cover
Contact Name
Samsuar
Contact Email
samsuarsil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
samsuarsil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agritechno
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 19797362     EISSN : 26562413     DOI : -
Jurnal AgriTechno merupakan publikasi yang diterbitkan oleh Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin. Edisi Perdana terbit dalam bentuk cetakan pada Bulan April 2008. Jurnal ini ditujukan sebagai wahana publikasi hasil-hasil penelitian dasar dan aplikatif yang bermutu dan orisinil. Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang teknik tanah dan air, teknik pasca panen, bangunan dan lingkungan pertanian, aplikasi elektronika dan sistim kendali, peralatan dan mesin budidaya, energi alternatif dan elektrifikasi, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, keamanan dan mikrobiologi pangan, bioteknologi, dan kimia pangan. Setiap artikel yang dimuat diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu dan meningkatkan pengetahuan tentang bidang ilmu dan teknologi yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Pendugaan Lengas Tanah Inceptisol Pada Tanaman Hortikultura Menggunakan Citra Landsat 8 Nurilmi Dwi Mutmainna; Mahmud Achmad; Suhardi Suhardi
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.599 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i2.67

Abstract

Ketersediaan air tanah atau kadar lengas tanah merupakan salah satu faktor penting bagi tanaman secara umum. Salah satu cara mengetahui lengas tanah yaitu dengan bantuan citra satelit. Inceptisol merupakan tanah muda dan mulai berkembang. Bertekstur gembur, warna tanah gelap, mempunyai struktur yang baik, dan cukup subur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun algoritma pendugaan kelengasan tanah dari komponen citra Landsat 8 Di Kelurahan Bajeng, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Takalar. Metode yang dilakukan pada penelitian ini meliputi pemotongan citra, koreksi radiometrik, pengembangan model pendugaan kadar lengas tanah menggunakan citra Landsat 8, dan pembuatan peta kontur lengas tanah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan algoritma pendugaan pada band 2 biru menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,653 dengan persamaan LT = - 130.2(B2)2 + 114.0(B2) + 11.08. Pada Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI) menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,843 dengan persamaan LT = 324,6(1,5x((B5-B4) /(B5+B4+0,5))3 - 387,7 (1,5 x ((B5-B4)/(B5+B4+0,5))2 + 135,5(1,5 x ((B5-B4)/ (B5+B4+0,5)) + 20,78. Pada kromatisasi hijau menghasilkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,576 dengan persamaan LT=2E+10(B3/B2+B3+B4)3-2E+10((B3/B2 + B3 + B4 )2 + 8E+09(B3/B2+B3+B4)-8E+08.
Hydrograph Debit Banjir Rencana pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo Makassar dengan Model Hidrologi HEC-HMS Kezia Pasa; Mahmud Achmad; Sitti Nur Faridah
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.348 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i2.68

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu persoalan utama masyarakat yang bermukim di daerah perkotaan dan area sekitar sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo adalah DAS yang secara administratif terletak ditengah kota besar, Makassar. Potensi kejadian banjir di DAS ini cukup besar karena posisi dan letaknya yang lebih rendah dari tinggi muka air laut dan alih fungsi lahan yang terus meningkat. Salah satu cara memperhitungkan bencana banjir adalah dengan menggunakan model Hydrologic Engineering Center’s - Hydrologic Modeling System (HEC-HMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya debit banjir rencana yang akan terjadi selama periode waktu 2, 5, 20 dan 50 tahunan di DAS Tallo sehingga penentukan daerah-daerah yang rawan banjir dan kemampuan sungai dalam menampung banjir dapat diperhitungkan. Pengolahan data meliputi: 1. proses karakterisasi DAS Tallo menggunakan Global Mapper dan ArcMap, 2. menentukan nilai curah hujan rencana, 3. melakukan running data input dan parameter di HEC-HMS dengan metode SCS-CN, 4. mensimulasikan hasil permodelan pada ArcScene, dan 5. pengecekan/ground truth hasil permodelan pada titik-titik rawan banjir. Nilai debit banjir rencana yang diperoleh untuk periode ulang 2, 5, 20 dan 50 tahun secara berturut-turut adalah 81,80 m3/s, 115,30 m3/s, 151,20 m3/s dan 169,50 m3/s. Hasil tersebut disimulasikan di dalam ArcScene sehingga didapatkan lebar limpasan 2-8 m untuk periode ulang 5 tahunan, 2-25 m untuk periode ulang 20 tahunan dan lebih dari 25 m untuk periode ulang 50 tahunan. Sementara itu untuk periode ulang 2 tahunan tidak terjadi genangan sama sekali. Setelah dilakukan pengecekan atau groundtruth data di beberapa titik wilayah genangan, maka hasil simulasi di ArcScene sesuai dengan hasil ground truth tersebut. Dengan demikian, nilai debit banjir untuk setiap periode waktu pada DAS Tallo dapat dimodelkan dengan baik di HEC-HMS. Adapun, daerah-daerah yang secara administratif memiliki potensi terjadinya banjir akibat luapan sungai adalah daerah-daerah di sekitar pengaliran sungai terutama di daerah hilir.
Analisis Perhitungan Debit Muatan Sedimen (Suspended Load) Pada Daerah Irigasi Lekopancing Kabupaten Maros Nurul Afdhaliah; Sitti Nur Faridah; Ahmad Munir
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.464 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i2.69

Abstract

Daerah Irigasi Lekopancing terletak di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. Irigasi ini mengairi lahan pertanian seluas 3.626 ha. Penggunaan efisiensi irigasi Lekopancing mengalami penurunan yang drastis selama beberapa tahun terakhir akibat adanya penumpukan sedimen sepanjang saluran. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung debit muatan sedimen melayang (suspended load) dengan menggunakan metode lapangan, pendekatan Lane dan Kalinske, dan pendekatan Einsten dan membandingkan hasil perhitungan dengan hasil yang berada di lapangan yang terdapatdi saluran irigasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan membagi 3 segmen irigasi dan melakukan pengambilan sampel sedimen kemudian menghitung sedimen yang ada di saluran Lekopancing dengan cara menganalisis data menggunakan pendekatan Lane dan Kalinske dan pendekatan Einstein untuk memperkirakan seberapa besar sedimen melayang di daerah irigasi tersebut. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu, debit muatan sedimen melayang tertinggi berada di segmen B yaitu 1,14x10-4 kg/s (metode langsung), 1,6x10-3 kg/s (Pendekatan Lane dan Kalinske), dan 3,7x10-3 kg/s (Pendekatan Einstein). Hasil perbandingan hubungan korelasi dari kedua pendekatan yaitu pendekatan Einstein memiliki korelasi yang baik dengan pengukuran langsung dan pendekatan Lane dan Kalinske memiliki korelasi yang kurang baik.
Penerapan Teknologi Ohmic Heatingpada Fermentasi Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Risqan Abdillah Gali; Salengke Salengke; Iqbal Iqbal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.539 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i2.70

Abstract

Luas perkebunan kakao di Indonesia mencapai 1.724.092 ha dengan tingkat produksi mencapai 661.243 ton. Sulawesi menjadi salah satu dari penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan luas perkebunan 984.040 ha dan tingkat produksi mencapai 460.024 ton. Namun, kualitas dari biji kakao yang dihasilkan masih sangat rendah yaitu berada pada grade 3 dan grade 4. Permasalahan tersebut dapat ditangani dengan melakukan proses penangangan pasca panen yang benar serta meningkatkan mutu biji kakao melalui penerapan teknologi fermentasi. Penelitian ini menggunakan teknologi ohmic heating pada proses fermentasi dengan memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh aliran listrik yang terkontrol untuk mempertahankan suhu fermentator tetap berada pada suhu 40°C, 45°C dan 50°C. Biji kakao difermentasi selama tiga dan lima hari, sebagai pembanding dilakukan proses fermentasi secara tradisional selama 5 hari serta pengeringan biji kakao tanpa melalui proses fermentasi. Setelah melakukan proses fermentasi, biji kakao dikeringkan dan dilakukan uji belah untuk mengetahui persentasi biji slaty, purple dan brown. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, nilai konduktivitas listrik pada tumpukan biji kakao meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya suhu, dengan persentase biji terfermentasi yang terbesar yaitu pada suhu 50°C.
Analisis Kandungan Nitrogen Tanah Sawah Menggunakan Spektrometer Sitti Safirah Yuliani; Daniel Useng; Mahmud Achmad
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.412 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i2.71

Abstract

Tanah merupakan media tumbuh alami yang menyediakan makanan (unsur hara) bagi kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan (tanaman). Tanah yang memenuhi syarat agar pertumbuhan tanaman dapat optimal yang memiliki kandungan unsur hara yang cukup. Kandungan nitrogen pada tanah berbeda-beda tergantung pada karakteristik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui korelasi kandungan nitrogen (N) dengan nilai spektral, serta mengetahui ketersediaan hara (Kandungan Nitrogen) pada tanah yang dapat mempengaruhi produksi tanaman padi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan speckrometer sebagai alat optik untuk menghasilkan garis spektrum cahaya dan mengukur panjang gelombang. Hasil pengukuran spektrometer inilah yang digunakan untuk mengidentifikasi kandungan unsur hara pada tanah dimana hanya dengan melihat gelombang pada warna tanah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kandungan nitrogen pada lahan yang sama tapi cara pemupukan yang berbeda memiliki tingkat perbedaan yang tidak terlalu jauh berbeda. Hubungan kandungan nitrogen dengan nilai reflektansi mengatakan bahwa semakin tinggi kandungan nitrogen pada tanah maka nilai reflektansi semakin rendah begitu pula sebaliknya.
Pendugaan Produksi Dan Indeks Vegetasi Tanaman Padi Menggunakan Data Citra Platform Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Dan Data Citra Satelit Landsat 8 Winda Fitasari; Daniel Useng; Ahmad Munir
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 10, Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.342 KB) | DOI: 10.20956/at.v10i2.72

Abstract

Beras berasal dari padi atau gabah yang dibudidayakan sehingga menjadi bahan pokok makanan seperti sekarang ini. Padi (Oryza sativa L) merupakan aspek paling utama pada pertanian. Produksi padi dapat diketahui setelah masa panen berakhir. Maka itu dibutuhkan suatu informasi untuk mengetahui hasil produksi sebelum masa panen. Pemanfaatan GIS (Geograpichal Information System) atau dikenal sebagai Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu mengelola sumber daya pertanian. Pemanfaatan penginderaan jauh berupa citra fotografik UAV (Unmanned Arial Vehicle) dan citra satelit Landsat 8, kita dapat memantau pertumbuhan tanaman padi serta memperoleh informasi tingkat produksi lahan sawah. Tujuan dari penelitian ini untuk memprediksi tingkat produksi tanaman padi dari hasil citra dan melihat keakuratan klasifikasi terpantau terhadap citra fotografik UAV. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Klasifikasi terpantau pada software, dengan menggunakan data lapangan. Hasil klasifikasi terpantau menunjukkan persentase untuk produksi rendah 22%, produksi sedang 51% dan produksi tinggi 27%. Tingkat kesalahan tertinggi pada klasifikasi tingkat produksi tinggi sebanyak 47,05%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa overall accuracy adalah 73,01%. Hal ini berarti tingkat ketelitian akurasi dapat diterima. Indeks vegetasi yang terbaik dalam pendugaan produksi pada tingkat varietas adalah varietas VARI green.
STUDI TENTANG HUBUNGAN TINGKAT NAUNGAN DAN KADAR AIR TANAH PADA LAHAN KAKAO DENGAN NILAI DIGITAL CITRA LANDSAT 8 TM Muhammad Iqbal Amiruddin; Daniel Useng; Haerani Haerani
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.597 KB) | DOI: 10.20956/at.v8i2.73

Abstract

Tanaman kakao merupakan tanaman perkebunan berprospek menjanjikan. Tetapi jika faktor pemeliharaan termasuk juga ketersediaan air tanah tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kualitas tanaman kakao akan rendah. Tingkat kadar air tanah dapat bertahan lama bila naungan dipertahankan karena kurangnya evaporasi, terutama pada musim kemarau. Di sisi lain, diperlukan data geografi berupa kondisi dan kualitas lahan kakao yang dapat diperoleh dengan cepat tanpa harus melakukan survei secara langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat naungan dan dinamika kadar air tanah pada lahan kakao dengan nilai digital citra landsat 8 TM. Hasil pada penelitian ini diperoleh dengan melakukan pengolahan data citra dan analisis kadar air tanah kemudian disajikan dalam bentuk grafik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat naungan dan kadar air tanah pada lahan kakao memiliki hubungan dengan nilai digital piksel pada citra satelit landsat 8 TM. Indeks vegetasi VARIgreen (Variable Atmospherically Resistant Index) menghasilkan nilai yang lebih sesuai digunakan dalam identifikasi pengaruh tingkat naungan pada lahan kakao. Band 6 lebih efektif digunakan untuk mengetahui tingkat vegetasi yang kemudian berpengaruh terhadap dinamika kadar air tanah karena memiliki kecenderungan pola data yang hampir sama dengan nilai kadar air tanah.
ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR DI DAERAH IRIGASI BILA KALOLA KABUPATEN WAJO Wira Kusumah; Sitti Nur Faridah; Suhardi Suhardi
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.821 KB) | DOI: 10.20956/at.v8i2.74

Abstract

Daerah Irigasi Bila Kalola merupakan jaringan irigasi yang terdapat di kabupaten Wajo dan merupakan jaringan irigasi dengan sistem terbuka. Sistem jaringan irigasi Bila Kalola dilayani oleh dua bangunan utama sebagai bangunan pengambilan, yaitu Bendung Bila dan Bendungan Kalola. Bendung Bila di sungai Bila dan bendungan Kalola di sungai Kalola. Jaringan irigasi dari kedua bangunan pengambilan ini saling berhubungan dengan adanya saluran koneksi Kalola.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai efisiensi penyaluran air di saluran primer, sekunder Callaccu dan tersier di Daerah Irigasi Bila Kalola kabupaten Wajo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mean section method untuk setiap saluran pengamatan. Debit inflow diukur pada pangkal saluran dan debit outflow pada ujung saluran. Efisiensi penyaluran air di kawasan Callaccu daerah irigasi Bila Kalola pada saluran primer sebesar 91,74%, saluran sekunder Callaccu sebesar 78,53% dan saluran tersier sebesar 69,74%. Kehilangan air terbesar pada tiap saluran disebabkan oleh faktor rembesan atau kebocoran saluran.
MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS GABAH KETAN (Oryza sativa glutinosa) VARIETAS SETAIL DAN VARIETAS CIASEM Nur Rahmayanti; Supratomo Supratomo; Olly Sanny Hutabarat
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.027 KB) | DOI: 10.20956/at.v8i2.75

Abstract

Ketan termasuk salah satu varietas dari ribuan varietas padi yang merupakan tumbuhan semusim. Beras ketan yang dihasilkan dari padi ketan memiliki kandungan pati (amilosa dan amilopektin) yang berbeda dengan beras non-ketan. Ketan memiliki kandungan amilosa yang rendah dan memiliki kandungan amilopektin yang tinggi sehingga teksturnya lengket saat dimasak. Untuk menghasilkan beras ketan yang bermutu dan bercita rasa tinggi diperlukan penanganan pascapanen yang baik terutama dalam pengeringan gabah. Pengeringan ini bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai batas tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan gabah akibat aktivitas biologi dan kimia sebelum gabah diolah/digunakan. Pengeringan lapisan tipis merupakan langkah mendasar dalam memahami perilaku pengeringan bahan pangan hasil pertanian, termasuk gabah. Penelitian ini menggunakan gabah padi ketan varietas Setail (ketan hitam) dan varietas Ciasem (ketan putih) yang diperoleh dari desa Sicini, kecamatan Parigi, kabupaten Gowa. Dengan alat tray drier gabah dikeringkan menggunakan tiga level suhu (50, 55 dan 60oC) dan kecepatan aliran udara 1.0 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat gabah mendekati kadar air kesetimbangan. Ketan hitam memiliki laju penguapan air yang lebih besar dibandingkan dengan ketan putih di ketiga level suhu pengeringan. Ada lima jenis model pengeringan yang diuji untuk mendeteksi perilaku MR (Moisture Ratio) yakni Model Newton, Model Henderson & Pabis, Model Page, Model Thompson dan Model Two-Terms Exponential. Persamaan Model Page untuk tiga level suhu dan dua jenis gabah menunjukkan nilai R2 yang paling besar dan nilai χ2 dan RMSE terkecil dibandingkan keempat persamaan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Model Page adalah model pengeringan yang terbaik karena memiliki kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengeringan lapisan tipis padi ketan hitam dan ketan putih.
EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA SALURAN INDUK PEKKABATA DAERAH IRIGASI SADDANG UTARA KABUPATEN PINRANG Eva Lusiantorowati; Totok Prawitosari; Mahmud Achmad
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 8, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.309 KB) | DOI: 10.20956/at.v8i2.76

Abstract

Saluran induk (saluran primer) adalah saluran yang membawa air dari jaringan utama ke saluran sekunder dan ke petak-petak tersier. Efisiensi merupakan perbandingan antara jumlah air yang diberikan dengan jumlah air yang dimanfaatkan pada proses pertanian. Saluran Induk Pekkabata merupakan bagian dari Daerah Irigasi Saddang Utara dengan panjang saluran 16.815 meter dan luas layanan 5.112 Ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besar kehilangan air pada saat penyaluran air dan mengetahui tingkat efisiensi penyaluran pada Saluran Induk Pekkabata. Penelitian ini dilakukan dengan metode kesetimbangan air, dengan mengukur debit inflow dan debit outflow, menghitung evaporasi, rembesan dan kebocoran disepanjang saluran. Besar kehilangan air pada tiap ruas pengukuran dihitung dengan mengurangkan hasil perhitungan debit masuk (inflow) dengan hasil perhitungan debit keluar (outflow) Hasil penelitian ini berupa rata-rata tingkat efisiensi pada Saluran Induk Pekkabata adalah 94,42%. Kehilangan air terbesar pada saluran disebabkan karena rembesan (seepage).

Page 4 of 20 | Total Record : 195