cover
Contact Name
Moh. Aziz Arifin
Contact Email
cendekiahijau@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cendekiahijau@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
ISSN : 24775096     EISSN : 25489372     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, the scientific journal of the Agrotechnology Study Program at the Faculty of Agriculture of the Islamic University of Kadiri, with a frequency of 2 times a year in February and September. This journal contains scientific papers, summaries of research results, discussion of literature and articles on community service information that have to do with the field of agricultural sciences
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
PENGGUNAAN BIOCHAR DAN MOL BONGGOL PISANG UNTUK PERBAIKAN KUALITAS BIBIT TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca L). Yohana Merci Belit; Amir Hamzah; Reza Dwi Julianto Prakoso
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v5i2.1142

Abstract

ABSTRAK Selama ini petani menanam pisang hanya mengandalkan bibit dari anakan yang tumbuh dari pangkal pisang. Dampaknya produk pisang selalu tidak optimal. Permasalahan ini merupakan masalah serius, sehingga perlu dicari alternative solusi. Salah satusolusi yang dapat memperkecil permasalahan bibit pisang adalah dengan menggunakan biochar dan Mikro Organisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang. Kedua bahan ini merupakn potensi sumberdaya alam yang selama ini masih belum banyak dimanfaatkan untuk memperbaiki mutu bibit pisang. Kombinasi biochar dan MOL bonggol pisang diharapkan mampu menghasilkan bibit tanaman pisang yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis biochar dan MOL bonggol pisang yang tepat untuk pembibitan pisang. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan tidak adanya perbedaan yang siginifikan pada kombinasi perlakuan pemberian biochar dan MOL bonggol pisang (B) dengan umur anakan bonggol pisang (P) pada semua parameter pengamatan. Perlakuan anakan bonggol pisang terbaik terdapat pada perlakuan anakan bonggol umur dewasa (P2) karena berpengaruh hampir pada semua parameter yang diamati. Perlakuan pemberian biochar dan MOL bonggol pisang (B) pada semua parameter tidak berbeda nyata, namun secara terpisah perlakuan pemberian tanah + MOL 200 cc/L.air (B5) menunjukan perbedaan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain ABSTRACT During this time farmers planted bananas only relying on seedlings from saplings growing from the base of bananas. The impact of banana products is always not optimal. This issue is a serious problem, so it needs to look for alternative solutions. One of the solution that can minimize the problem of banana seedlings is to use biochar and local micro organism (MOL) from banana excrescence. These two materials are the potential of natural resources that have not been widely utilized to improve the quality of banana seedlings. Combination of biochar and MOL banana excrescence are expected to produce good quality banana crop seeds. This research aims to obtain a dose of biochar and MOL proper of banana excrescence for breeding bananas. The results analysis of variance showed that the combination treatment of biochar and MOL Banana excrescence (B) not significantly affect to the Age of banana seedlings (P) on all observation parameters. The best banana seedlings treatment is found in the treatment of Adult age (P2) saplings because it affects almost all the observed parameters. The treatment of biochar and MOL of Banana excrescence (B) on all parameters are not significantly different, but separately the soil + MOL 200 cc/L. (B5) shows a better in growth compared to other treatments
SALURAN PEMASARAN SAYUR SAWI PACKCOY (Brassica rapa subsp. chinensis) DENGAN SISTEM HIDROPONIK WICK Rudy Wicaknono; Yuhanin Zamrodah; Jeka Widiatmanta
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i2.2002

Abstract

Farmers' incomes are strongly influenced by the marketing of their products and the prevailing prices, where marketing that is less efficient is the small part that farmers receive from the price paid by the final consumer. The purpose of this study was to determine the marketing channel of Packcoy Mustard (Brassica rapa subsp. chinensis) with the Wick Hydroponic System. This type of research is descriptive quantitative research. The research was conducted in the Regency and City of Kediri, East Java, with 20 hydroponic farmers as respondents. The method of data collection carried out in this study used documentation, interviews and documentation. Method of data analysis with descriptive analysis. The marketing channels run by Guyup Rukun Hydroponics include channel patterns I, II and III so that it is hoped that people's purchasing power will increase and the production scale will be wider.
KANDUNGAN LOGAM BERAT Fe, Cu, Zn, Pb, Co, Br PADA AIR LINDI DI TIGA LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DADAPREJO, KOTA BATU, DAU DAN SUPIT URANG, KABUPATEN MALANG Hidayati Karamina; Ariani Trisna Murti; Tri Mujoko
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i2.1984

Abstract

Heavy metals where their presence in certain amounts is not harmful to living organisms, but if the amount exceeds the threshold it will be toxic. The character of heavy metals that are difficult to degrade, and easy to accumulate in the environment, so that some monitoring is needed to minimize the high content of heavy metals in leachate. The research was carried out in three locations TPA Dadaprejo Batu City, TPA Dau and TPA Supit Urang, Malang Regency, East Java. This research lasted for five months starting from May to September 2020. The materials used in this study were leachate water and leachate contaminated soil at the Dau Final Disposal Site, Dadaprejo, Supit Urang. The equipment used for this study were 600 ml bottles, filters, labels, plastic bags, scales, hoes, digital cameras and stationery. This research was conducted using sampling. The number of treatments consisted of 3 treatments which were repeated 3 times with the total amount of leachate being 9 samples. Leachate Sampling: There are 3 plots of leachate ponds at each location. Each pool plot was taken as much as 500 ml of leachate sample. Then obtained 3 samples from 3 plots, then samples of leachate from each plot were composited so that 1 sample was obtained representing each TPA. This leachate sample uses a grab sample technique where the wastewater is only temporary. To test the heavy metal content in leachate, it was identified by means of AAS (Athomyc Absorption Spectophotometer) which was carried out at the soil chemistry laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya. The observation parameters The observed parameters were heavy metal content in leachate samples of heavy metals Iron (Fe), Copper (Cu), Zinc (Zn), Lead (Pb), Cobalt (Co), Boron (Br). The results showed the presence of heavy metals from leachate, namely, heavy metals iron (Fe), copper (Cu), zinc (Zn), lead (Pb), cobalt (Co), boron (B), cadmium (Cd), mercury ( Hg) which has a concentration value exceeding the quality standard threshold in accordance with the FAO, 2007 recommendation and Government Regulation Number. 82 of 2001.
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM DAN PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT ( Lycoppersium esculentum Mill.) Fitriani Sefia; Tri Kurniastuti; Palupi Puspitorini
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v7i1.2130

Abstract

Penalitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Tanam dan Pupuk Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Lycoppersium esculentum Mill. Varietas Corona terhadap Pupuk Cair Ratu Biogen. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 Level. Faktor utama yaitu : Tanah, Sekam, dan arang sekam.Tampa Pupuk Organi Cair (X0), 2 Ml/ Liter(X1), 4 Ml/ Liter(X2), 6Ml/ Liter(X3). Para meter yang di amati meliputi tinggi tanaman, diameter batang tanaman, luas daun tanaman, jumlah daun tanaman, kulitas buah, jumlah buah, berat buah. Data analisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika berpengaruh dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNJ). Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis ragam menunjukan bahwa : 2) perlakuan pemnerian median dan pupuk cair (MX) berpengaruh Nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Tomat meliputi semua parameter pengamatan yaitu mulai tinggi tanaman, Diameter batang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, berat buah, dan jumlah buah, Kualitas Buah. Kosentrasi pemberian pupuk organic cair dengan media arang sekam , tanah (M3). Pupuk Organik Cair 2 Ml/ liter. Merupakan kosentrasi yang terbaik dengan menghasilkan nilai rata-rata tinggi pada semua parameter. Nilai terendah pada semua para meter di tunjukan dari kosentrasi tanpah Pupuk Organik Cair ( Tampah pupuk oraganik cair).
PENGARUH DOSIS PUPUK MASHITAM DAN PUPUK PETRO BIOFERTIL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.) VARIETAS JERAPAH Ayyul Fari Qainy Rikza; Pamuji Setyo Utomo
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i2.2120

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogeae L.) merupakan tanaman polong-polongan yang memiliki nilai gizi yang tinggi. Di Indonesia kacang tanah sebagai sumber pangan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Permasalahan dalam usaha pertanian tanaman kacang tanah yaitu produksinya yang masih rendah. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi kacang tanah yaitu dengan cara pemupukan yang tepat. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus menyebabkan kerusakan lahan, sehingga perlu diterapkannya sistem pertanian berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik Mashitam yang dikombinasikan dengan pupuk hayati Petro Biofertil ini diharapkan mampu meningkatkan produksi kacang tanah serta dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian dosis pupuk organik Mashitam dan pupuk hayati Petro Biofertil terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk Mashitam dengan 3 level yaitu 300 kg/ha; 400 kg/ha; 500 kg/ha dan faktor kedua adalah dosis pupuk Petro Biofertil dengan 4 level yaitu 50 kg/ha; 75 kg/ha; 100 kg/ ha; dan 125 kg/ha yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi interaksi yang nyata pada perlakuan pemberian dosis pupuk Mashitam dan pupuk Petro Biofertil pada variabel : berat kering 100 biji kacang tanah, setelah dilakukan uji DMRT 5% menunjukkan perlakuan yang memiliki rerata tertinggi adalah M2P2 (pupuk Mashitam 400 kg/ha dan pupuk Petro Biofertil 75 kg/ha), sedangkan perlakuan yang efisien adalah M1P3 (pupuk Mashitam 300 kg/ha dan pupuk Petro Biofertil 100 kg/ha). Pada perlakuan tunggal pemberian dosis pupuk Mashitam dan pupuk Petro Biofertil pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan berat segar polong/ tanaman sampel di semua umur pengamatan menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata setelah diuji lanjut dengan uji BNT 5%.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG TERHADAP APLIKASI BIOCHAR PADA LAHAN KERING DENGAN DUA SISTEM IRIGASI Raden Soedradjad; Sigit Soeparjono
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v7i1.2242

Abstract

Indonesia memiliki lahan kering seluas 144,47 juta hektar dan 76% diantaranya berada di dataran rendah (< 700 mdpl), serta berpotensi untuk ditanami tanaman pangan. Pengembangan lahan kering dapat dilakukan melalui penerapan rekayasa biologi tanah dan pengelolaan air untuk mendukung keberlanjutan agroekosistem. Biochar dalam tanah akan menyediakan tempat hidup dan sumber energi bagi mikroorganisme. Sedangkan air berperan dalam pemenuhan kebutuhan mikroorganisme dan tumbuhan. Percobaan dilakukan di Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, Situbondo pada musim kemarau 2020. Perlakuan aplikasi biochar terdiri atas 1.000 kg Biochar per hektar dan (200 kg biochar + 800 kg biochar kompos) per hektar; sedangkan sistem irigasi terdiri atas irigasi permukaan dan sprinkler. Tanaman Jagung ditanam secara zig-zag dengan jarak tanam 25x12,5x75 cm dan dalam satu lubang diisi satu biji. Variabel percobaan yang diamati meliputi laju pertumbuhan relatif (g/hari), kadar klorofil daun (µmol/m2), tinggi tanaman (cm), dan berat kering tanaman (g). Efek menguntungkan dari aplikasi Biochar dalam kondisi air terbatas adalah meningkatnya Water Holding Capacity (WHC) dan aktivitas mikroorganisme. Dengan demikian, tanaman Jagung akan mampu menyerap air dan nutrisi secara optimal dan tanaman Jagung tumbuh lebih baik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa aplikasi Biochar dan sistem irigasi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Tanaman Jagung di Lahan Kering. Kata kunci: biochar, kompos, jagung, irigasi.
PENGUJIAN PUPUK KOMPOS ECENG GONDOK DAN AGEN HAYATI (Trichoderma sp) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI LAHAN KERING Laurencius Lehar; Zainal Arifin; Heny M.C. Sine
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i2.2134

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui konsentrasi Trichoderma sp terhadap pertumbuhan bawang merah varietas Bima 3) Mendapatkan pupuk kompos eceng gondok yang mampu berinteraksi dengan konsentrasi Trichoderma sp sehingga dapat meningkatkan pertumnuhan dan megendalikan penyakit Layu Fusarium pada bawang merah varietas Bima. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan dengan jumlah keseluruahan terdapat 30 petak percobaan. Ada 2 faktor yang dicobakan yaitu faktor pertama pupuk kompos eceng gondok sebagai petak utama yaitu : Pupuk kompos eceng gondok 15 ton ha-1 (K1), Tanpa pupuk kompos eceng gondok (K2). Sedangkan faktor kedua sebagai anak petak adalah konsentrasi Trichoderma sp: Penyiraman dengan air biasa (sebagai kontrol) 100 ml (P0), Penyiraman dengan konsentrasi Trichoderma sp 5 ml + air biasa 95 ml (P1), Penyiraman dengan konsentrasi Trichoderma sp 10 + air biasa 90 ml (P2), Penyiraman dengan konsentrasi Trichoderma sp 15 ml + air biasa 85 ml (P3), Penyiraman dengan Trichoderma sp 20 + air biasa 80 ml (P4). Hasil pertumbuhan bawang merah varietas Bima dari perlakuan pupuk pupuk kompos 15 ton ha-1 dengan dengan konsentrasi Trichoderma sp 20 ml + air 80 ml menghasilkan komponen pertumbuhan yaitu jumlah daun (86,37 helai), jumlah anakan (11,64 pohon). Komponen tingkat serangan penyakit yaitu pemberian pupuk kompos 15 ton ha-1 dengan agen hayati Trichoderma sp 20 ml / liter air mampu menekan serangan penyakit layu fusarium (80 %) pada tanaman bawang merah varietas Bima. Katakunci : kompos eceng gondok, trichoderma sp,bawang merah.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK CAIR AZZOLA MICROPHYLLA DAN PUPUK ORGANIK TAKAKURA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea) Zakiyah Amini; Dina Dwirayani; R. Eviyati
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v7i1.2228

Abstract

This research was aims to examine the effectiveness of application of liquid organic fertilizer Azzolla Microphylla and organic fertilizer takakura on the growth and yield of mustard greens (Brassica juncea. Azzola as a green manure can improve the chemical properties of the soil because it can meet the nitrogen needs of plants . Giving nitrogen to plants can accelerate plant growth , especially stems and leaves . The N content of Azolla liquid fertilizer can stimulate plant growth . Giving Azolla microphylls as a liquid organic fertilizer is more easily absorbed by plants so that plant growth can be optimal . In this study , observing the effect of applying liquid organic fertilizer Azolla microphylls on sweet mustard greens using Takakura organic compost media at the age of 21 , 28 , and 39 DAP with the observed variables being the number of leaves , leaf length and width and the variables observed after harvest . including weight of consumption and volume of roots . The results of this study showed that there was no significant effect of / on the application of liquid zols fertilizer and Takakura fertilizer on the number of leaves , length and width of the mustard greens (Brassica juncea ) at 21 , 28 , and 39 days after planting (HST ) between zols liquid fertilizer and Takakura fertilizer . The application of Azolla fertilizer and Takakura growing media had a significant effect on the consumption weight of mustard (Brassica juncea ) plants . It can be seen that the consumption weights of T3 , T3 , T1 and T4 have a high value compared to T0 or without fertilizer application .
TESTING OF HUMIC LAYER NPK FERTILIZER TO PRODUCTION OF CHILI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Widiwurjani Widiwurjana; Makhziah Makhziah; Dyah Pramesti Kusumaningtyas
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i2.1986

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is a superior commodity with high economic value. Based on data from the ministry of agriculture (2019), the productivity of cayenne pepper in East Java Province in 2018 decreased from the previous year, namely 339,000 tons to 10,147 tons. One of the reasons is the continuous use of inorganic fertilizers with increasing doses so that the soil is hard and poisonous. Increasing the efficiency of fertilization can be done by adding humic acid in the fertilization process. Humic acid is a type of organic material that has been decomposed and has stable properties, thus improving the soil fertility status, both chemical, biological, and physical properties of the soil. This condition can increase the ability of the soil to absorb and provide plant nutrients. The research was carried out at the Faculty of Agriculture UPN East Java, December 2019 to May 2020. The materials used were Maruti's cayenne pepper, planting media, manure and NPK fertilizer (16:16:16) without humic layers and NPK humic layers. The doses tested were 10, 20, 30 and 40 grams of planting both NPK and NPK humate layers, given in stages 4 times. The observation parameters were the number of productive branches, the number of periodic fruits and the total and the weight of periodic and total fruits. Using analysis of variance (ANOVA) and continued with the Least Significant Difference test with a level of 5% (BNT0.05). The results obtained were that increasing the NPK dose without humic coating would increase the production parameters to a dose of 30 grams then decreased at a dose of 40 grams. The use of humate-coated NPK showed an increase in production up to a dose of 40 g. Giving humic layer at a dose of 40 gr gave an increase in the number of fruit by 10% and fruit weight by 25% compared to without a humic layer at a dose of 30 gr. The application of humic coating on NPK fertilizer at doses of 10 and 20 gr was not significantly different from that without humate.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH ( Capsicum annuum L.) Yulianty Yulianty; Rista Wahyu Mudya; Bambang Irawan; Martha Lulus Lande
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v7i1.2256

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pengaruh pemberian pupuk organik cair dari kulit pisang terhadap pertumbuhan tanaman cabai dan konsentrasi yang terbaik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan yaitu P0 (kontrol), P1 (100ml), P2 (200ml), P3 (300ml), P4 (400ml), P5 (500ml). Variabel yang diamati yaitu (1) tinggi tanaman, (2) jumlah daun, (3) berat kering, (4) berat basah, dan (5) panjang akar. Data hasil pengamatan ini di homogenkan dengan uji Levene, kemudian dianalisis ragam (ANARA) pada taraf 5%, jika hasil signifikan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil dari penelitian ini yaitu kulit pisang mampu memberikan pengaruh pada tinggi tanaman minggu ke 1 dan 2. tetapi tidak berbeda nyata terhadap jumlah daun, panjang akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan P3 (300 ml) merupakan dosis yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai.

Page 10 of 19 | Total Record : 190