cover
Contact Name
Merita Eka Rahmuniyati
Contact Email
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_formilkesmas@respati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati
ISSN : 25025570     EISSN : 25500864     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KESMAS RESPATI (p-ISSN: 2502-5570, e-ISSN: 2550-0864) is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various public health disciplines (biostatistics and demography, epidemiology, health education and behavioral science, health policy administration, environmental health, nutrition, reproductive health, occupational health and safety.
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI PUSKESMAS DEPOK II SLEMAN YOGYAKARTA Chasanah, Siti Uswatun; Syarifah, Nuryeti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.04 KB) | DOI: 10.35842/formil.v2i1.57

Abstract

deskripsi epidemiologi leptospirosis di puskesmas nglipar II, kabupaten gunungkidul, daerah istimewa yogyakarta yudha, puratmaja; rokhmayanti, rokhmayanti
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.479 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i1.105

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis adalah salah satu penyakit menular yang harus dilakukan pengendalian dan pemberantasan. Di Indonesia kasus leptospirosis masih terjadi secara fluktuatif setiap tahun. Kasus leptospirosis terbanyak di Indonesia terjadi pada tahun 2011 berjumlah 857 kasus dengan 82 kematian (Case Fatality Rate/CFR 9,56%) hal tersebut dikarenakan terjadinya KLB di DI Yogyakarta (DIY). Pada tahun 2017 kasus leptospirosis terjadi di desa Natah Wetan, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta (DIY) dengan total 6 kasus. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi leptospirosis berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Nglipar II. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan variabel orang, menunjukkan penderita berumur 45-50 tahun dan >50 tahun yaitu masing-masing 50%, mayoritas terjadi pada laki-laki (83,3%), semua penderita bekerja sebagai petani (100%). Berdasarkan variabel tempat, kasus leptospirosis terjadi di sawah Jembangan, desa Natah Wetan sebagai lokasi penularan dan berdasarkan variabel waktu, kasus leptospirosis terjadi pada bulan Februari, Maret, dan Juni tahun 2017 dengan 6 total kasus (CFR 50%). Kesimpulan: Leptospirosis terjadi di desa Natah Wetan dengan lokasi persebaran di sawah Jembangan, mayoritas penderita Laki-laki yang berusia dewasa dan bekerja sebagai petani. Kasus Leptospirosis paling banyak terjadi pada bulan Februari dan Maret dengan total 5 kasus. Program penyuluhan dan pencegahan terkait penyakit leptospirosis dapat disarankan untuk menambah pengetahuan dan mengurangi perilaku berisiko masyarakat.
hubungan peran orang tua dan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak pra sekolah di tk gugus ix kecamatan depok sleman yogyakarta vitrianingsih, vitrianingsih; khadijah, sitti; ceria, inayati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.583 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i2.178

Abstract

Latar Belakang: Salah satu teknologi yang di sukai anak-anak saat ini adalah gadget. Walaupun penggunaan gadget memiliki dampak positif seperti dapat mengasah kreativitas dan kecerdasan anak dengan adanya aplikasi-aplikasi pelajaran, namun dampak negatif juga dapat terjadi Penggunaan gadget yang berlebihan membuat seorang anak akan bersikap tidak peduli terhadap lingkungan baik dalam keluarga  maupun. Anak akan menjadi malas bergaul dan berdiam diri di depan gadget selama mungkin, dan melupakan waktu bermain dengan teman-teman maupun anggota keluarga lain. Hal ini akan berdampak pada kesehatan maupun perkembangan anak serta gangguan interaksi sosial. Untuk itu peran orang tua dalam penggunaan gadget pada anak harus diperhatikan.Tujuan : untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak pra sekolah di TK Gugus IX Kecamatan Depok Sleman YogyakartaMetode: Jenis penelitian yaitu survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh orang tua dan anak pra sekolah di gugus IX Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 103 responden. Instrumen penelitian yaitu menggunakan kuesioner dan Denver Development Skreening Test (DDST). Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistikHasil: Peran orang tua dalam penggunaan gadget di gugus IX Kecamatan Depok Sleman Yogyakarta sebanyak 87% dalam kategori baik. Sebanyak 86,4% perkembangan anak di TK gugus IX dalam kategori normal. Hubungan peran orang tua dalam penggunaan gadget dengan perkembangan anak didapatkan p value 0,008. Hubungan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak didapatkan p value 0,005.Kesimpulan: Ada hubungan peran orang tua dan durasi penggunaan gadget dengan perkembangan anak pra sekolah. Durasi penggunaan gadget dominan mempengaruhi perkembangan anak pra sekolah.
SHIFT KERJA DAN PRODUKTIVITAS PEKERJA BAGIAN PENGGILINGAN DI PT. MADUKISMO YOGYAKARTA Alfanan, Azir; Setya Harmawan, David Fido
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.482 KB) | DOI: 10.35842/formil.v1i2.23

Abstract

HUBUNGAN PRAKTIK HIGIENE SANITASI DENGAN CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA OLAHAN IKAN BAKAR DI WARUNG MAKAN SEAFOOD PANTAI DEPOK, BANTUL, YOGYAKARTA Kurniaty, Rulia Try; Lustiyati, Elisabeth Deta; Nisari, Naomi
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6978.78 KB) | DOI: 10.35842/formil.v2i2.68

Abstract

budaya organisasi sebagai prediksi penyebab burnout syndrome pada perawat; studi kasus di rumah sakit pemerintah pujiati, tri ismu; susanto, nugroho
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.566 KB) | DOI: 10.35842/formil.v3i1.113

Abstract

Latar belakang: WHO kematian pasien di Asia Tenggara akibat pelayanan RS dan Puskesmas yang kurang baik mencapai 41%. Burnout Syndrome menyebabkan rendahnya kinerja pelayanan perawat di Rumah Sakit. Review penelitian sebelumnya bahwa burnout syndrome disebabkan oleh budaya organisasi, karakteristik perawat, karakteristik pekerjaan dan kualitas kehidupan kerja perawat. Tujuan umum penelitian adalah memprediksi faktor yang terkait dengan burnout syndrome pada perawat berdasarkan karakteristik, budaya organisasi, kualitas hidup kerja perawat.Metode: Jenis Penelitian cross sectional yang melihat faktor organisasi, karakteristik perawat dan kualitas hidup perawat dalam memprediksi terjadinya burnout syndrome pada perawat di rumah sakit. Populasi penelitian adalah perawat aktif di RSUD Tugu Semarang. Pengambilan sampel dengan cluster random sampling. Sampel yang diambil sebesar 102 sampel. Analisis dilakukan dengan bantuan program sofware SPSS dengan uji regresi linier. Instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan uji korelasi product moment pearson dan Uji reliabilitas dilakukan dengan uji Cronbach’s Alpha dengan nilai koefisien Cronbach’s Alpha > 0,6.Hasil: Rerata usia perawat RSUD Tugu Semarang adalah 32,76, sebagian besar perawat berpendidikan S-1 54,9%. Budaya organisasi rerata 2,45, karakteristik perawat rerata 3.94, kualitas hidup kerja perawat rerata 3,50, burnout syndrome rerata 2,69. Faktor yang paling berkontribusi terhadap kejadian burnout syndrome pada perawat di rumah sakit adalah faktor budaya organisasi yang dapat dilihat dari nilai β = -1,051 jika dibanding dengan variabel lain seperti karakteristik perawat β = 0,023 dan kualitas hidup kerja perawat β = -0,709.Kesimpulan : Budaya organisasi dan karakteristik perawat signifikan memprediksi kejadian burnout syndrome perawat di rumah sakit, Budaya organisasi merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian burnout syndrome perawat di rumah sakit.
KAJIAN FAKTOR RISIKO KEHAMILAN SEBAGAI PREDIKSI GAWAT DARURAT OBSTETRIK PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN BANTUL Rusyani, Yelli Yani; Susanto, Nugroho; Nugroho, Ariyanto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.156 KB) | DOI: 10.35842/formil.v1i1.11

Abstract

KETAJAMAN PENGLIHATAN DITINJAU DARI PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG MATA DAN WAKTU PAPARAN PEKERJA LAS DI KOTA YOGYAKARTA Alfanan, Azir
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractVisual acuity is a problem of Occupational Safety and Health (OSH) in welding workshop. Eye protection equipment usage, illumination or lighting, exposure duration, working period, refractive error and age can affect visual acuity of welding workers. In Yogyakarta there were 15 welding workshops, which were mostly never carried out visual acuity check, they didnt know the visual acuity of their welding workers.This research aimed to protect the welding workers from low vision risk caused by eye protection equipment usage, and exposure duration. This research used analytic method with cross sectional design. The sampling technique which used was purposive sampling. The results showed that, there were 65 respondents had normal visual acuity and 19 respondents who had already decreased their visual acuity. The analysis showed that, there was difference in visual acuity between the respondents who used and who didnt use eye protection equipment (p = 0.000), there was difference in visual acuity to exposure duration (p = 0.000).Keywords: Visual acuity, eye protection equipment usage, exposure duration.IntisariKetajaman penglihatan merupakan salah satu masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel las. Pemakaian alat pelindung mata, kekuatan penerangan atau pencahayaan, waktu papar, masa kerja, kelainan refraksi dan umur merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketajaman penglihatan pekerja las. Di Yogyakarta terdapat 15 bengkel las yang sebagian besar belum pernah dilakukan pemeriksaan visus mata sehingga tidak diketahui ketajaman penglihatan pekerja bengkel las.Tujuan umum penelitian ini adalah melindungi pekerja bengkel las dari risiko gangguan ketajaman penglihatan yang ditinjau dari pemakaian alat pelindung mata, dan waktu paparan. Sedangkan tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengkaji, menganalisis, dan membuktikan hubungan antara perbedaan pemakaian alat pelindung mata terhadap ketajaman penglihatan, dan hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan pekerja bengkel las di Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi responden tidak sedang menderita anemia dan Diabetes Melitus (DM) dan kriteria eksklusi yaitu pekerja tidak sedang sakit sehingga tidak bisa diambil datanya. Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 65 orang mempunyai ketajaman penglihatan normal dan 19 orang yang mempunyai ketajaman penglihatan sudah buruk. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai dan yang tidak memakai alat pelindung mata (p = 0,000), ada hubungan negatif antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan (p = 0,004 dan r = -0,312), dan pemakaian alat pelindung mata mempunyai peranan paling besar dalam menentukan gangguan ketajaman penglihatan (coefficient ? = 0,181). Ada perbedaan ketajaman penglihatan antara responden yang memakai alat pelindung mata dan responden yang tidak memakai alat pelindung mata, ada hubungan antara waktu paparan dengan ketajaman penglihatan.Kata Kunci: Ketajaman penglihatan, alat pelindung mata, waktu paparan, bengkel las
ZONASI KOMPLIKASI PENYAKIT DIABETES DI WIAYAH BENCANA GUNUNG BERAPI Studi Kasus di Puskesmas Cangkringan Susanto, Nugroho
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v3i2.158

Abstract

Background: Volcanic disasters cause health problems for surrounding communities. Diabetes prevalence is high in advanced populations. Problems that often occur in times such as diabetes that relate to other people during a disaster become a special problem. Previous studies that knew low diabetes, accompanied by increasing diabetes at this price. In disaster areas, diabetics show an emergency condition. The purpose of the study was to look at diabetes suffered and complicating factors in Cangkringan sub-district.Method: Research design with cross sectional. The study population was diabetics in the work area of Cangkringan health center. Samples were estimated 118 samples. Data were collected with medical record documents and taking ordinate points and interviews. Analysis using two approaches univariate and bivariate analysis. Univariate analysis was carried out by analyzing geographic mapping using software epi info version 7. Bivariate analysis with chi square test with 10% CI.Results: Argomulyo is the region with the most diabetes. Vulcano occur in the form of displacement in the form of displacement in the radius of impacted of the volcano. Variables as village impacted, the availability of doctor services significantly influences of DM complications in Cangkringan District. Based on gender, education and age there was no significant effect on the incidence of DM complications at the level of confidence α = 0.10. variable age, suffered, regularity of treatment there was no significant relationship between the duration of suffering with complications of diabetes p => 0.05. Based on family history, there was a significant relationship between family history and complications of diabetes p = 0.024.Conclusion: Based on the results and discussion could be concluded 1). Most of the sufferers were displaced after the volcanic eruption in 2010 in people with diabetes and stroke. 2).The biggest data on Diabetes is in Argomulyo due to displacement of residence from a location near the volcano. 4). History of diabetes is the most influential factor for diabetes complications.Key word: Geographic, diabetic, disaster
Peran petugas kesehatan dalam penanggulangan GAKY di puskesmas cangkringan kabupaten sleman di yogyakarta Yuliana Purnama Sari Min, Ayu Fitriani,
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.894 KB) | DOI: 10.35842/formil.v1i1.5

Abstract

Page 2 of 17 | Total Record : 168