cover
Contact Name
Dimas Garda
Contact Email
dimasgarda@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkma@umnaw.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 25800337     EISSN : 25800531     DOI : -
Core Subject :
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), with registered number ISSN 2580-0337 (print), ISSN 2580-0531 (online) is a scientific multidisciplinary journal published by LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah. It is in the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
PENGUATAN PERAN PENGASUHAN AYAH (FATHERING) DI DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK PROVINSI JAWA TENGAH Fathin Farah Fadhilah; Rina Windiarti; Rofi Wahanisa; Bagus Kisworo; Afdila Raudlatun Ni’mah; Rama Wahyu Arta
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6268

Abstract

The issue of fatherlessness is a serious concern in Indonesia, given the importance of fathers as partners in childcare alongside mothers. The lack of a father's involvement can trigger various negative impacts on children, such as mental health disorders, difficulty making decisions, sexual disorientation, and low self-resilience, which increases the risk of sexual violence. According to SIGA data from 2022, in Central Java, 4.37% of children experience inappropriate parenting, and 5,974 children are cared for by a single parent. PPA Symphony data recorded a surge in child violence cases from 14,446 cases in 2021 to 16,106 cases in 2022, with sexual violence as the most cases. Unfortunately, DP3AP2KB Central Java does not have a sustainable program to strengthen the role of fathers, and so far it has only been limited to movements in certain events. This research aims to provide training that emphasizes the importance of fathers' roles in parenting through materials that strengthen affective communication, regulate emotions, promote positive discipline, and encourage active involvement in children's growth and education. The results of the activity demonstrated an increase in participants' understanding of the strategic role fathers play in the family.
PENGEMBANGAN JAMU INSTAN KUNYIT ASAM BERBASIS EDUKASI PARTISIPATIF DI DESA SUMBER MAKMUR Anny Sartika Daulay; Najhatus Syukriyyah Khaidir; Dwi Shahputri; Dinda Alvionita Lubis; Sri Handayani; Reza Widya Lubis
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6269

Abstract

Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mengenai pengembangan jamu instan kunyit asam dengan pendekatan edukasi partisipatif di Desa Sumber Makmur. Berawal dari fakta masyarakat yang masih menggunakan jamu tradisional yang memerlukan proses perebusan yang lama, kurang bersih, dan tidak awet. Situasi ini menunjukkan perlunya inovasi dalam produk jamu yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman, seperti jamu instan kunyit asam, yaitu suplemen herbal dalam bentuk bubuk yang mudah diseduh, bersih, tahan lama, serta dikemas secara modern dan menarik. Kunyit (Curcuma longa L.) dipilih karena mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Di sisi lain, asam jawa (Tamarindus indica L.) memiliki asam organik yang efektif untuk memperlancar pencernaan, menyegarkan tubuh, dan membantu menjaga kesehatan secara alami. Program ini menerapkan metode Participatory Action Research (PAR) yang menekankan peran aktif masyarakat dalam setiap langkah, mulai dari penentuan masalah, perencanaan, pelatihan, hingga evaluasi. Edukasi partisipatif dilakukan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, dan workshop pembuatan jamu instan kunyit asam.
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Melalui Realistic Mathematics Education (RME) Di Sumatera Utara Anggi Sapana Br Tarigan; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6313

Abstract

Pelaksanaan ini bertujuan untuk menjelaskan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS) siswa melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran matematika di Sumatera Utara. Latar belakang Pelaksanaan ini didasarkan pada tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif, serta masih rendahnya penguasaan HOTS siswa dalam pembelajaran matematika. Metode Pelaksanaan yang digunakan adalah studi literatur observasi terhadap 26 permasalahan nasional dan internasional yang terbit pada periode 2015–2024. Analisis difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu efektivitas RME dalam meningkatkan HOTS, bentuk dan indikator HOTS yang berkembang melalui penerapan RME, serta kondisi empiris implementasi RME di sekolah-sekolah Sumatera Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan RME efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya kemampuan analisis sebesar 27–35%, kemampuan evaluasi sebesar 19–28%, serta kemampuan kreativitas dan pemecahan masalah matematis sebesar 21–33%. Peningkatan tersebut didukung oleh karakteristik RME yang menekankan penggunaan konteks nyata, proses matematisasi horizontal dan vertikal, serta diskusi reflektif yang melibatkan siswa secara aktif. Studi empiris di wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang menunjukkan bahwa penerapan RME berdampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa, meskipun implementasinya masih terbatas. Kendala utama meliputi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep RME, keterbatasan bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan. Secara keseluruhan, RME berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam mengembangkan HOTS siswa apabila didukung oleh penguatan kompetensi guru dan integrasi penilaian HOTS dalam pembelajaran matematika.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN RME DI WILAYAH PESISIR PANTAI Sri Wardaniyah; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6314

Abstract

Pembelajaran matematika pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) sering dianggap abstrak oleh siswa, terutama di wilayah pesisir yang kesehariannya dekat dengan aktivitas konkret seperti jual beli ikan, pembagian hasil tangkapan, dan penggunaan modal nelayan. Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dipandang mampu menghubungkan konsep aljabar dengan pengalaman nyata siswa sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan minat belajar mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran PLSV berbasis konteks pesisir menggunakan pendekatan RME. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek tiga guru matematika dari SMPN 1 dan SMPN 2 Talawi yang telah menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis RME. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang konteks autentik, fasilitator proses matematisasi, dan motivator pembelajaran. Penggunaan konteks pesisir seperti jual beli ikan, berat tangkapan, dan pembagian hasil laut terbukti membantu siswa memahami variabel dan persamaan dengan lebih konkret, meningkatkan aktivitas bertanya, serta memperkuat minat belajar. Siswa juga lebih mampu menuliskan model matematis karena memahami hubungan antara cerita dan simbol matematis. Meskipun guru menghadapi tantangan seperti keterbatasan media dan waktu, penerapan RME dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterlibatan siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan konteks lokal dalam desain pembelajaran matematika, khususnya di wilayah pesisir, serta perlunya pelatihan bagi guru untuk memperluas variasi konteks dan media pembelajaran berbasis RME.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN REALISTIC MATEMATHICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Anurni Lestari Daeli; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6315

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Namun, berbagai temuan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih tergolong rendah, khususnya dalam memahami masalah kontekstual dan merancang strategi penyelesaian. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) di Sumatera Utara. Pelaksanaan Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi analisis, melibatkan siswa sekolah menengah sebagai subjek Pelaksanaan Kegiatan. Teknik pengumpulan data meliputi tes pemecahan masalah matematis, observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami masalah, merancang strategi penyelesaian, melaksanakan perhitungan, serta melakukan refleksi terhadap solusi yang diperoleh. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran dan mampu mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata. Dengan demikian, pendekatan RME efektif digunakan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna.
KEMAMPUAN MENGKONSTRUKSI BUKTI MATEMATIS MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Mariadi; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6316

Abstract

Kemampuan mengonstruksi bukti matematis merupakan salah satu kompetensi berpikir tingkat tinggi yang penting dalam pembelajaran matematika, namun masih menjadi kesulitan bagi banyak siswa. Kesulitan tersebut ditandai dengan lemahnya kemampuan siswa dalam menyusun argumen logis, menghubungkan definisi, teorema, dan fakta matematika secara sistematis. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam mengonstruksi bukti matematis melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) di Sumatera Utara. Pelaksanaan Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa tingkat menengah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan konstruksi bukti matematis, observasi proses pembelajaran, dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa penerapan RME mampu membantu siswa dalam memahami konsep matematika secara kontekstual, mengembangkan penalaran logis, serta meningkatkan kemampuan menyusun bukti matematis secara bertahap dan terstruktur. Siswa lebih mampu mengaitkan permasalahan kontekstual dengan konsep formal, menyusun argumen berdasarkan alasan yang jelas, serta menarik kesimpulan secara logis. Dengan demikian, pendekatan RME memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan kemampuan mengonstruksi bukti matematis siswa. Pelaksanaan Kegiatan ini merekomendasikan penggunaan RME sebagai alternatif pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam pengembangan kemampuan pembuktian matematis.
KEMAMPUAN MATEMATIS VISUAL SISWA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA Santi Oktafenti; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6317

Abstract

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan visual matematis siswa sekolah dasar pada materi pecahan serta mengkaji efektivitas pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi visual siswa. Kajian dilakukan melalui telaah literatur terhadap berbagai sumber nasional dan regional yang relevan, termasuk kajian yang dilaksanakan di wilayah Sumatra Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan visual matematis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan menggambar pecahan secara proporsional, ketidaksesuaian antara simbol dan representasi visual, kesalahan dalam mengidentifikasi pecahan senilai, serta kecenderungan siswa mengabaikan tahap visualisasi dalam penyelesaian soal kontekstual. Berbagai miskonsepsi juga ditemukan, seperti anggapan bahwa penyebut yang lebih besar menunjukkan nilai pecahan yang lebih besar serta penggunaan prosedur algoritmik tanpa dasar visual. Hal ini menunjukkan lemahnya pemahaman konseptual siswa yang dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional yang minim penggunaan media konkret. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan RME memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan representasi visual siswa melalui penggunaan konteks nyata, manipulasi benda konkret, serta model visual bertahap sebelum beralih ke simbol formal. Pelaksanaan kegiatan di Sumatra Utara memperkuat efektivitas RME, terutama ketika konteks budaya lokal diintegrasikan dalam pembelajaran pecahan. Secara teoretis, keberhasilan RME dijelaskan melalui proses matematisasi horizontal dan vertikal yang membantu siswa menghubungkan pengalaman konkret dengan konsep abstrak. Namun, pengukuran kemampuan visual secara spesifik masih terbatas sehingga pengembangan instrumen dan asesmen lanjutan diperlukan.
KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS MELALUI RME PADA MATERI PENGUKURAN PANJANG, BERAT DAN WAKTU DI SUMATERA UTARA Jamilah Rambe; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6318

Abstract

Kemampuan literasi matematis merupakan kompetensi esensial yang memungkinkan siswa memahami, menggunakan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan literasi matematis siswa pada materi pengukuran panjang, berat, dan waktu di Sumatera Utara masih tergolong rendah, terutama dalam mengaitkan konsep matematika dengan situasi kontekstual. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematis siswa melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi pengukuran. Pelaksanaan Kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Subjek Pelaksanaan Kegiatan adalah siswa sekolah dasar di Sumatera Utara yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen Pelaksanaan Kegiatan berupa tes kemampuan literasi matematis yang mencakup indikator merumuskan masalah kontekstual, menggunakan konsep dan prosedur matematika, serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil penyelesaian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan RME mampu meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa secara signifikan, khususnya dalam memahami masalah kontekstual, merepresentasikan situasi nyata ke dalam model matematika, serta menarik kesimpulan secara logis. Dengan demikian, pendekatan RME efektif digunakan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa pada materi pengukuran panjang, berat, dan waktu.
KEMAMPUAN PENALARAN SISWA PROPORSIONAL MELALUI RME TOPIK PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Sezi Oktavia Simarmata; Dedy Juliandri Panjaitan; Cut Latifah Zahari
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6319

Abstract

Kemampuan penalaran proporsional merupakan salah satu kemampuan berpikir matematis yang esensial dalam memahami konsep aljabar, khususnya pada topik persamaan linear satu variabel. Namun, hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih belum berkembang secara optimal karena pembelajaran cenderung berorientasi prosedural dan kurang mengaitkan konsep matematika dengan konteks nyata. Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran proporsional siswa melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi persamaan linear satu variabel. Pelaksanaan Kegiatan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek Pelaksanaan Kegiatan terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok pembelajaran berbasis RME dan kelompok konvensional. Instrumen Pelaksanaan Kegiatan berupa tes kemampuan penalaran proporsional yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil Pelaksanaan Kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan penalaran proporsional siswa pada kelompok RME lebih tinggi dibandingkan kelompok konvensional. Selain itu, peningkatan kemampuan penalaran proporsional siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan RME efektif dalam mengembangkan kemampuan penalaran proporsional siswa pada topik persamaan linear satu variabel. Oleh karena itu, pendekatan RME direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran yang kontekstual dan bermakna dalam pembelajaran matematika
THE LISTENING COMPREHENSION PROBLEM OF VOCATIONAL STUDENTS Rumaidin Sikumbang; Asnawi; Say Pulma Tamba; Yurika Rahayu Ritonga; Irwansyah Zega
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.6322

Abstract

Studying English in Vocational high school has certain characteristics related to the novices' major. English as a foreign language has an essential role to be mastered by the students. The orientation of the students after graduating from school commonly gets a job related to their competency. This research investigated the main problem of listening comprehension in English as a foreign language faced through vocational high school students. The qualitative methodologies have been implemented in this examine with questionnaires and interviews used an instruments for collecting information. The findings display that the foremost troubles of information the spoken text are the vocabulary and prononciation. The findings of this observe is expected to provide valuable information for English teachers regarding to the listening difficulties faced by vocational students, which enable them to help students to improve their listening capabilities.