cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
E-JUPEKhu
ISSN : 11116789     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JUPPEKhu: Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of special education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Early Intervention of Children with Special Needs 2) Identification and Assessment of Children with Special Needs 3) Modification of the Curriculum for Children with Special Needs in Inclusive Education Schools 4) Compensatory Education Services 5) Creative Learning 6) Assistive Technology for Children with Special Needs 7)Physical Adaptive for Children with Special Needs
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 24 Documents clear
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Berorientasi Keterampilan Proses Sains IPA Untuk Siswa Tunarungu Kelas X Di SMALB-B Ika Yunita Nurkholifah; Budi Naini Mindiyarto; Budi Astuti
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1110060.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)  keterampilan proses sains yang layak untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan subyek 8 siswa tunarungu SMALB Widya Bhakti Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar telaah, lembar validasi, lembar observasi aktivitas keterampilan proses sains. Metode pengumpulan data terdiri, observasi, dan tes kemudian dianalisis secara deskriptif. LKS dikatakan layak, apabila mendapatkan persentase sebesar ≥61% dengan kriteria baik atau sangat baik.  Hasil penelitian menujukkan bahwa LKS yang dikembangkan telah layak secara teoritis dan empiris untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Kelayakan teoritis ditinjau dari hasil validasi meliputi kriteria isi, kebahasaan, dan penyajian dengan rentang persentase tiap-tiap kriteria adalah 66,67% - 100%; 66,67% - 75%; dan 66,67% - 75%, Sehingga secara keseluruan kelayakan LKS secara teoritis termasuk layak dengan kriteria baik dan sangat baik. Kelayakan empiris meliputi observasi aktivitas keterampilan proses sains mendapat rentang persentase antara 91,67% - 100% layak dengan kriteria sangat baik, 6 siswa tuntas pada tes pemahaman materi, dengan nilai terendah 58 dan tertinggi 100
Efektivitas Strategi Mastery Learning dalam Pembelajaran Ketereampilan Membuat Tempat Gelas Aqua dari Barang Bekas bagi Anak Tunarungu Kelas XI di SLBN Kota Sungai Penuh Mona Dewi; Nurhastuti Nurhastuti
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1116080.64

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di SLBN Kota Sungai Penuh kelas XI. Dimana peneliti mengambil keterampilan dari barang bekas ini dikarenakan di sekitar sekolah banyak terdapat warung-warung yang bisa menghasilkan limbah plastik dan di sekitar lingkungan sekolah juga banyak terdapat limbah plastik yang bisa di daur ulang. Di lingkungan warga sekitar yang memiliki tempat pembuangan sampah bisa juga ditemukan limbah plastik. Selain itu kita bisa menemukan limbah plastik di tempat penampungan atau pengepul sampah-sampah plastik yang siap untuk didaur ulang. Dari masalah tersebut penulis tertarik memberikan keterampilan membuat tempat gelas aqua dari barang bekas. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan efektivitas strategi mastery learning dalam pembelajaran keterampilan membuat tempat gelas aqua dari barang bekas kelas XI pada anak tunarungu di SLBN Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk pre-Eksperimental dengan jenis design one group pretest-posttest design. Hasil proses kerja dari kelima siswa dalam pembelajaran keterampilan membuat tempat gelas aqua dari barang bekas. Setelah diolah serta dibandingkan menggunakan data yang diolah dengan uji Wilcoxon Sign Rank tes diperoleh nilai rata-rata pada saat pretest yaitu 15,20 sedangkan nilai posttest didapatkan hasil menjadi 31,60. Data diolah menggunkan uji Wilcoxon diperoleh nilai Thitung= 9. Pada tabel uji Wilcoxon, nilai kritis pada taraf kesalahan (α) 0,05 dan n= 5, didapat Ttabel = 0 maka Thitung = 9 > Ttabel = 0, oleh karena itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima. Dari hasil pengolahan data dimaknai bahwa strategi mastery learning efektif dalam pembelajaran keterampilan membuat tempat gelas aqua dari barang bekas.
Model Explicit Instruction Dalam Pembelajaran Keterampilan Membuat Giftbox Dari Kardus Bekas ( Study Literature ) Yolanda Oktaferly; Nurhastuti Nurhastuti
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1113260.64

Abstract

This study was motivated by problems found, that is the lack of variation in English learning models for deaf children. The research aimed to analyze and examine the explicit instruction learning model, whether the explicit instruction learning model can be applied to the learning of giftbox making skills for deaf students.  This type of research was library research by exploring a variety of library information (books, encyclopedias, scientific journals, newspapers, magazines, and documents) with the aim of obtaining information about the use of explicit instruction learning models.  The results of this analysis indicated that there was the influence of explicit instruction learning models in improving the learning process of students, one of them was skills learning.  It can be concluded that the use of explicit instruction learning models was effective and can improve the ability of deaf students to understand learning skills in making giftboxes. 
Efektivitas Model Direct Instruction Dalam Meningkatkan Keterampilan Vokasional Membuat Souvenir Pot Bunga Pada Anak Tunarungu (Pre-Eksperimen Design Pada Kelas X di SLBN 2 Padang) Tri Insani; Jon Efendi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1109520.64

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang masalah yang ditemukan peneliti di SLBN 2 Padang, terdapat anak tunarungu kelas X bahwa memiliki minat dan bakat dalam keterampilan membuat souvenir, tetapi saat proses pembelajaran anak cepat bosan, keluar kelas, sehingga tujuan pembelajaran belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas model direct instruction dalam meninggkatkan ktrampilan membut souvenir pot bunga pda anak tunarunguu kelas X di SLBN 2 Padang. Penelitian ini memiliki metode penelitian eksperimen dengan bentuk pre-eksperimen yang menggunakan jenis one group pretest-postest design. Penelitian ini menggunakan tes perbuatan dengan melihat hasil dari kemampuan awal anak membuat souvenir pot bunga (pretest), setelah itu memberikan perlakuan menggunakan model direct instruction (treatmen), selanjutnya melihat pengaruh kemampuan anak setelah diberi perlakuan (posttest). Hasil data dilihat dari perbandingan antara pretest dan posttest dengan uji statistik Wilcoxon Rank Test. Dari hasil tersebut menghasilkan nilai probabilitas atau Asymp.sig (2-tailed) 0,043. Hasil penelitian ini menunjukan nilai Asymp.sig (2-tailed) 0,043 kecil dibandingkan tafar signifikasi yang sudah ditentukan yaiitu 0.05(,043 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model direct instruction terbukti efektif digunakan dalam keterampilan membuat souvenir pot bunga pada anaak tunarunggu kelas x di SLBN 2 Padang dapat diterima. Disarankan untuk guru dalam mengajarkan keterampilan vokasional dapat mensajikan model direct instruction kepada anak tunarungu, karena memiliki pola bertahapyang mudah di pahami.
Upaya Orang Tua dalam Mengembangkan Bakat Anak Down Sindrom Bidang Renang Tingkat Nasioanal di Yayasan Karya Inspirasi Mandiri Nurti Fani; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1115530.64

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukannya anak down sindrom berbakat dan berprestasi di bidang renang tingkat nasional di yayasan kaya inspirasi mandiri, bakat yang dimiliki oleh anak tentunya banyak yang berperan dalam mengembnagkannya salah satunya orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana upaya orang tua dan pelatih renang dalam mengembangkan bakat anak, mengetahui dan mendeskripsikan apa saja kendala yang dihadapi oleh orang tua dan pelatih dalam mengembangkan bakat anak, serta mengatasi kendala-kendala yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi dokumentasi, berupa piagam penghargaan atas prestasi yang sudah pernah diraih oleh anak. Peneliti langsung melakukan wawnacara dengan orang tua laki-laki dan perempuann dan juga pelatih renang. Penelitian dilapangan menunjukkan bahwa orang tua sangat berupaya aktif dalam mengembangkan semua bakat anak, mulai dari bakat yang belum diketahui sampai orang tua mengetahui bakat anak.
Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Bagi Tunagrahita Ringan di SLB Al-Azhar Bukittinggi Eldawita Eldawita; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1112650.64

Abstract

This study discusses the implementation of health education at SLB Al-Azhar Bukittinggi for mild mentally retarded students. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques with observation, interviews and documentation studies. In this study, the subjects were UKS guidance teachers, PJOK teachers, school principals and students. The results showed that the implementation of health education activities at SLB Al-Azhar Bukittinggi was programmed well and went well. However, during the pandemic corona virus disease (covid-19) the implementation did not work because at that time students were learning from home. In carrying out the school health education program, it collaborates with the puskesmas. The puskesmas provides health education education for schools through teachers and students. With the existence of school health education becomes cleaner and students through teachers know about health and can apply it. Although there are obstacles experienced in its implementation, schools can overcome them.
Keterampilan Merias Wajah Melalui Metode Tutor Sebaya Bagi Anak Tunarungu Gustina Gustina; Marlina Marlina
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1118320.64

Abstract

This research was motivated by two students who lacked motivation of students to develop student skills, where the teacher had not used good teaching methods in teaching skills to use tools and materials in make-up. This research is a classroom action research conducted collaboratively. This research was conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings (including one meeting for the final test). The subjects of this teacher's research were 2 grade students of class VIII. The research instruments used in this study were student activity observation sheets, student practice tests and tutor observation sheets and teacher activities. The results showed the application of the peer tutor method to makeup skills, namely (a) the planning stage was carried out by the researcher by preparing lesson plans and instruments. (b) the implementation stage is carried out by teachers and tutors. (c) the observation stage carried out by the researcher and the observed observer is two aspects, namely the process and the results of learning skills. During the learning process, there was an increase in the quality of make-up skills shown by student activities where there was an increase in student activity from cycle I to cycle II. In the student practice test there was an increase from cycle I to cycle II. Then in teacher activity there was also an increase from cycle I to cycle II. (d) Reflection on the first cycle of the application of the peer tutor method can improve learning outcomes for makeup skills. Thus it can be concluded that the application of the Peer Tutor method can improve the results of makeup skills in class VIII SLB Kemala Bhayangkari Lintau Buo Utara, Tanah Datar.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Anak Disleksia Kelas IV di SDN 15 Pulai Anak Air Bukittinggi Pada Masa Pandemi Covid-19 Deri April Ningsih; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1112800.64

Abstract

This research was motivated by the discovery of a problem at SDN 15 Pulai Anak Air regarding learning Indonesian for grade IV dyslexic children during the Covid-19 pandemic. This situation makes the learning change to distance learning. So the researchers are interested in knowing more about how to learn Indonesian for fourth grade dyslexic students at SDN 15 Pulai Anak Air during the Covid-19 pandemic. This study used descriptive qualitative method. The research subjects were homeroom teachers, dyslexic students and school principals. Collecting data using interviews, observation and documentation. The results showed that learning Indonesian for dyslexic children during the Covid-19 pandemic was carried out online and offline. The process of learning Indonesian for dyslexic children includes 1) learning planning including assessment, syllabus and RPP; 2) the implementation of learning includes preliminary activities, core activities, closing and assessment/evaluation. Learning constraints during the Covid-19 pandemic are in compiling a syllabus and developing online learning materials for dyslexic children.
Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Membatik Bagi Anak Tunagrahita Ringan di SLB N 1 Padang pada Masa Pandemi Covid-19 Annisa Annisa; Asep Ahmad Sopandi
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1112150.64

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakang oleh permasalahan yang ditemukan di salah satu sekolah luar biasa yaitu SLB N 1 Padang tentang kemampuan anak tunagrahita ringan yang berprestasi hingga mewakili sumatera barat sampai tingkat nasional dalam melakukan kegiatan keterampilan membatik. Karena sedang dalam masa pandemic covid-19 penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran keterampilan membatik bagi anak tunagrahita ringan di SLB N 1 Padang pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif, subyek dalam penelitian adalah guru kelas yang mengajarkan keterampilan, guru kesenian, kepala sekolah dan anak tunagrahita ringan kelas XII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis, disajikan dan ditarik kesimpulan dari data-data tersebut. Pelaksanan pembelajaran keterampilan membatik bagi anak tunagrahita ringan pada masa pandemic covid-19 dilakukan secara luring dan daring yaitu guru memberikan tugas kepada secara luring dan apabila ada anak yang ingin melakukan pembelajaran daring bisa menggunakan aplikasi whatsapp.
Meningkatkan Keterampilan Membuat Kacang Kulit Asin Melalui Metode Explicit Instruction Bagi Anak Tunagrahita Ringan Kelas X di SLB Al-Azhar Bukittinggi Dyah Laras Sarira; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1115560.64

Abstract

In this study, discussing the problems found in SLB Al-Azhar Bukittinggi, the researchers found that there were two class X mild mentally retarded students who had the ability to make salted shell nuts. However, during the lesson, the teacher only used the lecture method when making salted peanut shells. Efforts that can be done for this is to teach to make salted peanut shells using an explicit instruction method. The aim of this study was to see the improvement process in making salted shell nuts. The type of research used is classroom action research. Making salted peanut shells using an explicit instruction method provides more opportunities for children to more easily remind each of the manufacturing processes. By doing it step by step, making it easier to understand. The explicit instruction method can improve the skills of making salted skin peanuts for mild mentally retarded children in class X at SLB Al-Azhar Bukittinggi

Page 1 of 3 | Total Record : 24