cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020" : 13 Documents clear
Dukungan Keluarga dan Kunjungan Balita ke Posyandu Sri Wulan Ratna Dewi; Yuyun Rahayu; Wildaningsih Wildaningsih
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.064 KB) | DOI: 10.33846/2trik10107

Abstract

Posyandu (integrated service post) has various type programs such as family planning, MCH, nutrition, immunization, and control of diarrhea. In addition, it has an important role in the growth and development of children. Visiting posyandu which doing every month by weighing a toddler on a basis regular, a mother will know the growth of their children. However, there is still a mother who rarely visits posyandu because the weaknesses supporting from various parties especially of its family. The aim of this research is to know the relationship between family support and posyandu visit at Posyandu Linggarsari Ciamis during the years of 2017. The study of this research was descriptive by applying cross-sectional approach. The subjects of this research was 82 mothers of a toddler in Linggarsari, selected by proportional random sampling. Data were collected through filling out questionnaires and then analyzed with the Chi-square test. The result showed that family support at Posyandu Linggarsari mostly categorized enough as many (50%) respondents of 41. It visits Linggarsari sub-district mostly categorized as good as (80.5%) respondents of 66. There was relationship between family support and mother who visits posyandu in Linggarsari Ciamis during the years of 2017, p-value = 0.049. The suggestions for the health agency is develop new strategies by increasing amount of the toddler to visit posyandu and held a counselling routinely toward the importance of family support by influencing the mother as well. Keywords: family support; posyandu visit ABSTRAK Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) memiliki berbagai jenis program di antaranya yaitu Keluarga Berencana (KB), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Gizi, Imunisasi dan Penanggulangan Diare. Selain itu, posyandu memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kunjungan posyandu yang baik dilakukan setiap satu bulan sekali dengan melakukan penimbangan balita secara rutin, sehingga ibu balita dapat mengetahui pertumbuhan anaknya. Namun, masih ada ibu balita yang jarang melakukan kunjungan posyandu karena kurangnya dukungan dari berbagai pihak salah satunya yaitu dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan posyandu balita di Posyandu Kelurahan Linggasari Kabupaten Ciamis Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 82 ibu balita yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa dukungan keluarga di Posyandu Kelurahan Linggasari sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 41 responden (50%), kunjungan posyandu di Posyandu Kelurahan Linggasari sebagian besar berkategori baik yaitu sebanyak 66 responden (80,5%). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan ibu balita ke posyandu di Posyandu Kelurahan Linggasari Kabupaten Ciamis Tahun 2017, dengan ρ value = 0,049 (α=0,05). Saran bagi instansi kesehatan untuk menyusun strategi baru dalam meningkatkan jumlah kunjungan balita ke posyandu dan lebih rutin mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya kunjungan balita ke posyandu serta berpengaruhnya dukungan keluarga pada ibu balita. Kata kunci: dukungan keluarga; kunjungan posyandu
Hubungan Pengetahuan dengan Penatalaksanaan SADARI pada Mahasiswi Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis Neli Sunarni; Yanti Srinayanti; Ade Fitriani; Rika Silvia
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.377 KB) | DOI: 10.33846/2trik10108

Abstract

Based on data from "Cancer Research UK" in 2015, it was stated each year more than 330,000 people in the country were diagnosed with cancer and most were breast cancer, by 30%. Breast cancer is one of the leading causes of death in women, early detection of breast cancer is very important to do by Breast Self-Examination (BSE) which is the easiest technique to implement and requires no cost. BSE is done from the age of 20 years to be able to detect it early on in women from breast cancer. As many as 85% of breast disorders are first known by the sufferer himself. Implementation of BSE in a person is influenced by several things including, knowledge about BSE, attitudes, and support from the social environment. This study aims to analyze the relationship between knowledge and implementation of BSE in the Nursing Undergraduate Nursing Study Program at STIKes Muhammadiyah Ciamis. This type of research was an analytic survey with a cross-sectional approach. Samples in this study were 76 respondents, taken using a purposive sampling technique. Data were analyzed using Chi-Square test. The results of the study were seen from the p-value of 0.000, meaning that there was a significant relationship between knowledge and implementation of BSE in the Nursing Undergraduate Nursing Study Program at STIKes Muhammadiyah Ciamis. Keywords: knowledge; BSE ABSTRAK Berdasarkan data “Cancer Research UK” pada tahun 2015, dinyatakan setiap tahun lebih dari 330.000 orang di negara itu didiagnosis menderita kanker dan sebagian besar adalah kanker payudara, sebesar 30%. Kanker payudara adalah salah satu penyebab utama kematian pada wanita, deteksi dini kanker payudara sangat penting dilakukan, yaitu dengan cara Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang merupakan teknik termudah untuk diterapkan dan tidak memerlukan biaya. SADARI dilakukan sejak usia 20 tahun untuk dapat mendeteksinya sejak dini pada wanita dari kanker payudara. Sebanyak 85% gangguan pada payudara pertama kali diketahui oleh penderitanya sendiri. Implementasi SADARI pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu pengetahuan tentang SADARI, sikap dan dukungan dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan penatalaksanaan SADARI pada Mahasiswi Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 76 responden, diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian dilihat dari nilai p = 0,000, artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penatalaksanaan SADARI pada Mahasiswi Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Ciamis. Kata kunci: pengetahuan; SADARI
Efek Penggunaan Birth Ball Untuk Ibu Hamil Dalam Persalinan : Literature Review Lusi Lestari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.86 KB) | DOI: 10.33846/2trik10103

Abstract

The pain experienced by the mother in the face of labor inducing fear causing anxiety ended with panic. This is a problem for maternity and is the biggest obstacle in labor. Maternal difficult to adapt to the pain can increase anxiety and lead to increased release of cortisol and adrenaline, weak uterine contractions, and slow progress of labor, resulting in prolonged first stage of labor and fetal wellbeing distracted. No progress in labor or slow the progress of labor is one of the complications of childbirth are worrying, complex and unpredictable. This scientific article was a literature study, using research journals related to the effect of using birth balls for pregnant women in computerized labor in the form of 4 research journals. Birth ball exercises could reduce pain in labor. Reduction in labor pain could also be associated with a reduction in the duration of labor. The duration of labor and childbirth longer associated with the possibility of a lower normal birth Keyword: birth ball; pregnant women; labor ABSTRAK Nyeri yang dialami ibu ketika menghadapi persalinan merangsang ketakutan sehingga timbul kecemasan yang berakhir dengan kepanikan. Hal tersebut merupakan masalah bagi ibu bersalin dan menjadi rintangan terbesar dalam persalinan. Ibu bersalin yang sulit beradaptasi dengan rasa nyeri dapat meningkatkan kecemasan dan menyebabkan peningkatan pelepasan kortisol dan adrenalin, lemahnya kontraksi uterus, dan lambatnya perkembangan persalinan sehingga mengakibatkan memanjangnya kala I persalinan dan kesejahteraan janin terganggu. Tidak ada kemajuan persalinan atau kemajuan persalinan yang lambat merupakan salah satu komplikasi persalinan yang mengkhawatirkan, rumit, dan tidak terduga. Review ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut tentang efek penggunaan birth ball pada ibu hamil dalam persalinan. Artikel ilmiah ini merupakan studi literatur, menggunakan jurnal penelitian yang berkaitan dengan efek penggunaan birth ball untuk ibu hamil dalam persalinan yang sudah terkomputerisasi dengan bentuk jurnal penelitian sebanyak 4 jurnal. Latihan birth ball dapat mengurangi rasa nyeri pada persalinan. Pengurangan nyeri persalinan juga dapat dikaitkan dengan pengurangan durasi persalinan. Durasi persalinan dan persalinan yang lebih lama dikaitkan dengan kemungkinan kelahiran normal yang lebih rendah Kata kunci: birth ball; ibu hamil; persalinan
Pelaksanaan Program Eliminasi Filariasis Di Kota Sorong Muhamad Faizal Arianto; Abdul Rahman Kadir; Ida Leida Maria
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.701 KB) | DOI: 10.33846/2trik10102

Abstract

The high number of filariasis cases with the number of filariasis patients in West Papua Province in 2014 was recorded as 1765 cases due to filariasis evaluation program that can not be run maximally due to several things, including the lack of advocacy and socialization activities related to filariasis elimination program either to health workers or to the community general, insufficient human resources, a team of program implementers who are still mixed and the limited operational cost of the implementation of mass treatment. This study aimed to evaluate the implementation of the evaluation system of Mass Drug Prevention Filariasis (POPM) in filariasis elimination program in Sorong. The method used in this research which was qualitative with a case study approach. The determination of informants used a purposive sampling method, obtained 21 participants. The data was collected by an in-depth interview, documentation, and document review. Data validity had done by triangulation of source and technique. Data analysis used emission reduction. The results of this study indicated that communication has not been running smoothly, insufficient resources, and bureaucratic structure in the implementation of programs that have not been effective. Keywords: filariasis; elimination; mass drug prevention ABSTRAK Tingginya kasus filariasis dengan jumlah penderita filariasis di Provinsi Papua Barat tahun 2014 tercatat sebanyak 1.765 kasus dikarenakan program evaluasi filariasis yang belum dapat dijalankan secara maksimal yang disebabkan beberapa hal, antara lain minimnya kegiatan advokasi dan sosialisasi terkait program eliminasi filariasis baik kepada petugas kesehatan maupun kepada masyarakat umum, sumber daya manusia yang belum memadai, tim pelaksana program yang tidak efektif serta terbatasnya biaya operasional pelaksanaan pengobatan massal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem evaluasi pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) Filariasis pada program eliminasi filariasis di Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan menggunakan metode purposive sampling, diperoleh 21 partisipan. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan studi literatur. Validitas data dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan reduksi data emik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi belum berjalan dengan lancar, sumber daya yang tidak memadai, dan struktur birokrasi dalam pelaksanaan program tidak efektif. Kata kunci: filariasis; eliminasi; pemberian obat pencegahan secara massal
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA BANTARCARINGIN CIHARALANG KABUPATEN CIAMIS Ayu Endang Purwati; Yanti Srinayanti; Rosmiati Rosmiati; Lusi Siti Arofatul Badriah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik10112

Abstract

World Health Organization (WHO) in 2013 obtained data on the incidence of dysmenorrhea amounted to 1,769,425 people or 90% of women. Dysmenorrhea is a cyclic uterine pain, which occurs before or during menstruation. One of the risk factors that cause dysmenorrhea in adolescents is lifestyle (low physical activity, stress, and consuming fast food). The purpose of this study was to analyze the relationship between lifestyle with the incidence of dysmenorrhea in young women at the Nurul Huda Islamic Boarding School Bantarcaringin Ciharalang Ciamis. The design of this study was cross sectional. The study population was all young women in Nurul Huda Islamic Boarding School who had undergone menstruation, with a population size of 50 people; while the sample size is 48 people. The collected data were analyzed using the Chi-square test. Statistical test results showed a p-value of 0.001 for the physical activity factor; 0.032 for stress factors; and 0.014 for the factor of fast food consumption. Thus it can be interpreted that there is a significant relationship between lifestyle physical activity, stress and consuming fast food with the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls at the Nurul Huda Islamic Boarding School Bantarcaringin Ciharalang Ciamis in 2019. It is expected that the socialization of reproductive health to adolescents girls in Islamic boarding schools and cooperation between health workers and managers in Islamic boarding schools by providing adolescent reproductive health education, especially regarding dysmenorrhea. Keywords: lifestyle; dysmenorrhea; teenager ABSTRAK World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 mendapatkan data tentang kejadian dysmenorrhea sebesar 1.769.425 jiwa atau 90% dari wanita. Dysmenorrhea merupakan rasa nyeri pada uterus yang bersifat siklik, yang terjadi sebelum atau selama menstruasi. Salah satu faktor risiko penyebab terjadinya dysmenorrhea pada remaja yaitu gaya hidup (aktivitas fisik yang rendah, stress, dan mengkonsumsi fast food). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara gaya hidup dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja putri di Pondok Pesantren Nurul Huda Bantarcaringin Ciharalang Ciamis. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Pondok Pesantren Nurul Huda yang sudah mengalami mentruasi, dengan ukuran populasi 50 orang; sedangkan ukuran sampel adalah 48 orang. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,001 untuk faktor aktifitas fisik; 0,032 untuk faktor stress; dan 0,014 untuk faktor konsumsi fast food. Dengan demikian bisa diinterpretasikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup aktivitas fisik, stress dan mengkonsumsi fast food dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja putri di Pondok Pesantren Nurul Huda Bantarcaringin Ciharalang Ciamis Tahun 2019. Diharapkan adanya sosialisasi tentang kesehatan reproduksi kepada remaja putri di pondok pesantren serta kerjasama antara tenaga kesehatan dengan pengelola di pondok pesantren dengan cara mengadakan pendidikan kesehatan reproduksi remaja khususnya mengenai dysmenorrhea. Kata kunci: gaya hidup; dysmenorrhea; remaja
CERDIK Meningkatkan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Indonesia: Systematic Review Hamdan Hariawan; Diana Pefbrianti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.61 KB) | DOI: 10.33846/2trik10104

Abstract

Introduction: Non-Communicable Diseases (NCD) is the highest cause of death in Indonesia. The increase in non-communicable diseases prevalence is related to unhealthy lifestyles, including smoking, consumption of alcoholic beverages, lack of physical activity, and consumption of fruits and vegetables. CERDIK is a form of Indonesia government activity program to improve the prevention and management of non-communicable diseases. CERDIK consists of a series of health check activities, building non-smoking or smoking cessation behavior, diligent physical activity, a balanced diet, adequate rest, and being able to manage stress. This review literature aims to provide an overview of the effectiveness of CERDIK in efforts to improve non-communicable diseases control in Indonesia. Methods: The method used in this systematic review began with the selection of topics, then the keyword was determined to search for journals using English through several databases, including Science direct, Ebscho, Pro-Quest, and Google Scholar. Results: 6 articles mentioned that CERDIK was effective in increasing non-communicable diseases prevention and control behavior both in terms of cognitive, attitude and skills. While 2 other articles mention the successful implementation of the government program "CERDIK" in the field in controlling non-communicable diseases. Conclusion: The CERDIK program is effective in increasing non-communicable diseases control. Keywords: CERDIK; effectivity; non-communicable diseases ABSTRAK Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kenaikan prevalensi PTM ini berhubungan dengan pola hidup yang tidak sehat, antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik yang kurang, serta konsumsi buah dan sayur yang kurang. CERDIK adalah salah satu bentuk program kegiatan pemerintah untuk meningkatkan pencegahan dan penatalaksanaan penyakit tidak menular. CERDIK terdiri dari rangkaian kegiatan cek kesehatan, membangun perilaku tidak merokok atau berhenti merokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan mampu mengelola stre. Tujun literatur review ini untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas CERDIK dalam upaya meningkatkan pengendalian PTM di Indonesia. Metode: Metode yang digunakan dalam systematic review ini diawali dengan pemilihan topik, kemudian ditentukan keyword untuk pencarian jurnal menggunakan Bahasa Inggris melalui beberapa database antara lain Science direct, Ebscho, Pro Quest dan google scholar. Hasil: 6 artikel menyebutkan CERDIK efektif dalam peningkatan perilaku pencegahan dan pengendalian PTM baik dari segi kognitf, sikap, maupun keterampilan. Sedangkan 2 artikel lainnya menyebutkan keberhasilan pelaksanaan program pemerintah “CERDIK” di lapangan dalam pengendalian PTM. Kesimpulan: program CERDIK efektif dalam meningkatkan pengendalian PTM. Kata kunci: CERDIK; efektivitas; penyakit tidak menular
Prevalensi Tardive Dyskinesia pada Pasien Skizofrenia yang Mendapat Terapi Antipsikotik di RSJ HB Saanin Padang Wenny Sagita; Dita Hasni; Yuri Haiga
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.166 KB) | DOI: 10.33846/2trik10105

Abstract

Antipsychotic drugs introduced to open new horizons to treat patients with schizophrenia, antipsychotic drugs have some side effects such as dyskinesia tardive disorders that appear slower than others. This research aims to determine the prevalence of dyskinesia tardive in schizophrenia patients receiving antipsychotic therapy in HB saanin Padang Hospital. This research was carried out in August-December 2019.it was recruited eighty-four schizophrenic patient who got treatment in outpatient Prof. Dr. HB Saanin Hospital Padang. The patients who meet the criteria of inclusion and exclusion, which was selected in consecutive sampling. Data was analyzed and presented in the form of a frequency distribution table and percentage. This study reported that 35 subjects (41.6%) got tardive dyskinesia, ten subjects (76.9%) subjects who had typical antipsychotic treatment and got tardive dyskinesia, and four subjects that received atypical antipsychotic therapy with tardive dyskinesia. And 21 subjects (95.5%) that received a combination of antipsychotic therapy with tardive dyskinesia. This study can be concluded with some schizophrenia patients who received antipsychotic therapy to experience the incidence of tardive dyskinesia. Keywords: antipsychotic; typical; atypical; tardive dyskinesia ABSTRAK Obat-obatan antipsikotik yang diperkenalkan membuka cakrawala baru untuk merawat pasien dengan skizofrenia, Obat-obatan antipsikotik memiliki beberapa efek samping seperti gangguan tardive dyskinesia yang muncul lebih lambat daripada yang lain.Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi tardive dyskinesia pada pasien skizofrenia yang mendapat terapi antipsikotik di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang.Penelitian deskriptif ini telah dilaksanakan pada Agustus 2019 sampai Desember 2019 di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit jiwa Prof. Dr. HB Saanin Padang, mengikutsertakan 84 penderita skizofrenia yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, yang dipilih secara consecutive sampling. Data dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.Penelitian memperoleh data sebanyak 34 orang (40,5%) positif penderita tardive diskinesia, subjek yang mendapat terapi antipsikotik tipikal dengan kejadian tardive diskinesia sebanyak 10 orang (76,9%), subjek yang mendapat terapi antipsikotik atipikal dengan kejadian tardive dyskinesia sebanyak 4 orang (8,2%) dan yang mendapat terapi antipsikotik kombinasi, sebanyak 21 orang (95,5%) dengan kejadian tardive dyskinesia.Pada penelitian ini dapat disimpulkan sebagian pasien skizofrenia yang mendapat terapi antipsikotik mengalami kejadian tardive dyskinesia. Kata kunci: antipsikotik; tipikal; atipikal; tardive diskinesia
Peran Kader Posyandu dan Kelengkapan Imunisasi Dasar Resna Litasari; Ima Sukmawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik 10110

Abstract

The completeness of basic immunization is influenced by the attitude of the officers, in this case posyandu cadres. Posyandu cadres are the human resources of the community, which are considered to be the closest to the community around them. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of posyandu cadres and basic immunization completeness. The design of this study was cross-sectional. The population in this study were all mothers of infants aged 9-12 months in Padamulya Village, Cihaurbeuti Community Health Center, Ciamis Regency in 2019. The sample were 30 mothers of infants, selected by accidental sampling technique. The data collected were primary data obtained through filling out questionnaires and secondary data, then analyzed using the Chi-square test.. The results showed that the role of posyandu cadres in completeness of basic immunization was mostly in the poor category (46.7%), while the completeness of basic immunization was mostly in the incomplete category (63.3%). The results of data analysis using the Chi Square test showed a p-value of 0.001, so it can be concluded that there was a significant relationship between the role of the posyandu cadre and basic immunization completeness. It is recommended that posyandu cadres can increase their participation in posyandu programs. Keywords: posyandu cadre role; completeness of basic immunizations ABSTRAK Kelengkapan imunisasi dasar dipengaruhi oleh sikap petugas, dalam hal ini adalah kader posyandu. Kader-kader posyandu merupakan sumberdaya manusia masyarakat, yang dianggap paling dekat dengan masyarakat di sekitar mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran kader posyandu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan di Desa Padamulya, Wilayah Kerja Puskesmas Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis tahun 2019. Subyek penelitian adalah 30 kader posyandu yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data yang terkumpul adalah data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner dan data sekunder, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kader posyandu dalam kelengkapan imunisasi dasar, sebagian besar berada dalam kategori kurang (46,7%), sedangkan kelengkapan imunisasi dasar, sebagian besar berada dalam kategori tidak lengkap (63,3%). Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai p-value 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran kader posyandu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Disarankan agar kader posyandu dapat meningkatkan partisipasi mereka dalam program–program posyandu. Kata kunci: peran kader; kelengkapan imunisasi dasar
Identifikasi Kandungan Senyawa Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Risman Tunny; M. Azril H. Mahulauw; Kemal Darmanta
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.758 KB) | DOI: 10.33846/2trik10101

Abstract

Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions by binding to free radicals and are molecules that are very reactive to free radicals. Tamarind leaves contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, polyphenols, tannins, and saponins which can be used as sources of antioxidants that can inhibit free radicals. The purpose of this study was to determine the content of secondary metabolites, and the efficacy of tamarind leaves as antioxidants. The extraction process used the maceration method. Phytochemical compound content tests were carried out using a color reagent test to determine the chemical compound content. Tamarind leaves contain secondary metabolites in the form of alkaloids, saponins, polyphenols, tannins and flavonoids. The antioxidant test of tamarind leaves used DPPH (1,1-Diphenyl-2-PicrylHydrazyl) method. Quercetin was used as a comparison in testing. The antioxidant activity test was measured using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 517 nm; and the results were calculated using a regression equation. The results of IC50 values obtained on tamarind leaves were 143.278 µg / mL; while quercetin was 9.916 µg / mL. It was known that the highest antioxidant activity was found in quercetin. The smaller the IC50 value, the higher the antioxidant activity that is given. Keywords: antioxidants, tamarind leaves, phytochemicals, DPPH ABSTRAK Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan merupakan molekul yang sangat reaktif terhadap radikal bebas. Daun asam jawa mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, tanin, dan saponin yang dapat dijadikan sumber antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder, dan khasiat daun asam jawa sebagai antioksidan. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi. Uji kandungan senyawa fitokimia dilakukan dengan menggunakan uji pereaksi warna guna mengetahui kandungan senyawa kimia. Daun asam jawa mengandung senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin, polifenol, tanin dan flavonoid. Uji antioksidan daun asam jawa menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-PicrylHydrazyl). Digunakan kuersetin sebagai pembanding dalam pengujian. Uji aktivitas antioksidan diukur dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm; dan dihitung hasilnya menggunakan persamaan regresi. Hasil nilai IC50 yang didapat pada daun asam jawa sebesar 143,278 µg/mL; sedangkan kuersetin sebesar 9,916 µg/mL. Diketahui bahwa aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada kuersetin. Semakin kecil nilai IC50 maka semakin tinggi aktivitas antioksidan yang diberikan. Kata kunci: antioksidan, daun asam jawa, fitokimia, DPPH
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN PASIEN SKIZOFRENIA DALAM MENGONTROL HALUSINASI Di RSKD PROVINSI MALUKU Dene Fries Sumah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.336 KB) | DOI: 10.33846/2trik10111

Abstract

Family support greatly influences the success of nursing care in patients with hallucinations. Optimal family support during hospitalization is needed so that patients are motivated to recover. This study aims to determine the relationship between family support and the ability of schizophrenic patients to control hallucinations in Maluku Provincial Regional Hospital. This study uses a cross-sectional design. The sample in this study was the patient's family, with a sample size of 35 respondents, which were selected using accidental sampling technique. The research instrument used was a questionnaire and observation sheet. The collected data were analyzed by Chi-square test. The results showed that p-value = 0.005, so it can be concluded that there was a significant relationship between family support and the ability of schizophrenic patients to control hallucinations. This study recommends that nurses need to provide continuous explanation to the patient's family about the mechanism of drug administration to schizophrenic patients on a regular basis, it is also necessary to provide knowledge about controlling hallucinations after returning to the family. Keywords: family support; schizophrenia; ability to control hallucinations ABSTRAK Dukungan keluarga berpengaruh besar terhadap keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien dengan halusinasi. Dukungan keluarga yang optimal selama rawat inap sangat dibutuhkan agar pasien termotivasi untuk pulih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan pasien skizofrenia dalam mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Daerah Provinsi Maluku. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini yakni keluarga pasien, dengan ukuran sampel 35 responden, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value = 0,005, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kemampuan pasien skizofrenia dalam mengontrol halusinasi. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat perlu memberikan penjelasan terus-menerus kepada keluarga pasien tentang mekanisme pemberian obat kepada pasien skizofrenia secara rutin, perlu juga pembekalan tentang pengetahuan tentang pengontrolan halusinasi setelah kembali ke dalam keluarga. Kata kunci: dukungan keluarga; skizofrenia; kemampuan mengontrol halusinasi

Page 1 of 2 | Total Record : 13


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue