cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2019)" : 11 Documents clear
faktor risiko kejadian miopia anak ( annisa, a. fitria nur; abdullah, a. zulkifli; russeng, syamsiar r
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.904 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.265

Abstract

Jumlah kasus Kelainan Refraksi di BKMM Kota Makassar tahun 2016 sebanyak 8105 kasus (29%). Penelitian bertujuan untuk menilai besar risiko jenis kelamin, riwayat keluarga, kebiasaan membaca buku dan kebiasaan menonton televisi terhadap kejadian miopia pada anak (<20 tahun) di BKMM Kota Makassar Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan case control study. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik sistematik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 164 orang anak (<20 tahun) yang terdiri dari 82 kasus dan 82 kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Odds Ratio dan multiple logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berisiko terhadap kejadian miopia, yaitu jenis kelamin (OR= 2,939; 95%CI: 1,543-5,600), riwayat keluarga (OR= 3,839; 95%CI: 1,961-7,518), jarak membaca buku (OR= 8,517; 95%CI: 3,764-19,273), durasi membaca buku (OR= 3,546; 95% CI: 1,662-7,565), jarak menonton televisi (OR= 3,864; 95%CI: 1,518-5,403) dan durasi menonton televisi (OR= 7,474; 95%CI: 3,463-16,129). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa durasi menonton televisimerupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian miopia (OR= 18,457; 95%CI: 5,081-67,050). Kesimpulannya, variabel jenis kelamin, riwayat keluarga, kebiasaan membaca buku dan kebiasaan menonton televisi merupakan faktor risiko kejadian miopia anak (<20 tahun) di BKMM Kota Makassar.
faktor risiko kemungkinan timbulnya diabetes melitus pada remaja di kabupaten sleman (skoring DM menggunakan findrisc) sahayati, sri
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.58 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.271

Abstract

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian di dunia. Di Indonesia jumlah kasus diabetes berada pada urutan kedua setelah hipertensi. Faktor risiko terjadinya diabetes adalah riwayat keluarga, konsumsi manis, aktifitas fisik, obesitas dan genetik. Diperkirakan pada tahun 2040 di dunia akan ada kenaikan kasus diabetes hingga mencapai angka 642 juta. Pola hidup yang sudah berubah akan mempengaruhi setiap generasi, dan ini pula yang sudah terjadi pada kalangan remaja di Indonesia. Remaja saat ini adalah orang dewasa pada sepuluh atau dua puluh tahun ke depan sehingga pemeriksaan dan kewaspadaan akan penyakit diabetes perlu dilakukan. FINDRISC adalah sebuat alat bantu untuk menentukan apakah individu termasuk orang yang mempunyai faktor risiko diabetes.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko timbulnya diabetes pada kelompok remaja di Kabupaten Sleman. Desain penelitian ini adalah analitik korelasional, yaitu mencari hubungan antara faktor-faktor yang berisiko terhadap timbulnya DM (dengan menghitung skor DM menggunakan aplikasi FINDRISC) pada remaja. Hasil dari penelitian ini, variabel yang berhubungan dengan FINDRISC adalah riwayat keluarga (p val=0.000), kadar gula darah (p val=0.003), aktivitas fisik (p val=0.000), dan konsumsi sayur dan buah (p val=0.018). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah tekanan darah (p val=0,087), IMT (p val=0.320), dan lingkar perut (p val=0.082). Analisis multivariat diperoleh secara rata-rata, skor findrisc lebih tinggi 2,54 poin pada orang yang memiliki riwayat keluarga dibanding yang tidak memiliki riwayat keluarga, skor findrisc lebih rendah 3,49 poin pada orang yang memiliki aktivitas fisik yang tidak memiliki aktivitas fisik, dan secara rata-rata, skor findrisc lebih rendah 1,58 poin pada orang yang mengkonsumsi sayur buah dibanding yang tidak mengkonsumsi sayur buah. Kesimpulan penelitian ini riwayat keluarga, kadar gula darah, aktvitas fisik dan konsumsi buah dan sayur berhubungan dengan skor FINDRISC remaja.
hubungan sikap kerja berdiri dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja di bagian produksi pabrik kayu lapis yogyakarta sumekar, ariana; anisah, nur; yunus, fitriyani ida y
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.756 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.266

Abstract

Kelelahan kerja merupakan permasalahan yang umum di tempat kerja yang sering kita jumpai pada tenaga kerja. Hasil penelitian masih ditemukan kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Hal ini masih di sebabkan beberapa hal, diantaranya sikap kerja berdiri yang tidak ergonomis serta beban kerja fisik yang berlebihan. Apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kecelakaan pada pekerja itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap kerja berdiri dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta. Sampel diambil dengan metode purposive samplingdengan jumlah sampel 67 pekerja. Pengambilan data dengan mengukuran denyut nadi, kuesioner dan lembar observasi Rapid Entry Body Assesment (REBA). Data diolah dan dianalisis menggunakan uji kolerasi spearman rank dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa sikap kerja berdiri pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta yang memiliki risiko sedang 19,4%, tinggi 77,6% dan sangat tinggi 3,0%. Beban kerja fisik pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta yang memiliki beban kerja fisik rendah sebanyak 76,1% dan sedang sebanyak 23,9%. Kelelahan kerja pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta yang memiliki kategori lelah 46,3% dan sangat lelah 53,7%. Kesimpulannya tidak ada hubungan antara sikap kerja berdiri dengan kelelahan kerja pada pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta  (p=0,823). Ada hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja dibagian produksi Pabrik Kayu Lapis Yogyakarta  (p=0,003)
hubungan kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII program studi DIV bidan pendidik universitas respati yogyakarta presty, marsela renasari; palifiana, dheska arthyka; margono, margono
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.738 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.272

Abstract

Indeks Pembangunan Pendidikan Untuk Semua atau The Education for All Development Index (EDI) Indonesia tahun 2014 berada pada peringkat 57 dari 115 negara. Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII program studi DIV bidan pendidik Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan metode Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester VIII Program Studi DIV Bidan Pendidik sebanyak 172 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 128 mahasiswa. analisis data bivariat  menggunakan uji chi-square. Hasil perhitungan menggunakan analisis Chi-square diperoleh nilai ρ–value lebih besar dari taraf signifikansi (0,958 > 0,05) dan nilai X2 hitung lebih kecil dari X2 tabel dengan derajat kebebasan (df) 2 (0,085 < 5,991). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII Program Studi DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta. Kesimpulan  dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kesiapan praktik mengajar dengan nilai ujian praktik real teaching pada mahasiswa semester VIII Program Studi DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta
the relationship between complience use PPE eyes with metal welding chips in eyes welders in the welding workshop in boja fatmasari, ikka fitria feby; musyarofah, siti; widjasena, baju
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.06 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.267

Abstract

Accident that occured in the workplace there are several interrelated causes can be a death cause, disable and work-related disease (WRD). Welders in welding workshop have some several eye injuries incident. One of them was metal welding chips. The use of PPE eyes is very importance for welders. Infact still many welders who neglect in this health. This study aim to determined the relationship between compliance use PPE eyes with metal welding chips on the eyes welders in the welding workshop in Boja village. This research used survey analytic research with cross sectional approach. The population in this study was all welders in welding workshop in Boja village. The sampling technique with total sampling that accorded to the inclusion criteria. The sample was 34 respondents. The instrument that was used were questionnaires and checklist sheets. The results indicated that the welders that compliance using PPE eyes as much as 44,1%. The welders rarely exposed by metal welding chips as much as 47,1%. The data analayzed with Chi-Square test there was significant relationship between compliance PPE eyes with metal welding chips on the eyes welders in the welding workshop in Boja village. {p value = 0,001; PR= 3,947 (1,4-11,2)} Based on result of the study, the welding workshop holders are being recommended to provide PPE eyes and supervise the use of PPE eyes for the welders
evaluasi pasca pelatihan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) pada kader posyandu terhadap peningkatan status gizi bayi dan balita widaryanti, rahayu; rahmuniyati, merita eka
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.279 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.273

Abstract

Pelatihan PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak) di kota Yogyakarta dimulai pada tahun 2016 dan dilaksanakan 3 angkatan. Setiap angkatan terdiri dari 12 kader posyandu. Salah satu kader yang telah dilatih PMBA oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta adalah kader Puskesmas Tegalrejo. Tujuan dari pelatihan PMBA ini adalah untuk meningkatkan status gizi bayi dan balita. Setelah tiga tahun dilakukan pelatihan PMBA belum ada penurunan masalah gizi yang signifikan. Pada tahun 2019 masih terdapat 6,53% gizi kurang, 1,18 % balita mengalami status gizi kurus, dan 12,46 % balita mengalami stunting. Oleh sebab itu perlu diadakan evaluasi pasca pelatihan konseling PMBA bagi kader. Rancangan penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Tehnik sampel yang digunakan adalah menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang telah mengikuti pelatihan PMBA sejumlah 6 orang. Informan triangulasi dalam penelitian ini adalah bagian gizi Puskesmas Tegalrejo dan seksi gizi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta ibu yang mempunyai balita. Pelatihan PMBA dilaksanakan selama 6 hari (24 Jam) dengan 12 peserta. Hasil monitoring kegiatan pelatihan belum dilaksanakan secara optimal, kader belum mengimplementasikan hasil PMBA secara maksimal dan masih banyak menemukan kendala. Kendala tersebut mempengaruhi keberhasilan penurunan masalah gizi dan balita di Kota Yogyakarta. 
analisis soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak di sekolah dasar kecamatan banguntapan bantul yogyakarta sumekar, ariana; chasanah, siti uswatun; damayanti, susi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.683 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.268

Abstract

Prevalensi kecacingan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah pada anak sekolah dasar adalah 60% - 80%. Prevalensi infeksi kecacingan pada anak sekolah dasar di Indonesia mengalami fluktuasi yaitu pada tahun. Penyakit ini dapat menyerang seluruh kelompok umur tetapi lebih banyak menginfeksi anak-anak sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan soil transmitted helminth dan anemia dengan prestasi belajar pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta pada tahun 2017, dengan desain penelitian cross sectional analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling di tiga sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 115 siswa. Pemeriksaan telur cacing menggunakan metode Apung (Flotation Method). Tahapan analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan ?=0,05). Hasil penelitian adalah terdapat 0,9% anak sekolah dasar di SD Kecamatan Banguntapan terinfeksi kecacingan yaitu Trichuristrichiura. Prevalensi anemia pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 16,5%. Asupan makanan dengan kategori kurang sebanyak 60,9%. Prevalensi gizi kurang pada anak sekolah dasar di Kecamatan Banguntapan adalah 6,1% dan gizi lebih 35,7%. Prestasi belajar siswa dengan kategori kurang sebanyak 47,8% Terdapat hubungan yang sigifikan antara status gizi dan asupan makanan dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara kecacingan dan anemia dengan prestasi belajar siswa di Kecamatan Banguntapan.
identifikasi perkembangan balita dengan metode kpsp terhadap status gizi balita di boyolali nurhayati, isnani; hidayat, anas rahmad
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.828 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.269

Abstract

Data dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan masih adanya status gizi kurang dan buruk 17% di Indonesia, Sedangkan tahap perkembangan balita saat ini mennejtukan masa depan bangsa. Status gizi sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita terutama balita karena berkaitan erat dengan kesehatan dan kecerdasan. Status Gizi tahun 2015 menunjukkan bahwa balita menurut indeks berat badan per usia didapatkan hasil 79,7% gizi baik; 14,9% gizi kurang dan 3,8% gizi buruk dan 1,5% gizi lebih.Penelitian ini bertuan untuk mengidentifikasi perkembangan balita dengan metode Kuesioner Pra Skrining Perkembangan balita terhadap status gizi balita.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.berlokasi di wilayah binaan Puskesmas Cepogo Boyolali.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability sampling dengan Purposive Sampling, besar sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 92 balita yang akan dijadikan responden.Pengumpulan data menggunakan antropometri dan tes perkembangan dengan metode KPSP  sedangkan status gisi ditentukan dengan z-scor. Data dianalisa secara bivariat dan univariat (chi- square).Hasil : Penelitian ini menunjukkan perkembangan balita sesuai dengan umurnya yaitu berjumlah 68,5%. Status gizi balita menurut BB/U adalah baik, menurut TB/U dengan status gizi Normal 81,5%, menurut (BB/TB status gizi normal 71,7%, menurut IMT/U status gizi Normal 78,3%. Ada hubungan identifikasi perkembangan dengan metode KPSP terhadap status gizi balita ditunjukkan dengan p value =0,000<?=0,05.Kesimpulan : Ada hubungan Identifikasi perkembangan balita dengan metode KPSP terhadap status gizi balita.. 
the differences of intrapartum types to the risk of postpartum depression on primiparous mother in public hospital of yogyakarta municipality riansih, chici; makiyah, sri nabawiyati nurul; kartini, farida
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.232 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.264

Abstract

Postpartum depression is one of serious problems that women experience after giving birth. Depression symptoms found in postpartum mothers include sadness, anxiety, crying, temperament, lack of appetite, insomnia, and inattentive to the baby. It is a part of the symptoms of maternal psychological disorders that lead to the postpartum depression. This study used quantitative research with analytic observational research design. The population of primiparous postpartum mothers is 60 people consisting of 20 postpartum mothers of Sectio Caesarea, 20 spontaneous postpartum mothers, and 20 vacuum extraction postpartum mothers in the Public Hospital of Yogyakarta Municipality. The sampling teachnique used consecutive sampling. The study utilized Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. Bivariate analysis used ANOVA statistical test followed by post hoc test and Chi-Square test with 95% of confidence level. The results of the analysis show Respondents data who were at risk of postpartum depression in Sectio Caesarea intrapartum (16 or 80%) compared to vacuum extraction intrapartum (5 or 13%) and spontaneous intrapartum (7 or 35%). There was a difference on the type of Sectio Caesarea intrapartum with spontaneous intrapartum and vacuum extraction with the risk of postpartum depression of p-value = 0.001 (p <0.05). The difference of the risk was significant on the type of Sectio Caesarea intrapartum when compared with vacuum extraction and spontaneous intrapartum, while between vacuum extraction and spontaneous intrapartum was not significantly different. The conclusion of this study is that there are differences in the type of Sectio Caesarea intrapartum with spontaneous intrapartum and vacuum extraction on the risk of postpartum depression among primiparous mothers in Public Hospital of Yogyakarta Municipality.
analisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di lokalisasi tegal panas kecamatan bergas kabupaten semarang sunarti, sunarti; suratmi, tri; darwis, darnialis
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.359 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.270

Abstract

Infeksi Menular Seksual suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pengidap terbanyak di Indonesia adalah mereka yang berusia produktif umur 20-39 tahun. Di Indonesia jumlah kasus IMS dengan penegakan diagnosa berdasarkan pendekatan sindrom dan pemeriksaan laboratorium menurut kelompok risiko tertinggi adalah wanita pekerja seks dengan jumlah 8.765 kasus. Pekerja Seks Komersial berisiko tertular penyakit menular seksual. IMS dapat meningkatkan risiko tertular infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) , sehingga membuat mereka mempunyai peluang untuk terkena IMS dengan pekerjaannya melayani banyak pelanggan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di Lokalisasi Tegal Panas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 PSK dan 3 informan kunci (Petugas Kesehatan dan Mucikari). Objek dalam penelitian ini yaitu perilaku PSK dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Metode dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam dan FGD yang dilakukan di Lokalisasi Tegala Panas dengan menggunakan analisis data yaitu analisis conten dan reduksi data. Pengetahuan PSK seperti tanda gejala dan jenis-jenis mengenai IMS masih kurang, namun cukup baik dalam hal pencegahan dan pengobatan IMS, sebagian besar  mereka melindungi diri dengan meminum antibiotik dan mencuci alat kelamin dengan antiseptic. Penggunaan kondom didasarkan kesepakatan dengan pelanggan serta layanan kesehatan yang belum dimanfaatkan oleh semua PSK yang ada di Lokalisasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11