cover
Contact Name
Samsuar
Contact Email
samsuarsil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
samsuarsil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agritechno
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 19797362     EISSN : 26562413     DOI : -
Jurnal AgriTechno merupakan publikasi yang diterbitkan oleh Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin. Edisi Perdana terbit dalam bentuk cetakan pada Bulan April 2008. Jurnal ini ditujukan sebagai wahana publikasi hasil-hasil penelitian dasar dan aplikatif yang bermutu dan orisinil. Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang teknik tanah dan air, teknik pasca panen, bangunan dan lingkungan pertanian, aplikasi elektronika dan sistim kendali, peralatan dan mesin budidaya, energi alternatif dan elektrifikasi, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, keamanan dan mikrobiologi pangan, bioteknologi, dan kimia pangan. Setiap artikel yang dimuat diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu dan meningkatkan pengetahuan tentang bidang ilmu dan teknologi yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
Penerapan Sistem Fuzzy Logic pada Alat Ukur Kadar Nutrisi pada Sistem Hidroponik Andi Azizah; Abdul Waris; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.725 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.215

Abstract

Sistem hidroponik merupakan cara produksi tanaman yang sangat efektif. Pada umumnya pemberian nutrisi pada sistem ini tidak menyesuaikan banyak sedikitnya nutrisi yang dibutuhkan dari masa penanaman hingga waktu pemanenan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan alat ukur nutrisi berbasis fuzzy logic yang dapat digunakan pada sistem hidroponik. Pembuatan program fuzzy logic terdiri dari fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi dan komposisi aturan, serta defuzzifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa sensor memenuhi kriteria yaitu tanggapan waktunya cepat, relatif stabil, pengaruh suhu yang relatif kecil, sensitif, linear dengan nilai R2= 0.996, kesalahan pembacaan yang relatif kecil yaitu 7.75%.
Evaluasi Tingkat Pelayanan Bendung Tomatoppe pada Daerah Irigasi Bajo Kabupaten Luwu Erna Anryana; Totok Prawitosari; Mahmud Achmad
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.803 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.217

Abstract

Evaluasi merupakan kesatuan sistem manajemen baik itu perencanaan, pelaksanaan, maupun monitoring. Bendung merupakan salah satu dari sekian banyak aset negara yang seringkali dilakukan evaluasi guna mengetahui kondisi asset tersebut. Evaluasi tingkat pelayanan Bendung Tomatoppe dilakukan untuk mengetahui tingkat pelayanan Daerah Irigasi Bajo dengan membandingkan tingkat pelayanan rencana atau desain awal pada tahun 2009/2010 dan tingkat pelayanan pada tahun 2016 dan 2018. Di Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu sebagian besar mayoritas penduduknya merupakan petani, untuk menjamin ketersediaan air di daerah mereka pada tahun 2010 Pemerintah Pusat telah melakukan membangun Bendung Tomatoppe yang berpotensi mengaliri lahan persawahan sebesar 5.829 Ha yang tersebar di beberapa Kecamatan. Prosedur evaluasi dilakukan dengan pengamatan dan pengambilan debit pada saluran primer, sekunder dan tersier terpilih guna mengetahui perbedaan debit rencana dan debit evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan pelayanan Bendung Tomatoppe pada tingkat luas tanam dengan jumlah maksimum sebesar 5.691 Ha. Hal ini berbeda dengan rencana awal pembangunan pada tahun 2009 sebesar 5.829 ha. Perubahan nilai debit penelitian dengan dengan debit rencana dapat di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu adanya proses sedimentasi, kehilangan air irigasi yang di sebabkan oleh penguapan (evaporasi), serta adanya perubahan desain awal terhadap saluran dan luas area layanan.
Kebutuhan Air Tanaman Padi (Oryza sativa) Sawah Tadah Hujan berdasarkan Jadwal Tanam Hasil Musyawarah Tani dan Katam di Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo Fitriyanti Hasnuri; Mahmud Achmad; Samsuar Samsuar
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.197 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.218

Abstract

Penentuan jadwal tanam dapat dilakukan dengan musyawarah tani atau dengan rekomendasi Kalender Tanam (Katam) dari Kementerian Pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kebutuhan air tanaman dan pemenuhan air tanaman dengan jadwal tanam yang ditentukan pada musyawarah tani dan katam dan menentukan jadwal tanam yang paling sesuai. Jadwal tanam yang paling sesuai dapat dinilai dari pemenuhan air pada fase-fase pertumbuhan tanaman dan dampak yang ditimbulkan. Kebutuhan air tanaman diperoleh dengan mengolah data iklim, tanah, dan tanaman menggunakan software Cropwat. Hasil penelitian menunjukkan jadwal tanam yang sesuai untuk Desa Abbanuangnge dan Minangatellue pada musim tanam rendengan 2018 adalah 10-30 April yang merupakan rekomendasi musyawarah tani dan katam dan tanggal tanam yang lebih sesuai untuk Desa Abbanuangnge dan Minangatellue pada musim tanam gadu 2018/2019 adalah 15 Oktober yang merupakan hasil musyawarah tani.
Pengaruh Suhu Dan Konsentrasi Larutan Gula Terhadap Proses Dehidrasi Osmosis Pepaya (Carica papaya L.) Liem Aras; Supratomo Supratomo; Salengke Salengke
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.929 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.219

Abstract

Buah pepaya (Carica papaya L.) tergolong buah yang populer dan digemari oleh hampir seluruh masyarakat di dunia. Pepaya banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik sebagai hobi ataupun usaha komersil. Hal ini karena pepaya memiliki banyak kelebihan. Buah pepaya menjadi salah satu komoditi yang sangat mudah rusak, hal tersebut terjadi akibat beberapa faktor, seperti: aktivitas dan pertumbuhan mikroba pada buah pepaya, aktivitas enzim-enzim di dalam buah pepaya, perlakuan suhu, serta beberapa faktor lainnya yang dapat merusak buah pepaya. Dehidrasi osmosis merupakan teknik pengurangan kadar air yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara perendaman bahan pada larutan berkonsentrasi tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 hingga bulan Oktober 2018 di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Analisis Kimia Universitas Hasanuddin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh suhu dan konsentrasi larutan gula terhadap kadar air akhir, penurunan bobot (WR), jumlah padatan yang masuk (SG) dan jumlah air yang keluar dari bahan (WL) pada pepaya selama proses dehidrasi osmosis dan mengetahui suhu dan konsentrasi yang optimal dalam proses dehidrasi pepaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri atas 3 level yaitu kadar gula 40 Brix, 50 Brix, 60 Brix dan suhu perendaman 40 C, 50 C, 60 C dengan 3 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan suhu 60 dan konsentrasi larutan 60 Brix menghasilkan kadar air yang paling rendah, dan sama halnya seperti peningkatan nilai Solid Gain (SG) paling tinggi juga terjadi pada suhu 60 C dan konsentrasi 60 Brix. Perlakuan suhu perendaman 50 C dan konsentrasi larutan gula 50 Brix menghasilkan Weight Reduction (WR) yang paling tinggi, sedangkan nilai Water Loss (WL) yang paling tinggi juga berada pada kombinasi perlakuan suhu perendaman 50 C dan konsentrasi larutan gula 50 Brix.
Pemutuan Belimbing Manis (averrhoa carambola l.) Menggunakan Pengolahan Citra Digital Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan Moh Ruky Nur Firmansyah; Dedy Wirawan Soedibyo; Sri Wahyuningsih
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.099 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.220

Abstract

Penanganan pasca panen belimbing perlu dilakukan agar kualitas buah tetap terjaga, salah satu contohnya adalah melakukan pemutuan sebelum proses penjualan. Pemutuan buah belimbing di Indonesia umumnya masih dilakukan dengan cara manual yang memiliki keterbatasan dari segi waktu, tenaga dan penilaian (subjektif). Pengolahan citra (image processing) dan jaringan syaraf tiruan (JST) dapat dijadikan sebagai salah satu metode penanganan pasca panen yang dapat membantu memutukan buah belimbing lebih seragam dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menghasilkan sebuah program pengolahan citra pemutuan buah belimbing serta mengetahui tingkat keakuratan program tersebut dalam pendugaan mutu. Sampel bahan yang digunakan yaitu belimbing dengan kelas mutu A, B, C dan Reject yang dimutukan secara manual terlebih dahulu. Total sampel 200 buah, terdiri atas 160 buah (40 buah per kelas mutu) untuk training dan 40 buah (10 per kelas mutu) untuk testing. Tahapan penelitian meliputi image aquisition, pengambilan gambar citra, penentuan variabel mutu citra, pembuatan program pengolahan citra, ektraksi citra, analisis statistik dan pembuatan grafik boxplot, penentuan input JST, penentuan variasi arsitektur JST, training semua variasi JST, simulasi data testing dengan propagasi maju, penentuan variasi terbaik, integrasi model JST dengan program pengolahan citra, serta validasi program. Hasil penelitian menunjukkan variasi JST terbaik untuk menyusun program pemutuan belimbing adalah variasi dengan 10 node hidden layer dan 7 input variabel (area, tinggi, perimeter, area cacat, indeks warna R, G dan B). Hasil validasi menunjukkan, program pemutuan belimbing memiliki tingkat akurasi dalam menduga mutu sebesar 85 %.
Analisis Pengaruh Suhu dan Kelembaban Ruang terhadap Kadar Air Benih Padi di Gudang Penyimpanan PT. Sang Hyang Seri Muhammad Fachruri; Junaedi Muhidong; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.096 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.221

Abstract

Peningkatan produksi pangan membutuhkan ketersediaan benih yang bermutu. Salah satu masalah dalam penyediaan benih bermutu yaitu viabilitas benih yang menurun dalam masa penyimpanan, penelitian mengenai hal tersebut masih jarang dilakukan, Selama proses penyimpanan suhu dan kadar air benih merupakan faktor penting yang mempengaruhi masa simpan benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan kelembaban terhadap kadar air pada benih selama penyimpanan pada gudang PT Sang Hyang Seri (Persero). Benih padi merupakan benih orthodox yaitu benih yang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama dengan kadar air dapat diturunkan sampai dibawah 10%, Dalam pengumpulan data khususnya data temperatur gudang penyimpanan digunakan area sampling, area sampling merupakan cara pengambilan sampel dengan menetapkan area secara equally spaced (bagian yang sama). Data sampel yang diperoleh terdiri dari sejumlah nilai-nilai pengamatan yang rata-rata hitungnya (arithmatic mean) dapat langsung dicari dari data yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi suhu interstisial bulk benih 28-29˚C dan suhu ruang penyimpanan tidak menunjukkan pengaruh terhadap kadar air benih padi 13-14% selama 15 hari penyimpanan, tingkat kelembaban ruang 45-50% merupakan faktor yang berpengaruh terhadap penurunan kadar air benih sebesar 1% selama penyimpanan.
Studi Pemanfaatan Lahan Sebagai Upaya Konservasi pada Bantaran Sungai Calendu Kab. Bantaeng Sudarmin Sudarmin; Ahmad Munir; Suhardi Suhardi
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 12, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.232 KB) | DOI: 10.20956/at.v0i0.222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menanggulangi erosi di DAS Calendu (2) Mengurangi pengendapan sedimentasi (3) Menunjang langkah konservasi lahan, memperlambat laju erosi dan mengurangi sedimentasi selama kegiatan konservasi lahan berjalan. Penelitian ini dilaksanakan di daerah tangkapan hujan DAS Calendu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei lapangan dengan mewawancarai petani sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan secara acak yang mewakili lokasi penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan Fuzzy Multi Attribute Decision Making. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dan software ArcView. Software tersebut digunakan untuk keperluan digitasi dan analisis peta secara komputasi dan overlay peta untuk menetapkan unit lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki tingkat kesadaran dan kemampuan yang rendah dalam penerapan teknologi konservasi tanah. Konsep kebijakan yang ditemukan pada penelitian ini untuk meminimalkan laju erosi pada DAS adalah penerapan mulsa alami dan agroforestry. Rencana tindak yang dapat mendukung adalah peningkatan keahlian petani, menjamin adanya ketersediaan bahan untuk konservasi, peningkatan kemampuan teknologi, kesesuaian budaya.
Karakteristik Fisik Briket Tempurung Kelapa Menggunakan Perekat Tepung Tapioka Ansar Ansar; Diah Ajeng Setiawati; Murad Murad; Baiq Sulasi Muliani
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.276 KB) | DOI: 10.20956/at.v13i1.227

Abstract

Briquette is one of the alternative biomass fuels as a substitute for fossil energy. To produce high-quality briquettes is requires printing equipment effectively and efficiently. Therefore, this study aims to obtain the best treatment to make briquettes from coconut shells. Briquetting is made by using 4 pumping variations, namely 4, 6, 8, and 12 times. The parameters observed were hardness, percentage of destruction, moisture content, and the flame of briquettes. The results showed that the best coconut shell briquettes were found in pumping treatment 12 times with an average hardness of 27.7 kg / cm2, percentage of destruction 18.50%, moisture content of 4.55% and the flame of 112.61 minutes. While the worst quality was obtained at pumping 4 times with an average hardness of 16.5 kg / cm2, the percentage of destruction was 43.36%, moisture content was 7.92%, and flame 111.34 minutes.
Sorpsi Isotermi dan Daya Patah Pada Emping Jagung Pulut Kaslam Kaslam; Salengke Salengke; Helmi A. Koto
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.937 KB) | DOI: 10.20956/at.v13i1.228

Abstract

Corn production in Indonesia is quite high, namely 18,364,430 tons with a total harvest area of ​​4,131,676 ha and productivity of 41.18% (BPS, 2010). One type of corn that is potential and widely developed is pulut corn. This type of corn is very suitable in making corn chips because it has a high amylopectin content (> 80%). Pulut corn chips are produced by many small to medium scale industries as snack food products. The problem that then occurs is the handling of post-production, corn chips have a high ability of water absorption so that when fried, it does not bloom perfectly so that it is less tasty to consume. The aim of this research is to test the sorption isotherm equations of corn chips that provide the approximate balance of water content that is closest to the measured equilibrium water content. By using temperatures of 25°C, 30°C and 35°C with a combination of 40%, 60% and 80% RH, this study shows that the Henderson equation provides an estimate of the behavior of isotermic soring sorut corn chips that is at a temperature condition of 30°C closer to the results experiment and also at a temperature of 35˚C. Whereas the Chung & Pfost equation best describes the behavior of isothermic absorption at 25OC. In addition, this study also aims to determine the fragility (fracture) of pulut corn chips in various storage conditions. Research shows that the higher the RH environment, the higher the fracture value.
Pemanfaatan Data Global Precipitation Measurement (GPM) dan Standardized Precipitation Index (SPI) untuk Deteksi Kekeringan Meteorologis di Provinsi Papua Barat Arif faisol; Budiyono Budiyono; Indarto Indarto; Elida Novita
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno, Vol. 13, Number 1, April 2020
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.766 KB) | DOI: 10.20956/at.v13i1.242

Abstract

Drought is a natural disaster in Indonesia. The National Disaster Management Agency (BNPB) reports that West Papua Province has a moderate to high threat of drought. This study aims to analyze the level of drought in West Papua Province using Global Precipitation Measurement (GPM) data and the Standardized Precipitation Index (SPI) method. The results showed that throughout 2019 there was no meteorological drought in West Papua, only a few areas in Kaimana were rather dry in the January-March 2019 SPI. In general, the GPM data and the SPI method have quite good accuracy in describing the level of meteorological drought in The Province of West Papua is compared with the analysis of rainfall data and drought level maps released by the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG), so that the GPM data and SPI method can be used to monitor the level of drought in West Papua Province especially in agricultural areas.

Page 8 of 20 | Total Record : 195