cover
Contact Name
Mira
Contact Email
mirautami85@gmail.com
Phone
+6287855047095
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanterpadu2019@gmail.com
Editorial Address
Jl. Praburangkasari, Dasan Cermen, Sandubaya, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal)
ISSN : 24069698     EISSN : 26850710     DOI : https://doi.org/10.32807/jkt
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) is a nursing journal published by Poltekkes Kemenkes Mataram. This journal focuses on original research about nursing care delivery, organization, manjagement, workforce, policy and research methods relevant to nursing and other health professions related to nursing. The journal particularly welcomes studies that aim to evaluate and understand complex health care and nursing care interventions and health policies which employ the most rigorous designs and methods appropriate for the research question of interest. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 117 Documents
Pengaruh Self Hypnosis Terhadap Respon Cemas Mahasiswa Pada Ujian Tahap Akhir Program Di STIKes Buana Husada Ponorogo Yudha Anggit Jiwantoro; Afifa Ika Kridawati; Danies Tunjung Pratiwi
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.163 KB) | DOI: 10.32807/jkt.v2i1.43

Abstract

Pembelajaran praktik klinik keperawatan merupakan masa transisi dari situasi belajar dikelas ke situasi pelayanan yang nyata, hal ini sangat memungkinkan mahasiswa mengalami kecemasan yang tinggi. Kurangnya pengalaman klinik, dosen yang disiplin, takut membuat kesalahan merupakan situasi yang dapat memproduksi adanya kecemasan mahasiswa. Self hypnosis adalah suatu metode komunikasi persuasif yang digunakan untuk melakukan perubahan kognitif, sikap dan perilaku dengan memasuki wilayah sub consious dalam pikiran manusia. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh pemberian terapi self hypnosis terhadap respon cemas mahasiswa pada ujian tahap akhir program. Desain penelitian ini pra eksperimen dengan one group pre test post test design. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Buana Husada sebanyak 22 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner HARS dan modul self hypnosis, dengan analisa uji wilcoxon. Hasil penelitian ada pengaruh self hypnosis terhadap respon cemas mahasiswa. Kesimpulan penelitian ini pemberian self hypnosis berhasil secara signifikan menurunkan angka kecemasan mahasiswa.
Efektifitas Tepid Water Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Dengan Masalah Keperawatan Hipertermia: Studi Kasus Emy Mulyani; Nur Eni Lestari
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.379 KB) | DOI: 10.32807/jkt.v2i1.49

Abstract

Hipertermia merupakan gejala yang paling sering muncul pada anak dengan Dengue Haemoragic Fever (DHF).  Hipertermia dapat didefinisikan dengan suatu keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus.  Pada anak yang mengalami demam peningkatan suhu ringan kisaran 37,5-38°C. Dampak yang dapat ditimbulkan jika demam tidak ditangani adalah bisa menyebabkan kerusakan otak, hiperpireksia yang akan menyebabkan syok, epilepsi, retardasi mental atau ketidakmampuan belajar. Untuk mengatasi masalah hipertermia dapat dilakukan beberapa tindakan keperawatan mandiri yang bisa dilakukan, salah satunya yaitu Tepid Water Sponge (TWS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas TWS sebagai intervensi dalam pemberian asuhan keperawatan pada anak dengan masalah hipertermia. Desain yang digunakan adalah studi kasus pada 2 kasus anak dengan masalah hipertermia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan TWS mampu mengatasi masalah hipertermia pada anak. Hasil ini diharapkan dapat menjadi studi kasus manajemen hipertermia pada anak yang kemudian dapat dikembangkan menjadi penelitian dan landasan manajemen hipertermia pada anak.
Pengaruh Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene terhadap Konsep Diri Pasien Imobilisasi Fisik Diana Pefbrianti; Hamdan Hariawan; Sitti Rusdianah Jafar
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v2i2.84

Abstract

Masalah personal hygiene akan berdampak pada kesehatan dan psikis seseorang. Gangguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri, sedangkan gangguan psikologis dapat terjadi karena kondisi tersebut dapat menurunkan keindahan penampilan dan reaksi emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemenuhan kebutuhan personal hygiene terhadap konsep diri pasien dengan imobilisasi fisik di ruang internis RSUD Ratu Zalecha Martapura. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan pre and post test design yang melibatkan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di ruang internis RSUD Ratu Zalecha Matapura yang mengalami imobilisasi fisik. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling dengan jumlah 16 sampel untuk setiap kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan pemenuhan kebutuhan personal hygiene dan kelompok kontrol. Data yang diambil berupa konsep diri pasien menggunakan kuesioner. Data konsep diri dianalisis dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon sign rank dengan nilai signifikan α <0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemenuhan kebutuhan personal hygiene terhadap peningkatan konsep diri pada pasien imobilisasi fisik di RSUD Ratu Zalecha Martapura dengan hasil uji statistik P = 0,00 (P <0,05). Pemenuhan kebutuhan personal hygiene menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan konsep diri pasien. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian yang lebih spesifik mengenai personal hygiene pasien imobilisasi fisik terhadap konsep diri
Perbandingan Efektivitas Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet dan Audio Visual dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Niluh Miftahul Janah; Endar Timiyatun
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v2i2.67

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh menjadi sel kanker. Sel-sel yang terus menerus tumbuh menjadi benjolan disebut dengan tumor. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Sel kanker dapat menyebar kebagian tubuh lainnya. Masalah utama terjadinya kanker payudara adalah ketidakteraturan dan jarang sekali melakukan SADARI dengan benar. Sikap remaja yang tidak baik dapat mempengaruhi perilaku dalam melakukan SADARI. Mengetahui perbandingan efektifitas pendidikan kesehatan dengan media leaflet dan audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang SADARI di SMA Negeri 2 Banguntapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pra exsperiment one group pretest and postest, rancangan ini juga tidak ada kelompok pembanding (kontrol). Sampel berjumlah 40 responden, dengan pembagian 20 responden kelompok leaflet dan 20 responden kelompok audiovisual. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi di SMA Negeri 2 Banguntapan. Uji statistik yang di gunakan pada penelitian ini adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media leaflet dengan nilai (p=0,000) dan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (p=0,000). Dan menggunakan uji mann-whitney didapatkan (p=0,001) didapatkan hasil nilai mean untuk leaflet 14,40 dan untuk audiovisual sebesar 26,60 yang artinya bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual lebih efektif dari pada menggunakan media leaflet. Ada perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan dengan media leaflet dan audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan tentang SADARI di SMA Negeri 2 Banguntapan.
Pengaruh Kompres Hangat Dengan Warm water bags Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Di RSUD Kota Mataram Gusti Ayu Sri Puja Warnis Wijayanti; Awan Dramawan; Sultia Khair
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v3i1.190

Abstract

Demam adalah peningkatan suhu tubuh diatas normal yang apabila terjadi pada waktu yang lama, dapat menimbulkan sejumlah kerusakan otak permanen dan bisa berakibat fatal terutama pada anak-anak. Demam pada anak harus segera diatasi untuk mencegah bahaya lain yang dapat ditimbulkan akibat demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat dengan warm water bags terhadap perubahan suhu tubuh pada anak demam. Penelitian ini adalah penelitian pre experimental one group pre-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien anak yang mengalami demam di ruang IRNA III A RSUD Kota Mataram. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata perubahan suhu sebesar -0,54OC. Hasil uji statistik menggunakan Paired Simple t-Test  menunjukkan nilai p value = 0,00 atau p < α=0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh kompres hangat dengan warm water bags terhadap perubahan suhu tubuh pada anak demam di ruang IRNA III A RSUD Kota Mataram. Rumah sakit dapat menggunakan metode ini sebagai terapi pelengkap untuk menurunkan demam anak.
Aplikasi Model Keperawatan Levine pada Asuhan Keperawatan Anak dengan Masalah Oksigenasi Ely Mawaddah; Nani Nurhaeni; Dessie Wanda
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v2i2.89

Abstract

Masalah oksigenasi merupakan kondisi yang sering ditemui pada anak. Infeksi saluran nafas, kondisi sistem respirasi yang masih immatur, usia anak dan perubahan musim mempengaruhi penyakit pernafasan pada anak sehingga menyebabkan anak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Perawat membantu pemenuhan masalah pemenuhan kebutuhan oksigenasi agar tubuh mampu melanjutkan fungsi. Aplikasi Model Konservasi Levine bertujuan untuk memberikan tindakan keperawatan berdasarkan empat prinsip: konservasi energi, konservasi integritas struktur, konservasi integritas personal dan konservasi integritas sosial.  Studi ini menggunakan desain studi kasus. Kasus yang diambil berjumlah 5 kasus di ruang infeksi anak RSUPN Cipto Mangunkusumo. Sampel yang diambil adalah anak dengan masalah oksigenasi. Data diambil dari catatan medis dan perawatan pasien serta pemeriksaan fisik dan observasi pasien. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Model konservasi Levine memberikan panduan berpikir yang sistematis dalam pemberian asuhan keperawatan dan dapat diterapkan dalam perawatan anak dengan masalah oksigenasi. Perawat dapat menerapkan model konservasi levine dan digabungkan dengan model lainnya.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Balita di Puskesmas Tampaksiring II Anace Iwo; Ni Made Ari Sukmandari; Claudia Wuri Prihandini
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v3i1.92

Abstract

Perkembangan anak dibawah lima tahun (balita) merupakan bagian yang sangat penting karena berkaitan antara proses biologis, proses sosial-emosional dan proses kognitif. Salah satu faktor dalam perkembangan anak yaitu lingkungan pengasuhan. Dalam pengasuhan, peran orang tua sangat penting untuk memantau agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikai hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus anak balita di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring II Kabupaten Gianyar. Penelitian ini menggunakan metode deskritif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 314 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pola asuh orang tua tergolong baik yaitu sebanyak 160 responden (51,0%). Sebagian besar balita yang menjadi responden telah lulus pada tahap perkembangan motorik halusnya, yaitu sebanyak 291 orang (92,7%). Hasil uji Spearman Rank, didapatkan hasil nilai ρ=0,000, yang menunjukkan ada hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak balita.
(REATRACTED) Efektifitas Terapi Mendekap dan Terapi Musik dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Bayi saat Dilakukan Imunisasi Campak Fitri Wahyuni; Ulfa Suryani
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v2i2.58

Abstract

Meningkatnya angka kejadian campak pada balita menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran orangtua akan pentingnya imunisasi campak. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas terapi mendekap dan terapi musik dalam menurunkan skala nyeri pada bayi saat dilakukan imunisasi campak. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment dengan pendekatan pretest dan posttest without control grup desain. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik “purposive sampling” dengan total sampel 24 orang responden dan instrumen penelitian dengan menggunakan lembar observasi skala FLACC. Data dianalisa menggunakan komputerisasi dengan uji paired independent sampel t-test dengan tingkat kepercayaan 95% a<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan  rata-rata penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah terapi mendekap adalah 4,2 sedangkan terapi musik adalah 2,7. Disimpulkan bahwa terapi mendekap lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri pada bayi saat dilakukan imunisasi campak di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang tahun 2019 dengan p-value=0,017 (p<0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan dapat mengaplikasikan dan mengetahui manfaat dan efek yang dirasakan dari terapi mendekap dan terapi musik sehingga orangtua tidak merasa takut dalam pemberian terapi.
Karakterisitik Keluarga Pasien Tuberculosis Paru Di 5 Puskesmas Kabupaten Ende, Indonesia Irwan Budiana; Yustina P.M. Paschalia; Yoseph Woge
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v3i1.98

Abstract

Peningkatan jumlah tenaga dan fasilitas kesehatan tersebut bukan menjadi jaminan kasus penularan TB paru dapat diturunkan secara signifikan. Selain pengobatan yang dilakukan secara total kepedulian keluarga terhadap anggota keluarga yang menderita TB paru menjadi salah satu cara menekan penularan TB paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran karakteristik keluarga klien dengan kasus TB paru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisitik dengan pendekatan survei. Populasi adalah keluarga pasien TB Paru di wilayah kerja Puskesmas dalam Kota Kabupaten Ende. Jumlah sampel sebanyak 34 responden diambil dengan teknik total sampling. Data karakteristik yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan dan keyakinan responden. Analisa data dengan analisa univariat disajikan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia >40 tahun yaitu 13 orang (38.2%). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 24 orang (70.6%) dan berpendidikan SMA yaitu sejumlah 15 orang (44.1%). Mayoritas responden sudah menikah (73.5%) dengan pekerjaan sebagai petani yakni 17 orang (50.0%). 50% responden beragama katolik dan 50% lainnya beragama Islam. Karakteristik keluarga secara langsung maupun tidak langsung dapat berhubungan dengan tugas keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang menderita TB Paru.
Hubungan Stress dengan Kebiasaan Merokok pada Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Yogyakarta Ismi Chairunnisah Mayah; Ani Mashunatul Mahmudah; Sahrir Ramadhan
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 2, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkt.v2i2.83

Abstract

Perilaku merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat ditemui hampir di setiap kalangan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, mulai dari usia muda hingga tua. Rokok bukan lagi menjadi hal yang baru atau asing lagi di masyarakat. Sangat mudah untuk menemukan orang yang merokok, seperti di rumah, kantor, cafe, tempat-tempat umum, di dalam kendaraan, bahkan hingga di sekolah-sekolah. Merokok sudah menjadi lifestyle pada kebanyakan penduduk di negara bekembang, termasuk Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah perokok terbesar di Dunia. Dari data World Health Organization (WHO) pada tahun 2008, dapat disimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ketiga setelah China dan India pada sepuluh negara perokok terbesar. Jumlah perokok di Indonesia mencapai 65 juta penduduk. Sementara China mencapai 390 juta perokok dan India 144 juta perokok. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013. Mengungkapkan banyak di kalangan mahasiswa yang menyatakan bahwa dengan merokok dapat menghilangkan stres, kecemasan, gelisah, marah, sulit tidur, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara stress dengan kebiasaan merokok pada Komunitas Pendaki Indonesia Korwil Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan Kendall tau. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.055 pada signifikan 0.000 (p value <0.01). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara stress dengan kebiasaan merokok responden yang merupakan komunitas pendaki dimana semakin tinggi tingkat stressnya, semakin berat pula kebiasaan merokoknya.

Page 4 of 12 | Total Record : 117