Articles
236 Documents
Pemanfaatan Bahan Limbah Cangkang Sawit sebagai Bahan Pengisi Agregat Kasar pada Beton
Riadi, Hafiz;
Danil, Danil
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 2 (2016): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v1i2.119
Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang terbesar di dunia yang memiliki kekayaan alam dari sektor perkebunan diantaranya adalah perkebunan kelapa sawit. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki lahan kelapa sawit yang luas dan tidak menutup kemungkinan limbah kelapa sawit akan melimpah pula. Salah satu pemanfaatan limbah yang dihasilkan oleh kelapa sawit yaitu dengan menggunakan Bongkahan Cangkang Sawit (BCS) sebagai bahan pengisi agregat kasar. Bongkahan Cangkang Sawit yang digunakan berasal dari Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (CPO) yang berasal dari Aceh Timur. paving block dan rabat beton lantai.
Bahaya Kontaminasi Logam Berat Merkuri (Hg) dalam Ikan Laut dan Upaya Pencegahan Kontaminasi pada Manusia
Hananingtyas, Izza
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i2.120
Produk pangan mentah terutama dari hasil laut memiliki tingkat pencemaran logam berat yang mengkhawatirkan akibat semakin banyaknya bahan pencemar yang masuk dalam lingkungan perairan Indonesia yang berasal dari pembuangan limbah industri di sepanjang wilayah pantai dapat menjadi sumber racun bagi kehidupan perairan. Adanya kandungan logam berat di perairan Laut Jawa, memungkinkan adanya kotaminasi pada ikan laut hasil Laut Jawa yang didistribusikan ke masyarakat. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur dan melindungi keamanan pangan yaitu PP Nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur kadar logam berat merkuri (Hg) pada hasil laut di Pantai Utara Jawa dan menjelaskan upaya pencegahan kontaminasi pada manusia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Akumulasi logam berat di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu sistem peredaran darah, urat syaraf dan kerja ginjal. Kadar rata - rata logam berat merkuri (Hg) pada ikan tongkol (Euthynnus sp.) di Pantai Utara Jawa sebesar 0,141 mg/kg. Langkah pengendalian yang dapat diterapkan untuk mencegah bahaya logam berat Hg yaitu dengan pengendalian pencemaran limbah dari industri yang berlokasi disekitar wilayah perairan Laut Utara Jawa. Upaya pencegahan akumulasi kontaminasi logam berat Hg pada manusia yaitu mengatur konsumsi ikan laut setiap harinya dengan perhitungan ADI (Acceptable Daily Intake) diperoleh hasil 0,168 μg/kg BB per minggu. Akan tetapi bila konsumsi ikan seseorang melebihi rata-rata konsumsi perhari, dan weekly intake-nya melebihi PTWI (provisional tolerable weekly intake) yang telah ditetapkan WHO, maka dapat berefek negatif pada kesehatan.
Pengaruh Penambahan Kompos pada Tanah untuk Mengurangi Genangan di Kelurahan Bulak, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya
Nengse, Sulistiya
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i2.121
Genangan di Kelurahan Bulak, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya bukan disebabkan meluapnya sungai, namun lebih dikarenakan tingginya intensitas hujan lokal yang diperparah dengan buruknya manajemen drainase kota, disamping itu kontur wilayah Kelurahan Bulak merupakan permukaan yang relatif datar dengan jenis tanah yang mempunyai resapan rendah. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam mengantisipasi genangan yakni membangun rumah-rumah pompa banjir, membuat gorong-gorong, biopori, membersihkan saluran dari timbunan sampah, dan melakukan pengerukan sedimen di bozem yang merupakan tempat penampungan air hujan sementara sebelum dibuang ke laut. Namun saat ini semua upaya tersebut belum cukup membuahkan hasil dalam menangani genangan air. Salah satu cara yang efektif untuk menangani genangan air adalah memodifikasi lapisan tanah permukaan dengan menambahkan pupuk kompos dedaunan dan ranting. Penelitian ini untuk menentukan pengaruh jumlah kompos yang ditambahkan pada tanah terhadap peningkatan resapan dan reduksi lama genangan banjir. Penelitian dilakukan menggunakan metode pencampuran tanah dan kompos pada skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan variabel penelitian jumlah kompos yang ditambahkan. Parameter yang dianalisis adalah jenis tanah dan laju resapan tanah (f). Hasil penelitian menunjukkan penambahan kompos daun dan ranting sebesar 15% ke tanah dapat meningkatkan resapan dari 0,298 cm/menit menjadi 0,904 cm/menit dan penambahan kompos daun dan ranting 35% dapat meningkatkan resapan menjadi 1,099 cm/menit
Evaluasi Kinerja Teknis PDAM Tirta Kepri Provinsi Kepulauan Riau
Munfarida, Ida
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i2.122
Penilaian kinerja aspek pelayanan PDAM terdiri dari aspek teknis, keuangan dan manajemen. Evaluasi kinerja pelayanan PDAM bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan penilaian terhadap pelayanan PDAM sehingga dapat merumuskan rencana tindak pelayanan PDAM. Dalam penelitian ini, evaluasi kinerja difokuskan pada kinerja teknis PDAM Tirta Kepri Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari 6 indikator kinerja teknis antara lain: pertumbuhan pelanggan, persentase pelayanan, volume produksi air, volume distribusi air, volume penjualan air, dan kehilangan air PDAM Tirta Kepri selama rentang waktu 3 tahun dari tahun 2012 hingga tahun 2015. Penelitian berdasarkan data sekunder Laporan Teknik PDAM Tirta Kepri tahun 2016 dan audit BPKP PDAM Tirta Kepri Kota Tanjungpinang tahun 2012-2014. Kinerja pelayanan teknis PDAM Tirta Kepri untuk kategori jumlah pelanggan dan tingkat kebocoran mengalami peningkatan dari tahun 2012 hingga tahun 2015, namun volume produksi, distribusi dan penjualan mengalami penurunan dan prosentase pelayanan belum memenuhi target nasional, dimana jumlah pelanggan tahun 2012 sebesar 14.769 SR meningkat menjadi 5.306 SR di tahun 2015 sementara prosentase pelayanan pada tahun 2015 sebesar 30% tidak menunjukkan peningkatan dari tahun 2012. Rencana tindak dalam peningkatan pelayanan PDAM Tirta Kepri meliputi peningkatan sambungan rumah, meningkatkan produksi dan distribusi air melalui optimalisasi IPA, meningkatkan penjualan air dan non air, dan menekan kebocoran.
Analisis Intensitas Kebisingan Lingkungan Kerja pada Pembangunan Twin Tower UINSunan Ampel Surabaya
Oktorina, Sarita;
Aprilia, Bella Sri;
Anjarsari, Ikhfany
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i2.123
Menurut Suma’mur (1996) kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per.13/Men/X/2011 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja, ditetapkan sebesar kurang dari 85 dBA. Kebisingan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industrilisasi karena hampir semua proses produksi di industri akan menimbulkan kebisingan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survey terhadap daerah pembangunan Twin Tower Uin Sunan Ampel Surabaya. Survey dilakukan dengan cara mengukur kebisingan dengan menggunakan sound level meter. Pengukuran di lakukan di beberapa titik pembangunan. Pada tiap titik pengukuran dilakukan empat kali pengukuran. Pada saat pengukuran terdapat hasil yang melebihi nilai ambang batas yaitu sebesar 85,6 dB. Hal ini dikarenakan pada titik tersebut terdapat aktivitas penggalian lubang. Nilai rata-rata terkecil pada area luar gedung yaitu 64,26 dB sedangkan nilai rata-rata terbesar yaitu 78,43 dB. Pada area dalam gedung nilai rata-rata terbesar yaitu 84,23 dB sedangkan nilai rata-rata terkecil yaitu 66,63 dB. Sehingga jika merujuk pada pengukuran nilai rata-rata, terjadi pencemaran suara pada pembangunan Twin Tower Uin Sunan Ampel Surabaya. Upaya pengendalian kebisingan yang direncanakan adalah dengan pemasangan vibration isolation, partial enclosure, muffler, pengendalian secara administrasi dan pengendalian bising pada pekerja (pemakaian earplug dan earmuff).
Petik Laut dalam Tinjauan Sains dan Islam
Sawiji, Asri;
Mauludiyah, Mauludiyah;
Munir, Misbakhul
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i2.124
Tradisi petik laut sering juga disebut dengan larung sesaji yang dikaitkan dengan syukuran para nelayan atas segala hal yang telah diberikan oleh laut. Saat ini petik laut telah mengalami transformasi menjadi ajang pesta rakyat, namun sejatinya ritual petik laut ini merupakan ekspresi spiritualitas komunitas nelayan pesisir di Jawa dan Madura. Untuk menjaga salah satu kearifan lokal tersebut maka perlu dilakukan kajian yang komprehensif mengenai tradisi petik laut dalam tinjauan sains dan Islam. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bacaan Al-Quran pada pertumbuhan mikroorganisme atau bakteri air laut. Hal ini dikarenakan mikroorganisme atau bakteri merupakan salah satu aktor yang berperan penting dalam sistem kelautan yang selanjutnya akan mempengaruhi produktivitas perairan dan hasil tangkap. Pengambilan sampel air laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah air laut di pesisir Sidoarjo. Sampel diambil pada permukaan air laut sejauh 100 meter dari bibir pantai dan dilakukan sekali untuk semua sampel. Analisa pertumbuhan mikroorganisme air laut dilakukan di laboratorium mikrobiologi. Perlakuan yang diberikan adalah dibacakan (1) surat an-Nahl, (2) al-Fatihah, dan (3) tanpa perlakuan (kontrol). Sampel pengontrol (pre-test/baseline) dan sesudah perlakuan (post test) ditumbuhkan dalam media NA dengan teknik Total Plate Count (TPC) di laboratorium. Penghitungan jumlah bakteri dengan menggunakan colony counter dilakukan setelah diinkubasi selama 24 jam. Data hasil pengamatan jumlah koloni bakteri akan diuji dengan dengan menggunakan dua variabel yaitu perlakuan dan hari. Hasil analisa statistik dengan menggunakan analisis non-parametrik uji Friedman menunjukkan bahwa besaran nilai Chi Square = 30.545 dan asymp sig sebesar 0.000. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketiga perlakuan (dibacakan surat an-Nahl, al-Fatihah dan tanpa perlakuan (kontrol)) memberikan reaksi yang berbeda dengan jumlah nilai TPC atau pertambahan koloni bakteri air laut.
Studi Penggunaan Kloset Kering Pemisah Urin dan Tinja untuk Peningkatan Pengelolaan Limbah Urin dan Tinja pada Permukiman Di Surabaya
Radityaningrum, Arlini Dyah
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2017): March
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i2.125
Pengelolaan limbah domestik black water (urin dan tinja) pada permukiman dapat dilakukan menggunakan sistem setempat (on-site), yang terdiri dari kloset dan tangki septik yang dilengkapi dengan sistem resapan. Teknologi kloset yang digunakan dalam pengolahan sistem setempat umumnya belum memisahkan antara limbah urin dan tinja. Sistem setempat dengan teknologi kloset tanpa pemisah urin dan tinja masih menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, berupa pencemaran air permukaan dan air tanah. Selain itu kondisi teknis tangki septik yang tidak kedap berpotensi meresapnya limbah urin dan tinja ke dalam tanah. Peningkatan pengelolaan urin dan tinja dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi teknis fasilitas pengelolaannya, baik kloset maupun tangki septik dan resapan, sehingga urin dan tinja dapat digunakan kembali dan tidak dibuang ke lingkungan.`Teknologi Kloset Kering Pemisah Urin dan Tinja`dapat diterapkan untuk memisahkan urin dan tinja pada sumbernya sehingga potensi kandungan nutrien dalam urin dan tinja dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan penggunaan kloset kering ditinjau dari aspek lingkungan dengan metode penilaian daur hidup. Batasan yang digunakan adalah recovery dari nutrien dan konsumsi energi. Skenario yang dianalisa adalah (1) Pengelolaan limbah urin dan tinja tanpa kloset kering pemisah urin dan tinja dengan tangki septik dan resapan, (2) Pengelolaan limbah urin dan tinja dengan kloset kering pemisah urin dan tinja dengan bak pengumpul urin dan tangki septik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario pengelolaan limbah urin dan tinja menggunakan toilet kering pemisah urin dan tinja menghasilkan dampak lingkungan paling minimal dengan recovery nutrien sebesar 0,0485 kg nitrogen/rumah tangga/hari; 0,009 kg pospor/rumah tangga/hari; 0,0165 kg kalium/rumah tangga/hari dan konsumsi energi sebesar 4179,35 kiloJoule/rumah tangga/hari.
Perencanaan Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Langitan Kecamatan Widang Tuban
Auvaria, Shinfi Wazna
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i1.126
Pondok Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan islam yang sering identik dengan kurangnya manajemen lingkungan di dalamnya, terutama pengelolaan sampahnya. Pondok Pesantren Langitan dengan jumlah 3000 santri dengan wilayah seluas 7 hektar, menghasilkan sampah tidak kurang dari 400 kg/hari. Pengelolaan sampah masih dilakukan secara tradisional yaitu dikumpulkan, dikeringkan, dan dibakar. Belum adanya pemilahan pada sistem pewadahan dan pengumpulan, serta belum adanya kegiatan pengolahan sampah terpadu di tempat penampungan sampah sementara.Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan sampah sederhana yang paling mungkin dilaksanakan di pondok pesantren. Pengelolaan sampah berkelanjutan yang dibutuhkan meliputi pewadahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah untuk menangani timbulan sampah. Perencanaan sistem pewadahan, pengumpulan, dan pengolahan dilakukan berdasarkan hasil analisis komposisi dan volume sampah dipondok pesantren dengan teori perempatan, yang disesuaikan dengan persyaratan pada SK SNI T-13-1990-F dan aspek ekonomis. Berat timbulan sampah total 496,66 kg/hari dengan komposisi sampah yang didapatkan terdiri dari sampah organik 49,64% dan sampah anorganik 50,36%. Jumlah keseluruhan wadah sampah yang dibutuhkan dalam perencanaan ini adalah 44 pasang wadah sampah, yang terdiri dari 44 wadah anorganik (kuning) dan 44 wadah organik (biru) dengan pengumpulan sampah 1 trip/hari. Kegiatan pengolahan sampah direncanakan dengan komposting dan sortasi sampah yang dapat didaur ulang. Rencana anggaran biaya dalam perencanaan pengelolaan sampah ini sebesar Rp.16.699.172,00.
Manajemen Proyek dalam Pembangunan Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Studi Pembangunan Masjid Kampus II FIP Universitas Negeri Malang)
Prianto, Kusnul
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i1.127
Proses manajemen proyek konstruksi dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat menjadikan kontrol untuk mewujudkan proses perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Perencanaan merupakan salah satu bagian dari manajemen konstruksi untuk menghasilkan produk rancangan yang berkelanjutan. Proses perencanaan itu sendiri memiliki bagian-bagian tersendiri yang membutuhkan beberapa tenaga ahli untuk merumuskan desain, proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan banyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan (PBBL) memiliki turunan yaitu dokumen konstruksi Indonesia 2030. Dalam dokumen konstruksi tersebut menyatakan bahwa Indonesia harus berorientasi untuk tidak menyumbangkan kerusakan lingkungan namun harus menjadi pelopor perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Pembangunan Masjid kampus II Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang berusaha menerapkan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Perencanaan masjid tersebut berusaha untuk sehemat mungkin dalam memakai material yang dapat merusak lingkungan begitu juga pada masa pelaksanaannya. Penggunaan material didalam proses pembangunan masjid kampus II Fakultas Ilmu Pendidikan telah memenuhi kaidah material yang berwawasan lingkungan, mulai dari penggunaan material untuk pekerjaan pengecoran, rangka atap, kusen dan daun pintu, material finishing, infrastruktur penunjang dan pekerjaan sanitasi. Manajemen proyek konstruksi didalam proses perencanaan yang berwawasan lingkungan (berkelanjutan) sangat penting diterapkan terutama untuk menganalisa secara ekonomis terhadap material yang akan digunakan secara jangka panjang terhadap keberlangsungan lingkungan di sekitarnya.
Analisis Routing Reservoir dalam Pengembangan Sumber Daya Air Kawasan Karst
Setyowati, Rr Diah Nugraheni;
Junaidi, Rahmad
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/alard.v2i1.128
Pengembangan sumberdaya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air tanpa merusak keseimbangan lingkungan. Pengembangan Sumber Daya Air didalam Hukum Tata Lingkungan tercakup pada azas ke 13 yaitu azas penyelenggaraan kepentingan umum (principle of public service). Adapun Pengembangan Sumber Daya Air didalam Ilmu Lingkungan tercakup pada azas ke tiga atau Hukum Termodinamika ke tiga ialah menyangkut sumber alam, meliputi materi, ruang, waktu, dan keanekaragaman (Tresna, 2000). Kawasan karst memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh larutnya batuan yang tinggi di dalam air, jika dibandingkan dengan daerah lain. Pada kawasan ini dapat diketahui yaitu relief pada bentang alam ini berada pada kawasan yang berbatuan yang mudah larut, juga dapat diketahui dengan adanya aliran sungai yang secara tiba tiba masuk tanah meninggalkan lembah kering dan muncul sebagai mata air yang besar. Pada kawasan ini pola pengaliran tidak sempurna, kadang tampak, kadang hilang, yang disebut sebagai sungai bawah tanah. Kawasan karst terbentuk dari tanah karst yang didominasi oleh batu gamping. Menurut Bowles (1989), klasifikasi batu gamping termasuk batuan sedimentasi kimiawi terdiri dari kalsit (CaCO3), yang mempunyai sifat cepat bereaksi dengan cairan asam (hydroclorida). Tanah karst termasuk kategori tanah yang tidak mendukung keberadaan air permukaan, karena tanah tersebut tersusun dari batuan karbonat terutama CaCO3 dan dolomit CaMg (CO3)2. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan gambaran sistematis terhadap obyek penelitian. Sistem pendistribusian air direncanakan dalam sistem jaringan dengan cara gravitasi. Sistem gravitasi bertujuan akan memperlancar pendistribusian air ke konsumen dengan dampak biaya operasional relatif ringan. Metode perhitungan yang digunakan dengan analisis routing reservoir. Dari hasil analisis, untuk dapat melayani semua konsumen +75.000 orang maka RB-2 memerlukan debit inflow minimum 86 l/dt. Bila debit minimum ke RB-2 65 l/dt baru dapat melayani 65% dari kebutuhan air total. Sedangkan untuk debit inflow minimum 82 l/dt baru dapat melayani 91 % kebutuhan air total.