Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kreativitas musik film Sang Pencerah Ardy Aprilian Anwar; Arief Budiman; Zaini Ramdhan
ProTVF Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i1.25445

Abstract

Kualitas musik film layar lebar dan layar kaca di Indonesia telah memperdengarkan peningkatan baik walaupun masih banyak ditemukan penggunaan musik OST yang dominan sebagai musik filmnya. Dari fenomena tersebut, peneliti melakukan penelitian pada musik film Sang Pencerah yang digarap oleh Tya Subiakto pada tahun 2010 untuk melihat sudut pandang berpikir kreatifnya. Musik film ini juga mendapatkan penghargaan pada Festival Film Bandung 2011. Berangkat dari dorongan tersebut, kemudian peneliti merumuskan pertanyaan penelitian tentang bagaimana kreativitas musik film Sang Pencerah hingga bagaimana masa lalu Tya Subiakto (komposer) mempengaruhi kreativitas musik film Sang Pencerah. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian dengan metode kualitatif interpretatif, melihat unsur-unsur nilai budaya dalam wujud musikal untuk dijabarkan secara tekstual dan ditemukan makna-makna objektif berupa hubungan musik dengan konten cerita dalam adegan-adegan film Sang Pencerah. Metode tersebut dilakukan dengan pemetaan sktruktur hubungan antara musik film Sang Pencerah dengan jalan cerita lalu membedahnya dengan literatur atau teori komposisi musik dan teori afektif musik. Setelah itu, untuk memperkuat hasil penafsiran interpretatif maka dilakukan wawancara dengan Tya Subiakto sebagai komposer utama musik film Sang Pencerah serta narasumber primer terkait untuk diolah dan dijadikan landasan interpretasi atau data pendukung. Setelah menemukan struktur musik dari aspek komposisi dan unsur afektif dan diperkuat dengan data wawancara, maka peneliti merumuskan hasil penelitian berupa hubungan cerita dengan kreativitas musik film pada film Sang Pencerah. Untuk memperkuat jawaban penelitian, peneliti membuat analisis perbandingan pada karya lain yang dibuat Tya Subiakto, sehingga menemukan karakteristik dan dasar-dasar berpikir dari bentuk musik pada proses merancang musik film Sang Pencerah.
PELATIHAN SOUND DESIGN UNTUK DOKUMENTASI VIDEO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN POTENSI PANGALENGAN PADA KOMUNITAS LENSA PANGALENGAN Ardy Aprilian Anwar; Arief Budiman
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Charity - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v3i2.2914

Abstract

Pelaku promosi seperti komunitas fotografi di Pangalengan menjadi ujung tombak promosi wisata agrikultur. Komunitas Lensa Pangalengan yang telah berdiri pada 07 Januari 2017 untuk merintis usaha promosi potensi-potensi yang dimiliki kawasan Desa Pangalengan. Mereka bergerak dalam membuat konten promosi berupa videografi dokumenter keindahan sudut-sudut alam, perkebunan teh, terutama pengolahan kopi, dan lain-lain. Akan tetapi mereka belum memperlihatkan hal-hal penting saat menerapkan audio pada karya-karya audio visual yang telah mereka upload ke Youtube ataupun Instagram, seperti belum mencantumkan credit title pada musik dari outsource hingga kurangnya pengetahuan peralatan dasar rekaman suara. Seiring kemajuan teknologi, komunitas Lensa yang mendalami fotografi, bergerak untuk membuahkan karya video. Dengan pelatihan ini, mereka akan mendapatkan keilmuan di bidang tata suara dan musik. Selain itu, masyarakat sasar pun mengharapkan kegiatan pengabdian masyarakat lanjutan demi terserapnya kebutuhan keilmuan pengkaryaan terutama dalam bidang fokus audio multimedia.
Persepsi peran efek suara pada serial animasi garapan rumah-rumah produksi di Indonesia Ardy Aprilian Anwar; Nurulita Widianti; Magda Amalia Sumbodo
ProTVF Vol 6, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v6i2.35371

Abstract

Perkembangan teknologi kini semakin berkembang ke arah digitalisasi. Salah satu penentu kualitas karya animasi adalah unsur suara, khususnya sound effects. Suara merupakan salah satu unsur pembentuk dunia imajinasi dalam animasi. Namun tayangan animasi yang diproduksi beberapa rumah produksi di Indonesia dianggap belum mampu menyaingi karya-karya luar Negeri jika dilihat dari sumber daya manusia dan fasilitasnya. Ketika sistem kejar tayang berlaku, aspek sound effect tidak lagi menjadi hal penting, melainkan hanya mengutamakan suara dialog yang jelas dan musik yang dianggap pas dengan adegan saja. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi rumah produksi serial animasi di Indonesia terhadap penerapan dan kelengkapan efek suara dalam karya animasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan kumpulan data yang berasal dari wawancara partisipan secara indepth interview dan observasi dokumen pada karya-karya animasi tersimpan. Data observasi dokumen akan menjadi dasar perolehan asumsi. Kemudian asumsi tersebut menjadi bahan untuk merumuskan pertanyaan penelitian secara deduktif. Selanjutnya data wawancara diolah dengan metode pengkodean, hasil pengolahan data-data tersebut menjadi bahan pembahasan penelitian mendalam melalui kajian persepsi dampak budaya. Kami mendapatkan temuan bahwa kondisi penggarapan efek suara yang kurang berkualitas diakibatkan karena rumah produksi serial animasi di Indonesia masih beranggapan bahwa aspek efek suara dalam serial animasi belum menjadi prioritas, ketimbang aspek gambar. Solusinya adalah membentuk pola garap baru dengan memperbaharui eksternal diri penggarap lama pada pendidikan formal dan non-formal, atau membentuk internal diri penggarap baru yang lebih matang.
Investigating basic channel routing matrix using reaper: designing a surround sound 5.1 instruction model for learning Ardy Aprilian Anwar; Riky Taufik Afif; Md Nagib Bin Padil
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 28, No 2 (2022): (October)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jptk.v28i2.53080

Abstract

The production and processing of surround sound are only done in the post-production department for movie and home theaters. In our country, there has been no specific teaching on surround sound systems, especially in channeling. We use matrix routing to define the DAW's channel flow arrangement on the soundtrack. Surround Sound spatial sound processing is indispensable for improving film production in Indonesia. Inspired by Dolby Surround, we independently investigated the matrix channeling on the Reaper DAW to identify the specific settings for getting ready audio mixing conditions with a 5.1 surround system. Specific tools are needed to understand large and complex data sets to understand processes. We went through several experiments and time to understand this, collecting observational data through recording and thinking hard until finally, we poured the process into a model of teaching materials. We offer channel patching on some audio interfaces. The design of teaching materials implemented the findings of this study. Furthermore, the teaching material model can be equipped, used, and adjusted to the conditions of the place of study. 
FEMINISME DALAM BUDAYA MINANGKABAU PADA FILM SERIAL MUSIKAL NURBAYA Anggi Ayu Lestari; Riksa Belasunda; Ardy Aprilian Anwar
eProceedings of Art & Design Vol 10, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Serial Musikal Nurbaya merupakan film yang menjelaskan mengenaidiskriminasi yang terjadi pada kaum perempuan Minangkabau, tentu hal ini sangatbertentangan di dalam kebudayaan Minangkabau yang menganut sistem matrilineal,dimana perempuan adalah figur sentral dalam keluarga maupun masyarakat. Kondisiseperti ini mendorong munculnya kelompok feminisme dalam film tersebut untukmengembalikan kedudukan perempuan Minangkabau. Tujuan dilakukannya penelitian iniadalah untuk mengetahui feminisme yang terjadi dalam budaya Minangkabau sertapenentangan terhadap diskriminasi yang dialami kaum perempuan dalam lingkup budayaMinangkabau pada Serial Musikal Nurbaya. Metode yang digunakan pada penelitian iniadalah metode analisis semiotika Roland Barthes untuk menemukan unsur feminismedalam film Serial Musikal Nurbaya. Sumber data dalam penelitian ini adalah unsursinematik yaitu mise en scene dan unsur naratif pada film Serial Musikal Nurbaya yangdimulai dari Episode 1 sampai 6 dan didukung oleh studi pustaka serta wawancara untukmendapatkan informasi yang berkaitan dengan penelitian. Adapun hasil dari penelitianini feminisme dalam budaya Minangkabau terjadi dikarenakan adanya sistem patriarkiyang memicu terjadinya dominasi kekuasaan terhadap perempuan.Kata Kunci: Serial Musikal Nurbaya, feminisme, budaya Minangkabau
Motion Graphic Sebagai Media Promosi SMK Telkom 1 Medan Sumatera Utara Erdhina Adi, Anggar; Anwar, Ardy Aprilian; Tri Lestari, Martha; Djuwita, Amalia; Windya Giri, Refi Rifaldi; Millanyani, Heppy
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i2.4184

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has brought significant changes in various aspects of life, including in the world of education. Telkom 1 Medan Vocational School, as one of the leading vocational schools in the city of Medan, needs to formulate appropriate promotional strategies to attract the interest of prospective students in the digital era. This research aims to identify appropriate social media content visualizations to attract prospective students at Telkom 1 Medan Vocational School, especially in the city of Medan. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Data was collected through observation of Telkom Medan Vocational School's social media, in-depth interviews with prospective students, visual analysis of social media content at other vocational schools, and focus group discussions with social media and education experts. The data analysis techniques used are content analysis and thematic analysis. The research results show that the right visualization of social media content to attract prospective Telkom Medan Vocational School students in the city of Medan must have several characteristics, namely Informative, Interesting, Interactive, Relevant and Building a positive image. Visualization of social media content made capable effective promotional strategy to attract prospective students at SMK Telkom 1 Medan in the digital era.
PENYUNTINGAN FILM DOKUMENTER Ashary Siregar, Inayah; Anwar, Ardy Aprilian; fiandra, yosa
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film "Suanten Bangkong Reang Ti Lebakmuncang" adalah film dokumenter pendek mengenai pengenalan dasar tentang alat musik tradisional Bangkong Reang dari Jawa Barat yang saat ini hampir punah dan mengandung pesan ajakan kepada generasimuda untuk melestarikan alat musik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menambah wawasan generasi muda di Jawa Barat mengenai alat musik Bangkong Reang dan mengaplikasikan perancangan penyuntingan film dokumenter mengenai pengenalan alat musik Bangkong Reang di Desa Lebakmuncang supaya dapat menarik target audiens dan semua informasi tentang Bangkong Reang dapat disampaikan secara padat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka kemudian dianalisis menggunakan analisis konten. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan informasi mengenai asal usul terciptanya Bangkong Reang, proses pembuatan, serta mengemukakan fungsi Bangkong Reang dalam acara ritual dan hiburan. Penelitian ini menghasilkan sebuah perancangan film dokumenter ilmu pengetahuan pendek. Sebagai penyunting gambar, perancang membuat perancangan penyuntingan gambar menggunakan teknik montage dan perancangan keselarasan warna dalam film. Manfaat dari penelitian ini membantu memperkenalkan alat musik Bangkong Reang beserta fungsinya kepada masyarakat, meningkatkan minat generasi muda Indonesia terhadap Bangkong Reang, dan mengetahui cara menyunting film dokumenter yang tepat untuk menarik perhatian target audiens mengenai topik tersebut. Kata kunci: Bangkong Reang, Desa Lebakmuncang, film dokumenter, penyuntingan film
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER PERJALANAN TENTANG KOPI ARABIKA KALOSI DI KABUPATEN ENREKANG ramadhan sawati , M Rafy; Fiandra, yosa; Anwar, Ardy Aprilian
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyutradaraan film dokumenter perjalanan tentang Kopi Arabika Kalosi di Kabupaten Enrekang bertujuan untuk mempromosikan kopi berkualitas tinggi dan potensi wisata wilayah ini. Film ini akan menggali sejarah, budaya, dan proses budi daya kopi di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif , teknik pengumpulan data dengan waancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini memperkuat konsep bahwa film ini dapat menjadi alat efektif dalam mempromosikan keindahan dan kekayaan Kopi Arabika Kalosi serta wilayah Kabupaten Enrekang sebagai desfinasi wisata. Film ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif pada perkembangan industri kopi dan sektor pariwisata, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang warisan budaya dan alam yang luar biasa dari wilayah ini. Sebagai hasil penelitian, rekomendasi utama adalah melibatkan komunitas lokal dalam proses pembuatan film, memastikan akurasi dan representasi yang kuat tentang Kopi Arabika Kalosi dan wilayah Kabupaten Enrekang. Selain itu, film ini harus dioptimalkan melalui saluran digital dan media sosial untuk mencapai audiens yang lebih luas, termasuk pecinta kopi, wisatawan, dan penggemar seni film. Film ini juga dapat menjadi alat pendidikan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman tentang kopi Arabika Kalosi dan budaya lokal Kabupaten Enrekang. Kata kunci: Kopi Arabika Kalosi, Kabupaten Enrekang, penyutradaraan
DIRECTING A FICTIONAL FILM ABOUT BLACKMAIL AS A FORM OF CYBER GENDER-BASED VIOLENCE AGAINST WOMEN fatani, bilaal ruziqa; adi, anggar erdhina; anwar, Ardy Aprilian
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan berbasis siber adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan perbuatan yang melanggar hukum, yang mana perbuatan tersebut dilakukan lewat media online atau berbasis siber. Menurut data yang dipaparkan oleh Komnas Perempuan, blackmail termasuk ke dalam salah satu bentuk kekerasan berbasis siber yang menyasar para perempuan. Perancangan ini bertujuan untuk menyediakan platform edukatif dan informatif tentang pentingnya perlindungan terhadap korban blackmail. Sebanyak 6.305 kasus dicatat oleh Komnas Perempuan pada tahun 2023, dengan Jawa Barat sebagai provinsi yang mencatat jumlah kasus tertinggi. Blackmail sebagai bentuk Kekerasan Berbasis Gender Siber memberikan dampak sosial kepada korbannya. Tindakan pemerasan merusak berbagai aspek kehidupan sosial korban, terutama merusak hubungan pribadi korban. Dengan pemilihan media film pendek fiksi dan dengan pendekatan penyutradaraan, diharapkan film ini nantinya dapat memberikan tontonan menarik sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak sosial blackmail sebagai bentuk kekerasan berbasis gender siber dan mendorong diskusi serta tindakan nyata untuk melindungi korban KBGS. Kata kunci: penyutradaraan, dampak sosial, perempuan, blackmail, KBGS
Feminisme dalam Budaya Minangkabau pada Serial Musikal Nurbaya Lestari, Anggi Ayu; Belasunda, Riksa; Anwar, Ardy Aprilian
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.5844

Abstract

Film Serial Musikal Nurbaya merupakan film yang menjelaskan mengenai diskriminasi yang terjadi pada kaum perempuan Minangkabau, tentu hal ini sangat bertentangan di dalam kebudayaan Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, di mana perempuan adalah figur sentral dalam keluarga maupun masyarakat. Kondisi seperti ini mendorong munculnya kelompok feminisme dalam film tersebut untuk mengembalikan kedudukan perempuan Minangkabau. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi feminisme yang terdapat pada Serial Musikal Nurbaya. Penelitian jenis kualitatif digunakan dengan pendekatan interpretasi budaya. Sumber data dalam penelitian ini adalah unsur sinematik berupa mise en scene dan narasi dalam dialog pada film Serial Musikal Nurbaya. Reduksi data yang dimulai dari Episode 1 sampai 6 dengan yang hanya menggambarkan tindakan feminisme melalui teknik purposive sampling. Data terpilih kemudian dibedah dengan sistem tanda pada level denotasi dan konotasi dalam cakupan semiotika Roland Barthes. Mengacu pada data literasi tentang budaya Minangkabau, kami menginterpretasi temuan konotasi tersebut ke dalam level mitos. Terakhir, kami mengidentifikasi aspek-aspek feminisme pada temuan