cover
Contact Name
Farizal Andriansyah
Contact Email
andriansyah.farizal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
farizal@ibn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
ISSN : 14108992     EISSN : 26542757     DOI : -
JURNAL ESENSI adalah jurnal berkala yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Manajemen Institut Bisnis Nusantara, dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah dalam lingkup Ekonomi, Akuntansi, Manajemen, Komunikasi, Komputer, dan Bahasa Asing.
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
PENGARUH AUDIT TENURE, KUALITAS AUDIT, MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN F. Agung Himawan
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 2 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55886/esensi.v20i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang pengaruh audit tenure, kualitas audit, mekanisme corporate governance (kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komite audit, dan komisaris independen) terhadap integritas laporan keuangan. Integritas laporan keuangan dalam penelitian ini, menggunakan proksi C-score dengan dummy dimana nilai 0 (yaitu tidak memiliki integritas laporan keuangan) dan nilai 1 (yaitu memiliki integritas laporan keuangan) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode pengamatan 2010-2015, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 234 dari 39 perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling dan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audit tenure (perikatan audit) yang terlalu lama dapat menurunkan integritas laporan keuangan. Hal ini ditunjukkan pada pengaruh negatif signifikan pada α = 5%. Kualitas audit yang diproksikan dengan KAP big four dan KAP non big four berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin berkualitas auditor yang digunakan maka semakin meningkatkan integritas laporan keuangan. Sedangkan kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional menunjukkan berpengaruh signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Komite audit tidak berpengaruh dengan arah negatif sebesar 0,193 dan komisaris independen juga tidak berpengaruh dengan arah negatif sebesar 0,121 terhadap integritas laporan keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa komite audit dan komisaris independen belum dapat beperan dalam menyeimbangkan pengambilan keputusan dalam laporan keuangan.
ANALISIS PENGARUH ROE, DER DAN TATO TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012–2015 Albertus Karjono; Wijaya wijaya
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 2 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.901 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i2.42

Abstract

Perkembangan perekonomian Indonesia mendorong para pengusaha untuk meningkatkan performa perusahaan agar menarik investor. Dari laporan keuangan dapat diketahui kinerja perusahaan, sehingga investor dapat membuat keputusan yang tepat dalam berinvestasi. Secara garis besar, informasi yang diperlukan oleh investor terdiri dari informasi yang bersifat fundamental dan informasi teknikal. Dalam analisis fundamental terdapat beberapa rasio keuangan yang dapat mencerminkan kondisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan. Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini: Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Turnover (TATO). Penelitian ini menggunakan metode asosiatif yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Peneliti ingin mengetahui pengaruh ROE, DER dan TATO secara bersama-sama dan secara partial terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2012–2015. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menggunakan uji F menunjukkan bahwa nilai ROE, DER dan TATO berpengaruh secara bersama-sama terhadap harga saham. Dari uji t untuk ROE diketahui bahwa ROE tidak berpengaruh terhadap harga saham. Berdasarkan hasil uji t bahwa DER tidak berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan dari uji t untuk TATO diketahui bahwa TATO berpengaruh terhadap harga saham
PENILAIAN KOMPETENSI LEVEL DIREKTUR PADA ASSESSMENT CENTER Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 2 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.439 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i2.43

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran profil kompetensi relatif terhadap profil kompetensi yang dipersyaratkan bagi tingkat Satu Level Dibawah Direktur dalam rangka Asesmen Kompetensi. Profil kompetensi individu ini didapatkan dari hasil penilaian melalui metode assessment center. Metode ini memberikan kesempatan pada masing-masing individu untuk menangani permasalahan manajerial yang biasa dihadapi oleh seorang Satu Level Dibawah Direktur. Dengan demikian, respon individu terhadap persoalan-persoalan di dalam assessment center dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk menilai tingkat kesiapan individu untuk menjalankan peran sebagai Satu Level Dibawah Direktur. Melalui penilaian assessment center dapat dipahami kriteria penilaian, perangkat yang digunakan, acuan penilaian, serta kriteria penetapan rekomendasi. Pada bagian executive summary yang merupakan Kesimpulan Umum mengenai unjuk kerja program assessment center serta rekomendasi tim konsultan terkait dengan tujuan Asesmen Kompetensi ini. Melalui assessment center akan didapatkan informasi lebih spesifik mengenai unjuk kerja individu pada setiap kompetensi secara deskriptif. Informasi ini dapat dimanfaatkan untuk melihat kekuatan maupun catatan pengembangan yang perlu dipertimbangkan untuk mengambil keputusan Asesmen Kompetensi.Hasil asesmen ini hanya merupakan salah satu sumber informasi mengenai potensi individu dan tidak merepresentasikan kinerja yang bersangkutan secara menyeluruh. Informasi dari assessment centerpun dapat digunakan secara proporsional untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pengembangan para calon pemimpin.
URGENSI ETIKA BISNIS DI ERA GLOBAL Moh Muslim
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 2 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.292 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i2.44

Abstract

Etika menjadi titik sentral dalam setiap kegiatan bisnis yang berskala global karena bisnis tidak cukup dijalankan berdasarkan transaksi yang diikat oleh kontrak-kontrak formal dan legal saja, tetapi juga perlu dilandasi oleh rasa saling percaya di antara pihak-pihak yang terlibat di dalam proses transaksi tersebut. Dengan demikian, tanpa etika tidak akan ada rasa saling percaya. Tanpa rasa saling percaya, ongkos transaksi menjadi mahal dan waktu transaksi menjadi berkepanjangan sehingga risiko usaha akan naik dengan drastis. Perilaku tidak etis merupakan penyebab utama dari ekonomi biaya tinggi. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pertimbangan etika adalah sama dengan pertimbangan ekonomi. Dengan berkembangnya kegiatan bisnis di masyarakat dan diiringi dengan globalisasi ekonomi, maka etika bisnis merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis itu sendiri. Pelaku bisnis yang ingin eksis dan mampu bersaing di era globalisasi harus mematuhi etika maupun norma serta aturan dan hukum yang berlaku. Masalah etika dan kepatuhan terhadap hukum merupakan salah satu fondasi yang harus diciptakan dan dimiliki oleh setiap pelaku bisnis, karena pelaksanaan bisnis yang beretika akan memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat. Begitu sangat pentingnya etika dalam dunia bisnis, maka masalah etika akan berpengaruh besar dengan kegiatan bisnisnya dengan pihak-pihak pemangku kepentingan. Oleh sebab itu, sehebat-hebatnya prestasi dan produktivitas, bila tidak dibarengi dengan sikap dan etika yang relevan, dampak negatifnya akan dituai di kemudian hari. Orang yang tidak menjaga sikap dan etikanya di lingkungan organisasi sudah pasti adalah orang yang tidak peka, terutama dalam mempersepsi lingkungan sosialnya. Interkoneksi pelaku bisnis dengan lingkungan terjadi melalui mekanisme hubungan dan keterpengaruhan antara sistem pengelolaan kepentingan publik (public governance system) dan sistem pengelolaan kepentingan bisnis (corporate/business governance system) beserta segala eksesnya pada sistem kendali manajemen (management control system) dan standart operating procedures yang berimplikasi pada perilaku manusia. Fakta menunjukkan berbagai praktek bisnis yang dilakukan di Indonesia khususnya dan Negara sedang berkembang sering mengedepankan sisi pragmatisme sehingga cenderung tidak memperhatikan upaya investasi nilai-nilai etika di masyarakat karena mesin rente ekonomi yang mengambil peran lebih dominan. Akibat yang ditimbulkan sering mengarah pada kecenderungan degradasi moral karena kemerosotan etika dan nilai-nilai profesional di berbagai sendi kehidupan. Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Secara tidak sadar, kita sebenarnya menyaksikan banyak pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis di Indonesia. Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia. Berbagai hal tersebut merupakan bentuk dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin menguasai pasar. Selain untuk menguasai pasar, terdapat faktor lain yang juga mempengaruhi para pebisnis untuk melakukan pelanggaran etika bisnis, antara lain untuk memperluas pangsa pasar, serta mendapatkan banyak keuntungan. Ketiga faktor tersebut merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan pelanggaran etika dengan berbagai cara.
PENGARUH DIVERSIFIKASI PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA Aloysius Harry Mukti
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.788 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i1.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh diversifikasi perusahaan terhadap manajemen laba. Sampel penelitian ini adalah Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2015. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria sampel maka jumlah perusahaan yang dianalisis adalah sebanyak 85 tahun perusahaan (firm year). Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 24. Hasil analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dalam bentuk uji regresi linier. Uji asumsi klasik sudah dilakukan dengan pengujian normalitas data, heterokedastisitas dan autokorelasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu diversifikasi perusahaan signifikan negatif berpengaruh terhadap manajemen laba.
STUDI TENTANG KINERJA KEUANGAN DAN TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM DALAM FENOMENA UNDERPRICING INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK INDONESIA Subur Harahap
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.763 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i1.48

Abstract

Sudah menjadi keyakinan umum bagi investor pasar modal, bahwa kinerja keuangan perusahaan terbuka akan mempengaruhi tingkat return saham di masa yang akan datang. Namun demikian terdapat satu hal yang masih diperdebatkan yaitu pengaruh kinerja keuangan terhadap underpricing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kinerja keuangan pada underpricing dan return saham jangka panjang di bursa efek indonesia (BEI). Sampel penelitian ini terdiri dari 19 saham underpricing yang diambil dari populasi 31 perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada kurun waktu 2015 s.d. 2016. Penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda untuk menguji hipotesa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh kinerja keuangan terhadap underpricing dan return saham jangka panjang. Selain itu, penelitian ini tidak menemukan bukti empiris tentang pengaruh underpricing terhadap return saham jangka panjang.
ASPECTS OF DIFFICULTY OF CONDITIONAL SENTENCES IN BUSINESS NEGOTIATION Frinadiniarta Nur
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.472 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i1.49

Abstract

For speakers of English as a second language, language barriers cause problems in reaching successful negotiation. One of the most difficult sentence construction to comprehend is conditional sentences. The conditional sentence is a complex sentence that consists of a main clause and a subordinate clause; the latter typically begins with the adverbial subordinator if. Some grammarians divide conditional sentences into three structures: Future conditional, Present conditional, and Past conditional. These three structures are also known as type 1, type 2, and type 3 conditional sentences respectively. An experiment was conducted to find out which aspects of conditional sentences cause problems and which do not cause problems for Indonesian learners of English. This experiment employed three kinds of tests: comprehension, production, and discourse testing, in order to analyze two skills: receptive and productive skill. Five aspects were analyzed to find out which one(s) Indonesian learners of English tend to struggle with. The first aspect was the conditional types: type 1, type 2, and type 3. The result showed that there was no fixed hierarchical order of difficulty among conditional sentences under investigation. Moreover, the result showed that the learners did not have any problem comprehending all the three types, but they had problems in producing grammatically correct conditional sentences. The second aspect analyzed was the positive and negative conditional sentences. The analysis showed that the negative conditional sentences caused significantly more problems to the learners (i.e. affected both their receptive and productive skill) than the positive ones. The third aspect under investigation was the involvement of the first and/or the second person. The result showed that the presence of the first and/or the second person in the conditional sentences could significantly promote learners’ receptive and productive skill. The fourth aspect was the position of the if clause, be it in the initial or the final position. The result showed that the position of the if clause did not significantly affect learners’ receptive and productive skill. The last aspect under study was the location of the information, be it in the main clause or in the if clause. The result showed that the conditional sentence was significantly easier to comprehend when information was located in the main clause than when it was in the if clause.
PENGARUH BLOCKHOLDER OWNERSHIP, PERTUMBUHAN, KEBIJAKAN DIVIDEN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN UTANG Tita Nurvita; Jeane Natalia
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.277 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i1.50

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel-variabel blockholder ownership, pertumbuhan, kebijakan dividen, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan utang pada perusahaan properti, real estate, dan building constraction yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang berada dalam kelompok perusahaan properti, real estate, dan building construction yang keseluruhannya berjumlah 47 perusahaan. Periode penelitian ini adalah pada rentang tahun 2009 hingga 2014. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive judgement sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) blockholder ownership berpengaruh signifikan positif terhadap kebijakan utang, 2) pertumbuhan perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan utang, 3) kebijakan dividen tidak memiliki pengaruh terhadap kebijakan utang, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan utang
PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, KEBIJAKAN DIVIDEN, LIKUIDITAS DAN MANAJEMEN ASSET TERHADAP HARGA SAHAM YANG DIMODERASI OLEH KUALITAS AUDIT Tiwi Herninta; Hesti Puspaya Tutik
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.923 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i1.51

Abstract

Harga saham secara umum merupakan hal yang menjadi perhatian investor. Investor yang mengharapkan capital gain, berharap agar saham yang dimiliki akan mengalami peningkatan harga pada masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham, diantaranya adalah profitabilitas, leverage, kebijakan dividen, likuditas dan manajemen asset. Penelitian dilakukan pada perusahaan sektor property, real estate dan konstruksi yang terdaftar di BEI dengan periode pengamatan tahun 2011–2015. Berdasarkan kriteria sampel maka jumlah perusahaan yang dianalisis adalah sebanyak 28 perusahaan di sektor tersebut. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga saham sebelum dimoderasi dengan kualitas audit, dipengaruhi oleh profitabilitas, leverage, manajemen asset dan size. Sementara setelah dimoderasi dengan kualitas audit maka hubungan dividen dengan harga saham semakin meningkat. Yang artinya setelah perusahaan tersebut diaudit oleh KAP big four maka akan di respon positif oleh pasar.
PENGARUH MANAJEMEN LABA, IOS, ROA, NPM Dan PER TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR Evy Roslita; Natalia Kurniawan
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.681 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v20i1.52

Abstract

Tujuan investasi di pasar modal adalah memperoleh keuntungan. Salah satu keuntungan (return) tersebut berasal dari selisih harga saham saat ini dengan harga saham sebelumnya. Harga saham di pasar bursa ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kinerja keuangan. IOS terbukti memiliki pengaruh positif signifikan, ROA juga memiliki pengaruh positif signifikan, demikian juga dengan NPM dan PER. Sedangan tindakan manajemen laba melalui perataan laba tidak berpengaruh terhadap return saham.

Page 4 of 26 | Total Record : 252


Filter by Year

2007 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2024): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 27 No 2 (2024): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 27 No 1 (2024): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 26 No 3 (2023): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 26 No 2 (2023): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 26 No 1 (2023): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 25 No 3 (2022): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 25 No 2 (2022): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 25 No 1 (2022): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 3 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 2 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 1 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 3 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 2 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 1 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 22 No 3 (2019): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 22 No 2 (2019): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 22 No 1 (2019): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 21 No 3 (2018): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 21 No 2 (2018): JURNAL ESENSI Vol 21 No 1 (2018): JURNAL ESENSI Vol 20 No 3 (2017): JURNAL ESENSI Vol 20 No 2 (2017): JURNAL ESENSI Vol 20 No 1 (2017): JURNAL ESENSI Vol 19 No 3 (2016): JURNAL ESENSI Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI Vol 18 No 3 (2015): JURNAL ESENSI Vol 18 No 2 (2015): JURNAL ESENSI Vol 18 No 1 (2015): JURNAL ESENSI Vol 15 No 3 (2012): JURNAL ESENSI Vol 15 No 1 (2012): JURNAL ESENSI Vol 14 No 1 (2011): JURNAL ESENSI Vol 13 No 3 (2010): JURNAL ESENSI Vol 13 No 1 (2010): Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Manufakt Vol 11 No 1 (2008): ESENSI : Jurnal Manajemen Vol 10 No 2 (2007): ESENSI:Jurnal Manajemen More Issue