cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2020)" : 6 Documents clear
AKHLAK ISLAM MENURUT IBNU MISKAWAIH Akilah Mahmud
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.15566

Abstract

Islam mengatur bagaimana berakhlak antara manusia dengan Sang Maha Pencipta, akhlak terhadap Rasulullah Saw. Sebagai pencetus doktrin akhlak. Akhlak terhadap orang tua (ibu bapak), akhlak terhadap guru, akhlak terhadap ulama,akhlak terhadap sesama manusia, akhlak bertetangga, akhlak bernegara, dan berbangsa, intinya, diseluruh aspek kehidupan di dunia ini ada tata cara bagaimana seharusnya berinteraksi dan bermuamalah baik dengan Allah maupun dengan sesama makhluk ciptaan Allah. Di sinilah letaknya kelebihan risalah Islam yang dibawa oleh baginda Nabi Muhammad Saw.Akhlak, Etika dalam Islam menurut Ibnu Miskawaih adalah “Keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan suatu  perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (lebih dahulu). Sedangkan menurut Imam Al-Ghazali Yaitu “Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran ( lebih dahulu ). Tidak sedikit timbul dalam fikian kita, soal ini; Dapatkah Etika itu menciptakan kita menjadi orang baik-baik ?. Jawabannya ialah : Etika itu tidak dapat menjadikan semua manusia baik ; akan tetapi dapat membuka matanya untuk melihat baik dan buruk, maka Etika tidak berguna bagi kita, kalau kita tidak mempunyai kehendak untuk menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Tujuan Etika diketahui bukan hanya untuk mengetahui pandangan (theory), bahkan dari setengah dari tujuan-tujuannya, ialah dapat mempengaruhi dan mendorong kehendak manusia untuk berbuat, supaya membentuk hidup suci dan menghasilkan kebaikan dan kesempurnaan hidupnya, dan memberi faedah kepada sesama manusia. Maka Etika itu ialah mendorong kehendak manusia agar dapat berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk, akan tetapi ia tidak selalu berhasil kalau tidak ditaati oleh kesucian manusia.Maka singkatnya bahwa pokok persoalan Etika ialah segala perbuatan yang timbul dari orang yang melakukan dengan ikhtiar dan sengaja, dan ia mengetahui waktu melakukannya apa yang ia perbuat. Inilah yang dapat kita beri hukum “baik dan Buruk”, demikian juga segala perbuatan yang timbul tidak dengan kehendak, tetapi dapat diikhtiarkan penjagaan sewaktu sadar.
PAHAM DAN SIKAP KEAGAMAAN SISWI TERHADAP KEWAJIBAN HIJAB/JILBAB: STUDI PERBANDINGAN SMA DAN MAN DI KOTA MAKASSAR Darmawati H
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.15975

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi paham keagamaan antara siswi terkait kewajiban penggunaan hijab/jilbab, untuk mengetahui implementasi sikap keagamaan siswi terkait kewajiban pengenaan hijab/jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, internet dan media sosial menjadi variabel paling memengaruhi siswi baik MAN maupun SMAN sebagai sumber rujukan mereka dalam menambah pengetahuan agama. Sumber-sumber yang lain seperti pengajian di organisasi dan pengajian di masjid. Pengajian di ROHIS dan halaqah cukup memberi pengaruh sebagai sumber pengetahuan keislaman siswi baik MAN maupun SMAN. Normativitas kognitif siswa terkait hijab cukup tinggi, semua siswa menerima hijab sebagai doktrin dan kewajiban agama bagi setiap muslimah serta semuanya menolak konsep bahwa hijab atau jilbab hanyalah produk budaya. Pada aspek-aspek yang lain terkait normativitas kognitif hijab di kalangan siswi SMAN maupun MAN menunjukkan bahwa kecenderungan tersebut cukup tinggi yaitu pada angka rata-rata 80-90an persen serta tidak ada perbedaan yang berarti antara normativitas kognitif hijab di kalangan siswi SMAN maupun MAN.
KONSEP PEMBINAAN KARAKTER ’AISYIYAH RANTING TODDOPULI Rahmi Damis
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.20169

Abstract

’Aisyiyah Ranting Toddopuli merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang bergerak membantu masyarakat dalam bidang keagamaan khususnya, sehingga sangat potensi untuk melalukan pembinaan karakter masyarakat melalui kegiatan yang telah diprogramkan seperti; pengajian rutin, bimbingan Qira’ah dan kajian kandungan al-Qur’an, membantu masyarakat yang berduka, melaksanakan kurban dan buka bersama pada bulan Ramadhan dan 10 Muharram. Sdeang metode yang ditempuh dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah; ceramah, diskusi, memberi contoh secara lansung dan. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah mewujudkan masyarakat yang memiliki karakter yang baik agar menjadi ’Ibadurrahman. Walaupun tujuan tersebut belum tercapai akan tetapi hasilnya sudah tampak pada perubahan karakter seperti peningkatan kuantitas ibadah, jiwa sosial yang suka membantu, kejujuran dan akuntabilitas.
HAKIKAT AL-RASIKHUNA FI AL-‘ILM DALAM PEMIKIRAN AL-‘ALLAMAH AL-TABATABA’I Andi Abrar
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.10680

Abstract

Abstrak Ta’wil sebagai salah satu ilmu yang berkaitan dengan pemahaman mengenai kata, kalimat dan pesan-pesan Allah yang tercatat dalam kitab suci al-Qur’an merupakan sebuah kajian yang penting dalam khazanah keilmuan Islam. Kebutuhan terhadap ta’wil pada era sekarang ini merupakan keniscayaan. Melihat pesatnya perkembangan dan kemajuan masyarakat yang dihasilkan oleh penelitian-penelitian ilmiah yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga jika pada kenyataannya sisi lahiriah dari teks-teks keagamaan memiliki pertentangan dengan perkembangan dan kemajuan tersebut, maka tidak ada pilihan kecuali melakukan penakwilan Pengetahuan tentang ta’wil biasanya dikaitkan dengan sosok al-rasikhuna fi al-‘ilm (orang yang mandalam ilmunya dan mantap keimanannya). Bermacam-macam teori yang dirumuskan oleh ulama, baik ulama ilmu kalam, tasawwuf, maupun ulama tafsir tentang al-rasikhuna fi al-‘ilm. Akan tetapi, kebanyakan teori yang dirumuskan terbatas pada boleh tidaknya sosok al-rasikhuna fi al-‘ilm mengetahui ta’wi>l yang terkandung dalam ayat-ayat mutasyabih. Al-‘Allamah al-Tabataba’i dalam bukunya al-Mizan fi Tafsir al-Qur’an menyatakan bahwa tujuan utama penyebutan al-rasikhuna fi al-‘ilm dalam al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad saw. adalah untuk menggambarkan menggambarkan keteguhan iman, kemuliaan perilaku, kelurusan hati, dan kecerdasan berfikir yang mereka miliki ketika berinteraksi dengan al-Qur’an bukan hanya sebagai dalil tentang pengetahuan mereka terhadap takwil al-Qur’an.
PANDANGAN TOKOH FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) SULAWESI SELATAN TERHADAP AYAT-AYAT PLURALITAS Harland Widiananda
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.11268

Abstract

Penelitian ini berjudul pandangan tokoh FKUB Sulawesi Selatan terhadap ayat-ayat pluralitas. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengungkap ayat-ayat dalam al-Qur'an yang berkaitan dengan prinsip pluralitas; (2) Untuk mendeskripsikan pandangan tokoh FKUB Sulawesi Selatan terhadap ayat-ayat pluralitas. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, pendekatan penelitian adalah pendekatan tafsir dan sosiologis. Adapun sumber data dalam jumlah ini ada tokoh FKUB Sulawesi Selatan yang beragama Islam. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Keabsahan data penelitian dengan melalui uji triangulasi untuk memastikan validitas data terhadap fokus yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Ayat-ayat al-Qur'an yang mengisyaratkan prinsip-prinsip pluralitas di antaranya: pertama, kebebasan dalam memilih keyakinan (agama), hal ini terungkap dalam QS al-Ma'idah/5: 48; kedua, menghormati dan tidak memakai agama lain, hal ini terungkap dalam QS al-Hajj/22: 40, QS al-An'am/6: 108 dan QS al-Kafirun/109: 1-6; ketiga, menemukan titik temu (persamaan), hal ini terungkap dalam QS Ali Imran/3: 64. Dalam pengamatan penulis, ada beberapa ayat yang membahas prinsip pluralitas ini. Tetapi, penulis membatasinya dengan mencantumkan tiga prinsip sebagaimana yang disebutkan di atas. (2) Pandangan tokoh FKUB Sulawesi Selatan terhadap ayat-ayat pluralitas dipandang sangat penting penerapannya dalam kehidupan beragama. Hal ini terlihat dari dari hasil wawancara dengan tokoh FKUB, dengan argumen dan jawaban yang sangat mendukung maupun mengapresiasi prinsip pluralitas tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan beragama, tidak hanya pada kalangan tokoh agama saja, tetapi seluruh penganut agama dengan tujuan terwujudnya kerukunan dalam beragama di atas ke-Bhineka-an.
TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI INDONESIA: (Perspektif Nurchalish Madjid) Marhaeni Saleh
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aqidahta.v6i1.37349

Abstract

Toleransi beragama menurut Nurcholish Madjid adalah sebagai sikap atau sifat, saling menghormati dan menghargai manusia yang beragama lain demi untuk menjalin hubungan yang baik antar sesama umat beragama serta menjauhkan sikap tekanan dan intimidasi demi untuk memperlihatkan kedewasaan kita sebagai umat beragama dalam mewujudkan hubungan yang rukun dan harmonis. Pemikiran Nurcholish Madjid ini patut didukung karena pemikiran dan analisisnya itu sesuai dengan ajaran Islam yang sangat menghormati keberadaan agama lain. Sebenarnya Islam merupakan pelopor toleransi, dan Islam sangat mencela sikap fanatisme dalam arti yang negatif yaitu membabi buta dan mengklaim kebenaran sebagai otoritas sendiri. Sifat toleransi itu menghendaki, bahwa perbedaan agama, perbedaan kepercayaan, perbedaan keyakinan dan pendirian, perbedaan paham dan penilaian dan yang seumpama itu tidak boleh membuat satu garis pemisah mempengaruhi hubungan di segala bidang-kehidupan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6