cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TELKA - Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol
ISSN : 25021982     EISSN : 25409123     DOI : -
Jurnal TELKA merupakan jurnal yang sepenuhnya diperiksa oleh Redaksi Ahli yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Redaksi menerima artikel ilmiah berupa hasil penelitian, gagasan, dan konsepsi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal ini terbit 2 kali secara online dan cetak (terbatas) dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal meliputi bidang ilmu Teknik Elektro, maupun studi-studi interdisipliner yang terkait. Bidang-bidang tersebut meliputi, antara lain: Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi, Kontrol, dan Sistem Tenaga.
Arjuna Subject : -
Articles 187 Documents
Prototipe Sistem Keamanan Rumah Berbasis Web dan SMS Gateway Eki Ahmad Zaki Hamidi; Mufid Ridlo Effendi; M Rizki Ramdani
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.56-65

Abstract

Kenyamanan sebuah rumah tinggal perlu didukung oleh sistem keamanan yang tersistematis dan dapat dimonitor dari jarak jauh. Modul SIM800L sebagai media komunikasi SMS dan Web sebagai antarmuka dapat digunakan sebagai alat untuk monitoring rumah secara jarak jauh. Penelitian ini bertujuan membangun prototipe sistem keamanan rumah berbasis web dan SMS gateway. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan riset pengembangan (RnD). Penelitian ini menggunakan Arduino dan mikrokontroller Atmega2560 yang berfungsi mengambil data dari sensor PIR serta menjadi input untuk buzzer yang berfungsi sebagai alarm. Jangkauan dan respon PIR diuji dalam beberapa kondisi suhu ligkungan yang berbeda. Modul SIM800L akan mengirimkan SMS bagi pengguna. Untuk melihat kondisi ruangan rumah, tracking IP Camera dilakukan menggunakan motor servo. Pengujian menunjukan bahwa sensor PIR mampu melacak setiap pergerakan dengan suhu 27 derajat celcius pada radius pergerakan 4-7 meter dengan delay rata-rata 2 detik. Mikrokontroller mengirimkan perintah ke buzzer untuk membunyikan alarm dan SMS akan terkirim pada pengguna. Monitoring juga dapat dilakukan pengguna melalui web. Prototipe sistem yang dikembangkan dapat berjalan sesuai dengan target.
Prototipe Elektrokardiograf Tiga Lead Berbasis Komputer Jinjing Aulia Eka Putra; Kiki Prawiroredjo; Henry Candra; Engelin Shintadewi Julian; Gunawan Tjahjadi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.144-160

Abstract

Penyakit jantung masih menjadi ancaman di Indonesia, menurut Kementerian Kesehatan, pada tahun 2014 penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab kematian tertinggi setelah stroke. Persentase terbesar penyakit kardiovaskuler adalah pada gangguan irama jantung. Instrumentasi medik elektrokardiograf (EKG) digunakan untuk mendeteksi sinyal biopotensial yang dihasilkan jantung sehingga dapat didiagnosis oleh dokter spesialis jantung. Penelitian ini mengusulkan sebuah prototipe sistem rekam jantung EKG yang ekonomis, dengan memanfaatkan suatu program aplikasi menggunakan bahasa pemrograman C Sharp. Sistem menggunakan 3 buah surface electrodes, modul AD8232, dan modul Arduino Uno sebagai komponen pembentuk instrument elektrokardiograf. Surface electrodes berfungsi menangkap sinyal aktivitas listrik pada jantung yang dikondisikan oleh modul AD8232 dan diubah menjadi sinyal digital pada  Arduino.  Tampilan pada layar komputer memperlihatkan jumlah denyut jantung per menit (BPM) dan grafik gelombang EKG yang dapat dibaca nilai amplitudo dan lebar waktu gelombangnya. Berdasarkan hasil perbandingan pengujian antara prototype EKG terhadap Portable Easy ECG Monitor PC-08B didapati kesalahan rata-rata parameter gelombang jantung yaitu pada denyut jantung per menit 1,19%, pada interval R-R 2.44%, pada interval P-R 2,05 %, pada interval Q-T 1,16 %, pada interval waktu gelombang P 2,58 %, pada interval waktu gelombang QRS 2,07 %, pada interval waktu gelombang T 3,26 %, pada nilai amplitudo QRS 3,40 %, pada nilai amplitudo gelombang P  4 %, dan pada nilai amplitudo gelombang T 4,10 %. Heart disease was a threat in Indonesia, according to the Ministry of Health in 2014 coronary heart disease (CHD) was the highest cause of death after stroke. The largest percentage of cardiovascular disease was in heart rhythm disorders. Electrocardiograph (ECG) was used to detect biopotential signals generated by the heart. This research proposed a low cost electrocardiograph (ECG) prototype by utilizing an application using C Sharp. The system consisted of three surface electrodes, an AD8232 module, and an Arduino Uno module. Surface electrodes detected the electrical activity signal from the heart that was conditioned using AD8232 module and converted to digital signal in Arduino Uno. The bit per minute (BPM) of the heart and the ECG graph are displayed on the laptop screen with graticule to measure the amplitude and the width of the wave. Based on the test results of the ECG prototype compare to the Portable Easy ECG Monitor PC-08B, it is found that the average error of heartbeat per minute  is 1.19 %, the R-R time interval is 2.44 %, the P-R time interval is 2.05 %, the Q-T time interval is 1.16 %, the P wave time interval is 2.58 %, the QRS time interval is 2.07 %,  T wave time interval is 3.26 %, the QRS amplitude is 3.40 %, the P amplitude is 4 %, and the T amplitude is 4.10 %.
Analisis Pengaruh Koefisien Watermarking pada Citra RGB dengan Menggunakan Perbandingan DCT dan DWT Kholidiyah Masykuroh
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.62-70

Abstract

Perkembangan internet yang semakin pesat dan kemudahan akses informasi digital menjadi peluang terjadinya cybercrime. Teknik pengamanan diperlukan pada informasi yang akan dikirimkan melalui media transmisi baik wireless maupun wired. Melalui penerapan watermarking diharapkan informasi terjaga dari serangan, penyisipan, penghapusan data, dan penggantian data. Penelitian ini membahas perbandingan metode watermarking menggunakan Discrete Cosine Transform (DCT) dan Discrete Wavelet Transform (DWT) pada citra berwarna. Means Square Error (MSE) dan Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) merupakan parameter uji untuk mengukur rasio perbandingan citra asli dan citra watermarking. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perbedaan jenis transformasi yang digunakan mempengaruhi nilai SNR citra RGB. Citra RGB dengan menggunakan DCT memiliki nilai SNR yang lebih tinggi dibandingkan dengan DWT yang ditunjukkan dengan nilai SNR citra Peppers 30 dB. Nilai koefisien yang diberikan pada citra yang disisipkan bervariasi mulai dari 5, 10, dan 50. Nilai ini mempengaruhi nilai SNR citra RGB dengan transformasi DCT. Along with the rapid development of the internet and the ease of access to digital information, cybercrime has a chance to occur. Security techniques are needed for information to be transmitted via transmission media, either wireless or wired. The application of watermarking has an opportunity to protect the information from attacks, insertion, deletion, and data replacement. This research discusses the comparison of watermarking methods using Discrete Cosine Transform (DCT) and Discrete Wavelet Transform (DWT) on color images. Means Square Error (MSE) and Peak Signal to Noise Ratio (PSNR) are a method to test parameters for measure the original image's ratio to the watermark image. The test results showed that the different types of transformations affect the SNR value of the RGB image. RGB image using DCT has a higher SNR value than DWT, which is indicated by the SNR value of Peppers image 30 dB. The coefficient value given to the inserted image varies from 5, 10, and 50. This value affects the SNR value of RGB images with DCT transformation.
Rancang Bangun Penstabil Drone S2GA Berbasis Metode Fuzzy Logic Menggunakan Arduino Wahyu Pambudi; Yudhi Darmawan; Priska Choirina
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 2 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n2.104-112

Abstract

UAV merupakan wahana teknologi canggih yang sering digunakan di bidang militer untuk misi pengintaian. UAV terdiri dari beragam jenis, salah satunya yaitu quadcopter. Quadcopter yang digunakan dalam misi militer biasanya mempunyai masalah ketidakstabilan ketika quadcopter tersebut terbang membawa senjata. Oleh karena itu, maka diperlukan sebuah sistem untuk mengatur kestabilan dari percepatan motor quadcopter. Pada paper ini dipaparkan sebuah desain system dari stabilizer drone dengan metode logika fuzzy menggunakan 3 derajat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfigurasikan kontrol kestabilan quadcopter yang optimal setelah diterapkan metode fuzzy logic inferensi Tsukamoto. Input dari system ini adalah percepatan dan perubahan percepatan. Sedangkan output yang dihasilkan berupa kecepatan motor. Untuk mengetahui error dilakukan pengujian ketepatan posisi 5 kali pada ketinggian 1-3 meter. Sedangkan untuk mendapatkan waktu quadcopter untuk kembali ke posisi semula dapat menggunakan stopwatch. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfigurasikan kontrol kestabilan quadcopter yang optimal setelah diterapkan metode fuzzy logic inferensi Tsukamoto. Hasil penelitian dengan logika fuzzy untuk kestabilan menunjukan nilai rise time sebesar 0,7 detik, settling time 2,55 detik, overshoot sebesar 15 % ketika menerima gangguan sebesar 45cm, dan nilai steady-state 69,55 cm dengan simpangan baku sebesar ± 1,775 cm. Hasil tersebut memberikan akurasi dalam menentukan kestabilan yang lebih baik pada quadcopter. UAV is one of the advanced technology that used in the military for reconnaissance missions. UAV consists of various types, one of them is a quadcopter. Since the quadcopter in military missions has an instability problem when they fly with a weapon, they needed to stabilize the acceleration of a quadcopter motor. This paper presents a design system of drone stabilizer using fuzzy logic method based on 3 degrees of freedom to improve stability. Fuzzy logic that used to configure optimal quadcopter stability control is Tsukamoto's inference fuzzy logic method. The input of this system are acceleration and acceleration change. While, the output of this system is the speed of motor. We did 5 times experiment to find out the accuracy of this system at an altitude of 1-3 meters. Furthermore, to get the quadcopter time from return to its original position we used a stopwatch. Based on the experiments, we obtained a rise time value of 0.7 seconds, settling time of 2.55 seconds, overshoot of 15% when receiving interference of 45cm, and a steady-state value of 69.55 cm with a standard deviation of ± 1.775 cm. These result show that fuzzy logic provide a better accuracy in determining stability on quadcopter.
Working Fluid Candidates Selection for 100kW Ocean Thermal Power Generation Based on Environmental, Safety, and Thermodynamic Constrains Burhanuddin Halimi; R Y Atolah; E Julianti; I M W Kastawan
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.20-28

Abstract

Due to its equatorial location, Indonesia has a huge amount of ocean thermal energy resource. However, this alternative renewable energy resource is still not well developed yet. In this paper, a selection procedure of working fluid for a 100 kW ocean thermal power generation is presented. The screening process was based on environmental, safety and thermodynamic constrains to obtain the best working fluid for this application. Five working fluid candidates are analyzed i.e. ammonia, butane, butene, isobutane, and isobutene. In term of environmental and safety aspects, ammonia is the best solution. But in thermodynamic point of view, isobutane shows the highest power conversion efficiency of 6.13%, whereas ammonia’s efficiency is only 1.87% for the same power output.
Sistem Pengaturan Pulse Width Modulation Motor Pada Robot Pembawa Makanan atau Minuman Menggunakan Joystick Andika Enggal Ramadhan; Djuniadi Djuniadi; Esa Apriaskar
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.134-143

Abstract

Teknologi robotika kini sudah semakin berkembang pesat, hal ini ditunjukkan banyak sekali penggunaan teknologi robot yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu pekerjaan manusia. Robot pengantar makanan atau minuman juga menjadi salah satu teknologi robotika yang kini semakin marak dikembangkan. Banyak peneliti yang sudah mulai mengembangkan robot sebagai alat pembantu pekerjaan manusia untuk pengantar makanan dan minuman. Pada robot tersebut, proses untuk mengatur kecepatan roda penggeraknya dapat menggunakan kontrol langsung atau kontrol tidak langsung. Pada penelitian ini, pengontrolan secara tidak langsung dilakukan menggunakan joystick untuk mengatur masukan pulse width modulation yang kemudian dikonversikan menjadi kecepatan robot. Pengaturan ini dibantu dengan mikrokontorller ATMEGA 328P sebagai alat untuk komputasi dan eksekusi jari program. Sehingga kecepatan robot dapat diatur dengan sempurna. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa perubahan PWM awal pada saat robot dari kondisi diam menuju berjalan dengan perubahan kecepatan yang linier terhadap perubahan sinyal analog dari joystick, sehingga pergerakan robot lebih stabil. Nowdays, robotics  was growing rapidly, it is widely used in everyday life to help human work. Food or beverage delivery robots are also one of the robotics technologies that are increasingly being developed today. Many developers has started to develop food or beverage delivery robots. In order to adjust the speed of the robots, we can use direct or indirect control. This study uses indirect control using joystick as  a regulator of pulse width modulation which is converted to robot speed. Furthermore,, we used  ATMEGA 328P microcontroller for computing and finger execution of the program. So that the speed of the robot can be adjusted perfectly. The result show that the initial PWM changes when the position of robot is  rest to walking has  linear change in speed  to changes in the analog signal from the joystick, so that the robot's movement is more stable.
Kendali Posisi Motor DC Menggunakan Logika Fuzzy Interval Tipe 2 Adnan Rafi Al Tahtawi
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.1-10

Abstract

Kendali posisi motor DC sangat diperlukan dalam berbagai sistem dinamik. Karaketristik kekokohan pengendalian menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam pengendalian posisi motor DC. Makalah ini bertujuan untuk mengusulkan metode pengendalian posisi motor DC menggunakan kendali Interval Type 2 Fuzzy Logic (IT2FL). Berbeda dengan pengendali logika fuzzy tipe 1, pengendali ini memiliki fungsi keanggotaan dengan Footprint of Uncertainty (FoU) di setiap variabel linguistik. Kelebihan inilah yang menyebabkan kendali logika fuzzy tipe 2 memiliki karakteristik kekokohan terhadap ketidakpastian parameter sistem. Penelitian ini menggunakan simulasi Matlab/Simulink untuk menunjukkan respon pengendalian dengan penambahan sinyal derau dan dua skenario FoU. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengendali IT2FL menghasilkan performa lebih baik dibandingkan pengendali logika fuzzy tipe 1 dalam mengatasi derau pengukuran. Pada pengendali IT2FL, FoU 0,2 menghasilkan integral error yang lebih kecil dibandingkan FoU 0,1 dengan selisih terkecil sebesar 0,001. Position control of DC motor is indispensable in various dynamic systems. Control robustness characteristics are one of the things that must be considered in controlling the position of a DC motor. This paper aims to propose a DC motor position control method using an Interval Type 2 Fuzzy Logic (IT2FL) controller. Unlike the type 1 fuzzy logic controller, this controller has a membership function with a Footprint of Uncertainty (FoU) in each linguistic variable. The benefits of it cause the type 2 fuzzy logic control to have robust characteristics against the uncertainty of system parameters. This study uses a Matlab / Simulink simulation to show the control response with the addition of a noise signal and two FoU scenarios. The simulation results show that the IT2FL controller produces better performance than the type 1 fuzzy logic controller in overcoming measurement noise. In the IT2FL controller, FoU 0.2 produces an integral error that is smaller than FoU 0.1 with the smallest difference of 0.001.
Pengendali PID untuk Pengaturan Kecepatan Gerak Robot Omnidireksional Tiga Roda Putra Wisnu Agung Sucipto; Annisa Firasanti
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 6, No 1 (2020): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v6n1.66-74

Abstract

Gerak robot omnidireksional dibangkitkan dengan cara mengatur kecepatan putaran pada tiga roda omnidireksional yang terpasang pada poros penggerak agar mampu bergerak ke segala arah tanpa perlu reorientasi. Pengaturan kecepatan ini membutuhkan metode dan strategi pengendalian yang tepat. Ketepatan ini berhubungan erat dengan kemampuan robot untuk tetap kokoh ketika berhadapan dengan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah pengendali gerak robot omnidireksional menggunakan pengendali PID. Data hasil penelitian menunjukan bahwa manuver gerak robot ini dipengaruhi oleh pengaturan arah dan besar nilai kecepatan ketiga motor penggerak yang terpasang pada robot. Berdasarkan set point sebesar 100 rpm dengan perintah arah gerak maju, catatan kriteria tanggapan peralihannya adalah waktu naik pada detik ke 2.8, waktu puncak pada detik ke 4 dan waktu keadaan mantap detik ke 4. Kesalahan keadaan mantap cenderung mendekati nol, dengan nilai sebesar 0.71 rpm, tanpa adanya lewatan dan variasi puncak-puncak tanggapan. Tanggapan ini diperoleh dengan pengaturan parameter konstanta pengendali PID untuk motor kiri dan kanan masing-masing adalah [0.000999747; -0.00002725;-50] dan [-0.000554; -0.00585;0].
Identifikasi Amplitudo dan Sudut Kedatangan Sinyal Menggunakan Metode Forward-Backward APES pada Radar Multi-Antena Sapriansa Sapriansa; Syahfrizal Tahcfulloh
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 2 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n2.89-99

Abstract

Jenis sistem radar multi-antena ada dua macam yaitu phased-array (PA) dan Multiple-input Multiple-Output (MIMO). Parameter yang digunakan untuk menguji kinerja radar PA dan MIMO ada banyak sekali yang salah satunya adalah estimasi parameter yang berkaitan dengan jumlah target deteksi. Estimasi parameter termasuk di dalamnya yaitu sudut kedatangan sinyal (direction of arrival, DoA) dan amplitudo sinyal pantulan. Penelitian ini mengusulkan perluasan dari pendekatan estimasi parameter yaitu amplitudo and phase estimation (APES) yang dinamakan forward-backward APES (FBAPES). Pendekatan ini memberikan perbaikan resolusi terhadap estimasi amplitudo dan DoA dari sinyal pantulan target radar yang dikomparasikan dengan estimator konvensional seperti least squares (LS). Formulasi dan evaluasi kinerja estimator yang diusulkan akan diuji berdasarkan berbagai faktor seperti besar radar cross section (RCS), resolusi sudut antar dua target, dan jumlah elemen antena di transmitter-receiver (Tx-Rx). Resolusi sudut deteksi yang diperoleh untuk estimator ini lebih baik dari estimator LS, sebagai contoh untuk M = N = 8 maka diperoleh resolusi sudut 3o sedangkan estimator LS sebesar 5,8o. There are two types of multi-antenna radar systems, i.e. the phased-array (PA) and the multiple-input multiple-output (MIMO). There are many parameters used to test the performance of the PA and the MIMO radars, one of which is parameter estimation related to the number of detection targets. Estimated parameters include the angle of arrival of the signal (direction of arrival, DoA) and the amplitude of the reflected signal. This study proposes an extension of the parameter estimation approach, namely amplitude and phase estimation (APES), which is called forward-backward APES (FBAPES). This approach provides improved resolution of the amplitude and DoA estimates of the reflected radar target signal compared to conventional estimators such as least squares (LS). The formulation and evaluation of the performance of the proposed estimator will be carried out based on various factors such as variations in radar cross section (RCS), angular resolution between two targets, and the number of antenna elements in the transmitter-receiver (Tx-Rx). The resolution of the detection angle obtained for this estimator is better than the LS estimator, for example for M = N = 8 then the angle resolution is 3o while the LS estimator is 5.8o.
Pengaruh Harmonic pada Peralatan Tegangan Satu Phasa di Ruangan Administrasi Bandara Catra Indra Cahyadi; I Gusti Agung Ayu Mas Oka; Yanti Daryanti
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 7, No 1 (2021): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v7n1.71-76

Abstract

Beban non linier yang belum berbentuk gelombang sinusoidal telah terdistorsi oleh distorsi harmonisa arus. Beban non linier merupakan salah satu penyebab timbulnya distorsi yang dapat mengakibatkan kualitas daya listrik semakin buruk. Paper ini membahas hasil simulasi penggunaan filter tunggal yang disetel untuk mengurangi distorsi yang disebabkan oleh beban non linier akibat personal computer dan printer untuk pencetakan. Pengukuran menggunakan alat power quality analyzer fluke. Hasil pengukuran terhadap 4 merk PC yang berbeda menunjukan bahwa nilai beban non linier yang dihasilkan mengalami penurunan. Beban personal komputer merk A dari THDi sebesar 120,7 % menurun menjadi 110,8% , merk B dari THDi sebesar 121,9% menjadi 109,9 %, merk C dari THDi sebesar 150,1% menurun menjadi 100,2 %, merk D dari THDi sebesar 176,2% menurun menjadi 104,1 %. Penurunan total harmonic distorsion arus setelah direduksi sebesar 0,8 – 1 %. Penggunaan filter berhasil menurunkan nilai THDi. Non-linear loads that have not been in the form of sinusoidal waves have been distorted by current harmonic distortion. Non-linear loads, one of the causes of distortion can cause the quality of electric power to get worse. Research on the simulation method uses a single filter as a filter that is adjusted to reduce distortion caused by non-linear loads using personal computers and printers for printing machines. Where the measurement uses a Fluke Power quality analyzer, the resulting non-linear load value is obtained on non-linear loads with personal computer loads brand A has a THDi of 120.7% decreasing to 110.8%, brand B THDi of 121.9% becomes 109.9%, the C THDi brand by 150.1% decreased to 100.2%, the D THDi brand by 176.2% decreased to 104.1% where the decrease in the total harmonic current distortion after reduction was 0.8 - 1%. The use of a filter was successful in lowering the THDi value.

Page 8 of 19 | Total Record : 187