cover
Contact Name
Jaya Pramana
Contact Email
jayapram@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
support@majalahpatologiindonesia.com
Editorial Address
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jl. Salemba Raya 6, Tromol Pos 3225, Jakarta 10002
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Majalah Patologi Indonesia
ISSN : 02157284     EISSN : 25279106     DOI : https://doi.org/10.55816/
Core Subject : Health,
Majalah Patologi Indonesia (MPI) digunakan sebagai wahana publikasi hasil penelitian, tinjauan pustaka, laporan kasus dan ulasan berbagai aspek di bidang patologi manusia. Tujuannya ialah menghadirkan forum bagi permakluman dan pemahaman aneka proses patologik serta evaluasi berbagai penerapan cara diagnostik sejalan dengan kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi. Selain itu juga untuk merangsang publikasi barbagai informasi baru/mutakhir.
Articles 384 Documents
Ekspresi p53 Mutant dan EGFR pada Benign, Borderline, dan Malignant Phyllodes Tumor Dian Y. Lestari; Endang Joewarini
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.088 KB)

Abstract

Latar belakang Tumor phyllodes pada payudara termasuk neoplasma stromal-epitelial yang jarang ditemui, yang secara histologis dapat dibedakan menjadi benign, borderline, dan malignant. Sampai saat ini patogenesis terjadinya tumor phyllodes masih belum jelas. Epidermal growth factor receptor (EGFR) merupakan salah satu reseptor sel di permukaan yang sampai sekarang diyakini memiliki peran dalam proses patogenesis dan progresifitas dari suatu keganasan. Mutasi dari gena P53 (tumor suppressor gene) umum terjadi pada berbagai macam keganasan, salah satunya pada kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk memahami hubungan ekspresi p53 dan EGFR pada benign, borderline dan malignant phyllodes tumor Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dibagi dalam; 10 benign, 5 borderline dan 7 malignant phyllodes tumor yang telah didiagnosis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya periode 2009-2012. Pada sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal p53 dan EGFR serta dinilai menggunakan metode semikuantitatif. Perbedaan ekspresi p53 dan EGFR pada benign, borderline dan malignant phyllodes tumor dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi p53 dan EGFR pada tumor phyllodes dianalisa menggunakan Spearman. Hasil Didapatkan perbedaan ekspresi EGFR yang signifikan pada benign, borderline, dan malignant phyllodes tumor (p=0,022, p
Ekspresi LMP1 pada Sel Tumor Sediaan Sitologi Biopsi Aspirasi Kelenjar Getah Bening Leher pada Metastasis Karsinoma Nasofaring P. Poida B. Gurning; M. Nadjib D. Lubis; Delyuzar Delyuzar
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.1 KB)

Abstract

Latar belakang Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan keganasan nasofaring yang paling sering dan mempunyai hubungan yang erat dengan Epstein-Barr virus (EBV). Latent membrane protein1 (LMP1) yang merupakan salah satu protein EBV yang diketahui mempunyai peran dalam pertumbuhan karsinoma bahkan dalam metastasis KNF.Pembesaran kelenjar getah bening (KGB) leher sering merupakan gejala utama keganasan pada pasien. Penggunaan sitologi biopsi aspirasi jarum halus tidak hanya mengkonfirmasi adanya metastasis, tetapi juga dapat memberikan petunjuk asal tumor primer. Tujuan penelitian ini untuk melihat ekspresi LMP1 pada sel tumor sediaan sitologibiopsi aspirasi KGB leher penderita KNF yang mengalami metastasis di leher. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik terhadap 34 slaid sitologi yang sudah didiagnosis sebagai metastasis KNF di Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, kemudian dilakukan pemeriksaan imunositokimia LMP1 dengan menggunakan anti-EBV latent membrane protein 1 antibody, ab7502 dengan metoda labelled streptavidin biotin immunoperoxidase complex. Hasil Pada penelitian ini 28 sampel (82,4%) menunjukkan ekspresi positif terhadap LMP1 dan 6 sampel (17,6%) menunjukkan tampilan negatif. Hasil uji perbandingan dengan Fisher’s exact test menunjukkan terdapat perbedaan bermakna ekspresi LMP1 pada keratinizing squamous cell carcinoma dibanding nonkeratinizing carcinoma dengan nilai p=0,003. Kesimpulan Ekpresi LMP1 pada sel-sel tumor hasil biopsi aspirasi kelenjar getah bening leher sangat mungkin merupakan metastasis KNF jenis nonkeratinizing carcinoma. Kata kunci : LMP1, metastasis karsinoma nasofaring, sitologi biopsi aspirasi jarum halus.
Ekspresi Mucin-6 (MUC6) pada Serrated Adenoma dan Adenoma Konvensional Displasia Keras sebagai Lesi Prekursor Kanker Kolorektal Pillipus Resar Andreano; Diah Rini Handjari; Benyamin Makes
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 2 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.22 KB)

Abstract

Latar belakang Serrated adenomamerupakan lesi prekursor karsinoma kolorektal yang melalui jalur serrated pathways, dapat berkembang menjadi karsinoma kolorektal dalam waktu lebih singkat dibandingkan dengan adenoma konven-sional. Dalam perkembangannya diketahui adanya petandayang digunakan untuk lesi prekursor tersebut yaitu musin. Musin dapat mengalami perubahan molekular dalam proses diferensiasi, proliferasi dan invasi sel tumor ganas. Salah satu mucin yang berperan dalam proses karsinogenesiskarsinoma kolorektal adalah mucin-6(MUC6) aberan. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui perbedaan ekspresi mucin-6(MUC6) aberandi sito-plasma sel epitel mukosa kolorektal pada serrated adenoma (SA) dan adenoma konvensional displasia keras. Metode Penelitian retrospektif dengan studi analitik potong lintang, kasusserrated adenoma(SA) dan adenoma konvensional displasia keras, masing-masing 20 kasus.Dilakukanpemeriksaan immunohistokimia (IHK) padasemua kasus, dengan menggunakan antibodi primer mucin-6(MUC6)aberan. Hasil Kasus serrated adenoma(SA) yang menunjukkan ekspresi mucin-6(MUC6) aberan yang terdiri atas ekspresi lemah 4 kasus, sedang 9 kasus, dan kuat 4 kasus, dan juga terdapat 3 kasus yang tidak mengekspresikan mucin-6(MUC6) aberan. Sedangkan pada kasus adenoma konvensional displasia keras yang menunjukkan ekspresi mucin-6(MUC6) aberan terdiri atas ekspresi lemah 12 kasus, sedang 3 kasus, dan kuat 2 kasus dan juga terdapat 3 kasus yang tidak mengekspresikan mucin-6(MUC6) aberan, dan dilakukan ujistatistik chi-squaredengan nilai p=0,005. Kesimpulan Ekspresi mucin-6(MUC6) aberan pada serrated adenoma(SA)berbeda signifikan dibandingkan pada adenoma konvensionaldisplasia keras. Kata kunci:adenoma carcinomasequence,adenoma konvensional displasia keras, mucin-6,serrated adenoma.
Ekspresi Faktor Antiangiogenesis Thrombospondin-1 (TSP-1) dan Angiostatin Kanker Payudara Invasif Ambar Mudigdo; Dyah Ratna Budiani
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.544 KB)

Abstract

Background Angiogenesis is one of the characteristics of malignant cancer cells. Angiogenesis activity considered as one of many determinants of prognosis of invasive breast cancer. The body has endogenous factors that act as antiangiogenesis, such as thrombospondin-1 (TSP1) and angiostatin. TSP1 is an antiangiogenesis factor that is dependent on wild-type p53. TSP-1 expression is induced by the transcription factor p53 WT. In some breast malignancies occurs mutations in the p53 gene, so TSP1 can not be expressed. The absence of TSP1 expected to bring a worse prognosis. Study of antiangiogenesis protein expression is expected to be used as an indicator of prognosis in breast cancer invasive ductal mammary carcinoma which divided into four sub-types: luminal A; luminal B; Her2 (over-expression) and triple negative/basal-like. This study is to analyzed TSP-1 and angiostatin of invasive breast cancer. Methods A total of 20 paraffin blocks of breast cancer tissue invasive ductal carcinoma from Pathology Anatomy RS Dr. Moewardi in 2013 were divided into four groups based on the expression status of estrogen receptors, progesterone receptors and Her2/neu as follows: luminal A subtype (ER+/PR+/Her2 negative); sub-type luminal B (ER-/PR and Her2 positive); Her2 over expression subtype (ER-/PR-/Her2 over-expression); and triple negative subtypes (basal-like tumors). Technique immunohistochemical ABC (avidin-biotin complex) used in special stains to measure the expression of TSP-1 and angiostatin, using monoclonal antibodies anti-human TSP-1 and anti-human angiostatin. Expression values are expressed in scale IDS, with a value range 0 to IDS 300. Analysis of the data used is difference test paired between groups (p
Ekspresi Cathepsin-D Lebih Tinggi pada Adenokarsinoma Folikuler Tiroid Dibandingkan Adenoma Folikuler Tiroid Agusry Yakob; Salmiah Agus
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.065 KB)

Abstract

Type of thyroid follicular neoplasms are benign thyroid disorders such as follicular adenomas (AK) and malignant form of follicular adenocarcinoma (AKF). Both of these morphological types of neoplasms are difficult to distinguish, because it has a similiar picture. The criteria used to distinguish these two lesions in the infiltration of tumor cells into the capsule in follicular adenocarcinoma. Cathepsin-D is one of the useful biological marker lysis of extracellular matrix including tissue capsule at the time of invasion. Histological markers can be used as an indicator for the assessment of tumor cell invasion into capsule. This study aims to determine whether there are differences and relationships cathepsin-D expression in thyroid follicular neoplasms to help properly diagnosis. Methods The design of analytic observational study with cross sectional approach. The study population was derived from paraffin blocks that have been diagnosed as follicular carcinoma and adenoma in the Anatomical Pathology Laboratory of the Faculty of Medicine, University of Andalas in 2010 to 2012. Obtained sample size formula based on 32 samples. The sampling method proportional stratified random sampling with thyroid follicular adenoma 13 cases and 19 cases of thyroid follicular adenocarcinoma. In the samples examined using immunohisto-chemistry mouse monoclonal antibody cathepsin-D. The data obtained were analyzed with the chi-square test. Results In epidemiology of thyroid disorders such as thyroid neoplasms benign or malignant more common in women than in men, while age is incidence of reproductive age, 33-55 years. Of the 32 samples, thyroid follicular adenoma (n=13) and follicular thyroid adenocarcinoma (n=19) showed expression of cathepsin-D were higher in follicular thyroid adenocarcinoma (84.2%) compared with follicular adenoma (15.8%). Statistically using Chi square test found a significant relationship between the expression of cathepsin-D with the type of follicular thyroid neoplasma with a value of p
Hubungan antara Ukuran Tumor, Grade, Invasi Uretra, Intravasa, Perineural dan Overekspresi COX-2 pada Metastasis Karsinoma Sel Skuamosa Penis ke Kelenjar Getah Bening Inguinal Desak Putu Oki Lestari; Ketut Mulyadi Mulyadi
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.428 KB)

Abstract

Background Penile cancer was a health problem in Bali. Clinicopathology and biological marker COX-2 were important predictive factor used for inguinal lymph node metastasis. The aim of this study was to find out relationship between clinicopathological prognostic factors (tumor size, grade, urethral invasion, intra vasa invasion, perineural invasion) and COX-2 exprerssion in metastases of SCC penile to the inguinal lymph nodes. Methods This observational crossectional study included 47 samples of SCC penis preparation from penectomy with inguinal lymphadenectomy since January 1st 2008-Desember 31st 2013 at Department of Anatomical Pathology Faculty of Medicine University of Udayana/Sanglah Hospital Denpasar. Sample of this study was divided into 2 groups: 16 cases SCC positive metastasis and 31 cases negative metastasis. Rediagnosis clinico-pathological prognostic factor was done, immunohistochemistry COX-2 staining was performed. The data were analized using chi-square (α=0.05). Results This study show significant positive correlation between tumor size ≥5 cm (p=0.002), grade (p=0.002), urethra invasion (p=0.014), intra vasa invasion (p=0.00), perineural invasion (p=0.00) with metastasis. COX-2 expression (+2) and (+3) have higher risk on occurrence of metastasis than (0) and (+1) (p=0.00). Conclusion Clinico-pathologic factors and COX-2 expression could be used to predict metastases of SCC penile to the inguinal lymph nodes. Key words: clinicopathologic prognosis factor, COX-2, inguinal lymph nodes metastasis, squamous cells carcinoma penis.
Ekspresi C-kit dan Beberapa Faktor Klinokopatologis Karsinoma Payudara Subtipe Basal-like Peter Santosa; Ahmad Ghozali
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.298 KB)

Abstract

Background Prognosis of breast cancer is determined by several factors such as age, tumor size, lymph node status, and histolopathological grade. Based on its molecular profile, breast cancer is divided into several subtypes and the basal-like subtype has the worst prognosis. Up to now, there is no appropriate and spesific therapy for that tumor. C-kit is a tyrosin kinase transmembrane receptor that has important roles in solid cancers development. C-kit can be expressed in normal breast duct epithelium and in breast cancer subtype with poor histopathological grade and prognosis. To find out about c-kit expression and the correlation with some clinicopathological factors in basal-like subtype breast cancer. Methods Paraffin embedded tissue of 301 infiltrating duct breast cancer patients from Anatomical Pathology Department of Sardjito General Hospital Yogyakarta year 2011-2013 were examined with immunohistochemistry staining, using monoclonal antibody anti ER, PR, HER2, CK5/6 and c-kit. The differences and association are analyzed using Independent T-Test, Fisher, and Kruskall Wallis statistics test. Results From January 2011-October 2013, there were 301 breast cancer patients with 87 of them (28,90%) were triple negative subtype (ER-. PR-. HER2-). Forty two triple negative cancers that match with inclusion criterias were stained with CK 5/6 to defined the basal-like subtype. There were 34 patients (81%) positive CK 5/6 expression (basal-like subtype) and 8 patients (19%) negative CK 5/6 expression (non basal-like). Patients with basal-like subtype have younger mean of age (p=0.026) and a bit larger tumor size but not statistically significant (p=0.560) compared with the non basal-like subtype. There were no significant correlation between basal-like subtype with age (p=0.052), tumor size (p=0.521), lymph node status (p=0.243), histopathological grade (p=0.115) and c-kit expression (p=0.118). Among the basal-like subtype group, 25 patients (73%) shared negative c-kit expression and 9 patients (27%) positive c-kit expression. There were no difference between positive and negative c-kit expression groups with age (p=0.434) and tumor size (p=0.267). There were no significant correlation between c-kit expression with age (p=0.544), tumor size (p=0.616), lymph node status (p=0.560), and histopathological grade (p=0.955). Conclusion C-kit expression could not be correlated to clinico-pathologic factor of basal-like subtype breast cancer. Key words : age, basal-like subtype breast cancer, c-Kit, histologic grade, lymph node status, tumor size.
Gambaran Histopatologi Villi Khorialis pada Pasien Abortus Spontan dengan Pemakaian Amalgam pada Tambalan Gigi Dyah Ari Nuraida; Dik Puspasari
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.711 KB)

Abstract

Background Amalgam is an alloy of mercury (Hg), which has been used as tooth’s fillings since 150 years ago. Mercury induced spontaneous abortion, by interfered fertilization and implantation process by damaged cells, proteins, molecular and genetic. The aim of this study to analize chorionic villous histopathological feature of spontaneous abortion patients with dental amalgam fillings. Methods This is a true descriptive studies with cross-sectional design. Subjects were 50 patients of Spontaneous Abortion that interviewed and examined histopathological of chorionic villous. Scoring of using amalgam and abnormalities chorionic villous were examined. Results Respondents who used amalgam is 36 (72%), mostly 1-2 teeth (56%), for 5 to 15 years (42%). Their husbands using amalgam were 44 (88%), mostly 1-2 teeth (80%), for 5 to 15 years (62%). Respondents had 29 family members were used amalgam (58%), with a length of stay less than 5 years. Avascular villous is 100percent, mostly fibrosis at score 2 (38%), fibrinoid degeneration at score 1 (48%), hydropic degeneration at score 1 (80%), and abnormalities of trophoblast at score 2 (38%). Conclusion Spontaneous abortion patients with amalgam dental fillings have chorionic villous abnormality of vascularization, fibrosis, fibrinoid degeneration, hydropic degeneration and trophoblast. Key words: amalgam, chorionic villous, spontaneous abortion.
Ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) dan Ki-67 pada Astrositoma Fitriana .; Dyah Fauziah
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.959 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Insiden astrositoma di RSUD Dr. Soetomo Surabaya meningkat dalam tiga tahun terakhir. Keterlibatan berbagai growth factor dan reseptornya serta penanda proliferasi dalam patogenesis molekuler neoplasma astrocytic banyak diteliti secara ekstensif. Epidermal growth factor receptor (EGFR) dan Ki-67 terlibat dalam transduksi sinyal mitogenik dan jalur proliferasi sel. Tujuan penelitian ini menganalisis ekspresi EGFR dan Ki-67 pada astrositoma derajat II,III, dan IV, serta menganalisis korelasi antara ekspresi EGFR dan Ki-67 pada derajat histopatologi astrositoma. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dibagi dalam; 6 astrositoma derajat II, 7 astrositoma derajat III, and 13 astrositoma derajat IV yang telah didiagnosis selama periode 2009-2013. Sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal EGFR dan Ki-67. Perbedaan ekspresi EGFR dan Ki-67 pada berbagai derajat astrositoma dianalisa menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi EGFR dan Ki-67 pada astrositoma dianalisa menggunakan uji Spearman. Hasil Hasil analisa statistik ekspresi EGFR pada astrositoma derajat II, III, dan IV menunjukkan perbedaan bermakna (nilai p=
Ekspresi Cyclooxygenase-2 pada Adenokarsinoma Asinar Prostat, High-Grade Prostatic Intraepithelial Neoplasia dan Benign Prostatic Hyperplasia Meiske Margaretha; I Gusti Alit Artha; Herman Saputra
Majalah Patologi Indonesia Vol 24 No 3 (2015): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.499 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Cyclooxygenase-2 (COX-2) adalah isoenzim yang mengkatalitis perubahan asam arakidonat menjadi prostaglandin yang merupakan mediator proses inflamasi. Enzim ini memiliki peranan dalam patogenesis dan karsinogenesis pada beberapa organ di antaranya prostat. Peningkatan ekspresi COX-2 dikaitkan dengan prognosis yang buruk pada keganasan prostat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ekspresi COX-2 pada benign prostatic hyperplasia (BPH), high-grade prostatic intraepithelial neoplasia (HGPIN) dan adenokarsinoma asinar prostat (AAP). Metode Penelitian ini dilakukan di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar dan Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RS Dr. Sardjito Yogyakarta sejak tanggal 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Januari 2014 menggunakan metode observasional analitik potong lintang dengan total sampel sebanyak 48 yang terdiri dari 16 sampel kelompok BPH, 16 sampel kelompok HGPIN dan 16 sampel kelompok adenokarsinoma asinar prostat. Perbedaan ekspresi COX-2 pada masing-masing kelompok dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan chi-square. Hasil Ekspresi COX-2 pada adenokarsinoma asinar prostat lebih tinggi dibandingkan pada BPH (p=0,000). Ekspresi COX-2 pada adenokarsinoma asinar prostat lebih tinggi dibandingkan pada HGPIN (p=0,000). Kesimpulan Ekspresi COX-2 berperan dalam patogenesis adenokarsinoma asinar prostat, HGPIN dan BPH. Kata kunci: adenokarsinoma asinar prostat, BPH, COX-2, HGPIN. ABSTRACT Background Cyclooxygenase-2 (COX-2) is an isoenzyme which catalyzes the tranformation of arachidonic acid to prostaglandin which is mediator of inflammation process. This enzyme plays a role in pathogenesis and carcinogenesis in some organs including prostate. Increased expression of COX-2 is associated with poor prognosis in prostate malignancy. This study was to analyzed COX-2 expression in benign prostatic hyperplasia (BPH), high-grade prostatic intraepithelial neoplasia (HGPIN) and prostatic acinar adeno-carcinoma. Methods This study was performed in Department of Anatomical Pathology Faculty of Medicine University of Udayana/Sanglah General Hospital Denpasar and Department of Anatomical Pathology Faculty of Medicine University of Gadjah Mada/Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta from January 1st 2012, untill January 31, 2014. This study was an observational analytic cross-sectional study with a total samples of 48 total which comprised of 16 samples of BPH, 16 samples of HGPIN and 16 samples of prostatic acinar adenocarcinoma. Differentiation of COX-2 expression in each group, were analyzed by Kruskal-Wallis test and chi-square test. Results The results of this study showed that COX-2 expression was higher in acinar adenocarcinoma of the prostate compared with BPH (p=0.000) and COX-2 expression was higher in acinar adenocarcinoma of the prostate compared with HGPIN (p=0.000). Conclusion COX-2 expression plays a role in the pathogenesis of acinar adenocarcinoma of the prostate, HGPIN and BPH. Key words: acinar adenocarcinoma of prostate, BPH, COX-2, HGPIN.

Page 11 of 39 | Total Record : 384