cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 25485970     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018" : 10 Documents clear
PENGARUH TERAPI SENAM TAWA TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN BANJARBARU TAHUN 2017 Anita Anita; Linda Linda
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.474 KB)

Abstract

Terapi senam tawa adalah suatu terapi untuk mencapai kegembiraan di dalam hati yang dikeluarkan melalui mulut dalam bentuk suara tawa atau senyuman yang menghiasi wajah, perasaan hati yang lepas dan bergembira, dada yang lapang, peredaran darah yang lancar sehingga dapat mencegah penyakit dan memelihara kesehatan (Andol, 2009). Rasa tenang dan nyaman tersebut diharapkan bisa mengurangi depresi pada lansia, terapi ini efektif dan efesien, cocok untuk lansia dipanti. Sehingga, Peneliti mencoba menerapkan terapi tertawa sebagai metode untuk pendekatan baru untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pra-Experiment dengan rancangan one group pretes posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yaitu 111 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Nonprobability Sampling sebanyak 19 orang Instrumen dalam peneitian ini menggunakan Kuesioner Geriatric Depression Scale, dan lembar observasi terapi senam tawa. Hasil Penelitian Sebelum diberikan terapi senam tawa responden yang mengalami depresi ringan 15, sesudah diberikan terapi senam tawa tidak ada responden yang mengalami depresi ringan.. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil p = 0,000 dengan α = 0,05, artinya ada perbedaan tingkat depresi pada lansia sebelum dan sesudah diberikan terapi senam tawa. Kesimpulan Ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan terapi senam tawa terhadap tingkat depresi pada lansia di panti sosial tresna werdha budi sejahtera banjarbaru provinsi kalimantan selatan Kata Kunci: Lansia, Depresi, Terapi senam tawa
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DI PSTW BUDI SEJAHTERA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2017 Abdullah Abdullah; Linda Linda
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.916 KB)

Abstract

Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan. Depresi dapat diatasi dengan adanya koping pada lansia yaitu dengan adanya komunikasi. Desain penelitian analitik adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah 111 lansia di PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Besar sampel adalah 40 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji Sperman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang terlaksana dengan tingkat depresi sedang sebanyak 32 orang (80%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan p-value = 0,44 sehingga dapat diinterprestasikan terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat depresi dengan koefisien korelasi = -0,320 berarti kekuatan hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat depresi pada lansia di PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Kata kunci: Lansia, Depresi, Komunikasi terapeutik
Chronic Kidney Failure Patients’Experiences of Hemodialysis at TheHospital in Banjarmasin Dessy Hadrianti; Dyah Yarlitasari; Ruslinawati Ruslinawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.014 KB)

Abstract

Pasien gagal ginjal yang melakukan hemodialisis sangat berpengaruh terhadap kehidupan pasien baik dalam segi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, semua faktor tersebut sangat mempengaruhi terhadap kualitas hidupnya. Permasalahan psikologis adalah faktor yang paling banyak dialami pada pasien dengan gagal ginjal yang melakukan hemodialisis. Frustasi, marah, putus asa bahkan sampai bunuh diri efek psikologis yang dialami. Pengalaman pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis merupakan fenomena yang penting untuk diteliti dan merupakan persepsi subjektif yang sulit untuk dikuantifikasi.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengalaman menjalani hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RS Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada enam orang partisipan.Terdapat enam tema yang teridentifikasi dari pengalaman menjalani hemodialisis, yaitu: (1) riwayat awal terdiagnosis gagal ginjal, (2) respon psikologis awal saat dinyatakan hemodialisis, (3) respon psikologi selama pasien menjalani hemodialisis, (4) harapan pasien yang menjalani hemodialisis, (5) sikap keluarga yang memiliki keluarga dengan hemodialisis, (6) persepsi pasien terhadap tim kesehatan. Perawat tidak hanya memperhatikan perubahan fisik, namun juga memperhatikan dari psikologis pasien. Kata Kunci: Gagal ginjal, Pengalaman, Hemodialisis
HUBUNGAN POLA PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR BAYI DALAM PEMBERIAN ASI TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI Lusiana El Sinta Bustami; Aldina Ayunda Insani; Yulizawati Yulizawati
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.72 KB)

Abstract

Modal paling utama dalam pembangunan kesehatan adalah sumber daya manusia (SDM). Untuk menghasilkan SDM yang sehat dan berkualitas, maka diperlukan pemenuhan kebutuhan dasar yang optimal. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum digolongkan menjadi 3 kebutuhan dasar, yaitu Asih, Asuh dan Asah. Pemenuhan kebutuhan dasar bayi dapat dilaksanakan dalam proses pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan dasar bayi dalam pemberian ASI terhadap perkembangan bayi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan crosssectional study dan observasi. Tempat penelitian ini adalah wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang pada tahun 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu pada mempunyai bayi usia 6-12 bulan dan bayinya berjumlah 73 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, KMS dan KPSP. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan dasar bayi asih dengan perkembangan bayi (p=231), ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan dasar bayi asuh dengan perkembangan bayi (p=0,009), dan tidak ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan dasar bayi asah dengan perkembangan bayi (p=258). Kata Kunci: Kebutuhan dasar bayi, Asih, asuh, dan asah; Air susu ibu; Perkembangan bayi
EFEKTIFITAS ANTARA FRICTION DAN HOLD RELAX TERHADAP PERUBAHAN KEMAMPUAN GRIP AND PINCH STRENGTH PADA KONDISI NYERI OTOT EKSTENSOR CARPI RADIALIS LONGUS ET BREVIS DI PT. MARUKI INTERNATIONAL INDONESIA Sudaryanto Sudaryanto; Nurul Iman
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.067 KB)

Abstract

Salah satu cidera yang sering muncul adalah muscle pain ekstensor carpi radialis longus et brevis, yang dapat menyebabkan kesulitan pasien untuk melakukan aktivitas. Desain penelitian quasi eksperimen ini adalah pre test post test two group, yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas friction dan hold relax untuk meningkatkan grip and pinch strength pada kondisi nyeri otot ekstensor carpi radialis longus et brevis. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi maka diperoleh besar sampel 44 orang. Alat pengumpulan data adalah Grip and Pinch Strength. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rerata grip and pinch strength pada kelompok perlakuan I dan kelompok perlakuan II, hasil uji T pada kelompok perlakuan I diperoleh nilai p < 0,05, yang berarti bahwa pemberian friction dapat meningkatkan kemampuan grip and pinch strength yang signifikan. Sedangkan pada kelompok perlakuan II, nilai p < 0,05, yang berarti bahwa pemberian hold relax dapat meningkatkan kemampuan grip and pinch strength. Berdasarkan hasil uji independent smpel t diperoleh nilai p > 0,05, yang berarti bahwa intervensi friction tidak lebih efektif secara signifikan dibandingkan hold relax terhadap peningkatan kemampuan grip and pinch strength pada kondisi nyeri otot ekstensor carpi radialis longus et brevis. Intervensi Friction tidak lebih efektif daripada Hold Relax. Kata kunci: Friction, Hold relax, Grip and pinch strength, Nyeri otot ekstensor carpi radialis longus et Brevis.
PERBEDAAN INDEKS DEBRIS SEBELUM DAN SETELAH MENYIKAT GIGI DENGAN POSISI LAP TO LAP PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI PAUD AL JANNAH Niakurniawati Niakurniawati; Herry Imran; Nasri Nasri
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.353 KB)

Abstract

Karies merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi mulut dan tingginya tingkat akumulasi plak merupakan factor prediposisi terjadinya karies gigi. Akumulasi debris dapat dikendalikan dengan menyikat gigi merupakan metode pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang efektif dan sering digunakan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks debris sebelum dan setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada usia 2-3 tahun. Jenis penelitian eksperimental semu dengan pengambilan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian terdapat perbedaan indeks debris sebelum dan setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh. Hal ini berarti menyikat gigi dengan posisi lap to lap secara signifikan dapat menyebabkan penurunan indeks debris pada anak yang berusia 2-3 tahun. Indeks debris sebelum menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh masuk dalam kategori sedang dengan skor plak 1,9 dan Indeks debris setelah menyikat gigi dengan posisi lap to lap pada anak usia 2-3 tahun di PAUD Al Jannah Banda Aceh masuk dalam kategori baik dengan skor debris 0,2. Diharapkan menyikat gigi dengan posisi lap to lap dapat diperkenalkan kepada masyarakan luas melalui sosialisasi dibidang kesehatan (promotif), guna menambah pengetahuan orangtua tentang kesehatan gigi anak dan meningkatkan kepedulian orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Kata kunci: Menyikat gigi, Lap to Lap
BEDA EFEKTIVITAS ANTARA HOLD RELAX DAN CONTRACT RELAX TERHADAP PENAMBAHAN RANGE OF MOTION (ROM) SENDI LUTUT AKIBAT OSTEOARTHRITIS DI RS.BHAYANGKARA Hendrik Hendrik; Muhammad Awal
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis adalah gangguan sendi yang dapat menyebabkan keterbatasan gerak sendi yanng dapat diatasi dengan pemberian latihan yang aktif dan pasif. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain penelitian Pre Test-Post Test two group desain Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antara hold relax dan contract relax terhadap penambahan range of motion (ROM) sendi lutut akibat Osteoarthtritis.. Penelitian ini dilakukan di Poli Klinik Fisioterapi RS Bhayangkara dengan populasi adalah semua pasien Osteoarthtritis yang berkunjung ke RS. Bhayangkara Makassar selama penelitian berlangsung, dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 10 orang berdasarkan kriteria inklusi dengan usia 45-65 tahun. Hasil Uji t pairedpada kelompok hold relax diperoleh nilai p = 0,025< 0,05dan pada kelompok contract relax diperoleh nilai p = 0,099 > 0,05 sedangkan berdasarkan hasil uji independent test antar kelompok hold relax dan kelompok contract relax menunjukkan bahwa tidak signifikan dimana nilai p=0,305 > 0,05. Kesimpulan Hold relax dan Contract relax memberikan efek yang sama terhadap peningkatan nilai ROM sendi lutut pasien Osteoarthtritis, tidak ada pemberian yang signifikan pada penambahan ROM sendi lutut pasien Osteoarthtritis antara kelompok perlakuan. Kata Kunci: Hold relax, Contract relax, ROM sendi lutut, OA
PENGARUH LOKASI PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN FLEBITIS Inggerid Agnes Manoppo; Maylar Gurning
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasangan infus merupakan prosedur invasif yang sering dilakukan di rumah sakit untuk mengobati berbagai kondisi penderita di lingkungan perawatan rumah sakit. Pasien yang menjalani rawat inap mendapatkan terapi cairan infus dan di berikan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah infeksi nosokomial. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi pemasangan infus terhadap kejadian flebitis pada pasien rawat inap di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan Uji Chi-square. Populasi berjumlah 52 pasien yang terpasang IVFD dan sampel adalah semua pasien yang terpasang infus dengan jumlah sampel memakai total populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang dinilai dengan Visual Infusion Phlebitis Score. .Hasil Penelitian : Ada pengaruh Lokasi Pemasangan Infus dengan kejadian flebitis pada pasien rawat inap di RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, p = 0,000 yang berarti value < 0,05. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan agar rumah sakit dapat menerapkan SOP dengan lebih baik dan bagian keperawatan dapat melakukan supervise keperawatan Kata kunci: Lokasi Pemasangan Infus, Flebitis
HUBUNGAN NILAI REFLEKS PRIMITIF DAN TINGKAT KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK CEREBRAL PALSY TIPE SPASTIK Djohan Aras; Aco Tang
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refleks primitif pada dasarnya terdapat pada pertumbuhan yang normal dan refleks-refleks tersebut melatarbelakangi perkembangan motorik kasar pada anak. Namun, pada anak cerebral palsyterjadi gangguan aktivitas motorik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai refleks primitif dan tingkat kemampuan motorik kasar pada anak cerebral palsytipe spastik.Metode yang digunakan adalah metode penelitian korelatif dengan uji spearman’s rho. Digunakan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel 30 orang penderita cerebral palsytipe spastik yang menjalani terapi di klinik Fisioterapi dan berusia 0-8 tahun. Penilaian refleks primitif menggunakan skala nilai refleks dan tingkat kemampuan motorik kasar dinilai berdasarkan tingkatan GMFCS (Gross Motor Functional Classification System). Hasil analisa menunjukkan terdapat korelasi antara refleks primitif dan kemampuan motorik kasar pada ke-6 refleks primitif yang diuji, yaitu ATNR dengan nilai r (-0,439) dan nilai p 0,015 (p
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SIMPLISIA DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Raden Roro Hatati Surjantini; Rismahara Lubis; Betty Mangkuji
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyusui adalah hadiah sangat berharga yang dapat diberikan oleh seorang ibu pada bayinya. Menurut World Health Organization (WHO) menganjurkan agar wanita hamil dan ibu yang post partum diberi tahu tentang manfaat dan keunggulan Air Susu Ibu (ASI), terutama karena ASI memberikan gizi terbaik untuk bayi serta perlindungan terhadap penyakit. Menurut renstra tahun 2016 secara nasional target pemberian ASI ekslusif 80% belum mencapai target. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pemberian simplisia daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu post partum di Praktik Mandiri Bidan Afriana, Am.Keb Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Non-Equevalent Control Group pretest postest. Tehnik pengambilan sampel purposive sampling terhadap 12 kelompok intervensi dan 12 kelompok kontrol ibu post partum di Praktik Mandiri Bidan Afriana Am.Keb pada akhir bulan April sampai Juni dengan pemberian simplisia daun katuk diminum 2x1 hari selama 15 hari. Analisa data dengan menggunakan uji independent t test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kelompok intervensi pemberian simplisia daun katuk p=0,021

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 15, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025 Vol 15, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 14, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 14, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 14, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 14, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 Vol 13, No 4 (2023): November 2023 Vol 13, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 13, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 13, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 12, No 4 (2022): November 2022 Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 12, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 12 (2022): Nomor Khusus Hari AIDS Sedunia Vol 11, No 4 (2021): November 2021 Vol 11, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 11, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 11, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 10, No 4 (2020): November 2020 Vol 10, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 10, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 10, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 9, No 4 (2019): November 2019 Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019 Vol 9, No 2 (2019): MEI 2019 Vol 9, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 8, No 4 (2018): NOVEMBER 2018 Vol 8, No 3 (2018): AGUSTUS 2018 Vol 8, No 2 (2018): MEI 2018 Vol 8, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017 Vol 7, No 3 (2017): Agustus 2017 Vol 7, No 2 (2017): Mei 2017 Vol 7, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6, No 4 (2016): November 2016 Vol 6, No 3 (2016): Agustus 2016 Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 6 (2016): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2015): Mei 2015 Vol 5, No 1 (2015): Februari 2015 More Issue