cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rupa
Published by Universitas Telkom
ISSN : 25031627     EISSN : 25031066     DOI : -
Core Subject : Art,
JURNAL RUPA is a peer-reviewed academic journal to provide a platform for an interdisciplinary forum in the area of visual arts. This journal welcomes submissions from artists, makers, designers, researchers, historians, and other writers in the field of visual arts. This journal is published two times a year by Telkom University.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2023): Open Issue" : 7 Documents clear
Analisis Visual pada Konten Instagram Halal Corner Az Zahra, Shabrina Fitria; Ira Wirasari
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5737

Abstract

The halal lifestyle is a trend that is currently developing in Indonesia, but due to Muslims' not having enough awareness concerning the application of Islamic syariat to their daily lives, there are still Muslim communities that do not practice a halal lifestyle. As therefore, a halal lifestyle campaign is still necessary. Halal Corner is a group that promotes a halal way of life by using Instagram social media and sharing educational materials about it. This study tries to describe how Halal Corner content is evaluated from a fine arts perspective. In this study, a descriptive-qualitative methodology is used to give a visual analysis of the content of Halal Corner using an aesthetics-based perspective. Data collection is done through observation of uploaded published content by Halal Corner. The result of this study is an appreciative explanation and evaluation to the visual contents of Instagram Halal Corner trough the lens of creativity and utility.
Feminisme dalam Budaya Minangkabau pada Serial Musikal Nurbaya Lestari, Anggi Ayu; Belasunda, Riksa; Anwar, Ardy Aprilian
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5844

Abstract

Film Serial Musikal Nurbaya merupakan film yang menjelaskan mengenai diskriminasi yang terjadi pada kaum perempuan Minangkabau, tentu hal ini sangat bertentangan di dalam kebudayaan Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, di mana perempuan adalah figur sentral dalam keluarga maupun masyarakat. Kondisi seperti ini mendorong munculnya kelompok feminisme dalam film tersebut untuk mengembalikan kedudukan perempuan Minangkabau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi feminisme yang terdapat pada Serial Musikal Nurbaya. Penelitian jenis kualitatif digunakan dengan pendekatan interpretasi budaya. Sumber data dalam penelitian ini adalah unsur sinematik berupa mise en scene dan narasi dalam dialog pada film Serial Musikal Nurbaya. Reduksi data yang dimulai dari Episode 1 sampai 6 dengan yang hanya menggambarkan tindakan feminisme melalui teknik purposive sampling. Data terpilih kemudian dibedah dengan sistem tanda pada level denotasi dan konotasi dalam cakupan semiotika Roland Barthes. Mengacu pada data literasi tentang budaya Minangkabau, kami menginterpretasi temuan konotasi tersebut ke dalam level mitos. Terakhir, kami mengidentifikasi aspek-aspek feminisme pada temuan
Dithley’s Hermeneutical Interpretation on ‘Heaven and Smile’ Episode of Digital Comic ‘Banggaber’ Hidayat, Syarip; Arimbawa, I Made Gede
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5962

Abstract

Digital comics spread with WebToon and social media platforms such as Instagram, like Banggaber digital comics, and digital comics are distributed on the internet via computers and mobile devices. The appeal of Banggaber Digital Comics can be seen in one frame and still conveys a strong message; the purpose of this research is to show the message. This research is qualitative in nature using Dilthey's hermeneutics with the visual art method in comics. Data on digital comics is proud on Instagram, a way to collect data that includes visual research and observation. The results show that individual experience directs from a historical and social perspective, showing from the visualization of comics has the message that this mother is an important part of one's life and also that past experiences can present acceptance that mothers are figures who provide peace and hope.
Makna Simbolik Seni Wayang Golek: (Studi Kasus: Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Jawa Barat) Fauzi, Ahmad Rizky; Santi Nur Febrianti
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6810

Abstract

Wayang golek is a fine art and performing art with a very deep meaning, with the symbols displayed both in the wayang’s architecture and the storyline presented. Wayang art is a cultural performance and a symbol of Indonesian cultural identity. However, this art faces great challenges from changes in modern lifestyles and people’s interests. Based on this background, the author is interested in studying and understanding: (1) the development of wayang golek (2) the architecture of wayang golek and the symbolic meaning contained therein, and (3) conservation efforts through technological media. In Sukadana, the art of wayang has existed for a long time; many puppeteers come from the Sukadana District and are famous in other areas. There were around ten puppeteers in the 70s to 90s, but now, in Sukadana District, there are only three active puppeteers. Gadgets and social media are the main reasons for the decline in public interest, especially the younger generation, in the art of Wayang Golek. The research was conducted in Sukadana District, Ciamis Regency, West Java Province, Indonesia. The research uses a qualitative descriptive type. Data collection techniquesare conducted through observation, interviews, and document study. In this research, researchers used primary and secondary data sources. Primary data sources were obtained from observations and interviews. Meanwhile, secondary data sources were obtained from supporting documents in the form of photos and research reports on the same research subject
Adaptasi Visual Produk Brand ‘Olah Plastic’ pada Material Tekstil Berbasis Wet Felting Technique Putri, Liandra Khansa Utami; Nabila Putri Meisyifa
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6865

Abstract

Industri tekstil di Indonesia merupakan penyumbang limbah yang cukup besar bagi industri fesyen. Jumlah limbah tekstil sisa produksi yang terus meningkat menjadi ancaman bagi lingkungan. PT Fartextile, Gajah Textile, dan Rumah Bordir KIKA, merupakan industri rumahan khusus memproduksi kain, pakaian, dan jasa penjahitan dengan fokus pada pembuatan busana, yang menghasilkan limbah tekstil sisa produksi. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur mengenai limbah produksi industri, observasi, dan eksplorasi pembuatan kain wet felting yang dihasilkan dari olahan limbah tekstil twill gabardine, kain katun dan rib knit. Mengadaptasi visual dari material produk artisanal Brand Olah Plastic, pada visual material produk Olah Plastic menghasilkan motif marbling dan visual seperti potongan kaca, tampilan dari visual produk ini yang akan dijadikan referensi dalam pengolahan material limbah tekstil berbasis wet felting. Metode pembuatan wet felting dapat menjadi alternatif untuk mengolah tiga jenis limbah tekstil. Teknik wet felting berpotensi untuk mengolah limbah tekstil jenis twill gabardine, kain katun dan rib knit secara kreatif karena kemampuan pemadatan yang baik. Pengolahan limbah tekstil dengan metode wet felting bertujuan untuk memanfaatkan dan mendaur ulang limbah tekstil dengan konsep upcycling, untuk dijadikan lembaran kain baru sehingga menghasilkan bahan alternatif untuk sebuah produk yang memiliki karakteristik dengan tekstur dan warna yang beragam.
Pengaplikasian Mordan sebagai Media Cap pada Pewarna Jelawe (Termiballia berllirica), Tingi (Ceriops tagal), dan Tegeran (Cudrania javanensis) untuk Menghasilkan Visual Motif pada Material Organik Katun Takao, Gina Shobiro; Widiawati, Dian
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6868

Abstract

Dampak penggunaan zat warna sintetis pada bahan tekstil memberikan dampak buruk pada lingkungan, adanya pencemaran serta gangguan kesehatan menjadi sebuah masalah yang harus di solusikan. Salah satu upaya keseimbangan alam seperti penggunaan kembali bahan alami sebagai pewarnaan tekstil, serta sekaligus untuk melestarikan kekayaan sumber daya alam dalam dunia tekstil. Banyaknya sumber daya alam yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pewarna alami tekstil, menjadikan banyaknya masyarakat yang sadar akan keunggulan pewarna alami, menghasilkan banyak perkembangan dan inovasi dalam proses penggunaan pewarna alami hingga menyuguhkan tampilan baru untuk menyesuaikan tren saat ini. Dengan adanya fenomena dan isu tersebut dapat menjadi peluang dalam mengolah zat pewarna alami untuk diproses dan memberikan hasil yang lebih mudah diterima masyarakat saat ini. Pewarna alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah pewarna Jelawe (Terminalia berllirica), Tegeran (Cudrania javanensis), dan Tingi (Ceriops tagal) yang biasa banyak digunakan para pembatik atau pengrajin yang menggunakan pewarna alami, dikarenakan ketiga zat pewarna alami tersebut merupakan salah satu contoh yang memiliki kepekatan dan kekuatan warna yang baik pada bahan tekstil. Ketiga warna tersebut akan dilakukan eksperimen dalam menghasilkan motif pada kain dengan cara reaksi fiksasi atau mordan dengan teknik cap untuk memberikan inovasi baru penggunaan zat pewarna alam.
Exploring Indonesia’s Artisanal Fashion Potential: A Case Study of Meraki Studios Subtitle Nursari, Faradillah; Rima Febriani; Widia Nur Utami
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6909

Abstract

As a country rich in natural and human resources, Indonesia has the potential to develop artisanal fashion. Hand skills and mastery of traditional techniques originating from various local wisdom in Indonesia are some supporting factors for developing local artisan products. Since ancient times, people in Indonesia have used production aspects involving artisan hand skills to make functional, commercial, and non-commercial products. Artisanal fashion is considered by many as a sustainable approach in the fashion industry due to its ethical and low environmental impact. However, the study of artisan fashion products has not been widely discussed in the academic realm. This study focuses on understanding artisan fashion products through local fashion brand Meraki Studios case studies. The approach used in this research is descriptive qualitative, which is done by collecting data through observations, interviews, and literature studies regarding the meaning of artisanal fashion, the practice of artisanal fashion, and how Meraki Studios' practice in artisanal fashion is applied in their design and production process.

Page 1 of 1 | Total Record : 7