cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Rancang Bangun Tracking Arah Tembakan Menggunakan Sensor Posisi Berbasis PID Agung Raharjo; Eko Kuncoro; Imam Azhar
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.43-48

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan otomasi, pelaksanaan tugas militer dapat dibantu dengan mengembangkan alutsista militer. Salah satunya pengembangan robot tempur yang akan digunakan sebagai alat untuk membantu tugas operasi jarak jauh pada satuan tempur TNI AD. Pada robot tempur tersebut akan ditanamkan sistem komunikasi data berupa perintah kendali laju robot, perintah kendali senjata serang, dan sistem visualisasi yang dapat digunakan untuk mendukung pergerakan robot hingga mencapai sasaran yang ditentukan, serta sebagai sistem penginderaan jarak jauh robot tempur untuk memonitor area musuh yang akan ditinjau. Operator menggunakan sebuah joystick untuk mengendalikan robot tempur dan tablet Android untuk memantau dan mendeteksi arah sasaran. Penelitian ini membahas tentang perancangan pendeteksian sasaran tembak yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen berbasis PID. Penelitian ini berfokus pada pendeteksian sasaran tembak yang nantinya akan terhubung dengan Raspberry Pi 3, sehingga senjata dapat mendeteksi adanya sasaran tembak yang ada di dalam jangkauan sensor posisi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa robot dapat dikendalikan dengan mudah menggunakan joystick dan secara real-time terlihat pada layar Android yang terpasang pada kontrol joystick tersebut. Selain itu, sistem juga dapat membedakan antara sasaran tembak dan objek yang bukan sasaran tembak. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung tugas operasi personel TNI dalam menjalankan misinya dengan memanfaatkan robot tempur. Along with the development of communication and automation technology, the implementation of military duties can be assisted by developing military defense equipment. One of them is the development of a combat robot that will be used as a tool to assist the task of long-distance operations on the Army combat unit. In the combat robot, a data communication system will be implanted in the form of a robot rate control command, an attack weapon control command, and a visualization system that is used to support the robot's movement to reach the target specified as a combat robot's remote sensing system for monitoring enemy areas to be reviewed. The operator has used a joystick to control the combat robot and to detect the direction of the target can be monitored with an android tablet. This research discusses the design of the detection of target fire that can be controlled remotely. The method used is experimental based on PID. This research focused on detecting firing targets that will be connected with Raspberry Pi 3 so that the weapon can detect the presence of firing targets within the position sensor. The results of the research show that the robot can be easily controlled using a Joystick and in real-time visible on the Android screen mounted on the Joystick control, the system can distinguish between target shooting and non-target objects. This research is expected to support the operational duties of army personnel in carrying out their missions by utilizing combat robots.
Perancangan Sistem Kendali Temperature Suhu dan Level Oil Pada Prototype Transformator Tenaga Fajar Ramadhan Pratama; Peby Wahyu Purnawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.85-92

Abstract

Dalam beberapa transformator yang terdapat di unit gardu induk PLN sering terjadi peningkatan temperatur suhu oil secara drastis dikarenakan kurang efektif dalam metode sistem pendinginan. Selain itu sering terjadi kebocoran kecil pada penutup atau sambungan tangki transformator yang mengakibatkan menurunnya level oil pada transformator yang dapat membuat kerusakan pada transformator tersebut. Makalah ini membahas rancangan sebuah prototype sistem kendali suhu oil (dimana oil di ganti dengan air keran) yang dapat mengendalikan temperatur suhu oil pada tangki transformator agar tidak terjadi overheat dengan mengatur kecepatan putaran kipas dan kendali level oil yang dapat menjaga level oil dalam kondisi selalu full. Sistem yang dirancang terdiri dari mikrokontroler Arduino Nano, sensor DS18B20, sensor DHT22, kipas pendingin, sensor level 1, sensor level 2, pompa pengisian, LCD (Liquid Cyrstal Display). Dalam sistem kendali suhu oil dengan metode fuzzy terdapat 2 inputan yaitu suhu oil dan suhu udara yang difuzzyfikasi menjadi 5 membership function dengan output nilai kecepatan untuk mengatur putaran kipas. Metode Defuzzyfikasi yang digunakan adalah WAA (Weighted Average Area). Hasil yang didapatkan suhu oil transformator stabil pada suhu 40°C - 41°C sehingga peralatan transformator tidak akan cepat rusak dan pembebanan akan lebih efektif. Sementara itu, hasil kendali level oil selalu dalam kondisi Full sehingga transformator tidak akan padam dikarenakan level oil kurang. Sometimes, the transformers in the PLN Substation Unit has common problem such as the increases of oil temperature since ineffective method in cooling system. As well as frequent small leaks in the cover or connection of the transformer tank resulting in a decrease in the oil level in the transformer which can cause damage to the transformer. This paper describe a design of system prototype for an oil temperature control system which can control the temperature of the oil temperature in the transformer tank so that there is no overheating. The controlling is by adjusting the fan speed and control the oil level which can keep the oil level in full condition. The system designed consists of an Arduino Nano microcontroller, DS18B20 sensor, DHT22 sensor, cooling fan, level 1 sensor, level 2 sensor, filling pump, LCD (Liquid Cyrstal Display). We used a fuzzy logic method in oil temperature control. There are 2 inputs, namely the oil temperature and air temperature which are fuzzyfied into 5 membership functions with the output speed values to regulate fan rotation. We used Weighted Average Area (WAA) for defuzzyfication process. Based on the results, we obtained that the transformer oil temperature is stable at a temperature of 40° C - 41° C so that the transformer equipment will not be damaged quickly and the loading will be more effective. Furthermore, the results of the oil level control are always in full condition so that the transformer will not go out because the oil level is not enough.
Optimalisasi Private Cloud Storage Berbasis Devstack Guna Meningkatkan Performansi Network Function Virtual Setiyo Budiyanto; Kristiani N Nahampun; Freddy A Silaban; Lukman M Silalahi; Fajar R
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.1-9

Abstract

Sistem NFV merupakan sebuah arsitektur jaringan yang menggunakan teknologi virtualisasi untuk seluruh fungsi platform jaringan dan fungsionalitas perangkat keras. Salah satu platform cloud computing yang dapat digunakan untuk membangun NFV adalah Devstack. Devstack merupakan sebuah tools untuk membangun layanan Private Cloud Storage. Melalui sistem ini, layanan Private Cloud Storage dapat berjalan didalam sebuah jaringan virtual. Pada penelitian ini dilakukan implementasi jaringan virtual menggunakan devstack yang berbasis insfrastruktur NFV pada layanan Private Cloud Storage, dilanjutkan dengan pengukuran QoS diantaranya adalah throughput, bit rate, jitter, dan delay. Melalui penelitian ini, dapat diketahui kemampuan suatu jaringan virtual pada suatu infrastruktur cloud computing. Berdasarkan standar ITU-T, nilai Jitter dan packet loss bernilai sangat baik.
Kendali Kecepatan Motor Listrik Satu Phasa Berdasarkan Suhu Ruangan I Made Adiswara Wirama; I Made Aris Dharma Putra; I Made Weda Maharta Putra; Anak Agung Ngurah Made Narottama; Anak Agung Ngurah Gde Sapteka
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.21-28

Abstract

Sistem pengendalian suhu ruangan secara otomatis diyakini mampu memberikan penghematan tanpa mengurangi performansinya. Pengendalian suhu ruangan dilakukan dengan mengatur kecepatan putaran motor exhaust fan dengan SCR speed controller. Hal ini sangat diperlukan untuk menghemat pengeluaran listrik. Dalam mengkoneksikan antara sensor suhu dengan SCR speed controller diperlukan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengolah data keluaran dari sensor sehingga dapat mengendalikan speed controller 1 dengan keluaran tegangan 180 volt dan speed controller 2 dengan keluaran tegangan 200 volt. Alat ini cocok digunakan untuk mengatur suhu di ruangan tertutup agar selalu stabil. An automated room temperature control is a way to do savings without reducing its performance. The temperature control is done by adjusting the rotation speed of the exhaust fan motor using an SCR speed controller. This mechanism will give a great advantage on power usage reduction. To connect the temperature sensor with the SCR speed controller, an Arduino Uno microcontroller is used as a processor of the outputs from the sensor so it can control the 1st speed controller with 180 Volt and the 2nd speed controller with 200 Volt. This tool is suitable for maintaining the temperature of a closed room temperature.
Desain Sistem Charger untuk Baterai berkapasitas 650 mAh Menggunakan Sel Surya Rahmi Mudia Alti; Fiqri Wijaya Kusuma; R Evi Sovia
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.138-146

Abstract

Alat charger untuk baterai berkapasitas 650 mAh menggunakan sel surya merupakan uji coba alat yang digunakan untuk charger baterai berkapasitas 650 mAh menggunakan energi matahari. Baterai 650 mAh ini digunakan pada drone. Alat charger menggunakan sel surya ini digunakan sebagai alternatif pengisian energi pada baterai. Alat ini dirancang dengan menggunakan resistor, kapasitor, dioda, saklar, baterai 650 mAh, LED, sel surya, IC lm317, dan trimpot. Perangkat berupa sistem analog yang menggunakan voltage drop dan memanfaatkan step up step down serta LED sebagai indikasi pengisian. Hasil uji fungsi dilakukan dengan cara mengukur intensitas cahaya menggunakan alat lux meter, baik pada saat beroperasi maupun tidak untuk mengetahui nilai intensitas cahaya. Masing-masing panel menghasilkan keluaran tegangan rata-rata 6 Volt DC dengan arus 200mA. Untuk memenuhi kekurangan tegangan, keluaran panel surya dimasukan terlebih dahulu ke modul DC-DC Step Up. Dari modul Step Up tersebut dihasilkan tegangan keluaran sebesar 12 VDC yang kemudian dipakai oleh modul charger untuk melakukan pengisian baterai Lithium-ion Polymer (LIPO). Waktu yang efektif untuk proses pengisian baterai menggunakan sel surya adalah pada waktu siang hari sekitar pukul 11.00 sampai pukul 13.00. Dari hasil uji fungsi yang dilakukan, alat bekerja dengan baik yang ditandai dengan LED berwarna merah yang mengindikasikan sedang terjadinya proses charging. Dengan demikian, alat ini bisa dimanfaatkan sebagai pengisian energi alternatif pada drone yang menggunakan LIPO yang memiliki keterbatasan waktu terbang. The charger for a battery with a capacity of 650 mAh using solar cells is one of tools used for a battery charger with a capacity of 650 mAh using solar energy that commonly used in drones. This solar cell is as an alternative charging energy for the battery. This charger is designed using resistors, capacitors, diodes, switches, 650 mAh battery, LEDs, solar cells, IC LM317, and trimpot. An analog system based on a voltage drop and utilizes step up step down and LEDs was used as an indication of charging. The testing was carried out by measuring the light intensity using a lux meter, both during operation and not to determine the value of light intensity. Each panel produces an average voltage output of 6volt DC with a current of 200mA. To meet the shortage of voltage, the output of the solar panel is first entered into the DC-DC Step Up module. From the Step Up module, an output voltage of 12 VDC is generated which is then used by the charger module to charge the Lithium-ion Polymer (LIPO) battery. The effective time for the battery charging process using solar cells is during the daytime around 11.00 to 13.00. From the results of the function test carried out, the tool works well which is marked by a red LED which indicates the charging process is occurring. Thus, this tool can be used as alternative energy charging for drones that use LIPO which has limited flight time.
Penerapan Sensor Sidik Jari pada Rancangan Prototipe Smart Home untuk Akses Pencahayaan dan Pintu Reza Diharja; Sargawi Pakpahan; Mardiono Mardiono; Sri Wiji Lestari
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.82-94

Abstract

Data biometrik berupa sidik jari dapat digunakan untuk tujuan keamanan terlebih bila diaplikasikan di tempat yang memiliki faktor risiko tinggi. Penelitian ini berfokus pada perancangan purwarupa smart home yang dibekali dengan fitur keamanan berupa akses pencahayaan dan pintu. Smart home yang dibuat dikendalikan oleh mikrokontroller NodeMCU sehingga bisa terhubung dengan internet dan menerapkan IoT. Para pengguna smart home harus mendaftarkan ID mereka terlebih dahulu menggunakan jari-jemari dengan pola yang unik. Sidik jari pengguna yang telah dipindai kemudian disimpan di web server dan dapat diakses melalui internet browser. Pengguna memindai jarinya melalui modul sensor sidik jari dan kemudian diproses oleh mikrokontroller. Pemindaian yang berhasil atau tidak, akan tampak notifikasi via layar LCD dan buzzer selain itu, aktivitas tersebut dapat dipantau dan dilakukan via web browser. Pengujian dilakukan terhadap pendaftaran pengguna sebagai pengakses smart home. Dari 5 orang yang berbeda dan menggunakan jari yang berbeda, didapatkan hasil bahwa semua jari telah didaftarkan dan masuk ke database untuk dapat digunakan kemudian. Selanjutnya pengujian terhadap akses pencahayaan dilakukan dengan memindai jari untuk menyalakan dan mematikan lampu. Aktivitas akses pencahayaan dapat dipantau dan dilakukan dari internet browser. Waktu yang dibutuhkan agar lampu menyala rata-rata lebih dari 3 detik dan untuk lampu mati rata-rata lebih dari 2 detik. Kemudian pengujian akses pintu dilakukan identik dengan pengujian akses lampu. Dari 5 kali percobaan terbaik, pintu sudah dapat digerakkan oleh motor servo yang dapat bergerak 0 hingga 180º untuk menutup dan membuka. Purwarupa smart home berpotensi dikembangkan dengan skala lebih besar dan menambah parameter ukurnya. When implemented in high-risk areas, biometric data in the form of fingerprints can be used for security purposes. This study focuses on creating smart home prototypes with security elements such as lighting and door access. The NodeMCU microcontroller controls the smart home, enabling it to connect to the Internet and deploy IoT. Smart home users must first register their ID using fingers with a distinct pattern. The fingerprint of the scanned user is subsequently saved on a web server and may be retrieved using an internet browser. A fingerprint sensor module scans the user's finger, which is then processed by a microprocessor. Whether the scan is successful or not, messages will show on the LCD screen and buzzer; additionally, the activity may be monitored and performed via a web browser. User registration as a smart home accesser is tested. It was determined from five separate people and using different fingers that all of the fingers had been registered and entered into the database to be used later. Furthermore, lighting access is tested by scanning the finger to turn on and off the lights. The Internet browser can be used to regulate and manage lighting access activities. On average, it takes more than 3 seconds for the lights to turn on and more than 2 seconds takes the lights to turn out. The door access test is then performed in the same manner as the lamp access test. The door in one of the five finest experiments can already be powered by a servo motor that can travel from 0 to 180º to close and open. Smart house prototypes have the potential to be expanded on a bigger scale and include more measuring criteria.
Tuning Parameter Pengendali PID dengan Metode Algoritma Genetik pada Motor DC Eka Widya Suseno; Alfian Ma'arif; Riky Dwi Puriyanto
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.1-13

Abstract

Saat ini, pengendali Proportional Integral Derivative (PID) digunakan secara umum untuk mendapatkan solusi optimum. Solusi dikatakan optimum apabila output di kehidupan nyata sesuai dengan output yang telah ditentukan. Oleh karena itu, pengendali adalah suatu hal yang dibutuhkan. Tantangan dalam menggunakan pengendali adalah tuning parameter untuk mencari konstanta parameter PID seperti Proporsional Gain (KP), Waktu Integral (KI) dan Waktu Derivatif (KD). Untuk memaksimalkan kinerja motor DC, pengaturan pengendali PID yang tepat merupakan hal yang sangat penting. Desain pengendali PID sebagai pengendali motor DC sudah sering dilakukan. Penggunaan pengendali PID membutuhkan pengaturan parameter yang tepat untuk mendapatkan kinerja yang optimal pada motor. Metode yang umum dalam menentukan parameter pengendali PID adalah trial and error. Namun hasil yang didapat tidak membuat pengendali PID optimal dan justru akan merusak sistem. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan salah satu metode penalaan parameter PID dengan menggunakan metode cerdas berbasis Genetic Algorithm (Algoritma Genetik) untuk mengoptimasi dan menentukan parameter yang tepat dari PID. Algoritma genetik adalah salah satu algoritma yang menggunakan genetika sebagai model algoritmanya. Algoritma genetik terinspirasi dari meniru proses seleksi alam, yaitu proses yang menyebabkan evolusi biologis. Konsep inilah yang diadaptasi dan diterapkan dengan baik untuk menala parameter PID. Penggunaan metode algoritma genetik dapat memberikan hasil yang lebih baik pada setiap iterasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa overshoot yang dihasilkan karena adanya respon kecepatan setelah penambahan PID adalah kurang dari 10%. Currently, Proportional Integral Derivative (PID) controllers are generally used to obtain the optimum solution. The solution is said to be optimum if the output in real life matches the output determined. Therefore, the controller is needed. The challenge in using the controller is tuning parameters to find constants of PID parameters such as Proportional Gain (KP), Integral Time (KI) and Derivative Time (KD). In order to maximize the performance of a DC motor, proper PID controller settings are crucial. The design of PID controllers as DC motor controllers has often been done. The use of a PID controller requires setting the right parameters to get optimal performance on the motor. The common method for determining PID controller parameters is trial and error. However, the results obtained do not make the PID controller optimal and will actually damage the system. Therefore, this study uses one of the PID parameter tuning methods by using an intelligent method based on Genetic Algorithm to optimize and determine the appropriate parameters of PID. Genetic algorithm is an algorithm that uses genetics as a model algorithm. Genetic algorithms are inspired by imitating the process of natural selection, the process that causes biological evolution. This concept is well adapted and applied for tuning PID parameters. The use of genetic algorithm methods can give better results in each iteration. The results showed that the resulting overshoot due to the speed response after the addition of PID was less than 10%.
Sistem Pengisian Token Listrik Jarak Jauh Berbasis IoT pada Alat Ukur Listrik Rumah Danny Kurnianto; Aldi Wijaya; Muntaqo Alfin Amanaf
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.14-23

Abstract

Sistem pengisian token listrik pada meter listrik prabayar sampai saat ini masih dilakukan secara manual, yaitu pengguna menginputkan nomor token secara langsung di perangkat meter listrik menggunakan keypad. Permasalahan terjadi saat pengguna sedang berada di luar rumah. Pengguna tidak dapat memasukkan token listrik pada meter listrik di rumah dari jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengisian token listrik prabayar secara jarak jauh menggunakan teknologi Internet of Things. Model sistem yang dirancang yaitu dengan memasukkan token pada aplikasi android yang akan dikirimkan ke sistem berbasis Arduino melalui server cloud (Firebase). Perangkat D1 mini board digunakan untuk akses ke jaringan internet melalui Wi-Fi. Sensor arus digunakan untuk mengukur besarnya energi listrik yang terpakai dan akan mengurangi jumlah token pulsa listrik deposit yang ada di sistem secara real time. Hasil pengujian sistem sistem menunjukkan bahwa akurasi sensor arus sebesar 97,52%, laju penurunan tegangan pada modul catu daya cadangan sebesar 0,07 Volt/jam, serta kecepatan transfer data sebesar 21,7 kbps. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dirancang dapat bekerja dengan baik untuk fungsi pengisian token listrik secara jarak jauh. The electricity token filling system for prepaid electricity meters is still done manually, where the user inputs the token number directly on the electricity meter device using the keypad. The problem occurs when the user is out of the house. The user cannot enter the electricity token on the electricity meter at home remotely. This study aims to design a prepaid electricity token charging system remotely using Internet of Things technology. The system model designed is by entering a token in the android application which will be sent to an Arduino-based system via a cloud server (Firebase). The D1 mini board device is used for access to the internet network via Wi-Fi. The current sensor is used to measure the amount of electrical energy used and will reduce the number of deposit tokens in the system in real time. The system test results show that the current sensor accuracy is 97.52%, the rate of voltage drop on the backup power supply module is 0.07 Volts/hour, and the data transfer rate is 21.7 kbps. This shows that the system designed can work well for the function of charging electricity tokens remotely.
Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis menggunakan Sistem Rotasi Wadah Berbasis Internet of Things Yohana Susanthi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.36-48

Abstract

Memelihara ikan di kolam atau akuarium merupakan suatu kegemaran untuk mengisi waktu luang. Supaya ikan tetap terpelihara dengan baik maka salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi pakan ikan secara teratur setiap hari. Namun akan timbul masalah jika pemiliknya sedang bepergian ke luar kota selama beberapa hari. Masalah lain adalah pakan ikan yang berupa pelet sering menggumpal akibat pengaruh kelembaban udara sehingga melekat pada wadah dan tidak dapat jatuh ke kolam. Penelitian ini bertujuan merancang suatu alat yang dapat memberi pakan ikan secara otomatis dengan menggunakan sistem rotasi yaitu wadah yang berisi 14 tabung pakan ikan akan dirotasi untuk menjatuhkan pakan ikan ke dalam kolam. Cara ini dipilih agar pengguna dapat dengan bebas dan fleksibel mengatur jumlah pakan ikan yang akan diberikan sesuai takaran dan tidak berlebihan. Sistem pengontrolannya berbasis Internet of Things menggunakan ESP8266 NodeMCU dan RTC DS3231. Untuk merotasi wadah menggunakan motor DC, sensor photodioda dan rangkaian logika. Sedangkan untuk mengatur jadwal pemberian pakan ikan dilakukan dari smartphone melalui aplikasi Blynk. Kemudian untuk mengatasi pakan ikan yang menggumpal maka dibuat alat pendorong menggunakan air, pompa air DC dan menerapkan prinsip gravitasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibuat mampu untuk memberi pakan ikan secara otomatis sesuai jadwal selama 14 hari jika pemberian pakan ikan dilakukan satu kali sehari atau 7 hari, jika pemberian pakan ikan dilakukan dua kali sehari dengan tingkat keberhasilan 100%. Selain itu, alat pendorong juga mampu untuk mendorong pakan ikan yang menggumpal dan melekat di dalam tabung pakan ikan. Keeping fish in a pond or aquarium is a hobby to fill spare time. In order for the fish to be well-maintained, one of the efforts made is to feed the fish regularly every day. However, there will be problems if the owner is traveling out of town for a few days. Another problem is that fish feed often clumps due to the influence of air humidity so that it sticks to the container and cannot fall into the pond. The purpose of this research is to design automatic fish feeder using a rotation system. A container containing 14 tubes of fish feed will be rotated to drop fish feed into the pond. This method was chosen so that users can freely and flexibly adjust the amount of fish feed. This system is based on the Internet of Things that using ESP8266 NodeMCU and RTC DS3231. This method is to rotate the container using a DC motor, photodiode sensor and logic circuits. Meanwhile, to set the schedule for feeding fish, it is done from a smartphone through the Blynk application. Then to overcome sticky fish feed, a pusher is made using water, a DC water pump and applies the principle of gravity. The result of this research indicate that the system is able to automatically feed fish according to a schedule for 14 days if fish feeding is done once a day or 7 days but if fish feeding is done twice a day with success rate 100%, then the pusher is able to push the sticky fish feed.
Watermarking Citra Digital menggunakan Contourlet Transform, Discrete Cosine Transform dan Noise Visibility Function Daniel Setiadikarunia; Riko A Saragih; Yohana Susanthi; Vincent Liu
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 8, No 1 (2022): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v8n1.24-35

Abstract

Informasi dalam bentuk multimedia digital mudah dilakukan duplikasi dan modifikasi oleh pihak-pihak yang mungkin saja tidak memiliki izin dari pemilik yang sah. Hal ini dapat menimbulkan persoalan pelanggaran hak cipta atas informasi multimedia tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan digital watermarking. Dalam artikel ini dibahas mengenai teknik watermarking pada citra digital menggunakan contourlet transform (CT) yang digabung dengan discrete cosine transform (DCT) dan perhitungan noise visibility function (NVF). Watermark disisipkan pada koefisien DCT dari subband hasil transformasi contourlet level 2. Penyisipan watermark dilakukan dengan memperhitungkan nilai NVF koefisien CT dari subband yang digunakan. Untuk daerah yang bertekstur, watermark akan disisipkan lebih kuat daripada daerah yang datar. Dari hasil uji coba diperoleh bahwa citra yang telah disisipi watermark mempunyai kualitas yang baik dengan rata-rata nilai peak signal to noise ratio (PSNR) lebih besar dari 35 dB, dan watermark dapat diekstraksi kembali dengan baik dengan rata-rata nilai bit correct ratio (BCR) lebih besar dari 98%. Watermark masih tahan terhadap kompresi JPEG dengan faktor kualitas Q 9, penambahan noise Gaussian sampai 10%, cropping sampai 25%, dan scaling 75% dan 125%, tetapi tidak tahan terhadap rotasi. Information in the form of digital multimedia can easily be duplicated and modified by parties who may not have the permission of the legal owner. This can lead to issues of copyright infringement of the multimedia information. One solution to overcome this problem is digital watermarking. This article discusses watermarking technique in digital images using contourlet transform (CT) combined with discrete cosine transform (DCT) and noise visibility function (NVF) calculation. Watermark is inserted in the DCT coefficients of level 2 contourlet transform subband. Watermark insertion is done by calculating the NVF value of the CT coefficients of the subband used. For textured areas, the watermark will be inserted stronger than flat areas. From the test results, it is found that the watermarked image has good quality with an average peak signal to noise ratio (PSNR) value greater than 35 dB, and the watermark can be extracted back well with an average bit correct ratio (BCR) value greater than 98%. Watermark is still resistant to JPEG compression with a quality factor Q greater than 9, Gaussian noise addition up to 10%, cropping up to 25%, scaling 75% and 125%, but not resistant to rotation.

Page 10 of 19 | Total Record : 187