cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
bhaktipersada@pnb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 24774022     EISSN : 25805606     DOI : http://dx.doi.org/10.31940/bp
Core Subject : Education,
Focus and Scope: - The result of applied research of sciences, technology, and arts - The result of social services to the society
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2018): November 2018" : 5 Documents clear
PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK, PENCAHAYAAN DAN AIR BERSIH DI PURA RIJASA DESA BAHA, MENGWI Made Rasta; I G.K. Abasana; I N. Suamir; P.W. Sunu; IW A Subagia; I K Widana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 2 (2018): November 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.127 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i2.1048

Abstract

Temple as a holy place of Hinduism in Bali inherited by the ancestors needs to be preserved. Temple as a means of worshiping God has a very broad dimension, in which there are various kinds of natural forces that can lead us to safety and happiness in this life. Temples that have old age due to the influence of time, are naturally damaged. In such conditions, the people are obliged to make improvements. The development carried out should continue to maintain its original function for its sustainability. The restoration carried out by the funding community was supported by the assistance of the Badung Regency Government and the descendants of the people and donations from donors. The main problem of the people is the limited availability of funds needed to repair the temple. Another thing that is urgently needed by the people is the availability of lighting and clean water. The purpose of this service is the availability of lighting and clean water in the temple to support temple activities. Religious ceremonies are essentially not only religious dimensions, but also social, artistic, economic, management and other dimensions. Through religious ceremonies, it can be fostered harmony between fellow human beings, families, one village with another village. Religious ceremonies also train people to be able to organize and are management exercises in regulating the course of the ceremony. Through religious ceremonies, ethics and aesthetics are also fostered. Religious ceremonies are very potential motivators to preserve or develop cultural arts, both the sacred and the profane. Even religious ceremonies are one of the attractions of tourism and can support human life. All religious cultures in the form of religious ceremonies are human endeavors to draw closer to Ida Sang Hyang Widi wasa to realize lasting peace and happiness. Balinese culture actually upholds the values of balance and harmonization, reflected in the teachings of Tri Hita Karana (three causes of welfare). If humans are able to maintain a balanced and harmonious relationship with these three aspects, welfare will be realized. Construction of temples complete with facilities and infrastructure, is expected to provide broad benefits for the community in developing tourism in Badung and Baha especially. Increasing the quality of the people, both as individual beings and as social beings. Community welfare will indirectly increase through economic performance and changes in the economic structure generated by the development of tourism.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) DI JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI BALI Wayan Suryathi; I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Komang Mahayana Putra; Ni Ketut Sukasih
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 2 (2018): November 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.639 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i2.1014

Abstract

Adapun tujuan jangka panjang pengabdian masyarakat ini dalam skema Pengembangan Kewirausahaan ini adalah:1) terwujudnya pusat pendidikan dan pelatihan mahasiswa yang dapat mengcover potensi , bakat dan minat entrepreneurship secara berkesinambungan, 2) adanya wadah pendidikan dan pelatihan bisnis dengan struktur pembinaan dan pengelolaan yang mandiri, 3) mengembangkan berbagai kreativitas, ide, gagasan inovatif sebagai pintu awal memperoleh peluang bisnis yang profitabilitas. Tujuan jangka pendek adalah: 1) merekrut tenant minimal sebanyak 20 mahasiswa, 2) melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan jiwa dan karakter entrepreneurship, ketrampilan manajerial dan ketrampilan teknis, 3) menghasilkan 5 wirausaha baru dengan produk/jasa berbasis IPTEK Adapun rencana jangka pendek dalam pengabdian ini adalah : Menyediakan tempat dan ruang yang terkoordinir bagi wirausaha mahasiswa sebagai unit informasi dan layanan jasa dan produk, Memberikan sarana prasarana penunjang yang diperlukan dalam pelatihan fungsi-fungsi perusahaan bagi mahasiswa sesuai potensi dan bakat wirausaha muda, baik yang telah memiliki usaha maupun mahasiswa yang baru akan mendirikan usaha, Menyediakan narasumber dari berbagai para ahli, pakar praktisi, pakar bahasa, pakar pengembangan kepribadian, dosen, teknisi untuk membimbing dan melatih peningkatan ketrampilan manajerial, ketrampilan teknis dan karakter entrepreneurship dibidang kelompok bisnis yang telah dibentuk, Menjalin kerjasama dengan lembaga bisnis dan keuangan, perusahaan tekhnologi dan informasi serta media massa sebagai mitra usaha. Sedangkan target khususnya adalah pemberdayaan potensi,bakat dan minat kewirausahaan mahasiswa melalui, sehingga dapat memperkenalkan, melaunching dan menjual produk/jasa. Selanjutnya dapat memiliki pelanggan untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis. Metode yang akan dipergunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah: Mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa dan dosen diJurusan administrasi Niaga Membentuk tim pembina dan pelaksana penyaringan potensi, minat dan bakat mahasiswa calon tenant Pembentukan kelompok bidang bisnis yang terbagi menjadi kelompok usaha jasa/service dan kelompok usaha produksi, Mengadakan pelatihan dan pembimbingan peningkatan karakter kewirausahaan, ketrampilan manajerial dan ketrampilan teknis dalam menghasilakan wirausaha baru ( minimal 5 orang) Pemberian bantuan sarana prasarana praktek atau permodalan usaha Membuat buku panduan pelatihan dan praktek kerja mahasiswa, Mengadakan kemungkinan memorandum of understanding (MOU) dengan pihak industri sebagai pendamping dan tempat magang Melakukan evaluasi pembinaan dan pengembangan kewirausahaan setiap tahun
PKM PENGELOLAAN KEUANGAN BANJAR ADAT DI DESA SANGEH, PROVINSI BALI I Wayan Suasnawa; I Made Sura Ambara Jaya; Ida Bagus Ketut Sugirianta
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 2 (2018): November 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.109 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i2.1067

Abstract

Mitra kami, Banjar Brahmana dan Banjar Sibang terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Pengelolaan keuangan banjar di kedua mitra ini masih sangat sederhana baik itu yang menyangkut peralatan, pembukuan, perhitungan maupun sistem yang dipergunakan masih sangat konvensional. Selain itu juga masih kurangnya pengetahuan dan ketrampilan pengelola dana simpan pinjam dalam hal pembukuan dan penggunaan komputer. Banjar Brahmana mengelola dana sebesar Rp. 468.943.000,- dengan rata-rata pendapatan hasil bunga uang sebesar Rp. 7-8 juta per 35 hari. Banjar Sibang mengelola dana sebesar Rp. 749.495.567,- dengan rata-rata pendapatan bunga uang Rp. 11 juta dalam 35 hari. Dalam mengatasi permasalahan peralatan yang masih konvensional maka dilakukan pengadaan berupa perangkat komputer dan perlengkapan yang diperlukan. Sistem simpan pinjam yang masih konvensional ditingkatan dengan perbaikan pembukuan simpan pinjam dengan memberikan kartu angsuran dan pelatihan pembukuan. Selanjutnya pengadaan sistem berupa software simpan pinjam serta pelatihan penggunaannya supaya pengelola dapat menggunakan sistem. Dengan pengelolaan keuangan dana yang lebih baik maka usaha simpan pinjam ini dapat berkembang dan dapat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan kegiatan adat wilayah banjar kedua mitra.
PEMBERDAYAAN POTENSI WISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA PEKRAMAN NEGARA, BATUAN, SUKAWATI GIANYAR I Nyoman Meirejeki; I Ketut Suarta; I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Widiantara; A. Agung Putu Swabawa
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 2 (2018): November 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.413 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i2.1187

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Desa Pekraman Negara, desa Batuan, sukawati, Gianyar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasikan potensi dan daya tarik dan merancang jalur trekking sebagai produk wisata unggulan yang akan ditawarkan di desa pekraman Negara. Metode pelaksanan pengabdian dan pengumpulan data yang digunakan adalah metode: observasi, wawancara, focus group discussion, partisipatory research action,dan pendampingan. dengan menggunakan judgement sampling method. Sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis sintesis. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa di desa pekraman Negara terdapat potensi wisata yang bisa dikembangkan menjadi produk wisata, yaitu; 1). sumber daya alam yang berupa: sungai, sawah, dan tebing, 2) sumber daya budaya yang berupa: tempat beribadah, upacara tradisional, benda hasil karya seni dan kegiatan budaya, dan rumah adat tradisional Bali. Sarana pariwista yang sudah eksis berupa: usaha kuliner, yoga, gallery lukisan dan gallery gold & silver. Produk wisata yang dibangun dalam pengabdian ini adalah jalur trekking yang proses pelaksanaanya: identifikasi potensi dan menentukan tempat signage, pembuatan signage, penataan jalur trekking, pemasangan signage, pembentukan kelembagaan, dan membuat program marketing. Implikasi dari pembuatan jalur trekking dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa pekraman Negara
MEKANISASI BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PETANI Made Rasta; Putu Wijaya Sunu; I Wayan Adi Subagia; I K Widana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 2 (2018): November 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.167 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i2.1021

Abstract

Mushrooms are one type of food that needs attention regarding community food security. White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is currently quite popular and much loved by the public because of its delicious taste and high nutritional value. Aside from being a food ingredient, oyster mushrooms are also useful as health or medicine. White oyster mushroom cultivation is one of the agribusiness businesses that have a large business opportunity because it has an increasing economic value. Pleurotus ostreatus is known as a fungus that is easily cultivated and is widely developed on wood substrate media that has been packaged in plastic bags and then incubated and maintained in a contact house. On the other hand, the presence of mushroom commodities in the market is still scarce, the scarcity of mushrooms due to the lack of mushroom cultivation producers and the activity of mushroom production is not optimal. Partner problems are an understanding of innovation and technology that supports and can help ease the work of mushroom cultivation to increase production is still limited. The aim to be realized from this activity is to strengthen and increase the capacity of innovation and technology in mushroom cultivation so that the productivity and economy of mushroom farmers can be increased. In order to overcome these obstacles an automatic temperature and humidity regulation system, baglog press machine and training on machine operation and marketing management are carried out. The results of the Community Partnership Program (PKM) activities are the availability of mushroom house temperature and humidity control machines, baglog press machines. So that is expected to increase production and have an impact on the economy of mushroom farmers that are getting better.

Page 1 of 1 | Total Record : 5