cover
Contact Name
Jaya Pramana
Contact Email
jayapram@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
support@majalahpatologiindonesia.com
Editorial Address
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jl. Salemba Raya 6, Tromol Pos 3225, Jakarta 10002
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Majalah Patologi Indonesia
ISSN : 02157284     EISSN : 25279106     DOI : https://doi.org/10.55816/
Core Subject : Health,
Majalah Patologi Indonesia (MPI) digunakan sebagai wahana publikasi hasil penelitian, tinjauan pustaka, laporan kasus dan ulasan berbagai aspek di bidang patologi manusia. Tujuannya ialah menghadirkan forum bagi permakluman dan pemahaman aneka proses patologik serta evaluasi berbagai penerapan cara diagnostik sejalan dengan kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi. Selain itu juga untuk merangsang publikasi barbagai informasi baru/mutakhir.
Articles 384 Documents
35 Vol. 24 No. 1 Januari 2015 Ekspresi IFN-γ dan IL-4 pada Tumor Jinak dan Ganas Epitelial Ovarium Jenis Serosum dan Musinosum Ainun Mardiah; Nadjib Dahlan Lubis; Delyuzar -
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 1 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.509 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Tumor serosum dan musinosum merupakan jenis tumor epitelial ovarium. IFN-γ berhubungan dengan tumor epitelial ovarium melalui aktivitas anti proliferasi, walaupun pada keadaan tertentu IFN- γ mempunyai efek apoptosis terhadap sel tumor ovarium manusia. Terapi IFN-γ mempunyai aktivitas anti dan protumor, tergantung pada keadaan selular, lingkungan mikro, dan konteks molekul. Sitokin IL-4 berperan sebagai anti apoptosis. Tujuan penelitian ini adalah melihat perbedaan ekspresi IFN-γ dan IL-4 pada tumor jinak dan ganas epitelial ovarium tipe serosum dan musinosum. Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dari 40 sampel jaringan tumor jinak dan ganas serosum dan musinosum dengan jumlah yang sama. Dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi IFN-γ dan IL-4. Hasil Pada penelitian ini IL-4 menunjukkan ekspresi positif sebanyak 60% (n=6) dan pada tumor jinak serosum, sedangkan pada tumor ganas serosum ekspresi positif 90% (n=9). Pada tumor jinak musinosum IL-4 menunjukkan ekspresi positif 40% (n=4), sedangkan pada tumor ganas musinosum seluruhnya menunjukkan ekspresi positif (100%). IFN-γ menunjukkan ekspresi positif sebanyak 50% (n=5) pada tumor jinak serosum, sedangkan tumor ganas serosum menunjukkan ekspresi positif 40% (n=4). Pada tumor jinak musinosum IFN-γ menunjukkan ekspresi positif 60% (n=6), sedangkan pada tumor ganas musinosum menunjukkan ekspresi positif 80% (n=80). Kesimpulan Tidak terdapat perbedaan bermakna ekspresi IFN-γ dan IL-4 pada tumor jinak dan ganas serosum dan musinosum. Kata kunci : imunohistokimia, tumor epitelial ovarium, tumor musinosum ovarium, tumor serosum ovarium. ABSTRACT Background Serous and mucinous tumors were variant of epithelial ovarian tumors. IFN-γ associated with anti-proliferative activity of the tumor, but in the spesific situation IFN-γ has anti apoptosis effect against the ovarian tumor cells. IFN-γ treatment was protumorigenic and anti tumorigenic activities were dependent on the cellular, microenvironment, and/or molecular context. The cytokines IL-4 acts as an anti-apoptotic. The purpose of this study was to view the difference expression of IFN-γ and IL-4 in benign and malignant serous and mucinous epithelial ovarian tumors. Methods This study is a observational analytic assesment with cross-sectional approach in 40 samples of benign and malignant serous and mucinous tumors. Immunohistochemistry with IFN-γ and IL-4. Results In this study the expression of IL-4 was positive in 60% (n=6) in the benign serous tumors, whereas in the malignant serous tumors was positive in 90% (n=9). In the benign mucinous tumors the expression of IL-4 was positive in 40% (n=4), whereas in the malignant mucinous tumors was entirely positive (100%). Expression of IFN-γ was positive in 50% (n=5) in the benign serous tumors, whereas in the malignant serous tumors was positive in 40% (n=4). In the benign mucinous tumors the expression of IFN-γ was positive in 60% (n=6), whereas the malignant mucinous tumors was positive in 80% (n=80). Conclusion There was not difference expression of IFN-γ and IL-4 in benign and malignant serous and mucinous tumors. Key words: epithelial ovarian tumor, immunohistochemistry, mucinous tumor, serous tumor.
Perbedaan Ekspresi Matrix Metalloproteinases-9 (MMP-9) pada Osteosarkoma Non Metastasis dan Kejadian Metastasis Ali Mashuri; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 1 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.748 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Osteosarkoma merupakan tumor ganas primer pada tulang yang mempunyai prognosis yang buruk karena bermetastasis. Oleh karena itu, dibutuhkan parameter yang bisa dipakai sebagai faktor prognostik sehingga pendekatan terapi pun bisa lebih tepat. MMP-9 merupakan merupakan salah satu faktor penting dalam proses metastasis suatu kanker dengan cara mendegradasi basal membran dan matrik ekstra seluler. Metode Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah penderita dengan diagnosis histopatologi osteosarkoma di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo selama tahun 2007-2011. Data metastasis diperoleh dari rekam medik. Pemeriksaan imunohistokimia menggunakan poliklonal antibodi MMP-9. Derajat ekspresi MMP-9 dinilai berdasarkan persentase sel tumor dan intensitasnya yang menunjukkan imunoreaktifitas secara semikuantitatif. Perbedaan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil Dari 24 sampel yang dianalisis, didapatkan 9 sampel dengan kejadian metastasis. Sebanyak 4 dari 9 kasus metastasis menunjukkan ekspresi MMP-9 dengan skor +3, 2/9 kasus dengan skor +2, 1/9 kasus dengan skor +1, 2/9 kasus menunjukkan skor 0 (negatif). Pada kasus non metastasis, 9/15 kasus menunjukkan ekspresi MMP-9 dengan skor 0 (negatif), 3/15 menunjukkan skor +1, 2/15 kasus menunjukkan skor +2, 1/15 kasus menunjukkan skor +3. Terdapat perbedaan ekspresi MMP-9 antara osteosarkoma non metastasis dan metastasis (p=0,023) Kesimpulan Terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi MMP-9 pada osteosarkoma non metastasis dan metastasis. Kata kunci : ekspresi MMP-9, metastasis, osteosarkoma. ABSTRACT Background Osteosarcoma is a primary malignant tumor of the bone that has poor prognosis because of the incidence of metastasis. Therefore, it takes a parameter that can be used as a prognostic factor that therapeutic approaches can be more accurate. MMP-9 is one of the important factors in the process of cancer metastasis by degrading on the basement membrane and extra cellular matrix. Methods Observational study with cross sectional analytic. The samples were osteosarcoma patients that were diagnosed histopathologically in Dr. Soetomo Hospital Pathology Laboratory during 2007-2011. Data of metastasis was obtained from medical records. Immunohistochemical examination using a polyclonal antibody MMP-9. Expression of MMP-9 assessed by the percentage of tumor cells and intensity that shows imunoreaktivitas semiquantitatively. The differences were analyzed with the Mann-Whitney test. Results Twenty four samples were analyzed , 9 samples with the incidence of metastasis. A total of 4 out of 9 cases of metastasis showed expression of MMP-9 with a score +3, 2/9 cases showed expression of MMP-9 with a score +2, 1/9 cases with a score +1, 2/9 cases showed score 0 (negative), whereas in the case of non-metastatic, 9/15 cases showed expression of MMP-9 with a score 0 (negative), 3/15 showed scores +1, 2/15 cases showed scores +2, 1/15 cases showed score +3. There are differences in the expression of MMP-9 between the incidence of metastasis to the incidence of non-metastasis (p=0.023 ). Conclusion There are significant differences between the expression of MMP-9 in the incidence of osteosarcoma with metastasis and non-metastatic events. Key words: expression of MMP-9, in metastasis, osteosarcoma.
Perbedaan Ekpresi Imunositokimia Thyroid Transcription Factor-1 (TTF-1) pada Adenokarsinoma dan Karsinoma Sel Skuamosa dari Sikatan Bronkus Kanker Paru Lita Feriyawati; Nadjib Dahlan Lubis; Delyuzar -
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 1 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.448 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Karsinoma bukan sel kecil (KBSK) merupakan 85% keganasan dari seluruh kanker paru. Dalam beberapa tahun terakhir adenokarsinoma merupakan tipe KBSK yang paling dominan. Pemeriksaan sitologi sikatan bronkus dengan pewarnaan rutin papanicolaou pada beberapa keadaan mempunyai keterbatasan, terlebih pada beberapa jenis tumor paru dengan gambaran sel yang mirip. Thyroid transcription factor-1 (TTF-1) diekspresikan pada adenokarsinoma paru dan karsinoma sel kecil paru. Pemeriksaan imunositokimia TTF-1 dengan prosedur yang efisien dan efektif sebagai alat bantu pemeriksaan sitologi sikatan bronkus dapat meningkatkan keakuratan diagnosa sitologi kanker paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa (KSS) dari sikatan bronkus kanker paru melalui tampilan imunositokimia TTF-1. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan potong lintang pada 45 sampel sitologi sikatan bronkus yang terdiri dari adenokarsinoma sebanyak 77,78% (n=35) dan KSS sebanyak 22,22% (n=12). Dilakukan pemeriksaan imunositokimia TTF-1 menggunakan antibodi TTF-1 rabbit polyclonal (klon ab136633) dengan metode labelled streptavidin biotin immunoperoxidase complex langsung pada slaid yang sebelumnya telah diwarnai dengan papanicolaou. Hasil Pada penelitian ini sebanyak 62,9% (n=22) adenokarsinoma menunjukkan tampilan positif dengan imunositokimia TTF-1, ekspresi kuat 36,3% (n=8), ekspresi sedang 50% (n=11), dan ekspresi lemah 13,6% (n=3), serta tampilan negatif 37,1% (n=13). Sampel KSS menampilkan hasil positif dengan imunositokimia TTF-1 sebanyak 30% (n=3) dengan ekspresi kuat serta tampilan negatif sebanyak 70% (n=7). Hasil uji hubungan antara hasil imunositokimia TTF-1 dengan ekspresi pada adenokarsinoma dan KSS menggunakan uji Fisher’s exact menunjukkan p-value = 0,083. Kesimpulan Pada penelitian ini didapati tampilan intensitas yang beragam pada hasil imunositokimia TTF-1 pada jenis adenokarsinoma dan KSS, dan menurut perhitungan statistik tidak bermakna. Kata kunci: adenokarsinoma, kanker paru, karsinoma sel skuamosa, sikatan bronkus, thyroid transcription factor-1. ABSTRACT Background Non-small cell carcinoma (NSCC) is 85% of all lung cancer malignancy. In recent years, adenocarcinoma is the most dominant type of NSCC. Bronchial brushings cytology examination with routine Papanicolaou staining have limitations especially to distinguish between some types of lung tumors which have similar pattern. Thyroid transcription factor-1 (TTF-1) is a transcription factor that normally found in adult thyroid and lung tissue, expressed in lung adenokarsinoma and small cell lung carcinoma. Immunocytochemistry examination TTF-1 is an efficient and effective procedures as aids bronchial brushings cytology examination that can improve the accuracy of cytological diagnosis of lung cancer. The objective of the research is to determine the differences between adenocarcinoma and squamous cell carcinoma (SCC) from bronchial brushings in lung cancer by the expression of immunocytochemistry TTF-1. Methods A cross sectional analytic study was performed at 45 brushings cytology samples consisted of 77.78% (n=35) adenocarcinoma and 22.22 % (n=12) SCC Immunocytochemistry examination using rabbit polyclonal (clone ab136633) TTF-1 antibody was perfomed by immunoperoxidase labeled streptavidin biotin complex methode directly on slides previously stained with Papanicolaou. Results In this study, 62.9% (n=22) adenocarcinoma were positive for TTF-1 with 36.3% (n=8) gave strong expression, 50% (n=11) gave moderate expression, 13.6% (n=3) gave weak expression and showed negative as 37.1% (n=13). SCC were positive for TTF-1 as 30% (n=3) with overall gave strong expression and showed negative results as 70% (n=7). The relationship between TTF-1 expression in adenocarcinoma and SCC by using Fisher 's exact test showed p-value=0.083 Conclusion This study showed that there were not differences of TTF-1 immunocytochemistry intensity between adenocarcinoma and SCC. Key words : adenocarcinoma, bronchial brushings, lung cancer, squamous cell carcinoma, thyroid transcription factor-1.
Perbedaan Ekspresi Protein p53 antara Karsinoma Sel Basal Tipe Agresif dan Karsinoma Sel Basal Tipe Non Agresif kadek pramesti dewi; IGA Sri Mahendra Dewi; Herman Saputra
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Karsinoma sel basal umumnya merupakan keganasan yang tumbuh lambat, tetapi beberapa subtipe cendrung tumbuh agresif dan bermetastasis. Walaupun beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara mutasi pada gen P53 dan perilaku agresif dari tumor epitel, hasil yang didapat pada karsinoma sel basal masih menimbulkan pertentangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan ekspresi protein p53 pada KSB kulit tipe agresif lebih tinggi dibandingkan non agresif. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Sampel penelitian adalah sediaan blok parafin dari penderita KSB agresif dan non agresif yang telah diperiksa secara histopatologi di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP. Denpasar dan Laboratorium Patologi Anatomik RS. Prima Medika Denpasar dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2013. Dilakukan re-diagnosis sediaan histopatologi dengan pengecatan rutin H&E untuk mendapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi supaya tercapai jumlah sampel minimal yaitu sejumlah 52 sampel terdiri dari 26 tipe agresif dan 26 tipe non agresif. Selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia p53 pada seluruh sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t dengan kemaknaan α=0,05. Hasil Ekspresi protein p53 lebih tinggi pada karsinoma sel basal perilaku agresif dibandingkan dengan perilaku non agresif (p=0,001) dengan rerata ekspresi p53 sebesar 82% pada KSB agresif dan 33% pada KSB non agresif. Untuk variabel umur dan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,071 dan p=0,510). Kesimpulan Pemeriksaan ekspresi p53 penting dilakukan untuk menguatkan tingkat agresifitas tumor yang ditentukan berdasarkan tipe morfologinya untuk penanganan pasien yang lebih intensif. Kata kunci: agresif, ekspresi p53, karsinoma sel basal, non agresif.
Hubungan Ekspresi CD8 dengan Skor Diferensiasi Liposarkoma Ida Hartati; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.109 KB)

Abstract

Latar belakang Liposarkoma merupakan keganasan jaringan lunak yang cukup sering. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya didapatkan 30 kasus liposarkoma dengan berbagai skor differensiasi, dari sekitar 150 kasus keganasan jaringan lunak, dalam rentang waktu 5 tahun periode Januari 2008-Desember2012. CD8 memiliki peran dalam proses apoptosis. Penelitian ini menganalisis hubungan ekspresi CD8 dengan skor diferensiasi liposarkoma Metode Penilaian dilakukan terhadap blok parafin penderita liposarkoma yang didiagnosis di RSUD Dr. Soetomo mulai Januari 2008-Desember 2012. Sebanyak 30 sampel untuk kepentingan statistik, 18 sampel dilakukan pulasan imunohistokimia CD8. Hubungan ekspresi CD8 dengan skor diferensiasi liposarkoma menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil Ekspresi CD8 lemah pada semua skor diferensiasi (skor 1 dan 2). Uji hubungan antara ekspresi CD8 (p=1,00) dengan skor diferensiasi liposarkoma menunjukkan tidak didapatkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi CD8 dengan skor diferensiasi liposarkoma. Kata kunci: apoptosis,CD8, liposarkoma.
Ekspresi Ki-67 dan COX-2 pada Papiloma dan Karsinoma Sel Skuamosa Laring Vinna Chrisdianti; Willy Sandhika
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.648 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Papiloma sel skuamosa dan karsinoma sel skuamosa merupakan bentuk neoplasma yang banyak ditemukan pada laring. Infeksi human papilloma virus (HPV), terutama tipe 6 dan 11 terbukti berperan dalam terjadinya papiloma sel skuamosa, sedangkan karsinoma sel skuamosa disebabkan oleh bahan-bahan karsinogenik, terutama rokok dan alkohol. Beberapa penelitian telah dikembangkan untuk membantu penegakan diagnosis dengan mengamati ekspresi Ki-67 dan COX-2 pada lesi-lesi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan dan korelasi ekspresi Ki-67 dan COX-2 pada papiloma sel skuamosa dan karsinoma sel skuamosa. Metode Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah blok parafin sediaan papiloma sel skuamosa dan karsinoma sel skuamosa yang tersimpan di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD. Dr. Soetomo periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Maret 2013. Dari masing-masing kasus diambil 15 sampel. Blok parafin yang memenuhi kriteria dilakukan pewarnaan imunohistokimia menggunakan antibodi Ki-67 dan COX-2 dan dinilai berdasarkan intensitas kualitatif. Perbedaan ekspresi Ki-67 dan COX-2 pada papiloma sel skuamosa dan karsinoma sel skuamosa dianalisis dengan menggunakan uji Spearman. Hasil Limabelas kasus papiloma sel skuamosa menunjukkan rerata usia penderita 17,27 ± 9,91 tahun, dan 15 kasus karsinoma sel skuamosa menunjukkan rerata usia penderita 58,80 ± 8,54 tahun. Analisis statistik ekspresi Ki-67 dan COX-2 antara papiloma sel skuamosa dan karsinoma sel skuamosa menunjukkan perbedaan bermakna (p0,05). Analisis statistik antara ekspresi Ki-67 dan COX-2 pada karsinoma sel skuamosa menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Kesimpulan Ekspresi Ki-67 dan COX-2 meningkat pada karsinoma sel skuamosa. Ekspresi Ki-67 dan COX-2 antara papiloma sel skuamosa dan karsinoma sel skuamosa menunjukkan korelasi. Kata kunci : COX-2, karsinoma sel skuamosa, Ki-67, papilloma sel skuamosa,.
Tampilan p63 Papilloma Sinonasal untuk Memprediksi Transfor-masi Maligna Menjadi Karsinoma Sel Skuamosa Ina Farida Rangkuti; M. Nadjib Dahlan Lubis; T. Ibnu Alferraly
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.84 KB)

Abstract

Latar belakang Papilloma sinonasal adalah tumor jinak epitel traktus sinonasal yang tumbuh eksofitik atau endofitik, dengan atipia ringan sampai sedang, namun tanpa invasi stroma. Tumor ini terdiri atas varian inverted papilloma, exophytic papilloma, dan oncocytic papilloma. Meskipun jinak tumor ini bersifat agresif lokal, rekurensi, dan berpotensi transformasi maligna, paling sering menjadi karsinoma sel skuamosa. Gen p63 semakin dikenal sebagai gen penting yang turut berperan dalam perkembangan tumor. Ekspresi gen p63 pada karsinoma sel skuamosa menunjukkan bahwa gen p63 berperan sebagai onkogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola tampilan p63 pada berbagai varian papilloma sinonasal untuk memprediksi transformasi maligna menjadi karsinoma sel skuamosa. Metode Penelitian ini menggunakan metode potong lintang. Sampel penelitian diambil dari arsip blok parafin dan preparat histopatologik papilloma sinonasal mulai 1 Januari 2009 sampai 30 Juni 2013; dan 31 kasus dikumpulkan terdiri atas inverted papilloma (19) dan oncocytic papilloma (12). Dilakukan pemotongan ulang blok sampel dan dipulas dengan imunohistokimia p63, lalu dianalisa perbedaan tampilan pada kedua varian. Hasil Pada penelitian ini didapatkan skor imunoreaktif tampilan p63 dengan skor imunoreaktif 0-6 (ekspresi lemah), yaitu inverted papilloma 73,68% (14 dari 19 kasus) dan oncocytic papilloma 75% (9 dari 12 kasus); skor imunoreaktif 7-9 (eskpresi kuat), yaitu inverted papilloma 26,32% (5 dari 19 kasus) dan oncocytic papilloma 25% (3 dari 12 kasus); p value >0,05 (Fisher’s exact test). Kesimpulan Pada penelitian ini disimpulkan bahwa antibodi p63 tidak dapat digunakan untuk memprediksi transformasi maligna pada papilloma sinonasal menjadi karsinoma sel skuamosa. Kata kunci : inverted papilloma, oncocytic papilloma, papilloma sinonasal, p63.
Hubungan Ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor dan Skor Gleason pada Karsinoma Prostat Susilawati Susilawati; Mezfi Unita; Ika Kartika; Irsan Saleh
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.845 KB)

Abstract

Latar belakang Kanker prostat merupakan karsinoma terbanyak keenam di dunia dan penyebab kematian tersering kedua pada laki-laki. Epidermal growth factor receptor (EGFR) berperan penting dalam proses karsinogenesis tumor solid termasuk karsinoma prostat. Overekspresi EGFR dapat meningkatkan proliferasi sel tidak terkendali sehingga dapat digunakan sebagai faktor prognostik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ekspresi EGFR dan skor Gleason pada karsinoma prostat. Metode Penelitian ini adalah penelitian observasional potong lintang. Limapuluh sampel yang telah didiagnosa adenokarsinoma prostat terdiri dari 24 sampel jaringan hasil transurethral resection prostate (TURP) dan 26 sampel jaringan hasil prostatektomi. Sampel diambil dari arsip di Bagian Patologi Anatomik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang (periode 1 Januari 2010 sampai 31 Desember 2012). Kemudian sampel penelitian dipulas dengan antibodi EGFR, diidentifikasi dan dianalisis hubungan EGFR tersebut dengan skor Gleason. Hasil Positivitas ekspresi EGFR pada adenokarsinoma prostat cenderung lebih banyak dijumpai pada kelompok skor Gleason ≥7 (87,1%) daripada kelompok skor Gleason 0,05). Kesimpulan Tidak ada hubungan bermakna antara ekspresi EGFR dan skor Gleason pada adenokarsinoma prostat. Kata kunci : adenokarsinoma prostat, EGFR, skor Gleason.
Penilaian Indeks Apoptosis Karsinoma Medular Payudara pada Sediaan Eksisi/Mastektomi dan Simulasi Core Biopsy Erwina Muhadi; Endang SR. Hardjolukito; Kusmardi Kusmardi
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.711 KB)

Abstract

Latar belakang Akibat gambaran morfologik dan imunohistokimia yang tumpang tindih, sulit dibedakan antara karsinoma medular dan karsinoma invasif no special type (NST) dengan gambaran medular derajat 3. Padahal kedua entitas tersebut memiliki perbedaan tata laksana dan prognosis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penggunaan indeks apoptosis (IA) untuk mempertajam diagnosis karsinoma payudara medular secara obyektif. Metode Penelitian retrospektif analitik secara potong lintang telah dilakukan terhadap 20 kasus karsinoma medular dan 20 kasus karsinoma invasif NST derajat 3. Penilaian indeks apoptosis dilakukan dengan metode terminal deoxynucleotidyl transferase-mediated deoxyuridine triphosphate in situ nick endlabeling (TUNEL). Kedua kasus dilakukan simulasi core biopsy. Indeks apoptosis antara kedua kasus dibandingkan dan dihitung titik potongnya. Hasil Indeks apoptosis pada karsinoma medular lebih tinggi secara bermakna dibandingkan karsinoma invasif NST derajat 3 (p=0,001). Berdasarkan kurva ROC, didapatkan titik potong yang optimal pada IA 1,25. Uji kappa terhadap keselarasan sediaan simulasi core biopsy dan eksisi/mastektomi mendapatkan hasil 0,3. Kesimpulan Indeks apoptosis digunakan untuk mempertajam diagnosis karsinoma medular payudara pada sediaan eksisi/mastektomi. Indeks Apoptosis sediaan simulasi core biopsy tidak selaras dengan eksisi/mastektominya sehingga penggunaannya pada core biopsy dapat membantu jika IA>1,25 dengan morfologi mencurigakan karsinoma medular. Kata kunci : core biopsy, indeks apoptosis, karsinoma invasif NST, TUNEL.
Ekspresi VEGF dan p53 Mutan pada Derajat Diferensiasi Adeno-karsinoma Kolorektal Artika Uthary; Troef Soemarno
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.81 KB)

Abstract

Latar belakang Adenokarsinoma kolorektal merupakan karsinoma kolorektal yang paling sering. Angiogenesis merupakan persyaratan penting untuk perkembangan, pengembangan dan metastasis tumor ganas. VEGF memainkan peranan penting dalam pengembangan angiogenesis pada beberapa keganasan termasuk adenokarsinoma kolorektal. Tumor supressor gen p53 adalah regulator transkripsi yang ampuh dari gen yang terlibat dalam aktivitas seluler, termasuk cell cycle arrest, apoptosis dan angiogenesis. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan ekspresi VEGF dan p53 pada adenokarsinoma kolorektal derajat diferensiasi tinggi, sedang dan rendah. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dibagi dalam 11 derajat diferensiasi tinggi, 7 sedang dan 11 rendah yang telah didiagnosis di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya periode 2011-2013. Sampel dilakukan pulasan imunohistokimia dengan antibodi monoklonal p53 dan poliklonal VEGF serta dinilai secara semikuantitatif. Perbedaan ekspresi VEGF dan p53 pada adenokarsinoma kolorektal derajat diferensiasi tinggi, sedang dan rendah dianalisa menggunakan Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi VEGF dan p53 dianalisa menggunakan Spearman. Hasil Didapatkan perbedaan ekspresi VEGF yang signifikan pada adenokarsinoma kolorektal derajat diferensiasi tinggi, sedang dan rendah (p

Page 10 of 39 | Total Record : 384