cover
Contact Name
Samsuar
Contact Email
samsuarsil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
samsuarsil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agritechno
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 19797362     EISSN : 26562413     DOI : -
Jurnal AgriTechno merupakan publikasi yang diterbitkan oleh Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin. Edisi Perdana terbit dalam bentuk cetakan pada Bulan April 2008. Jurnal ini ditujukan sebagai wahana publikasi hasil-hasil penelitian dasar dan aplikatif yang bermutu dan orisinil. Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang teknik tanah dan air, teknik pasca panen, bangunan dan lingkungan pertanian, aplikasi elektronika dan sistim kendali, peralatan dan mesin budidaya, energi alternatif dan elektrifikasi, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, keamanan dan mikrobiologi pangan, bioteknologi, dan kimia pangan. Setiap artikel yang dimuat diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu dan meningkatkan pengetahuan tentang bidang ilmu dan teknologi yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Evaluasi Model Pengeringan Lapisan Tipis Jagung (Zea Mays L) Varietas Bima 17 dan Varietas Sukmaraga Fitri Andriani; Junaedi Muhidong; Abdul Waris
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.54 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.32

Abstract

Pengeringan bahan pangan adalah penanganan pascapanen yang sangat penting. Pengeringan adalah proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam jumlah yang relatif kecil dari bahan dengan menggunakan energi panas. Hasil dari proses pengeringan adalah bahan kering yang mempunyai kadar air sama dengan kadar air keseimbangan udara (atmosfir) normal atau setara dengan nilai aktivitas air yang aman dari kerusakan mikrobiologis, enzimatis dan kimiawi. Perkembangan ini juga membuat penelitian mengenai karakteristik (fisik dan kimiawi) semakin dinamis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model pengeringan lapisan tipis yang paling sesuai dengan karakteristik jagung Hibrida (Bima 17) dan jagung Komposit (Sukmaraga) selama proses pengeringan berlangsung. Metode yang digunakan adalah metode uji coba dan melakukan proses pencocokan (Fitting) dengan model Newton, model Hendarson, model Page, model Midilli et.al dan model Two Term. Biji jagung dikeringkan menggunakan alat pengering tipe rak dengan varietas suhu 40°C dan 50°C. Dari hasil penelitian pengeringan lapisan tipis menunjukkan bahwa model Midilli et.al dan model Two Term lebih sesuai dengan model pengeringan biji jagung Hibrida (Bima 17) dan biji jagung Komposit (Sukmaraga) baik pada suhu 40°C dan 50°C hal ini dapat ditunjukkan nilai R2 yang lebih besar atau mendekati 1 dibandingkan dengan model Newton, model Henderson dan model Page.
Penerapan Fuzzy logic Pada Alat Ukur Kandungan Nutrisi Media Tanam Hidroponik Muhammad Qayyum Hamka; Ahmad Munir; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.679 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.33

Abstract

Pemberian nutrisi pada budidaya secara hidroponik diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pada proses budidaya hidroponik, nutrisi yang terkandung dalam media tanam hidroponik akan berkurang dikarenakan penyerapan tanaman maupun transpirasi. Namun, petani tidak memiliki informasi mengenai jumlah nutrisi yang hilang. Akibatnya penambahan nutrisi diberikan pada takaran seperti pada awalnya saja. pemberian nutrisi dengan cara tersebut tidak efisien, karena banyak nutrisi yang terbuang. Maka dari itu informasi mengenai jumlah nutrisi pada media tanam hidroponik sangat penting untuk diketahui. Karena itu, diperlukan sebuah instrumen yang mampu mengukur kandungan nutrisi pada media tanam hidroponik secara akurat. Fuzzy logic merupakan metode yang mampu meyelesaikan suatu masalah nonlinier yang sangat kompleks. Penerapan fuzzy logic pada alat ukur mampu menghasilkan alat ukur yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alat ukur yang dapat mengukur kandungan nutrisi pada media tanam hidroponik dengan menggunakan sistem fuzzy logic. Dari penelitian ini, dihasilkan alat ukur kandungan nutrisi pada media tanam hidroponik dengan total error sebesar 0,506 % .
Mempelajari Sifat Fisik Beras Varietas Padi Cigeulis Dan Inpari – 4 Pada Penggilingan Padi Mobile Hastang Hastang; Mursalim Mursalim; Junaedi Muhidong
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.917 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.34

Abstract

Penggilingan padi mempunyai peranan yang penting dalam mengkonversi padi menjadi beras yang siap diolah untuk dikonsumsi maupun untuk disimpan sebagai cadangan. Dalam kaitan dengan proses penggilingan padi, karakteristik fisik padi sangat perlu diketahui karena proses penggilingan padi sebenarnya mengolah bentuk fisik dari butiran padi menjadi beras putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan dimensi (panjang, lebar, tebal) dan perubahan berat dari gabah menjadi beras utuh, selama proses penggilingan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2015 di Laboratorium Program Studi Keteknikan Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan pengamatan dan pengukuran pada masing – masing varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa rata – rata perubahan dimensi dari masing – masing varietas meliputi panjang, tebal, dan tinggi dari gabah menjadi beras utuh selama proses penggilingan varietas Cigeulis yaitu 9,722 %, 6,778 %, dan 30,29 %. Sedangkan varietas Inpari-4 yaitu 9,845 %, 6,730 % dan 31,66 %. Sedangkan persentase berat beras utuh, patah dan menir dengan rata- rata persentase yaitu Beras Utuh 40,42%, BP 34,42% dan BM 25,14%. Sedangkan varietas Inpari-4 memiliki rata – rata yaitu BU 39,26 %, 34,88%, 25,84%.
ANALISIS STABILITAS SALURAN TERSIER BATUBASSI DAERAH IRIGASI BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS Desi Fitasari; Mahmud Achmad; Iqbal Iqbal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.349 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.35

Abstract

Saluran irigasi merupakan salah satu sumber daya alam yang penting dimana irigasi berfungsi untuk mengairi tanaman pertanian. pada bidang pertanian sumber daya air digunakan bagi tanaman yang dialirkan melalui saluran irigasi, baik saluran irigasi primer, saluran irigasi sekunder, dan saluran irigasi tersier. Sedimentasi dan gerusan dapat menjadi masalah bagi para petani karena menyebabkan dinding saluran tanah tidak stabil dan sehingga mengganggu proses pemberian air untuk tanaman, dan akan mempengaruhi hasil akhir dari proses tanam petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stabilitas saluran tersier pada saluran irigasi, Mengetahui berapa besar dinding dan dasar saluran yang mengalami gerusan dan endapan. Metode penelitian ini dengan mengukur kecepatan aliran dan kedalaman saluran di setiap penampang yang telah ditentukan sebelumnya pengukuran ini dilakukan selama 10 kali selama satu masa tanam. Berdasarkan hasil analisis Korelasi antara kecepatan dan perubahan luas penampang menunjukan terjadinya gerusan dan endapan pada dinding dan dasar saluran tanah. Kecepatan aliran, Kedalaman aliran, Shear stress, Froud Number, Reynold Number mempengaruhi terjadinya proses gerusan maupun endapan pada saluran tanah yang menyebabkan dinding saluran tidak stabil. Gerusan pada belokan cenderung terjadi pada sisi tepi luar saluran Gerusan dan endapan menyebabkan dinding dan dasar saluran tanah tidak stabil sehingga perlu dilakukan perawatan pada tiap saluran.
Analisis Ekonomi Penggunaan Combine Harvester Tipe Crown CCH 2000 Star Zainuddin Zainuddin; Mursalim Mursalim; Abdul Waris
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.236 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.37

Abstract

Perkembangan teknologi pertanian yang semakin maju membawa dampak cukup berarti khususnya pada penggunaan alat dan mesin pertanian. Alat panen padi combine harvester yang digunakan menjadi contoh inovasi-inovasi yang dibuat untuk dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas kerja khususnya pada kegiatan pemanenan, Selain mengefesienkan waktu dan biaya saat panen, alat panen padi ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan usaha khususnya pada sektor pertanian dengan menyediakan jasa pemanenan dengan alat panen Combine harvester, hal ini menjadi peluang investasi tersendiri bagi pengusaha yang bergerak di sektor pertanian untuk dapat merauk keuntungan dari usaha tersebut. Tujuan peneletian ini yaitu, dapat mengetehui kapasitas panen dan upah pendapatan pada mesin panen combine harvester serta analisis dari aspek ekonomi alat untuk mengetahui kelayakan usaha serta aspek-aspek biaya pengoperasian alat pada lahan. Hasil penelitian menujukkan potensi upah panen alat dalam setiap hektar sebesar Rp 2.231.526, dengan biaya pengoperasian sebesar Rp 519.897/ha dari aspek ekonomi kelayakan alat juga dapat dikatakan layak untuk dijalankan karena dari perhitungan baik NPV, IRR, B/C ratio serta BEP memenuhi syarat untuk suatu investasi atau dikatakan layak untuk dijalankan.
Perubahan Dimensi Temu Putih (Curcuma zedoaria Berg. Roscoe) Selama Pengeringan Nurhawa Nurhawa; Junaedi Muhidong; Mursalim Mursalim
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.107 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.38

Abstract

Proses pengeringan menyebabkan terjadinya penyusutan pada bahan yang dikeringkan. Penyusutan merupakan berkurangnya volume, perubahan bentuk, dan meningkatnya kekerasan bahan. Pemanasan dan kehilangan air pada bahan menyebabkan terjadinya tekanan terhadap struktur sel bahan yang diikuti dengan perubahan bentuk dan pengecilan Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk melihat perilaku perubahan dimensi serta untuk mempelajari volume temu putih selama pengeringan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di Balai Kesehatan Tradisioanal Masyarakat, Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling sesuai dengan perubahan dimensi temu putih selama pengringan adalah model Polynomial. Perubahan dimensi temu putih berbanding lurus dengan penurunan kadar air, Dimana semakin kecil dimensi temu putih maka kadar airnya semakin rendah. Semakin tinggi suhu maka waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan semakin cepat dan laju pengeringan semakin tinggi.
Pengkerutan Temulawak (Curcuma Xanthorrisa) Selama Proses Pengeringan Kartika Pertama Sari; Junaedi Muhidong; Iqbal Iqbal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.995 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.39

Abstract

Di Indonesia tanaman temulawak merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengkerutan bahan temulawak serta mempelajari perubahan volume temulawak selama pengeringan. Proses pengeringan mekanis dengan menggunakan alat tipe batch ini diharapkan dapat memperoleh kadar air yang konstan dan tidak mengurangi mutu dari temulawak yang dihasilkan. Temulawak dikeringkan dengan menggunakan 2 suhu yaitu suhu 400C dan 500C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan, maka semakin cepat laju pengkerutan, baik pada sampel silinder atau pun sampel persegi. Ada tiga jenis model pengkerutan yang diuji untuk mendeteksi perilaku Rasio Volume. Ketiga model yang dimaksud adalah model Exponensial, model Linear dan Polymonial. Persamaan model Polynomial untuk dua sampel yang berbeda ini menunjukkan nilai R2 yang lebih besar dibandingkan dengan dua persamaan model lainnya yaitu model Exponensial, dan model Linear. Hal ini menunjukkan bahwa model Polynomial adalah model terbaik untuk merepresentasikan karena memiliki nilai kesesuaian yang besar terhadap karakteristik pengkerutan temulawak.
Uji Kinerja dan Analisis Biaya Traktor Roda 4 Model AT 6504 dengan Bajak Piring (Disk Plow) pada Pengolahan Tanah Usrah Yulia Murti; Iqbal Iqbal; Daniel Useng
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.05 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.40

Abstract

Traktor merupakan salah satu alat dan mesin budidaya pertanian yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah atau untuk menarik trailer dan implemen yang digunakan dalam pertanian. Untuk mengolah suatu tanah perkebunanan yang luas maka digunakan traktor roda 4 dengan menggunakan bajak piring (disk plow). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kerja dan biaya operasional traktor roda 4 dalam mengolah tanah dengan menggunakan bajak piring (disk plow) pada lahan perkebunan (lahan kering). Pengujian traktor roda 4 dilakukan pada lahan kering menggunakan bajak piring dengan sistem pola pengolahan tepi. Parameter yang diambil dalam penelitian ini adalah lebar kerja (cm), kecepatan maju (km/jam), kapasitas kerja (jam/ha), slip roda, konsumsi bahan bakar dan kedalaman olah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja traktor roda 4 menggunakan bajak piring (disk plow) dapat mengolah lahan kering seluas 0,02 ha dengan waktu 0,15 jam dengan kecepatan rata-rata 0,53 m/s atau 0,191 km/jam. Pada pengujian kinerja traktor juga diperoleh Kapasitas Lapang Efektif (KLE) diperoleh 0,138 ha/jam dan Kapasitas lapang Teoritis (KLT) 0,191 km/jam dengan efisiensi kerja adalah 68%. Analisis biaya menyatakan bahwa biaya operasional yang dikeluarkan adalah Rp 31.458.125,-/tahun dan Rp 5.493.450,-/ha untuk biaya tidak tetap.
Pola Pembasahan Oleh Tetesan Pada Beberapa Tekstur Tanah Vebri Arianti; Suhardi Suhardi; Totok Prawitosari
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 1, April 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.607 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i1.41

Abstract

Irigasi tetes merupakan metode irigasi yang efektif dan efisien untuk sebagian besar tanaman pada daerah dengan curah hujan rendah. Penggunaan irigasi tetes yang tepat dapat menghemat penggunaan air. Banyaknya pemberian air yang ideal adalah sejumlah air yang dapat membasahi tanah di seluruh daerah perakaran sampai keadaan kapasitas lapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembasahan oleh tetesan pada berbagai tekstur tanah. Penelitian ini dilakukan pertama-tama dengan menentukan lokasi pengambilan sampel tanah kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui tekstur dari ketiga tanah tersebut dan menentukan volume air yang akan diberikan sehingga tanah yang telah ditetesi untuk melihat perubahan secara vertikal dan horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tektur lempung liat berpasir memiliki kadar air yang tinggi dengan persentase sebesar 44,15% dengan tekstur liat lalu lempung berliat. Untuk nilai bulk density tekstur liat memiliki nilai tertinggi sebesar 0,89 g/cm3 karena liat memiliki kepadatan yang tinggi. Untuk pembasahan tanah dibagi menjadi dua yaitu perubahan pembasahan secara horizontal dan perubahan pembasahan secara vertikal. Tekstur lempung liat berpasir memiliki kadar air yang tinggi setelah tanah ditetesi selama 18 menit 30 detik yaitu 44,15 %. Tanah dan bulk density mempengaruhi kecepatan perubahan pembasahan tanah.
Identifikasi Lahan Sawah Di Kecamatan Sinjai Timur Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Tahun 2014 Ahmad Tasrif; Ahmad Munir; Mahmud Achmad
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 9, Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.522 KB) | DOI: 10.20956/at.v9i2.42

Abstract

Jenis tanaman pangan yang diusahakan di Kabupaten Sinjai adalah padi, palawija, buah-buahan dan sayuran, dimana jenis tanaman pangan utama yang dikembangkan adalah padi.Sistem Informasi Geografi (SIG) merupakan teknologi yang dapat diandalkan untuk melakukan pengukuran, pemetaan, pemantauan, pembuatan model pengelolaan suatu wilayah geografis secara cepat, akurat, dan efektif, sehingga dapat mengantisipasi cepatnya perubahan yang terjadi suatu wilayah.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengidentifikasi penyebaran lahan sawah dengan menggunakan citra satelit Landsat 8 di Kecamatan Sinjai Timur.hasil klasifikasi citra Tahun 2014 menunjukkan area sawah memiliki luas lahan 2.648,45 ha. Sedangkan area non sawah/selain sawah memiliki luas lahan 4.255,51ha, hal ini berbeda dengan data BPS tahun 2013 yang mencatat luas lahan sawah di akhir tahun 2012 dimana terdapat 2.245,58 ha lahan sawah yang diperincikan perdesa sedangkan untuk luas tanah sawah yang di perinci menurut jenis pengairan yaitu 1.737,58 ha. hasil indentifikasi luas lahan Sinjai Timur tahun 2014. Sawah yang merupakan area penelitian dengan persentase sebesar 38% dari total luas lahan. Jenis lahan selaian sawah atau non sawah memiliki persentase luas lahan 62% dari total luas lahan.

Page 1 of 20 | Total Record : 195