cover
Contact Name
Moh. Aziz Arifin
Contact Email
cendekiahijau@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cendekiahijau@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
ISSN : 24775096     EISSN : 25489372     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, the scientific journal of the Agrotechnology Study Program at the Faculty of Agriculture of the Islamic University of Kadiri, with a frequency of 2 times a year in February and September. This journal contains scientific papers, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information that have to do with the field of agricultural sciences
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
Potensi Pupuk Bokasi Jerami Terhadap Optimalisasi Lahan Tadah Hujan Uji Percobaan Pada Bawang Merah ( Allium cepa L.) (Studi Kasus Lahan Petani Desa Bonto Bengo Kecamatan Moncongloe Maros Sulawesi Selatan) Arif Muazam SP; Yusran Arif
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.175 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.877

Abstract

Usaha tani bawang merah telah dianggap menggunakan input bahan kimia sintetik terlalu tinggi, sehingga perlu dicari teknologi alternatif yang lebih ramah lingkungan dengan mengganti sebagian input kimia sintetik dengan bahan alami, seperti bahan organik. Untuk itu, diadakan kegiatan penelitian di lahan petani Desa Bonto Marannu, Kecamatan Moncongloe, Kota Maros, Provinsi Sulawesi Selatan dari bulan November 2016 sampai dengan Januari 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis konsentrasi terbaik pupuk organik bokasi jerami untuk meningkatkan hasil sayuran dalam usaha tani tadah hujan. Rancangan percobaan menggu­nakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan, tiap ulangan diambil 10 sampel tanaman acak. Bahan bawang merah menggunakan varietas Bima Brebes yang ditanam dengan jarak 17x17 cm, pada petak berukuran 1x1 m2. Perlakuannya adalah kombinasi jenis pupuk organik (K1 = kontrol tanpa pupuk organic/kimia, K2= kontrol pupuk kimia dan P = bokashi jerami) dengan dosis pupuk NPK (K1 = 0 kg/ha; K2 = 5gr/m2 ); bokashi jerami P1 = 5 kg/ m2; P2 = 10 kg/ m2,P3= 15kg/ m2 , P4 = 20kg/ m2 dan P5 = 25 kg/m2). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada tanaman yang diberi bahan organik,baik, perlakuan P1, P2, P3, P4, P5 menunjukkan data tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering berbeda secara nyata. Pada tanaman yang diberi bahan organik bokasi jerami P1 = 5 kg/ m2 menunjukkan hasil paling bagus, dapat sebagai rekomendasi pemupukan buat petani untuk meningkatkan hasil panen bawang merah organik di Desa Bonto Marannu Kecamatan Moncongloe Maros Sulsel.
Peran Giberlin pada Morfologi Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Besar Di Dataran Rendah (Capsicum annum L.) Widiwurjani Widiwurjani; Suwandi` Suwandi; Rizky Ayu Arista
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.323 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.878

Abstract

Produktivitas cabai di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan penggunaan zat pengatur pertumbuhan (ZPT) seperti giberelin. Penelitian dilaksanakan di Dusun Ketapang, Desa Mojolebak, Kec. Jetis, Kab. Mojokerto Jawa Timur pada bulan Januari-Mei 2019. Percobaan faktorial,Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor I : Konsentrasi giberelin dengan 4 taraf perlakuan (G1 = 75 ppm, G2 = 100 ppm , G3 = 125 ppm, dan G4 = 150 ppm) dan faktor II : Frekuensi pemberian giberelin dengan 3 taraf perlakuan (F1 = 14 HST, F2 = 14 dan 28 HST, dan F3 = 14, 28 dan 42 HST), dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin terhadap jumlah bunga, dan jumlah buah total per tanaman. Pemberian Giberlin dua kali dengan konsentrasi 125 ppm yang terbaik. Konsentrasi giberelin berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, fruit set dan bobot buah total per tanaman. Peningkatan konsentrasi Giberlin sampai 125 ppm memberikan peningkatan ukuran pertumbuhan dan produksi. Pemberian giberelin dua kali berpengaruh terhadap jumlah buah dan bobot buah total per tanaman. Pemberian Giberlin menyebabkan morfologi pertumbuhan dan produksi mengalami peningkatan ukuran dibandingkan dengan kontrol
Meningkatkan Induksi Tunas Dan Kualitas Krisan (Chrisanthemum Sp) Dengan Penambahan Bahan Organik Nunun Barunawati
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.303 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.631

Abstract

Budidaya bunga krisan hingga saat ini sudah berkembang pesat, mulai teknologi pembibitan, pemilihan varietas dan cara meningkatkan kualitasmnya. Salah satu upaya untuk mendapatkan kualitas yang sesuai standar SNI dari krisan pot pada umumnya adalah menambahkan pupuk, mengaplikasikan zat pengatur tumbuh dan menggunakan berbagai macam jenis media tananam yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan induksi tunas baru pada krisan pot melalui penambahan pupuk kotoran kambing. Hipotesis dari percobaan ini adalah meningkatnya penambahan pupuk kotoran kambing akan mampu menghasilkan lebih banyak tunas bunga baru. Penelitian dilakukan di Desa Sidomulyo, Kota Batu yang terdiri dari perlakuan P0 (tanpa penambahan kotoran kambing), P1 (penambahan 5 gram kotoran kambing), P2 (penambahan 10 gram kotoran kambing) dan P3 (penambahan 15 gram kotoran kambing) yang masing masing perlakuan ditambahkan dalam 500 gram media sekam pada tanaman krisan spray Rhino White. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kotoran kambing yang semakin meningkat yakni pada perlakuan penambahan 15 gram pupuk kotoran kambing menghasilkan induksi tunas dari batang utama lebih banyak yakni 2 tunas per batang utama dari pada jumlah tunas per batang pada perlakuan lainnya. Sedangkan diameter bunga dan jumlah kuntum bunga pada tunas baru yang dihasilkan berdasarkan pengamatan, menunjukkan bahwa perlakuan P1, P2 dan P3 (semua media yang ditambah dengan pupuk kotoran kambing) memiliki diameter bunga dan jumlah kuntum lebih banyak dari pada kontrol. Walaupun perlakuan pemberian pupuk kotoran kambing 15 gram per pot (P3) tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1 dan dan P2 namun perlakuan P3 memiliki jumlah mahkota, diameter bunga, jumlah kuntum dan diameter batang yang lebih tinggi.
Hubungan Sosial Ekonomi Petani Dengan Penerapan GAP (Good Agricultural Practices) Padi Organik Di Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali Majasto Majasto; Suswadi Suswadi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.233 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.667

Abstract

Organic farming is increasingly being applied to several agricultural commodities, one of which is rice as a rice-producing commodity and as a staple crop of most of Indonesia's population. In addition, the benefits of organic rice for the environment do not damage the environment, do not pollute the environment with synthetic chemicals and increase natural environmental productivity, as well as creating a balanced and sustainable ecosystem. The location of this research was conducted in the Pangudi Bogo farmer group in Dlingo Village, Mojosongo District, Boyolali District. The Pango Bogo group has received certification from the organic seloliman certification body (LESOS) and has consistently met the requirements of the SNI SOP GAP guidelines and the Internal Control System Document (ICS). This research uses descriptive analysis to illustrate the application of organic rice farming SOP-GAP. The influence of internal and external factors on the decision, the application of SOP-GAP and the handling of crop yields was tested using spermant rank correlation analysis. Based on the results of this study. SOP-GAP is a way to cultivate organic rice, which is to plant rice without using chemicals as a supplement or to repel pests and weeds. This SOP_GAP covers the types of maintenance, fertilization, irrigation and pest control activities. Maintenance is generally carried out by farmers by following organic farming instructions. Organic products and one of them is organic rice is a product that is currently of concern to consumers, especially consumers with upper middle economic level. This is because organic products are products that do not contain chemicals which have recently been the subject of discussion that chemicals in food ingredients cause various diseases. For those who have a sufficient economic level, then their attention is focused on health which is currently very expensive. That's why they turned to organic food products.
Strategi Pemasaran Benih Tanaman Hortikultura Di PT Wira Agro Nusantara Sejahtera Mohamad Mauludi Irwin; Sumarji Sumarji; Ahsin Daroini
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.421 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran dan menganalisis bauran pemasaran di PT.Wiranusa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di PT Wiranusa di kelurahan Pare, kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur. Responden dalam penelitian ini adalah Owner PT Wira Nusa , Karyawan bagian Produksi dan Karyawan bagian Pemasaran. untuk reponden pelanggan yaitu salah satu pelanggan tetap dengan jumlah pembelian terbanyak, dan salah satu responden yang menjadi pelanggan untuk dikemas dan diberikan merk perusahaan sendiri. Analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu SWOT dan marketing mix. Analisis SWOT yaitu sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi Strenghts, Weakness, Opportunities dan ThreathSedangkan marketing mix merupakan paduan pemasaran yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam mencapai tujuan pemasarannya. Strategi yang seharusnya digunakan yaitu strategi S,O yang mana luas bidang koordinat paling luas yaitu: 1.Memperbanyak penemuan hasil penelitian benih unggul dari berbagai varietas pada masing-masing komoditas, 2. Memperluas, mengembangkan dan menjaga komitmen petani mitra, 3. Memenuhi target permintaan pasar dengan menambah jumlah kapasitas produksi. Segmenting pasar meliputi Distributor (R0), Dealer (R1), Agen (R2) dan Pengecer (R3) dengan pilihan kemasan maupun curah. Targeting meliputi selutuh petani sayuran di Indonesia menggunakan benih dari PT Wira Agro Nusa dan positioningnya yaitu Inovasi produk benih yang tiada henti dalam memproduksi benih unggul. Disarankan agar perusahaan membuat web yang mengintegrasikan informasi dan pemasaran dan Perusahaan agar meningkatkan asset pembiayaan agar dapat ememnuhi kapasitas produksi yang diminta pasar
Aplikasi Biochar Sekam Padi Dan Pupuk NPK Terhadap Serapan N, P, K Dan Komponen Hasil Jagung Manis Di Lahan Gambut Dwi - Zulfita; Surachman Surachman; Eddy Santoso
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.734 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi perlakuan biochar sekam padi dan pupuk NPK Majemuk tersebut terhadap Serapan N, P, K dan komponen hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Desa Rasau Jaya 2 Kecamatan Rasau Jaya. Penelitian berlangsung dari tanggal 4 April sampai dengan tanggal 14 Agustus 2019. Penelitian dengan percobaan lapangan dilakukan dengan rancangan perlakuan faktorial 3 x 3 tata letak acak kelompok (RCBD) dengan 3 ulangan. Faktor Biochar Sekam Padi (B) terdiri dari 3 taraf yaitu b1 (5 ton biochar sekam padi/ha) dan b2 (10 ton biochar sekam padi/ha) dan m3 (15 ton biochar sekam padi/ha). Faktor Pupuk NPK Mutiara 16 : 16 : 16 (P) terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (sesuai dengan dosis anjuran setara dengan 400 kg/ha atau 7,5g/tanaman), p2 (75% dari dosis anjuran setara dengan 300 kg/ha atau 5,6 g/tanaman) dan p3 (50% dari dosis anjuran setara dengan 200 kg/ha atau 3,73 g/tanaman). Pengamatan dilakukan terhadap serapan N, P, K dan komponen hasil yang meliputi berat tongkol tanpa kelobot, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol per petak, panjang tongkol dan diameter tongkol. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians (uji F).Uji lanjut menggunakan uji jarak berganda Duncan (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan hasil tanaman jagung dengan pemberian biochar sekam padi dosis 10 ton/ha cenderung lebih baik dibandingkan tanaman jagung dengan pemberian biochar sekam padi dosis 5 ton/ha dan 15 ton/ha. Pemberian takaran pupuk NPK 200 kg/ha (50% dari dosis anjuran) cenderung menunjukkan hasil tanaman jagung yang paling baik dibandingkan dengan takaran pupuk NPK 400 kg/ha (sesuai dosis anjuran) dan takaran pupuk NPK 300 kg/ha (75% dari dosis anjuran). Pemberian biochar sekam padi dosis 10 ton/ha disertai dengan takaran pupuk NPK 200 kg/ha cenderung menunjukkan hasil tanaman jagung yang lebih baik pada media gambut.
Pengaruh Variasi Kelat Pupuk Mikro Fe Terhadap pH Larutan Nutrisi dan Berat Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Pada Sistem Hidroponik Ratna Zulfarosda; Retno Tri Purnamasari
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.26 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.683

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh variasi kelat pupuk mikro Fe terhadap pH larutan nutrisi dan berat tanaman selada. Penelitian dilakukan bulan Oktober – November 2018 menggunakan instalasi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT). Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yakni variasi kelat pupuk mikro Fe: (1) P1 (kontrol) = AB Mix dengan penggunaan pupuk mikro Fe tunggal kombinasi Fe EDTA (13% Fe) dengan Fe EDDHA (7% Fe), P2 = AB Mix dengan penggunaan mikro tunggal Fe EDTA (13% Fe), P3 = AB Mix dengan penggunaan mikro tunggal Fe EDDHA (7% Fe), P4 = AB Mix dengan penggunaan mikro majemuk Fe EDTA (3,35% Fe). Kadar unsur hara Fe dalam perlakuan P1, P2, dan P3 (pupuk mikro Fe tunggal) diracik dengan kadar Fe 2 ppm. Kadar unsur hara Fe dalam perlakuan P4 (pupuk mikro Fe majemuk Librel BMX) diracik pada level 1,34 ppm. Variasi kelat pupuk mikro Fe berpengaruh nyata terhadap pH larutan nutrisi dan berat tanaman selada. AB mix dengan pupuk mikro Fe EDDHA menunjukkan rentang pH lebih rendah dibandingkan dengan kontrol (kombinasi Fe EDTA + Fe EDDHA). Perlakuan pupuk mikro Fe EDDHA membutuhkan volume larutan penurun pH (asam fosfat) yang lebih sedikit dibandingkan dengan kontrol. Ditinjau dari berat segar tanaman, Fe dengan tipe kelat EDDHA menghasilkan tanaman lebih berat dibandingkan Fe EDTA. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kelat EDHHA menjadikan unsur Fe lebih tersedia bagi tanaman dibandingkan jenis kelat yang lain.
DAYA SIMPAN JENIS KEMASAN DAN FESIENSI WAKTU FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN ASAM SITRAT PADA PROSES PEREBUSAN DAN PERENDAMAN KEDELAI Jhon David H
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i1.1110

Abstract

ABSTRAK Tempe didefinisikan sebagai suatu massa hasil fermentasi kapang dengan bahan baku biji-bijian yang terikat bersama oleh miselium kapang. Tempe merupakan olahan kacang-kacangan yang merupakan sumber protein nabati. Proses pembuatan tempe meliputi perendaman, perebusan, peragian, pengemasan, dan fermentasi (inkubasi). Selama inkubasi akan terjadi perubahan-perubahan zat yang terkandung dalam biji kacang karena jamur (kapang) Rhizopus sp.sudah bekerja untuk merubah senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa sederhana, sehingga jika dikonsumsi manusia akan lebih mudah dicerna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya simpan, jenis kemasan dan efesiensi waktu fermentasi dengan penambahan asam sitrat pada tahapan perebusan dan perendaman kacang kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemasan tempe dengan daun pisang merupakan kemasan terbaik dengan nilai kadar air 39,25 % dengan masa 5 hari pada suhu ruang, Perlakuan pemberian asam sitrat pada saat perebusan dan perendaman, perendaman 4 waktu fermentasi 24,50 jam, efesiensi waktu fermentasi 49%, sedangkan perlakuan pemberian asam sitrat pada waktu perendaman 4 jam, waktu fermentasi 27,45 jam , efesiensi waktu fermentasi 43 %.
ANALISIS PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN KEDIRI PROVINSI JAWA TIMUR Nastiti Winahyu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1139

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komoditas unggulan berdasarkan komoditas basis dan non-basis pada sektor tanaman pangan di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diolah dengan analisis Location Quotient (LQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa komoditas basis pada sektor tanaman pangan di Kabupaten Kediri yaitu komoditas Ubi Kayu dan Jagung. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas Ubi Kayu dan Jagung merupakan komoditas yang memiliki keunggulan komparatif. Kabupaten Kediri dapat memenuhi kebutuhan/permintaan komoditas Ubi Kayu dan Jagung serta mengekpor ke luar wilayah. Sedangkan komoditas non-basis pada sektor tanaman pangan di Kabupaten Kediri yaitu komoditas Kedelai dan Padi. Kedua komoditas tersebut menjadi komoditas non-basis yang berarti wilayah tidak mampu memenuhi kebutuhan sendiri sehingga memerlukan pasokan dari wilayah lainnya. Kata Kunci : Basis, LQ, Tanaman Pangan
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK DAN PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica rapa var parachinensis L.) Imam Adif Baydhowi; Wasito Wasito; Yushi Mardiana
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1366

Abstract

Sawi merupakan jenis sayuran yang digemari oleh sebagian masyarakat. Kebutuhan sawi di Indonesia mendorong petani mengusahakan lahan sawi agar menghasilkan tanaman sawi dengan kualitas dan kuantitas yang optimal, maka dari itu untuk meningktkan hasil produksi yang optimal dengan memaksimalkan pengolahan lahan serta penggunaan pupuk organik dan pupuk pelengkap cair. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, daya simpan air, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan penggunaan pupuk pelengkap cair mampu mengaktifkan sel-sel yang rusak, merangsang pertumbuhan daun, batang, dan bunga. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh dan interaksi dosis pupuk organik dan pemberian pupuk pelengkap cair terhadap pertumbuhan dan produksitanaman sawi (Brassica junceaL.) varietas Tosakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2018 di lahan sawah Desa Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan dua faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik (O) dengan tiga level, yaitu 30 ton/ha, 40 ton/ha, dan 50 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis pupuk pelengkap cair (B) dengan tiga level, yaitu 2 ml/L, 4 ml/L, dan 6 ml/L. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil, bahwa pengaruh pemberian dosisi pupuk organik dan pupuk pelengkap cair terjadi interaksi pada parameter pengamatan jumlah daun dan luas daun. Perlakuan tunggal pemberian dosis pupuk organik berpengaruh nyata pada parameter jumlah daun. Perlakuan tunggal pemberian dosis pupuk pelengkap cair berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, berat basah per tanaman, dan berat basah tanaman per petak.

Page 8 of 19 | Total Record : 190