan menggunakan analisis MDS (Multidimensional Scaling) dan analisis leverage, dengan menggunakan lima dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, infrastruktur serta hukum dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Agropolitan Sepatan, memiliki status kurang berkelanjutan (42,02%), dimana dimensi sosial, ekonomi, dan ekologi masih kurang berkelanjutan. Selain itu, terdapat 14 atribut sensitif yang harus diutamakan untuk meningkatkan status keberlanjutan. Maka, untuk mengatasi ketimpangan wilayah, peningkatan status keberlanjutan Kawasan Agropolitan Sepatan membutuhkan kebijakan yang terencana terutama pada dimensi ekonomi, sosial dan ekologi.  Atribut sensitif yang teridentifikasi pada penelitian ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kawasan agropolitan di titik baru di Kabupaten Tangerang.
Analysis of potential tourism development in perintis reservoir by using environmental approach, Suwawa, Bone Bolango David Chow; Audrey Maura; Meliana Putri Suman; Salsabilah Hamidah Putri Wicaksono; Anna Pudianti; Vincentia Reni Vitasurya
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.92418

Abstract

Perintis Reservoir has big potential with its amazing view, water coverage, and decent nature. However, the reservoir tends to be temporarily crowded by visitor when there is national event that held by government. Moreover, the majority of visitor is only local people. The objective of this study is to create a recommendation and guideline to enhance the future development of Perintis reservoir, so it can be regularly visited by local people, national tourist, and even international tourist. This study method employed various approaches, such as literature review, quantitative data collection, and observation. The identified problem in observation and data collection were solved by literature review. Research results show that there are some problems need to be solved such as inconvenient thermal conditions because of tropical climate and inadequate shading, unready urban facility, unorganized MSME, lack of walkability for pedestrians, and desolate tourism destinations. The environmental approach was chosen as the main solution because it’s the most suitable. The improvement of sidewalk, people domination rather than vehicle, and adding forest bathing sensation by planting wide-crown tree is needed. The Riparian buffer system and rain garden can help to balance water conservation while increasing the naturalness of the landscape. Cycling and other physical activities have a correlation with walkability and should be emphasized. Social physical activities and MSME’s integration with nutrition in wellness tourism themes can be a Perintis reservoir branding. 
Analisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia Vera Azizah Adryawning; Dodi Widiyanto
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v20i1.86894

Abstract

Ketimpangan menjadi salah satu permasalahan yang sering dihadapi dalam pembangunan di negara berkembang. Variasi tingkat perkembangan wilayah mengarah pada munculnya wilayah maju dan wilayah terbelakang. Di Indonesia, perkembangan wilayah dengan tingkat relatif tinggi terkonsentrasi di Pulau Jawa karena adanya konsentrasi pembangunan di pulau ini. Hal ini berdampak pada terjadinya ketimpangan terhadap provinsi-provinsi lain di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi tingkat perkembangan wilayah di Indonesia tahun 2018-2022; mengidentifikasi tingkat ketimpangan wilayah di Indonesia tahun 2018-2022; dan menganalisis hubungan tingkat perkembangan wilayah dengan ketimpangan wilayah di Indonesia tahun 2018-2022. Metode yang digunakan adalah analisis faktor, analisis Indeks Williamson, analisis korelasi rank spearman, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi tingkat perkembangan wilayah dan ketimpangan wilayah di Indonesia sepanjang 2018-2022. Selain itu, terjadi hubungan antara ketimpangan wilayah dengan tingkat perkembangan wilayah pada beberapa faktor di tahun 2018 hingga 2022.