cover
Contact Name
Trianokta Akbar Wardana
Contact Email
trianokta.akbar@yarsi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteran@yarsi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
YARSI Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 08541159     EISSN : 24609382     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019" : 5 Documents clear
POTENSI PHYTOMEDICINE EKSTRAK SPHAGNETICOLA TRILOBATA (L.) J.F PRUSKI SEBAGAI AGEN KEMOPREVETIF PADA KASUS KANKER PAYUDARA MENCIT TERINDUKSI 7,12 DIMETILBENZ(?)ANTRASENA Mardina, Vivi; Fajar, Beni Al; Fitriani, Fitrani
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i2.661

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang umumnya diderita oleh wanita. Obat-obatan kemoterapeutik yang ada, memiliki efek samping dengan merusak sel sehat penderita. Penelitian dan penemuan phytomedicine diharapkan dapat dikembangkan dan digunakan sebagai obat kanker yang efektif dengan efek samping yang minimal. Tanaman Sphagneticola trilobata (L.) J.F Pruski merupakan salah satu tanaman obat yang belum tereksplorasi secara luas khasiatnya. Tujuan  penelitian ini adalah mengembangkan potensial sitotoksik dari Sphagneticola trilobata sebagai agen anti kanker untuk menghambat mekanisme molekuler sel kanker payudara secara invivo. Pada penelitian ini mencit dibagi menjadi tiga kelompok yakni (a) kelompok kontrol, (b) kelompok perlakuan mencit yang diinduksi 7,12 Dimetilbenz(?)antrasena (DMBA), dan (c) kelompok perlakuan DMBA+ekstrak S.trilobata. Gambaran mikroskopik payudara mencit yang diinduksi DMBA menunjukkan adanya hiperplasia sel epitel kolumnar duktus laktiferi ( 4 lapis); sedangkan payudara mencit yang diberikan ekstrak S.trilobata setelah diinduksi dengan DMBA menunjukkan hiperplasia sel epitel yang lebih ringan ( 4 lapis). Pembuktian ilmiah S.trilobata sebagai agen anti kanker diperkuat dengan data penurunan kadar ALT dan kreatinin pada mencit yang diinduksi DMBA. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa S.trilobata sebagai phytomedicine memiliki fungsi anti tumor dan hepatoprotektor
PEMERIKSAAN INDEKS MEMORI, MMSE (MINI MENTAL STATE EXAMINATION) DAN MOCA-INA (MONTREAL COGNITIVE ASSESTMENT VERSI INDONESIA) PADA KARYAWAN UNIVERSITAS YARSI Luthfiana, Anna; Harliansyah, Harliansyah
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.576 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i2.1116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa indeks memori melalui alat QRMA (Quantum Resonance Magnetic Analyzer) ,pemeriksaan MMSE (Mini Mental State Examination) dan MoCA Ina (Montreal Cognitive Assestment versi Indonesia) terhadap karyawan  Universitas YARSI. Hasil penelitian Indeks Memori terhadap 30 karyawan Univerisitas YARSI secara QRMA diperoleh nilai normal (Z score 0,442 ? 0, 871) adalah 9 orang (30%) , menurun ringan 17 orang (56,67%) dan menurun sedang-berat 4 orang (13,33%). Selanjutnya hasil analisa MMSE dengan nilai normal (26 sampai 30)  adalah 18 orang (60%) dan penurunan ringan 12 (40%) . Adapun analisa secara MoCA Ina dengan nilai normal  (26 sampai 30) menunjukkan tingkatan normal 9 orang (30%), menurun ringan 17 orang (56,67%) dan menurun sedang-berat 4 orang (13,33%). Dari ketiga parameter  di atas terdapat 7 orang (23,33%) dengan semua pemeriksaan menunjukkan hasil yang normal. Terdapat 11 orang (36,67%) dari ke tiga hasil pemeriksaan menunjukkan penurunan fungsi kognitif dan penurunan indeks memori terutama pada mereka yang berusia di atas 45 tahun. Selanjutnya 10 orang (33,33%) dengan ke dua parameter pemeriksaan yang mengalami penurunan, serta 2 orang (6,67%) dengan satu parameter pemeriksaan mengalami penurunan memori. Berdasarkan kepustakaan, usia berhubungan dengan penurunan fungsi memori/daya ingat. Tapi pada penelitian ini kami menemukan responden usia 40 tahun mengalami penurunan kognitif pada ke 3 parameter terutama fungsi atensi dan fungsi visuo spatial. Pemeriksaan  MMSE terutama untuk menilai fungsi kognitif secara umum (fungsi atensi, bahasa,memori/daya ingat, visuo spatial dan fungsi eksekutif. Sedangkan MoCA Ina merupakan parameter untuk menilai gangguan fungsi kognitif dengan kekhususan fungsi atensi dan visuo spatial. Dari pemeriksaan Indeks memori secara QRMA, pemeriksaan MMSE dan pemeriksaan MoCA Ina, menunjukkan telah terjadi penurunan indeks memori pada karyawan yang umumnya berusia lebih dari 45 tahun, hal ini di pastikan akibat adanya sel neuron yang mengalami degeneratif akibat pengaruh stres oksidatif sehingga berpengaruh terhadap kualitas kesehatan secara keseluruhan.
PROFIL HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD KOJA Ndraha, Suzanna; Caesar, Zulfikar; Afdilla, Winda; Rianas, Wiwin; Kamala, Yurri; Farras, Zahra; El, Zegovine
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.829 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i2.1117

Abstract

Prevalensi hipertensi meningkat di seluruh dunia, terutama di negara-negara sedang berkembang. Kesadaran berobat dan pengendalian hipertensi lebih berhasil di Amerika Utara dibandingkan negara sedang berkembang dan negara miskin, termasuk Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil penderita hipertensi di rawat jalan Penyakit Dalam RSUD Koja.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif secara cross sectional. Populasi dari sampel adalah pasien poliklinik rawat jalan RSUD Koja yang didiagnosis hipertensi sepanjang bulan Oktober-Desember 2018.Proporsi hipertensi di rawat jalan RSUD Koja didapatkan sebesar 36,2% dari total 334 pasien. Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (71,1%), rentang usia antara 21?87 tahun, kelompok usia terbanyak 41?60 tahun, rerata tekanan darah sistolik (TDS) 153 (19.3) mmHg dan rerata tekanan darah diastolik (TDD) 84 (14.3) mmHg, sebagian besar IMT normal, sebanyak 60 % tidak rutin minum obat dan tekanan darahnya tidak mencapai target. Pasien hipertensi pada umumnya kurang patuh terhadap pengobatan karena ketidaktahuan mengenai cara mengkonsumsi obat. Banyak pasien (47%) beranggapan bahwa apabila tekanan darah sudah stabil maka obat tidak perlu dikonsumsi lagi. Proporsi hipertensi sebesar 36.2% dari total pasien rawat jalan, sebagian besar (60%) tidak terkendali karena tidak rutin berobat dengan alasan terbanyak adalah karena ketidaktahuan (47%)
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI DESA TALOK KECAMATAN KRESEK Ariano, Alvin; Retno Bashirah, Ayu; Lorenza, Dhina; Nabillah, Muthiah; Noor Apriliana, Santi; Ernawati, Kholis
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.383 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i2.1119

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan, karena merupakan penyakit akut dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya ISPA adalah lingkungan dan perilaku masyarakat. Tiga Faktor lingkungan juga dapat disebabkan dari pencemaran udara dalam rumah seperti asap rokok, asap dari dapur karena memasak dengan kayu bakar serta kebiasaan menggunakan obat nyamuk bakar didalam rumah. Beberapa perilaku penduduk yang dapat menimbulkan terjadinya ISPA antara lain meludah sembarangan, membakar sampah, kebiasaan merokok, kebiasaan membuka jendela, dan kebiasaan tidur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dan desain penelitiannya berupa cross-sectional. Data yang diambil merupakan data primer dengan teknik wawancara terpimpin menggunakan kuesioner mengenai faktor lingkungan rumah dan perilaku. Dari 28 responden warga binaan diketahui bahwa terdapat kejadian ISPA pada 23 orang (82,1%), terdapat rumah tidak sehat 23 rumah (82,1%), dan perilaku kurang baik 12 orang (42,9).Dari hasil analisis didapatkan nilai P=0,007 terhadap lingkungan, dan p=0,03 terhadap perilaku risiko. terdapat hubungan signifikan faktor lingkungan dan perilaku terhadap Kejadian ISPA.
PEMERIKSAAN ANAL SWAB BERULANG UNTUK MENINGKATKAN KEAKURATAN DIAGNOSIS OXYURIS VERMICULARIS PADA ANAK-ANAK DI KELURAHAN TANAH TINGGI, JOHAR BARU Ferlianti, Rika; Donanti, Elita; Hardjanti, Ambar
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jky.v27i2.1120

Abstract

Oxyuriasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Oxyuriasis vermicularis atau Enterobius vermicularis (cacing kremi). Kelembaban udara yang tinggi, dan sanitasi yang masih kurang baik di Indonesia merupakan faktor yang dapat berperan dalam perkembangan dan transmisi dari cacing kremi. Oxyuriasis terjadi pada semua usia, tetapi usia terbanyak terjadi pada anak-anak. Penelitian dilakukan di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar baru, Jakarta Pusat karena termasuk daerah yang padat penduduk.Untuk mengetahui keakuratan pemeriksaan anal swab berulang (tiga hari berturut-turut) dibandingkan pemeriksaan anal swab satu kali dalam menegakkan diagnosis oxyuriasis.Jenis Penelitian ini adalah eksperimental yang menggunakan data primer melalui pemeriksaan anal swab yang dilakukan dengan metode pita plastik perekat (cellophane tape) pada 45 anak dengan rentang usia 5-10 tahun dari 3 RW yang berbeda (RW 07, RW 08, dan RW 12) di Kelurahan Tanah Tinggi.Dari 45 anak yang ikut penelitian (anak laki-laki 23 orang dan anak perempuan 22 orang) didapatkan 73,3% termasuk dalam kategori usia muda/prasekolah (5-6 tahun) dan 26,7% pada anak usia sekolah (7?10 tahun). Ada peningkatan keakuratan pada pemeriksaan anal swab berulang (tiga hari berturut-turut) dibandingkan dengan satu kali pemeriksaan. Prevalensi yang didapat adalah 4,44% untuk metode anal swab berulang, sedangkan metode satu kali adalah 2,22%. Pemeriksaan anal swab berulang (tiga hari berturut-turut) lebih akurat dibandingkan pemeriksaan anal swab satu kali dalam menegakkan diagnosis oxyuriasis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER 2019 Vol 27, No 2 (2019): MEI-AGUSTUS 2019 Vol 27, No 1 (2019): JANUARI - APRIL 2019 Vol 26, No 3 (2018): SEPTEMBER - DESEMBER 2018 Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018 Vol 26, No 2 (2018): MEI - AGUSTUS 2018 Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018 Vol 26, No 1 (2018): JANUARI - APRIL 2018 Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017 Vol 25, No 3 (2017): SEPTEMBER - DESEMBER 2017 Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017 Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017 Vol 25, No 1 (2017): JANUARI - APRIL 2017 Vol 25, No 1 (2017): JANUARI - APRIL 2017 Vol 24, No 3 (2016): SEPTEMBER - DESEMBER 2016 Vol 24, No 2 (2016): MEI - AGUSTUS 2016 Vol 24, No 2 (2016): MEI - AGUSTUS 2016 Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016 Vol 24, No 1 (2016): JANUARI - APRIL 2016 Vol 23, No 3 (2015): SEPTEMBER - DESEMBER 2015 Vol 23, No 2 (2015): MEI - AGUSTUS 2015 Vol 23, No 1 (2015): JANUARI - APRIL 2015 Vol 22, No 2 (2014): MEI - AGUSTUS 2014 Vol 22, No 2 (2014): MEI - AGUSTUS 2014 Vol 21, No 1 (2013): JANUARI - APRIL 2013 Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012 Vol 20, No 3 (2012): SEPTEMBER - DESEMBER 2012 Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012 Vol 20, No 2 (2012): MEI - AGUSTUS 2012 Vol 20, No 1 (2012): JANUARI - APRIL 2012 Vol 20, No 1 (2012): JANUARI - APRIL 2012 Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010 Vol 18, No 2 (2010): MEI - AGUSTUS 2010 Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010 Vol 18, No 1 (2010): JANUARI - APRIL 2010 Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009 Vol 17, No 3 (2009): SEPTEMBER - DESEMBER 2009 Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009 Vol 17, No 2 (2009): MEI - AGUSTUS 2009 Vol 17, No 1 (2009): JANUARI - APRIL 2009 Vol 17, No 1 (2009): JANUARI - APRIL 2009 Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008 Vol 16, No 3 (2008): SEPTEMBER - DESEMBER 2008 Vol 16, No 2 (2008): MEI - AGUSTUS 2008 Vol 16, No 2 (2008): MEI - AGUSTUS 2008 Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008 Vol 16, No 1 (2008): JANUARI - APRIL 2008 Vol 15, No 3 (2007): SEPTEMBER-DESEMBER 2007 Vol 15, No 1 (2007): JANUARI - APRIL 2007 Vol 13, No 1 (2005): JANUARI - APRIL 2005 Vol 10, No 1 (2002): JANUARI - APRIL 2002 More Issue