ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
JURNAL ESENSI adalah jurnal berkala yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Manajemen Institut Bisnis Nusantara, dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah dalam lingkup Ekonomi, Akuntansi, Manajemen, Komunikasi, Komputer, dan Bahasa Asing.
Articles
252 Documents
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA MELALUI PEMBERIAN INSENTIF DAN PEMENUHAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DIV. PEMASARAN PT. XYZ
Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.677 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.65
Permasalahan yang sering dihadapi dalam manajemen adalah mencari solusi terbaik agar karyawan mampu mencapai produktivitas kerja secara maksimal. Produktivitas karyawan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kepuasan kerja karyawan dan kepuasan kerja dapat ditingkatkan kalau karyawan memiliki motivasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pemberian insentif dan kepuasan kerja yang dicapai karyawan terhadap peningkatan produktivitas dengan menggunakan metode asosiatif yang terdiri dari dua variabel bebas yaitu pemberian insentif dan kepuasan kerja karyawan dan satu veriabel terikat berupa produktivitas kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian insentif dan kepuasan kerja terhadapat peningkatan produktivitas kerja karyawan yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,860.
Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba
Ferdinandus Agung Hemiawan;
Muhamad Ricky
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.245 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.66
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajemen, komite audit, dan komisaris independen. Sedangkan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Dalam penelitian ini kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan rasio yaitu membagi jumlah saham yang dimiliki investor institusional dengan jumlah saham perusahaan yang beredar. Kepemilikan manajemen diukur dengan menggunakan rasio yaitu dengan membandingkan jumlah saham yang dimiliki manajemen dengan jumlah saham perusahaan yang beredar. Komite audit diukur dengan menggunakan jumlah anggota komite audit termasuk ketua komite audit. Komisaris independen diukur dengan menggunakan jumlah komisaris independen yang ada pada perusahaan tersebut. Dalam penelitian ini manajemen laba diukur dengan menggunakan discretionary accruals model Jones Dimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, (2) kepemilikan manajemen berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, (3) komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, dan (4) komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Faktor-faktor yang mempunyai pengaruh yang signifikan dari mekanisme GCG terhadap manajemen laba adalah (1) kepemilikan manajemen berpengaruh signifikan namun berpengaruh positif terhadap manajemen laba, (2) komite audit berpengaruh signifikan namun berpengaruh negatif terhadap manajemen laba.
PERBANDINGAN EKUITAS MEREK SEPATU OLAHRAGA NIKE DAN ADIDAS
Bernard Edwin Silaban;
Fitri Andini Marselia
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.025 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.67
Top two brand award 2015 based on Frontier Consulting Group survey for sport shoes gone to Nike dan Adidas. The objective of this research is to see and to compare these top two brands from the view of brand equity elements such as brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty. The research method is comparative. Data collection used is questionnaire, and it was spread to 150 students within the region of East of Jakarta such as Institut Bisnis Nusantara, Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, dan Universitas Darma Persada. The sampling technique is judgemental sampling and the tools of data analysis used are validity, reliability and cochran’ test. The research conclution from the element of brand awareness, Nike lead Adidas as top of mind. From the view of brand association Nike still lead with 12 components that formulating brand image while Adidas had only 8 components. And based on perceived quality and brand loyalty Nike a little bit better than Adidas but they are still in the same range of good.
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN
SP Attang Soeseno;
Hery Supaat
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.161 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.68
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan obyek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia yang dapat membawa pengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan memilih workshop pada sebuah perusahaan otomotif, penelitian ini dilaksanakan untuk menguji bagaimana pengaruh K3 terhadap kinerja karyawan melalui proses wawancara, penyebaran kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial keselamatan kerja dan kesehatan kerja, maupun keselamatan dan kesehatan kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Locus Of Control Sebagai Variabel Moderating Pada Yayasan Asti Dharma
Albertus Karjono;
M. Widayati DSK
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.123 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.69
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Locus Of Control sebagai Variabel Moderating pada Yayasan Asti Dharma. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai sebanyak 225 orang. Ukuran sampel jumlahnya 150 orang yang ditetapkan secara acak/random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis regresi berganda yang mencari pengaruh langsung antar tiga variabel independen dengan satu variabel dependen. Hasil pengolahan data dengan regresi berganda membuktikan:1) kepemimpinan tidak signifikan berpengaruh atas kinerja dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,132. 2) Motivasi secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja. 3) Locus of control tidak signifikan berpengaruh dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,429. 3) Secara bersama-sama kepemimpinan dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan F hitung= 32,194 dan besarnya pengaruh adalah 30,5%.
Kepemimpinan Kharismatik yang Visioner
Moh Muslim;
Sururin Sururin
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.70
Kepemimpinan adalah proses dalam mengerahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktifitas yang harus dilakukan. Hampir semua pemimpin besar dan revolusioner adalah pemimpin yang kharismatik dan visioner. Pemimpin karismatik biasanya memiliki visi masa depan yang kuat, yang berupa obsesi dan mereka dapat memotivasi orang lain untuk mewujudkannya. Pemimpinan visioner adalah pemimpin yang mempunyai visi ke depan yang jelas dan realistik. pemimpinan yang kharismatik dan visioner adalah pemimpin yang antusias dan percaya diri yang kepribadian dan tindakannya dapat mempengaruhi orang untuk berprilaku dengan cara tertentu. Pemimpin kharismatik (charismatic leader) mampu menginspirasi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu melebihi kemampuannya, meski dihadapkan pada rintangan dan gangguan yang terkadang mengharuskan adanya pengorbanan pribadi.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
Sundari Soekotjo
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 1 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1567.338 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v18i1.76
The study aims to find out the effect of organizational culture, leadership behavior on the job satisfaction of the employee organization of PT Pembangunan Perumahan (Persero). A survey was conducted with a randomly selected sample of 98 employees. With all the variables put into a correlation matrix, the data was then analyzed with the path technique. The result showed that: (1) organizational culture had effect on the employee’s job satisfaction; (2) leadership behavior had effect on the employee’s job satisfaction; the results suggest that organizational culture, leadership behavior are important determinants of the job satisfaction.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM PERDANA DI BEI TAHUN 2008–2012
Triasesiarta Nur;
Dede Pandu Wiharyono
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 1 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55886/esensi.v18i1.77
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing saham. Penelitian ini menduga bahwa terdapat pengaruh signifikan dari ROA, DER, EPS, Reputasi Underwriter, Reputasi Auditor, dan umur perusahaan terhadap Tingkat Underpricing saham pada perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di BEI, periode tahun 2008-2012. Data pada penelitian ini terdapat dalam prospektus perusahaan. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria terdiri dari perusahaan yang IPO selama periode tahun 2008-2012mengalami underpricing, tidak bernilai negatif untuk ROA dan EPS serta memiliki laporan keuangan yang lengkap selama periode penelitian. Dengan kriteria tersebut, 67 perusahaan dijadikan sebagai sampel. Metode analisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah ROA, DER, EPS, Reputasi Auditor, dan umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan, sedangkan reputasi underwriter berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Underpricing saham.
SISTEM PENERIMAAN PIUTANG PADA PERUSAHAAN PEMBIAYAAN PT MCS
Albertus Karjono;
Nuri Agustina
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 1 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1527.88 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v18i1.78
Fungsi penagihan dan piutang merupakan salah satu fungsi dasar yang memegang peranan penting karena fungsi ini berkaitan dengan penerimaan kas dalam perusahaan. Dalam suatu perusahaan, penagihan dan piutang yang akan digunakan dalam penerimaan kas memerlukan perhatian yang lebih karena ketidakefisienan dalam penagihan dan piutang dapat menimbulkan masalah bagi perusahaan. Semakin besar suatu perusahaan maka transaksi dan kegiatan yang berlangsung pun akan semakin banyak sehingga pemimpin perusahaan tidak dapat langsung menangani seluruh kegiatan perusahaan. Maka dibutuhkan adanya suatu alat yang dapat membantu proses penagihan dan piutang agar dapat terlaksana dengan baik. Suatu sistem informasi akuntansi yang memadai dapat membantu bagian keuangan dalam menjaga kelangsungan proses penagihan dan piutang. Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka penulis mencoba melakukan penelitian pada PT MCS. MCS adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa sewa kendaraan bermotor. Agar pemasaran mereka berjalan dengan lancar maka dibuatlah suatu sistem penerimaan kas beserta prosedurnya. Piutang perusahaan merupakan salah satu tonggak dalam pemasukan keuangan sehingga perlu sistem yang mendukung. Dalam sistem dan prosedur pencatatan piutang perusahaan dijelaskan mengenai pengendalian intern yang diterapkan perusahaan, serta dijelaskan sistem pemrosesan dalam pembuatan invoice dari setiap divisi, mulai dari divisi marketing, operasional sampai dengan ke bagian piutang. Untuk menunjang kesesuaian dalam pembuatan invoice maka diperlukan kerja sama tim agar perputaran piutang dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan sistem piutang yang diterapkan perusahaan dijalankan dengan baik, karena telah sesuai dengan teori-teori yang terkait dan peraturan-peraturan yang diterapkan oleh pihak yang berwenang. Sistem dan prosedur piutang perusahaan telah didukung oleh dokumen-dokumen pokok sebagai dasar pembuatan invoice, serta telah memperhatikan unsur-unsur pengendalian intern yang menyangkut struktur organisasi dengan pemisahan fungsi yang jelas, prosedur otorisasi yang memadai, penggunaan dokumen dan catatan yang memadai serta adanya praktek yang sehat. Kesimpulannya bahwa dengan adanya sistem informasi akuntansi penagihan dan piutang yang memadai dapat menunjang efektivitas penerimaan kas perusahaan.
KOMODIFIKASI NILAI-NILAI KELUARGA IKLAN PEPSODENT VERSI “GANTIAN DONK!”
Dani Siswardhani Wahjono
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 1 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (880.43 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v18i1.79
Iklan pada dasarnya memiliki suatu pesan, dan pesan tersebut banyak dikemas dengan menggunakan kode-kode atau simbol-simbol. Iklan juga pada dasarnya mempunyai ideologi yang mendasar dan isi konten pada iklan terkadang juga memberikan nilai-nilai guna dari sebuah produk. Akan tetapi nilai guna ini berubah menjadi nilai tukar, baik dari segi produk ataupun dari segi cerita dan karakter pada iklan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mitos yang tercipta merupakan praktek sosial (keluarga sehat) berubah menjadi praktek materialisme. Praktek materialisme menjelaskan bahwa kesehatan gigi bergantung pada sebuah produk yang bernama Pepsodent. Ideologi yang terbongkar dalam mitos ini adalah kapitalisme, dan proses komodifikasi terjadi pada isi konten, dimana keluarga yang ditayangkan bukan lagi menjadi nilai guna dari produk melainkan menjadi nilai tukar dari sebuah produk, yaitu Pepsodent.