cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2017)" : 8 Documents clear
PANDANGAN ORIENTALIS TENTANG EKSISTENSI M Basir Syam
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.945 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3277

Abstract

Para orientalis berbeda pendapat tentang eksistensi filsafat Islam. Mreka yang hidup pada abad 19 umumnya menolak keberadaan filsafat Islam. GT Tennemann tidak mengakui  adanya filsafat Islam.   Antara lain bahwakitab suciAl Quran menjadi penghalang kebebasan berpikir, Demikian juga kepanatikan kaum Alussunnah wal Jamaah. Hal yang sama dikemukakan oleh Ernes Renan bahwa orang – orang Arab lebih cenderung berangan-angan seperti tergambar dalamsyair-syair mereka. Pandangan yang berbeda datang pada abad ke 20. L Gauthier justru mengakui kemampuan orang- orang Arab berfikir filosofis seperti halnya bangsa bangsa lainnya. Hal tersebut dipertegas oleh Emile Brahier. Menurut Dia bahwa orang-orang Islam dari kalangan orang – orang Aria lah yang melakukan pemikiran filosofis. Max Horten bahkan melihat bahwa filsafat Islam bukan saja apa yang ditulis oleh parafilosof muslim dalam bidang filsafat, bahkan kaya-karya yang ditulis dalam kajian teologi dan tasawwuf juga dapat dikategorikan sebagai filsafat Islam.
PUNCAK-PUNCAK CAPAIAN SUFISTIK DALAM PERSPEKTIF METODOLOGIS Tasmin Tangngareng
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.632 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3410

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang puncak-puncak sufistik dalam perspektif metodologis. Ajaran tasawuf pada hakekatnya adalah ekspresi keagamaan, ia merupakan komitmen moral dan iman dari orang-orang yang beragama secara saleh. Hal ini disebabkan, tasawuf dan ajarannya berfungsi untuk mewadahi dan menstabilkan komitmen moral orang yang beriman sehingga tasawuf memberikan tempat bagi kehidupan rohaniyah. Dengan rohani yang suci dan bersih, sang sufi memungkinkan dirinya untuk sampai pada puncak-puncak capaian sufistik, yakni mengadakan komunikasi, bahkan “menyatu” (ittihad) dengan Tuhannya. Dalam menggapai puncak-puncak capaian sufistik itu, memerlukan proses perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, karena harus melalui berbagai maqam dan hal.. Maqam adalah suatu tahap pencapaian ruhaniah dalam mendekat kepada Tuhan, yang merupakan hasil upaya  bagi seorang sufi; sedangkan hal adalah suasana batiniah, yang senantiasa mengitari perasaan calon sufi dalam setiap maqam yang selalu bergerak naik setahap demi setahap sampai ke tingkat puncak perjalanannya yakni puncak capaian sufistik. Metode perjalanan kepuncak capaian sufistik memiliki tingkat yang beragam, yakni mahabbah, ma’rifah, ittihad, hulul dan wahdat al-wujud. Untuk sampai pada tingkat-tingkat tersebut berbagai metodologis yang dilakukan para sufi. Dalam hal ini, metode yang dilakukan untuk sampai pada tingkat mahabbah dan ma’rifah adalah qalb – ruh – sirr. Sedangkan metode yang dilakukan untuk sampai pada tingkat itihad, hulul dan wahdat al-wujud adalah  al-fana dan al-baqa.
PETA DUNIA ISLAM : SYI’AH, SUNNI DAN AHMADIYAH Muliati Muliati
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.853 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3279

Abstract

Dari empat disiplin ilmu keislaman yang mapan, tasawuf, kalam, fiqih, dan filsafat atau al-hikmah yang terakhir ini paling kuat mendominasi pemahaman masyarakat muslim akan agama mereka. Kenyataan tersebut dapat dikembalikan pada benih munculnya persoalan kalam di tengah-tengah masyarakat muslim sejak meninggalnya Nabi saw., dan semakin tumbuh menjelang berakhirnya dekade ketiga Khulafa Al-Rasyidin, yaitu di akhir pemerintahan khalifah Usman bin Affan  dan diawal pemerintahan Ali bin Abu Thalib  Sebab utama goyahnya kesatuan umat Islam tersebut berpangkal pada pertikaian politik yang bercorak kalam kemudian melahir-kan sekte-sekte di antara kelompok-kelompok muslim yang sedang bersaing. Peristiwa tersebut merupakan awal masa desintegrasi yang dalam perkembangan kalam selanjutnya, terutama sesudah terbunuhnya khalifah ketiga, Usman, benar-benar mendorong lahirnya sekte-sekte dalam Islam dengan doktrin ajaran yang masing-masing berbeda antara satu dengan lainnya
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM Q.S. LUQMAN 12-19 Nur Hayati
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.702 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3281

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar untuk membina pribadi muslim yang memiliki akidah yang kuat, taat beribadah, memiliki kepekaan sosial serta tampil sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Al-Qur’an mengabadikan Luqman sebagai sosok pribadi yang diberikan hikmah oleh Allah swt.,  bahkan al-Qur’an menunjukkan peran yang dimainkan oleh Luqman khususnya dalam pembinaan anak agar tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang berakhlak mulia. Dalam upayanya menanamkan ajaran Islam serta petunjuk pelaksanaan dari aspek kognitif, apektif dan   psikomotorik, selalu dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang, jauh dari kekerasan dan pemaksaan. Karena itu sosok Luqman yang diabadikan al-Qur’an, tetap relevan untuk pembinaan generasi muda Islam dewasa ini.
ALI ABDUL RAZIQ KAJIAN TEOLOGIS ATAS PEMIKIRANNYA Burhanuddin Yusuf
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.646 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3274

Abstract

Ali Abdul Razik adalah pemikir muslim yang dinilai kontroversial karena pemikiran politiknya. Hal ini terjadi karena kajiannya berbeda arus dari pemikiran tokoh-tokoh muslim sezamannya, terutama dalam hal pemerintahan Islam. Pandangan  Ali Abdul Raziq sungguh pun lebih berat menggunakan pendekatan sejarah dan logika social, suatu pendekatan yang memang jarang digunakan oleh ulama pada umumnya, namun alasan-alasan teologis dibalik itu cukup kental kelihatan untuk memahami hal terebut, pengkaji perlu lebih kritis. Kerangka berfikir Ali Abdul Raziq oleh ulama sunni umumnya dianggap cendrung melahirkan Negara sekuler, yaitu Negara yang tidak bertanggungjawab pada persoalan-persoalan  agama. Inilah yang menjadi kunci penentangan mereka kepada pemikiran ali Abdul Raziq. Ali Abdul Raziq menegaskan bahwa dari kaca mata  Al-Qur‟an  maupun Sunnah, tidak ditemukan matan yang bersifat teologis tentang adanya bentuk pemerintahan tertentu yang wajib diikuti atau diterapkan oleh umat Islam. Implikasinya adalah, Rasulullah saw cukup bijak memberi ruang kepada umatnya untuk memilih bentuk pemerintahan yang sesuai untuknya. Oleh karena itu, maka bentuk pemerintahan umat Islam dari masa kemasa tidak bersifat passif, tidak kaku, selalu up to date.
PEMBINAAN MORAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER REMAJA (Studi Kasus Remaja Peminum Tuak di Kelurahan Suli Kecamatan Suli Kabupaten Luwu) Audah Mannan
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.883 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3408

Abstract

Implementasi pembinaan moral dapat dipandang sebagai suatu wadah untuk membina dan membentuk karakter remaja dalam mengembangkan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) serta pembiasaan (psikomotorik). Pembinaan moral harus mendorong semua aspek tersebut ke arah pencapaian kesempurnaan hidup berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan moral dalam membentuk karakter remaja yang mengkomsumsi minuman tuak. Secara khusus, yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang: strategi  pembinaan moral dalam membentuk karakter remaja peminum tuak di Kelurahan Suli, Menganalisis Faktor-faktor yang mendorong remaja minum tuak di Kelurahan Suli, Faktor-faktor yang yang menghambat pembinaan moral remaja di Kelurahan Suli.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan metode penentuan informan yang digunakan adalah teknik pusposive random sampling. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik field research observasi, wawancara, telaah pustaka dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi pembinaan pembinaan moral dalam membentuk karakter remaja di Kelurahan Suli melalui  wadah: keluarga,  (dilaksanakan dilingkungan keluarga masing-masing dengan cara memberikan contoh atau suri tauladan yang baik dan mendorong pemuda untuk aktif berorganisasi/bermasyarakat lebih diintensifkan), pemerintah (dilaksanakan oleh aparat Kelurahan dan harus ada perhatian terus-menerus), masyarakat (dilaksanakan oleh tokoh masyarakat/tokoh agama menjadi suatu kedinamisan untuk kebersamaan), Berbagai faktor yang menyebabkan remaja mengkonsumsi minum- minuman tuak dapat ditinjau dari segi sosial dan psikologis yang dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Penghambat dalam Pembinaan Moral dalam Karakter Remaja di Kelurahan Suli Orangtua, aparat pemerintah, tokoh masyarakat.
FILSAFAT ISLAM KLASIK DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN DI EROPA Ibrahim Ibrahim
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.494 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3276

Abstract

Artikel ini membahas mengenai spirit pencarian dan penyebaran ilmu pengetahuan dalam Islam yang telah ditunjukkan dengan menarik oleh para tokoh dalam masa klasik. Dilakukan penerjemahan, penulisan kembali, penyalinan kitab-kitab dari Bahasa Yunani ke bahasa arab ataupun Persia di dunia Islam. Artikel ini ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan saat ini dan juga tentunya filsafat secara luas menyimpan jasa peradaban muslim di dalamnya dalam hal mempercepat transmisi pemikiran klasik ke dalam pemikirn dunia modern. Dengan metode penelusuran literatur, artikel ini berhasil menemukan bahwa Islam memiliki peran signifikan dalam ‘pembentukan’ ilmu pengetahuan modern saat ini.
AL-ITTIHAD DALAM TASAWUF Rahmi Damis
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.018 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3409

Abstract

Salah satu ajaran tasawuf adalah al-Ittihad yang dibawa oleh Abu Yazid Thaifur bin ‘Isa bin Surusyan al-Bustami.  Al-Ittihad mengajarkan persatuan antara Tuhan dengan hamba yang sudah mencapai kesucian, sehingga seorang sufi yang berada pada tingkat al-Ittihad merasa dirinya bersatu dengan tuhan, satu tingkatan yang menunjukkan bahwa yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu, sehinggga salah satu dari mereka dapat memanggil yang satu lagi dengan kata-kata, “Hai aku. Al-Ittihad dicapai dengan melalui fana dan baqa. Fana merupakan hancurnya perasaan kesadaran akan adanya tubuh kasar manusia, yang tersisa adalah manusia secara rohani. Untuk itu sebelum memasuki tahap fana seorang sufi harus memperhatikan 4 hal yaitu; Al-Sukr yaitu keadaan antara cinta dengan fana. Al-Syathahat adalah ungkapan-ungkapan aneh yang dikeluarkan oleh sufi. Zawal al-Hujab adalah keadaan sufi yang tidak menginginkan lagi sesuati kecuali Allah. Ghalbat al-Syhud; keadaan seorang sufi baik dari segi perasaan, kesadaran dan penyaksian sampai kepada puncak fana’, lalu dia lupa dirinya dan tidak ada selain Allah.

Page 1 of 1 | Total Record : 8