cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Impedance Matching Simulation for Microstrip Antenna on Frequency 3.4-3.7 GHz Using Double Stub Helfy Susilawati; Ahmad Fauzi; Akhmad Hasyim
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.113-123

Abstract

Impedance matching is an attempt to adjust the antenna impedance with the characteristic impedance of the transmission line. Impedance matching has functions to avoid reflected power from the antenna so that power cannot be received by the receiver. In this study, impedance matching was used double stub. The voltage standing wave ratio (VSWR) indicates how well the impedance matching is made. Simulation of this impedance matching will use to microstrip antenna on frequency 3.4 – 3.7 GHz. CST Studio Suite is used to simulating the antenna microstrip with double stub. Based on the result, this research shows that VSWR and return loss in single and double rectangular microstrip antenna have a better value if use impedance matching than without using impedance matching.
Rancang Bangun Autonomous Robot Tank dengan Metode Waypoint Berbasis Raspberry Pi Juanda Rahimatullah; Nur Rachman Supadmana Muda; MHD Iqbal Fahmi; Zani Akbari
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.29-39

Abstract

Pada era perang modern, robot digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap sasaran untuk memperkecil kerugian personel. Autonomous robot tank merupakan robot yang bergerak otomatis dengan menghindari rintangan yang berada didepannya. Sistem Navigasi Waypoint digunakan pada autonomous robot tank untuk menentukan pergerakan robot dari titik kordinat satu ke titik kordinat lain berdasarkan sistem kordinat bumi, menentukan arah, dan jarak dalam mencari sasaran tanpa harus full control. Operator hanya menentukan titik sasaran yang akan dilakukan penyerangan maka robot tank akan dengan sendirinya bergerak menuju sasaran. Modul GPS akan membaca koordinat dimana posisi dari mobile robot berada, dan modul magnetic compass digunakan untuk menentukan arah tujuan robot tank bergerak. Obstacle avoidance system menerima sinyal dari sensor ultrasonic ketika ada benda halangan didepannya untuk menghindari benda tersebut. Hasil pengujian didapatkan bahwa sistem navigasi waypoint pada robot dapat menuju tepat ke daerah sasaran musuh serta menghindari halangan di depannya dan selanjutnya kembali pada jalur navigasi menuju titik yang sudah ditentukan. Penelitian ini sangat berguna bagi TNI dalam melaksanakan penyerangan maupun pengintaian pada daerah operasi dengan memanfaatkan autonomous robot tank.
Sistem Kontrol Pintu Ruang Kuliah Berbasis RFID dan Arduino Terintegrasi Aplikasi Web Presensi Eko Didik Widianto; Azis Masruhan; Agung Budi Prasetijo
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.77-88

Abstract

Makalah ini membahas pengembangan sistem otomatisasi ruangan pada kontrol pintu dan presensi kuliah untuk menambah keamanan ruangan. Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi web dan menggunakan papan Arduino Mega 2560 sebagai pusat kontrol sistem. Sistem ini menggunakan RFID MFRC522 sebagai alat komunikasi dua arah dengan kartu RFID dan pembaca, modul ethernet shield sebagai penghubung ke jaringan internet, solenoid sebagai pengunci pintu, LCD untuk penampil notifikasi, serta RTC DS3231 sebagai pewaktu. Hasil pengujian menunjukkan, sistem mampu mencocokkan kartu tag dosen dengan data jadwal pada basis data dan mencocokkan kartu tag mahasiswa dengan data mahasiswa di mata kuliah yang terjadwal pada basis data. Jadwal akses ruang sesuai dengan jadwal kuliah yang dapat diatur melalui aplikasi web. Selain dari itu, pada aplikasi web yang dibangun dapat mengolah data presensi, jadwal, mata kuliah, mahasiswa, dosen dan kelas. Berdasarkan hasil pengujian, pembacaan kartu RFID dapat dilakukan sampai jarak 4 cm. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem otomasi pintu berbasis RFID dan Arduino yang terintegrasi dengan sistem database berbasis web. This paper presenst an automation systems for controling the  door’s room and lecture attendance which can enhance room security. This study build a college room control system integrated with a web application. This system uses the Arduino Mega 2560 board as the control center of the system. Furthermore,  we used RFID MFRC522 as a two-way communication device with an RFID tag card and reader, an ethernet shield module that providing internet access to the network, a solenoid as a door lock,  LCD for notification display, and  RTC DS3231 as a timer. This system can control door access and attendance automation, and send the data to  web application. The application can match the lecturer tag cards with his scheduled  in the database and match students' tag cards with their data in scheduled courses.  The room access schedule is in accordance to the class schedule, which can be arranged via the web application. The web application can process attendance data, schedules, courses, students, lecturers, and classes. The system can read the RFID tags up to a distance of 4 cm.
Perancangan Sistem Instrumentasi Pada Mesin Pengisi Botol Minuman Berbasis Outseal PLC Oppie Febriyanti; Ulinnuha Latifa; Rahmat Hidayat
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.29-42

Abstract

Home industry minuman dalam kemasan saat ini membutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam prosesnya. Penelitian ini berfokus pada perancangan sistem instrumentasi untuk membantu user mempermudah pekerjaan dalam mengisi botol minuman secara otomatis. Metode dalam penelitian ini mengkombinasikan pendekatan RD dan metode deskriptif. Hardware yang digunakan yaitu sensor infrared FC-51, sensor Ultrasonik US-016, limit switch, motor DC dan pompa air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa masing-masing sensor dan aktuator memiliki karakteristik yang berbeda. Sensor ultrasonik memiliki sensitivitas sebesar 4,1939 centimeter dengan nilai error sebesar 0,91%, sensor IR dapat mendeteksi botol dengan nilai error sebesar 0,6%, limit switch memiliki status normally close ketika mendapat sentuhan tekanan dengan tegangan output sebesar 4,94 Volt, motor konveyor menghasilkan torsi sebesar 6,49 kgcm pada saat mendapatkan beban, motor pada magazine menghasilkan torsi sebesar 6,68 kgcm pada saat mendapatkan beban, sementara pompa air dapat memindahkan volume air dari dalam tangki ke dalam botol sesuai volume yang telah diatur dengan nilai keakurasian sebesar 99,84%. Dan pneumatik yang bergerak naik-turun dengan tekanan angin yang dianggap ideal sebesar 1 kgf/cm². The bottled beverage home industry needs a system that can help increase the effectiveness and efficiency of the process. This study focuses on designing an instrumentation system to help users simplify their work in filling beverage bottles automatically. The method in this research combines the RD approach and the descriptive method. The hardware used is an infrared sensor FC-51, an Ultrasonic sensor US-016, a limit switch, a DC motor and a water pump. The test results show that each sensor and actuator have different characteristics. The ultrasonic sensor has a sensitivity of 4.1939 centimeters with an error value of 0.91%, the IR sensor can detect bottles with an error value of 0.6%, the limit switch has a normally closed status when it gets a touch of pressure with an output voltage of 4.94 volts. , the conveyor motor produces a torque of 6.49 kgcm when getting a load, the motor on the magazine produces a torque of 6.68 kgcm when getting a load, while the water pump can move the volume of water from the tank into the bottle according to the volume that has been set with the value accuracy of 99.84%. Pneumatic moving up and down with an ideal wind pressure of 1 kgf / cm².
Rancang Bangun Quadcopter untuk Terbang Mengikuti Dinding Menggunakan Sensor Jarak Ultrasonik HC-SR04 Indra Maulidin; Muliady Muliady; Yohana Susanthi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.75-84

Abstract

Makalah ini memaparkan perancangan dan realisasi sebuah quadcopter menggunakan sensor jarak ultrasonic HC-SR04 agar dapat terbang mengikuti dinding. Algoritma yang digunakan pada realisasi quadcopter adalah algoritma Wall Follower. Fokus pembahasan sistem tersebut adalah mengimplementasikan algoritma Wall Follower pada quadcopter agar dapat terbang navigasi dalam ruang dengan cara mengikuti dinding. Kontrol pergerakan roll menggunakan mode pengontrol ON-OFF Hysteresis sedangkan pada pergerakan yaw digunakan mode pengontrol open-loop. Nilai batas bawah dan batas atas yang digunakan pada kontrol ON-OFF Hysteresis adalah 70 cm dan 100 cm. Hasil pengujian menunjukkan quadcopter berhasil terbang mengikuti dinding sejauh 10,2 m dengan ketinggian maksimum 2,14 m. This paper explained the design and realization of a quadcopter using the HC-SR04 ultrasonic distance sensor so that it can fly following the wall. The algorithm used in the quadcopter design is the Wall Follower algorithm. The focus of the discussion of the system is implementing a Wall Follower algorithm to the quadcopter so that it can navigate following the wall. The roll movement control was using Hysteresis ON-OFF control and the yaw movement control was using open-loop control. The lower and upper limit values that were used in the Hysteresis ON-OFF control are 70 cm and 100 cm. The test results show the quadcopter can fly following the wall as far as 10.2 m and reaches a maximum height of 2,14 m.
Dagu RS003B75 Chassis Mobile Robot Platform sebagai Purwarupa MINION Mobile Mines & Intelligent Remote Detonator Robot Aditya Kurniawan; Kholilatul Wardani
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.120-133

Abstract

Dilihat dari jenis alutsista dan jumlah komponen peralatan pertahanan, Matra Darat Republik Indonesia memiliki komposisi 61% armored vehicles, 15% towed artillery, 14% tanks, 6.5% self-propelled guns dan sisanya adalah rocket projectors. Dilihat dari jenis alutsista yang dimiliki oleh matra darat, keseluruhanya adalah jenis alutsista yang sudah digunakan sejak jaman perang dunia kedua, sehingga untuk alutsista yang memiliki teknologi kendali jarak jauh atau otonom masih belum terlihat dalam data tersebut. Oleh karen itu pengembangan dalam alutsista jenis ini adalah hal strategis untuk dilakukan. Robot mobile kendali jarak jauh yang semi otonom MINION (Mobile mINes Intelligent remOte detoNator) adalah sebuah mobile robot yang dikendalikan jarak jauh dengan jaringan telekomunikasi nirkabel yang berfungsi sebagai mobile mines atau komponen alutsista berbahan peledak yang memiliki daya gempur massif. Robot mobile ini diharapkan menjadi sebuah prototipe alutsista kendali jarak jauh yang akan menambah daya gempur Angkatan Darat Republik Indonesia. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah sebuah prototipe mobile robot (MINION) dengan level TKT 5 dengan kesimpulan pengembangan yaitu 1) Material chassis yang digunakan untuk Minion adalah anodized aluminium yang tahan korosif berbentuk braket modular dengan tebal 2mm, 10mm pitch grid dengan lubang 4mm. 2) roda menggunakan material rubber dan didesain memiliki individual damper / shock absorber pada setiap roda dengan ukuran roda 120 mm x 60 mm untuk meningkatkan traksi pada tanah jenis entisol dan inceptisol 3) catu daya menggunakan baterai lithium polymer 5000mAh tipe 2S 1P 20C dengan kapasitas discharge current sebesar 100A yang akan di charge oleh Polycrystalline solar panel 20wp yang mampu melakukan pengisian baterai Minion sebesar 20% per hari. Judging from the type of defense equipment and the number of components of defense equipment, TNI has a composition of 61% armored vehicles, 15% towed artillery, 14% tanks, 6.5% self-propelled guns and the rest are rocket projectors. Types of defense equipment owned by the ground forces, all of them are types of defense equipment that have been used since the era of the second world war, thus equipment that has remote control or autonomous technology is still not visible in the data. Therefore, the development of this type of defense equipment is strategic and crucial. The semi-autonomous remote-controlled mobile robot MINION (Mobile Mines Intelligent Remote Detonator) is a remote-controlled mobile robot with a wireless telecommunications network that functions as mobile mines or components of explosive defense equipment that have massive firepower. This mobile robot is expected to become a prototype of a remote control defense system that will increase the fighting power of TNI. The results of this study include a prototype mobile robot (MINION) with TKT level 5 with development conclusions as follows 1) Chassis material used for Minion is a modular bracket corrosive resistant anodized aluminum with 2mm thick, 10mm pitch grid and 4mm holes. 2) the wheels are rubber material and designed to have individual dampers / shock absorbers on each wheel with a wheel size of 120 mm x 60 mm to increase traction on entisol and inceptisol soils 3) 5000mAh lithium polymer battery type 2S 1P 20C with discharge capacity current of 100A is used for power supply system charged by a 20wp Polycrystalline solar panel capable of charging the Minion battery by 20% per day.
Rancang Bangun Alat Batik Kulit Kepala Harimau Barongan Reyog Ponorogo Menggunakan Arduino Andhik Budi Santoso; Didik Riyanto; Gus Nanang Syaifuddin
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.11-20

Abstract

Ponorogo identik dengan kesenian dan kerajinan reyog, salah satunya adalah topeng Barongan. Material utama topeng Barongan adalah kayu dadap sebagai kerangka utama dan kulit harimau sebagai pelapis luarnya. Perburuan harimau dilarang keras dalam rangka konservasi satwa langka, sehingga memaksa pengrajin topeng Barongan mencari alternatif lain, salah satunya menggunakan kulit sapi yang diberi pola khas harimau. Namun teknik yang digunakan masih manual sehingga memerlukan ketelitian, ketekunan dan waktu yang relatif lama. Maka dalam penelitian ini dibuat alat batik kulit kepala harimau Barongan Reyog Ponorogo. Gerakan alat batik kulit Barongan diatur oleh G-Code dan diinput melalui Software Grbl sender. Arduino berfungsi sebagai kontroler yang selanjutnya dapat menggerakkan motor Stepper sebagai penggerak sumbu dan Solenoid sebagai penekan penbrush untuk pewarnaan. Hasil penelitian ini menunjukkan alat batik Barongan Reyog Ponorogo mampu membuat pola harimau pada ukuran 30 x 35 cm dan memiliki kualitas yang hampir sama dengan teknik manual dengan waktu pewarnaan 8 menit. Ponorogo has been famous for its Reyog arts and crafts, one of them is the Barongan mask. The main materials for the Barongan mask are Dadap wood as the mainframe and tiger leather as the outer coating. Tiger hunting is strictly prohibited in the context of the conservation of endangered species. To force the Barongan mask craftsmen for other alternatives, one of the alternatives is to use cow leather which is drawn with a typical tiger pattern. However, the technique used is still manual, meanwhile, the manual technique requires a lot of precision, persistence, and time. So the research aim is to design and implement the tool for drawing the Barongan tiger's scalp on Reyog Ponorogo. The movement of the Barongan leather batik tool was regulated by G-Code and input via the Grbl sender Software then accepted by Arduino as a controller which can then move the Stepper motor as an axis drive and the Solenoid as a pen brush press for coloring. The results of this study indicate that the Barongan Reyog Ponorogo batik tool can make a tiger pattern at a size of 30 x 35 cm and almost has the same quality as the manual technique with a coloring time of 8 minutes.
Rancang Bangun Sistem Monitoring PH dan Suhu Air pada Akuaponik Berbasis Internet of Thing (IoT) Dini Megawati; Kholidiyah Masykuroh; Danny Kurnianto
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.124-137

Abstract

Akuaponik yang menyatukan sistem budidaya tanaman hidroponik dengan ternak ikan sangat pesat belakangan ini karena menghemat lahan yang digunakan. Sistem akuaponik yang dibahas pada paper ini menggunakan ikan lele dan tanaman kangkung sebagai kombinasi akualtur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik mutualisme. Pada pembudidayaan sistem akuaponik ini dibutuhkan perhatian yang lebih terhadap air, karena air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ikan dan tanaman pada akuaponik. Hal yang perlu diperhatikan yaitu kadar keasaman dan suhu air. Selama ini para pemilik akuaponik masih menggunakan cara manual dalam memonitoring kadar air. Pada penelitian ini penulis membuat solusi suatu kontrol kondisi air menggunakan sensor pH dan suhu berbasis Internet of Things yang menggunakan Arduino Uno sebagai pengontrol mikropengendali, sensor pH digunakan untuk mendeteksi kadar keasaman air, sensor suhu untuk pembacaan suhu menggunakan DS18b20, dan Wemos D1 Mini sebagai interface wifi untuk mengirim data ke firebase. Aplikasi MIT App Inventor digunakan untuk menampilkan data di smartphone pengguna. Dari hasil pengujian akurasi sensor pH air asam didapatkan rata-rata erorr sebesar 7,77%, air murni rata-rata erorr sebesar 6,97%, dan air basa rata-rata erorr sebesar 2,59%. Hasil pengujian akurasi sensor suhu air panas didapatkan rata-rata erorr sebesar 1,59%, air normal rata rata erorr 1,40%, dan suhu air panas didapatkan rata-rata erorr 1,02%. Aquaponics, which combines hydroponic cultivation systems with fish farming, is swift recently because it saves land. In this aquaponics system, catfish and kale are used to combine accumulation and hydroponics in a symbiotic mutualism environment. This aquaponics cultivation system requires more attention, such as water and temperature conditions. Water is an essential factor in the growth of fish and plants in aquaponics. Things that need to be considered are the acidity and the temperature of the water. Mostly, aquaponics owners still use manual methods to monitor water levels. In this paper, we controlled the water condition using a pH and temperature sensor. This system is based on the Internet of Things that using Arduino Uno as a microcontroller controller, a pH sensor used to detect water acidity, and a temperature sensor (DS18b20) for temperature reading, and Wemos D1 Mini as a wifi interface for sending data to Firebase, and the MIT App Inventor application as an application for display on the user's smartphone. Based on the results, the accuracy of the pH sensor for acidic water is 7.77% of error, pure water had an average error of 6.97%, and alkaline water had an average error 2.59%. The results of testing the accuracy of the hot water temperature sensor obtained an average error of 1.59%, normal water had an average error of 1.40%, and the temperature of hot water obtained an average error of 1.02%.
Smart Home System Berbasis IoT dan SMS Heri Andrianto; Gandha Intan Saputra
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.40-48

Abstract

Pada umumnya, pemilik rumah merasa cemas ketika meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama. Kemajuan teknologi pada saat ini memungkinkan pengembangan perangkat IoT untuk melakukan pengawasan dan pengendalian berbagai peralatan elektronik kapan saja dan mana saja. Pada makalah ini, kami telah merancang dan merealisasikan smart home system berbasis IoT dan SMS untuk mengendalikan dan mengawasi peralatan elektronik rumah serta mengirimkan pemberitahuan kejadian penting kepada pemilik rumah melalui SMS. Pengawasan dan pengendalian peralatan elektronik rumah dilakukan melalui web, sedangkan pemberitahuan adanya pencuri dan kebocoran gas dikirimkan kepada pemilik rumah melalui SMS. Perangkat keras yang digunakan pada smart home system terdiri dari arduino mega2560, modul IoT (Esp8266), modul GSM (SIM800L), sensor gerakan (PIR), sensor suhu dan kelembaban (DHT11), sensor cahaya (LDR), sensor gas (MQ2), dan modul RTC (DS1307). Hasil pengujian smart home system secara keseluruhan menunjukan bahwa sistem telah berfungsi dengan baik dan memiliki tingkat keberhasilan sebesar 100%.
Wireless Last Mile Study in Rural Areas Bagus Aditya; Galih Nugraha Nurkahfi; Christoporus Ivan Samuels
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.100-107

Abstract

Internet access has become a primary human need. During the COVID 19 pandemics, almost all activities such as studying and working online. However, several rural areas still did not have internet access due to weak cellular signals. Internet access in rural areas can have various alternatives, such as VSAT (satellite). It needs an inexpensive and precise way to complete the internet access coverage because many customers were concentrated in areas far from the VSAT terminal. WLAN 802.11n was an alternative way to expand the range of internet coverage with low cost and easy implementation. Our case study uses the 5GHz frequency with a sectoral antenna as the multi-hop point-to-point backhaul network's frequency to avoid the risk of channel interference on the backhaul. On the other hand, 2.4GHz frequency with an omnidirectional antenna serves smartphone customers. On the test results, the network latency between multihop access point, has a maximum value of 19,894 ms. This result means that the latency obtained can be categorized as preferred VoIP services based on ITUT G.1010 in the local network. Then for the customer on the fourth hop, 3968 meters from the VSAT terminal, the UDP data rate of 1.04Mbps was stable, and the TCP data rate decreased to 1.26Mbps. This paper emphasizes the use of multihop 5Ghz WLAN 802.11n as a backhaul to expand internet access coverage from VSAT in rural areas, where the concentration of customers was far apart and there were many buffalo horn barriers in traditional homes and buildings.

Page 9 of 19 | Total Record : 187