cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017" : 10 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI YOGA PRENATAL DAN SENAM HAMIL TERHADAP PERUBAHAN KADAR KORTISOL DAN LAMA PERSALINAN KALA I Elok Saridewi; Ari Suwondo; Sri Wahyuni
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.392 KB)

Abstract

Yoga prenatal dan senam hamil merupaka terapi untuk menurunkan tingkat stress pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terhadap perubahan kadar kortisol dan lama persalinan kala I. Metode penelitian quasy-experimental (experimen semu) rancangan Non-Equivalen Group Desain. Subyek penelitian ini adalah 26 ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjunganom Kabupaten Nganjuk yang dipilih dengan teknik purposive sampling, yang terdiri atas kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna kadar kortisol sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dari Hasil uji Mann- Whitney diperoleh nilai signifikasi 0,010 lebih kecil dari 0,05. Terjadi penurunan sebesar -209.67 ng/ml pada kelompok perlakuan, dan -129.96 ng/ml pada kelompok kontrol. Rerata lama persalinan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji statistik dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,003 lebih kecil dari 0,05, artinya ada pengaruh kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terhadap lama persalinan kala I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi yoga prenatal dan senam hamil terbukti lebih efektif dalam menurunkan kadar kortisol pada ibu hamil dengan rerata lama persalinan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok senam hamil. Disarankan setiap ibu hamil trimester III disarankan melakukan latihan kombinasi yoga prenatal dan senam hamil secara rutin, bagi praktisi diharapkan mengaplikasikan yoga prenatal sebagai kegiatan rutin pada kelas ibu hamil. Kata kunci: Yoga prenatal, Kortisol, Lama persalinan
STATUS GIZI BALITA PADA NUCLEAR FAMILY LEBIH BAIK DARI PADA STATUS GIZI BALITA PADA EXTENDED FAMILY DI DESA PATIANROWO KECAMATAN PATIANROWO KAB. NGANJUK Muchlishatun Ummiyati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.083 KB)

Abstract

Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua, karena berpengaruh pada kecerdasan balita, tumbuh kembang secara fisik, mental, sosial dan intelektual yang sifatnya menetap dan dibawa terus sampai dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status gizi balita pada nuclear family dengan extended family, dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah 77 balita di Desa Patianrowo Kecamatan Patianrowo Kab. Nganjuk Tahun 2016 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data status gizi dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 34 balita dengan nuclear family, 29 balita (38,1%) memiliki status gizi baik, 3 balita (3,9%) memiliki status gizi kurang, 2 balita (2,6%) memiliki status gizi buruk. Dari 43 balita dengan extended family, 24 balita (32,8%) memiliki status gizi baik, 13 balita (17,1%) memiliki status gizi kurang, 6 balita (6,5%) memiliki status gizi buruk. Dari hasil analisa statistik dengan menggunakan uji statistik Mann Whitney U-Test dengan program SPSS didapatkan signifikansi Mann-Whitney = 0,0101. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ρ
DETERMINAN ANGKA KEMATIAN IBU DI KABUPATEN NGANJUK Binti Asrofin
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.336 KB)

Abstract

Kematian ibu dijadikan ukuran keberhasilan terhadap pencapaian derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu kematian ibu dijadikan sebagai prioritas utama yang harus ditanggulangi melalui upaya sistematik dan tindakan yang nyata untuk meminimalisasi risiko kematian, menjamin reproduksi sehat, dan meningkatkan kualitas hidup ibu. Pelayanan antenatal memiliki peranan yang sangat penting dalam menurunkan AKI, diantaranya agar dapat dilakukan deteksi dan tata laksana dini komplikasi yang dapat timbul pada saat persalinan. Tujuan penelitian ini adalah mencari faktor yang signifikan mempengaruhi angka kematian ibu di Kabupaten Nganjuk. Jenis rancang bangun yang digunakan adalah Non Reactive, yang dilakukan pada data 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk tahun 2015. Variabel pada penelitian ini sejumlah 5 variabel yang meliputi angka kematian ibu (Y), K1 (X1), K4 (X2), persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (X3), dan jumlah pelayanan kesehatan (X4). Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang signifikan mempengaruhi angka kematian ibu (AKI) adalah K1 (p=0.019) dan K4 (p=0.028). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel-variabel lain yang dapat memiliki peran terhadap peningkatan AKI, selain itu peneliti selanjutnya juga dapat melakukan penelitian serupa dengan lingkup wilayah yang lebih luas, agar didapatkan hasil yang lebih valid. Kata Kunci: Kematian ibu, Determinan
PERSEPSI MUTU PEMBELAJARAN PRAKTEK LABORATORIUM KEBIDANAN MENENTUKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER III Tuning Sugianti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.565 KB)

Abstract

Praktek laboratorium dilakukan untuk membelajarkan kemampuan afektif dan psikomotor. Laboratorium harus memiliki kualitas yang baik untuk memfasilitasi pembelajaran sehingga motivasi belajar mahasiswa juga tinggi yang nantinya akan mempermuda mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara persepsi mutu pembelajaran praktek laboratorium kebidanan dengan prestasi belajar mahasiswa semester III. Jenis penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya seluruh mahasiswa Akademi Kebidanan Berlian Nusantara sejumlah 117, sedangkan sampel penelitiannya seluruh mahasiswa semester III yang berjumlah 43 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hubungan variabel bebas dengan prestasi mahasiswa diukur besarnya R2 (koefisien determinasi). Penelitian ini menunjukkan bahwa : Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara persepsi mutu pembelajaran praktek laboratorium kebidanan dengan prestasi belajar, hasil uji product moment (r) = 0,345 dengan signifikansi 0,023
KESIAPAN FISIK DEWASA AWAL SEBAGAI CALON IBU PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR PRODI DIII KEBIDANAN DI POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III Wafiqah Wafiqah; Junengsih Junengsih
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kisaran usia 20-35 tahun merupakan saat yang tepat bagi wanita mempersiapkan diri secara fisik dan mental menjadi seorang ibu yang sehat sehingga diharapkan mendapatkan bayi yang sehat. Setelah menyelesaikan studi dalam perguruan tinggi, mahasiswa tingkat akhir akan dihadapkan dengan beberapa pilihan seperti pekerjaan, karir dan pernikahan Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesiapan fisik dwasa awal sebagai calon ibu pada mahasiswa tingkat akhir prodi DIII Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Jakarta III Tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan cross sectional dengan desain deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan fisik dewasa awal sebagai calon ibu pada mahasiswa tingkat akhir menunjukkan mahasiswi mayoritas siap fisik yaitu sebanyak 39 (65%), dan 21 (35%) yang tidak siap fisik. Didapatkan juga gambaran pada status gizi sebanyak 43 (71,7%) masuk kategori normal, 85% tidak memiliki risiko KEK, pola makan didapatkan sebanyak 35 (58,3%) memiliki pola makan yang baik, adanya tanda dan gejala anemia 31 (51,7%), gangguan siklus menstruasi 34 (56,7%, sebagian besar 61,7% tidak memiliki riwayat penyakit, dan 31 responden (51,7%) memiliki lingkungan fisik yang baik. Rekomendasi agar mahasiswi meningkatkan aktivitas fisik dan menyeimbangkan asupan zat gizi sesuai anjuran konsep gizi seimbang. Kata Kunci: Kesiapan fisik, Dewasa awal, Calon ibu, Kehamilan
HUBUNGAN PENATALAKSANAAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN KEJADIAN HEMORRHAGIC POST PARTUM (HPP) PRIMER PADA IBU NIFAS Yuni Ginarsih; Sherly Jeniawaty
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.41 KB)

Abstract

Di RB Kartini Surabaya pada tahun 2011 terjadi peningkatan kejadian HPP sebesar 1,04 %. Berdasarkan keadaan tersebut, maka peneliti ingin mengetahui hubungan antara penatalaksanaan manajemen aktif kala III dengan kejadian hemorrhagic post partum (HPP) primer di RB Kartini Surabaya.Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Jumlah populasi 38 dengan jumlah sampel 35 responden. Diambil dengan cara purposive sampling. Variabel independent adalah penatalaksanaan manajemen aktif kala III, sedangkan variabel dependent adalah hemorrhagic post partum primer. Pengumpulan data menggunakan data primer atau responden yang memenuhi kriteria dengan menggunakan checklist. Untuk menganalisis data dalam penelitian menggunakan uji chi-square dengan nilai tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,00% penatalaksanaan manajemen aktif kala III benar tidak terjadi HPP, dan 60,00% penatalaksanaan manajemen aktif kala III tidak benar terjadi HPP. Berdasarkan hasil perhitungan data dengan uji chi-square, didapatkan bahwa χ2 hitung = 5,83 dengan α = 0,05, df=1 dan χ2 tabel = 3,84 sehingga χ2 hitung (5,83) > χ2 tabel (3,84), maka H1 diterima artinya ada hubungan antara penatalaksanaan manajemen aktif kala III dengan Hemorrhagic Post Partum (HPP) primer.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penatalaksanaan manajemen aktif kala III dengan kejadian hemorrhagic post partum primer. Saran pada penelitian ini adalah agar para bidan untuk lebih memberikan pelayanan yang optimal dengan didukung ketrampilan dan pelaksanaan yang tepat dan melakukan manajemen aktif kala III pada setiap persalinan untuk mencegah hemorrhagic post partum. Kata Kunci: Manajemen aktif kala III, Hemorrhagic post partum
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PEMBERIAN PRELACTEAL FEEDING Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Ira Rahayu Tiyar Sari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.291 KB)

Abstract

Dalam kehidupan masyarakat masih adanya kebiasaan membuang ASI pertama yang berwarna kuning atau yang biasa disebut sebagai kolostrom, kolostrom tersebut dianggap Basi. Sehingga tidak perlu diberikan kepada bayinya, sebagai gantinya mereka memberikan minuman, madu, atau makanan sejenisnya supaya bayi tersebut tidak lapar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor status social ekonomi dan tingkat pendidikan dalam mempengaruhi pemberian prelacteal feeding. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional . Populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data melakukan instrument berupa kuesioner yang kemudian hasilnya akan di analisis secara bivariat yang dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis univariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil uji analisis hipotesis dapat disimpulkan terdapat kemaknaan nilai probabilitas pearson chi square (signifikansi) P value = 0,686 (P value > 0,05) untuk kedua faktor, yang berarti hipotesis tidak diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara statistik tidak ada pengaruh yang bermakna antara Tingkat Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan ibu terhadap pemberian prelacteal feeding. Kata Kunci: Sosial ekonomi, Tingkat pendidikan, Prelacteal feeding
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA Eny Pemilu Kusparlina; Hayun Manudyaning Susilo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.908 KB)

Abstract

Provinsi dengan kriteria 10% atau lebih anak balita menderita gizi buruk, dikategorikan sebagai wilayah yang memprihatinkan. Bila sebanyak 5-9,9% anak balita menderita gizi buruk, maka wilayah provinsi tersebut termasuk dalam kategori lampu kuning. Dianggap belum menjadi masalah yang parah bila anak balita yang menderita gizi buruk di bawah 5%. Di Jawa Timur status gizi kurang balita sebanyak 5,95%. Berdasarkan hasil survey pendahuluan yang dilakukan di Desa Bagi, pada bulan Januari-April 2016 terdapat 23 (15,5%) balita berstatus gizi kurang, 6 (4,1%) balita yang berstatus BGM (Bawah Garis Merah), 15 (10,1%) balita berstatus gizi lebih, dan 104 (70,3%) balita berstatus gizi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan untuk mengidentifikasi status gizi balita. Jenis penelitian ini termasuk survei analitik, rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel 47. Untuk pengetahuan ibu menggunakan kuesioner. Untuk status gizi dengan pengukuran Berat badan secara langsung dengan menggunakan timbangan dacin dan pengukuran tinggi badan menggunakan mikrotoa. Statistik analitik menggunakan korelasi Kendal Tau (T). Tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95% atau dengan kesalahan 5%. Tingkat pengetahuan ibu adalah pengetahuan cukup 26 (55%) orang dan pengetahuan kurang 7 (15%) orang. Status gizi normal 27 (59%) balita, dan status gizi sangat kurus 2 (4%) balita. Hasil uji Kendall Tau z hitung = 3,6 (z tabel =1,96). Kesimpulan penelitian adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Status gizi
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA BALITA DENGAN ASI EKSKLUSIF LEBIH BAIK DARIPADA BALITA TANPA ASI EKSKLUSIF Dwi Yanti
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.842 KB)

Abstract

ASI eksklusif dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak untuk mencapai kemajuan yang optimal salah satunya perkembangan motorik halus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik halus pada balita usia 3-5 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional, menggunakan desain penelitian survey analitik. Subyek penelitian adalah 32 balita yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Mann Whitney, dengan p-value = 0,011 yang artinya ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik halus pada balita usia 3-5 tahun. Disarankan untuk tempat penelitian meningkatkan pemberian konseling bagi orang tua untuk terus menstimulasi perkembangan anak sesuai tahapannya. Kata kunci: ASI eksklusif, Perkembangan motorik halus, Balita
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI REMAJA PUTRI TENTANG VIRGINITAS DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKS BEBAS PADA SISWI KELAS XI Ellyzabeth Sukmawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.129 KB)

Abstract

Perubahan zaman ikut merubah pergaulan pada remaja. Pergaulan perempuan dan laki-laki menjadi sangat bebas, bahkan sampai pada tahap yang mengkhawatirkan. Fenomena hubungan seks pranikah bukan hanya terjadi pada satu tempat saja, tapi hampir merata di seluruh nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi remaja putri tentang virginitas dengan sikap terhadap perilaku seks bebas pada Siswi Kelas XI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah adalah seluruh siswi kelas XI yang berjumlah 165 orang. Sampel diambil sebesar 63 siswi kelas XI dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswi yang persepsinya positif tentang virginitas hampir semua 91,3% memiliki sikap yang tidak mendukung terhadap perilaku seks bebas, sedangkan siswi yang persepsinya negatif hanya 52,9% yang memiliki sikap tidak mendukung terhadap perilaku seks bebas. Dan dari hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara persepsi remaja putri tentang virginitas dengan sikap terhadap perilaku seks bebas pada siswi kelas XI (x2 = 9,490 >x2 tabel = 3,841, p = 0,002 < 0,05, OR = 9,333, CI = 2,303 – 37,833). Kata Kunci: Persepsi remaja, Virginitas, Sikap, Perilaku seks bebas

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue