cover
Contact Name
Samsuar
Contact Email
samsuarsil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
samsuarsil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agritechno
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 19797362     EISSN : 26562413     DOI : -
Jurnal AgriTechno merupakan publikasi yang diterbitkan oleh Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin. Edisi Perdana terbit dalam bentuk cetakan pada Bulan April 2008. Jurnal ini ditujukan sebagai wahana publikasi hasil-hasil penelitian dasar dan aplikatif yang bermutu dan orisinil. Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang teknik tanah dan air, teknik pasca panen, bangunan dan lingkungan pertanian, aplikasi elektronika dan sistim kendali, peralatan dan mesin budidaya, energi alternatif dan elektrifikasi, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, keamanan dan mikrobiologi pangan, bioteknologi, dan kimia pangan. Setiap artikel yang dimuat diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu dan meningkatkan pengetahuan tentang bidang ilmu dan teknologi yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Uji Kinerja Alat Perajang Rimpang Kitab Amelia; Iqbal Iqbal; Daniel Useng
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.226 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.43

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah bahan baku yang digunakan sebagai obat tradisional di industri jamu, farmasi, dan makanan serta minuman. Produksi dan konsumsi temulawak di Indonesia cukup tinggi oleh karena itu diperlukan suatu cara penanganan maupun pengolahan pasca panen dari temulawak tersebut. Dalam pengolahan hasil pertanian banyak teknologi mekanik yang digunakan, diantaranya adalah teknologi mesin perajang rimpang yang digunakan sebagai teknologi yang memudahkan dalam penanganan pasca panen temulawak. Mesin perajang rimpang ini diharapkan mendukung peningkatan hasil produksi temulawak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dan efisiensi alat perajang rimpang. Penelitian ini menggunakan alat perajang rimpang tipe horizontal dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas kerja alat perajang rimpang tipe horizontal sebesar 146,92 kg/jam, hasil ketebalan pemotongan 2,0038 mm, keseragaman hasil pemotongan 16,62 %, persentase rusak sebanyak 0,31 %, daya spesifik 0,0025 kW-jam/kg, dan efisiensi penerusan daya 1,576 %. Hasil ketebalan rata-rata dipengaruhi oleh kecepatan pemasukan bahan, tekanan yang diberikan pada bahan serta kecepatan putar pisau perajang.
ANALISIS PROFIL SEDIMEN MELAYANG DAN PENDUGAAN LAJU SEDIMENTASI PADA SALURAN SEKUNDER LONRONG DAERAH IRIGASI BISSUA KAB. GOWA Innan Najiah Arifin; Totok Prawitosari; Sitti Nur Faridah
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.511 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.45

Abstract

Bendungan Bissua merupakan bagian dari Daerah Irigasi Bili-Bili yang terdapat di kabupaten Gowa kecamatan Palangga. Seiring banyaknya permasalahan yang timbul pada daerah pengaliran maka terjadi perubahan sedimen dari sungai masuk ke bendung karena beberapa faktor salah satunya yaitu terjadi perubahan pola tanam yang menimbulkan banyak sisa-sisa pengolahan yang terbawa ke saluran. Keadaan ini berdampak juga terhadap pengoperasian waduk yang tidak optimal jika ada penumpukan sedimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sedimentasi pada penampang saluran sekunder yang terdapat pada Bendungan Bissua. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di saluran Sekunder Lonrong dari pintu utama sampai B.Lr1 Daerah Irigasi Bissua yang dilakukan tiga kali pengambilan sampel, dan di Laboratorium Mekanika Fluida Program Studi Keteknikan Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Hasil sedimen tertinggi pada titik pengambilan I yaitu sebesar 3,5 g/l, untuk hasil debit saluran tertinggi pada titik pengambilan V yaitu 0,74268 m3/s, untuk pengaruh sedimen melayang terhadap luas penampang saluran basah tidak berpengaruh, dan untuk hasil debit sedimen kg perhari memiliki jumlah rata-rata 0,17677 kg/hari.
Pengaruh Waktu Panen Batang Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L) Moench) Terhadap Nira Yang Dihasilkan Indi Indahdiah Nurharini; Supratomo Supratomo; Junaedi Muhidong
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.812 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.46

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu panen berdasarkan ruas-ruas batang sorgum manis, terhadap volume juice dan kadar gula (brix) yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2012 di Pabrik PT. Sinar Indonesia Merdeka (SINDOKA), Jln. Trans Sulawesi, Korondeme Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.Dua jenis varietas sorgum yang digunakan yakni NTJ dan ICSR. Peralatan utama yang digunakan adalah refractometer untuk mengukur kadar brix gelas ukur digunakan untuk mengukur volume juice. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penundaan waktu panen akan meningkatkan volume juice per volume ruas pada sorgum Varietas NTJ dan ICSR. Namun volume juice per berat ruas tidak dipengaruhi oleh waktu panen.Volume juice juga dipengaruhi oleh posisi ruas dimana ruas paling atas pada kedua varietas NTJ dan ICSR mempunyai volume juice lebih tinggi dibandingkan volume juice pada ruas bawah dan tengah. Untuk varietas NTJ, volume juice tertinggi diperoleh pada panen sore hari. Sedang untuk ICSR, volume juice per volume ruas tertinggi pada panen pagi hingga siang hari. Nilai rata rata kandungan gula untuk Varietas NTJ tertinggi pada waktu panen siang hari. Sedangkan untuk Varietas ICSR, kandungan gulat tertinggi di peroleh pada waktu panen pagi hari
Uji Kinerja Knapsack Sprayer Tipe Pb 16 Menggunakan Hollow Cone Nozzle dan Solid Cone Nozzle Andi Paramita Guntur; Iqbal Iqbal; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.241 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.47

Abstract

Budidaya tanaman untuk mengendalikan gulma, hama dan penyakit tanaman umumnya menggunakan pestisida berbentuk cair dan tepung. Untuk mengaplikasikan pestisida cair digunakan alat penyemprot yang disebut sprayer, sedangkan untuk pestisida berbentuk tepung digunakan alat yang disebut duster. Sprayer merupakan alat aplikator pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan pengendalian hama dan penyakit tumbuhan. Umumnya petani menggunakan knapsack sprayer untuk menyemprotkan cairan pestisida berdekatan antara nosel dan tanaman sayur-sayuran. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai uji kinerja alat untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi masyarakat mengenai cara penanggulangan penyemprotan pestisida yang baik terhadap tanaman sayur-sayuran tersebut. Metodologi dari penelitian ini adalah pengujian debit yang keluar dari nosel, pengujian distiribusi air, dan pengujian keseragaman droplet dari dua noselyang berbeda. Hasil debit dari nosel emas sebesar 0,587 l/menit, dan debit nosel hijau sebesar 1,350 l/menit, pada uji penyebaran droplet nosel hijau (Solid Cone) volume penyemprotan lebih merata di bandingkan nosel emas (Hollow Cone), droplet hollow cone nozzle pada ketinggian 40 cm lebih merata dan seragam, sedangkan droplet solid cone nozzle pada ketinggian 30 cm lebih merata dan droplet pada ketinggian 40 cm lebih seragam.
Karakteristik pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon (capsicum annuum L. Var. Sinensis) Rusmiati Rustam; Salengke Salengke; Junaedi Muhidong
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.763 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.48

Abstract

Cabai Katokkon merupakan salah satu cabai local yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Akan tetapi, belum ada penelitian yang telah dilakukan menyangkut aspek pasca panen, khususnya pengeringan dari komoditas ini. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada studi tentang laju pengeringan dan perubahan warna cabai Katokkon selama pengeringan. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu suhu pengeringan (40°C, 50°C, 60°C), lama blanching (15 menit, 30 menit, 45 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat laju pengeringan dan kadar air basis basah semakin cepat menyusut. Tiga model pengeringan (model Newton, model Henderson dan Pabis, dan model Page) menghasilkan nilai MR yang cukup dekat dengan nilai MR observasi. Namun demikian, meodel Page menghasilkan nilai prediksi yang terbaik dan menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan Newton dan Hederson-Pabis. Hal ini menunjukkan bahwa model Page adalah model terbaik untuk merepresentasikan model pengeringan karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan cabai Katokkon. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin lama pengeringan maka semakin menurun tingkat kecerahan warna cabai Katokkon dan semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat perubahan warna menjadi lebih gelap.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN BATANG SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench) TERHADAP RENDEMEN DAN BRIX NIRA YANG DIHASILKAN Rizka Dwi Putrianti; Salengke Salengke; Supratomo Supratomo
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.819 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.49

Abstract

serbaguna yang memiliki banyak kegunaan. Salah satu bagian tanaman sorgum manis yang memiliki kegunaan adalah batang sorgum manis, batang sorgum manis apabila diperas akan menghasilkan nira. Nira sorgum manis memiliki brix berkisar antara 15 % - 21 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penyimpanan batang sorgum manis terhadap rendemen dan brix nira yang dihasilkan dan kegunaan penelitian ini adalah memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada rendemen dan brix nira akibat penundaan proses penggilingan/pemerasan. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2012 di PT. Sinar Indonesia Merdeka (SINDOKA) Jln. Trans Sulawesi, Korondeme Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode lama penyimpanan batang sorgum manis terhadap rendemen dan brix nira yang dihasilkan dengan menggunakan dua varietas sorgum manis yaitu NTJ 2 dan ICSR dengan perlakuan terkena sinar matahari dan tidak terkena sinar matahari dimana batang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian bawah, tengah dan atas (setiap bagian terdiri dari 3 ruas) dan dilakukan tanpa penyimpanan (0 hari) dan disimpan selama 2,4,6 hari dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brix pada batang bagian bawah lebih tinggi daripada batang bagian tengah dan bagian atas. Semakin lama batang sorgum disimpan dan terkena sinar matahari maka brix akan semakin turun. Agar rendemen yang dihasilkan tinggi maka sebaiknya batang langsung diperas setelah dipanen.
Pengembangan Telemetri Ketinggian Permukaan Air Pada Sungai Ta’Deang Kab. Maros Suki Mariadi; Iqbal Iqbal; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.714 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.50

Abstract

Tinggi muka air merupakan salah satu komponen penting dalam informasi hidrograf terutama dalampenelusuran banjir. Oleh karena kondisi tinggi muka air yang selalu berubah (fluktuatif) serta pengambilan data yang harus continue. Alat pendeteksi tinggi muka air yang menggunakan rotary encoder sebagai sensor pembaca perubahan tinggi muka air dan Neo GSM sebagai pengirim data dapat menjawab permasalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan informasi keadaan tinggi muka air serta untuk mengetahui ketepatan waktu pengiriman informasi tinggi muka air. Metode pengujian sistem ini menyangkut 2 komponen yaitu ketepatan pembacaan ketinggian dan ketepatan pengiriman data. Hasil pengujian pembacaan ketepatan ketinggian diperoleh nilai koefisien determinan (R2)=0,9867 yang menunjukkan keakuratan pembacaan. Pada pengujian ketepatan pengiriman data terdapat delay terbesar antara pukul 18.01-24.00.
Mempelajari Sifat Fisik Beras Varietas Padi Cigeulis Dan Inpari – 4 Pada Penggilingan Padi Mobile Hastang Hastang; Mursalim Mursalim; Junaedi Muhidong
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.095 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i1.51

Abstract

Penggilingan padi mempunyai peranan yang penting dalam mengkonversi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. Dalam kaitan dengan proses penggilingan padi, karakteristik fisik padi sangat perlu diketahui karena proses penggilingan padi sebenarnya mengolah bentuk fisik dari butiran padi menjadi beras putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dimensi (panjang, lebar, tebal) dan perubahan berat dari gabah menjadi beras utuh, selama proses penggilingan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2015 di Laboratorium Program Studi Keteknikan Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan dan pengukuran pada masing – masing varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata – rata perubahan dimensi dari masing – masing varietas meliputi panjang, tebal, dan tinggi dari gabah menjadi beras utuh selama proses penggilingan varietas Cigeulis yaitu 9,722 %, 6,778 %, dan 30,29 %. Sedangkan varietas Inpari-4 yaitu 9,845 %, 6,730 % dan 31,66 %. Sedangkan persentase berat beras utuh, patah dan menir dengan rata- rata persentase yaitu Beras Utuh 40,42%, BP 34,42% dan BM 25,14%. Sedangkan varietas Inpari-4 memiliki rata – rata yaitu BU 39,26 %, 34,88%, 25,84%.
Perubahan Sifat Ubi Jalar Varietas Kalasan Dan Varietas Cilembu Selama Penggorengan Terendam Helen Indira; Supratomo Supratomo; Sitti Nur Faridah
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.319 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i1.52

Abstract

Penggorengan terendam (Deep fat frying ) adalah proses menggoreng dimana bahan pangan terendam dalam minyak dan seluruh bagian permukaannya mendapat perlakuan panas yang sama. Proses ini diawali dengan memasukkan minyak goreng ke dalam ketel penggorengan, kemudian memanaskannya. Selanjutnya memasukkan bahan yang akan digoreng. Dari ketel akan diperoleh hasil gorengan yang dihasilkan dari minyak, serta akan terlihat hasil minyak akibat penggorengan serta kerak pada bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik selama penggorengan yang meliputi: kerapatan, penyusutan, porositas, kadar air, pembentukan kerak selama proses penggorengan dengan menggunakan minyak dengan suhu 160°C. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2015 di Laboratorium Mekanika Fluida Program Studi Keteknikan Pertanian, Universitas Hasanuddin. Metode penelitian ini adalah menggunakan varietas ubi jalar kalasan (kuning) dan varietas ubi jalar cilembu (putih) sebagai bahan yang akan digoreng dengan suhu minyak 160°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan kerapatan, porositas, penyusutandan kadar air varietas ubi jalar cilembu lebih besar dibandingkan varietas ubi jalar kalasan.
Mempelajari Hydrocooling Terhadap Distribusi SuhuBuah Jambu Biji Merah (Psidium guajava). Muhammad Rusdi; Supratomo Supratomo; Abdul Waris
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 1, April 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.858 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i1.54

Abstract

Buah jambu biji merah (psidium guajava) merupakan buah klimaterik sehingga tingkat kematangan dan suhu penyimpanan sangat mempengaruhi umur penyimpanan buah. Salah satu tahap awal penyimpanan buah jambu biji adalah hydrocooling, pada perlakuan ini beberapa faktor kualitas fisik dan kimia buah yang dilihat perubahannya seperti bobot, diameter, kebulatan, warna, dan kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perlakuan hydrocooling terhadap distribusi suhu buah jambu biji merah (psidium guajava). Metode yang digunakan yaitu buah jambu biji merah diberikan perlakuan hydroccoling untuk tingkat kematangan yang berbeda, yaitu matang berlebihan, matang, dan mengkal, dimana buah tersebut direndam pada hydrocooler untuk mengetahui masing-masing suhu permukaan buah, suhu kedalaman 1,5 cm daging buah, dan suhu pusat buah dengan menggunakan thermocouple. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah jambu biji merah dengan rata-rata geometric mean diameter (GMD) 6,4 cm terjadi peningkatan kadar air, dimana buah jambu biji merah matang berlebihan terjadi peningkatan kadar air sebanyak 3,36% dan buah jambu biji merah matang terjadi peningkatan 2,4%, sedangkan buah jambu biji merah mengkal tidak terjadi peningkatan kadar air. Distribusi pada buah jambu biji merah matang berlebihan mengalami suhu yang paling cepat konstan mencapai 60C secara menyeluruh pada buah dibandingkan dengan distribusi suhu pada buah jambu biji merah matang dan mengkal.

Page 2 of 20 | Total Record : 195