cover
Contact Name
Dr. Zahraeni Kumalawati, S.P.,M.P,
Contact Email
btp@polipangkep.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
btp@polipangkep.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
ISSN : 20896166     EISSN : 26572060     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroplantae adalah Jurnal Ilmu Pertanian Terapan yang menjadi sarana bagi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang ilmu Budidaya Tanaman, dengan lingkup Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi Tanaman, Teknologi Benih, Perlindungan Tanaman, dan Kesuburan Tanah.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Kelimpahan Spora Dua Jenis Cendawan Mikoriza Arbuskula pada Rizosfer Bibit Lada (Piper ningrum L.) Setelah Aplikasi Pupuk Majemuk Zahraeni Kumalawati; Kafrawi Kafrawi; Ina Elfasela
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.859 KB) | DOI: 10.51978/agro.v6i1.23

Abstract

Pemanfaatan cendawan mikoriza arbuskula menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik dalam kegiatan budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bibit tanaman lada pada berbagai dosis pupuk majemuk serta kelimpahan dua jenis mikoriza arbuskula dalam rhizosfer tanaman. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok, dengan perlakuan konsentrasi pupuk majemuk, yaitu 1 mg.L-1 air (P1), 1.5 mg.L-1 air (P2), dan 2 mg.L-1 air (P3). Bibit lada diinokulasikan dua jenis CMA yaitu Glomus sp. dan Acaullusspora sp. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman lada melalui volume akar yang terbentuk lebih baik pada konsentrasi pupuk majemuk 1 mg.L-1 dibandingkan dengan konsentrasi pupuk cair yang lebih tinggi (2 mg.L-1). Kelimpahan spora CMA jenis Glomus sp. lebih besar (175-233) dibandingkan jenis Acauluspora sp (49-74). Kelimpahan spora CMA jenis Glomus sp. dan Acauluspora sp., dalam rhizosfer bibit lada paling tinggi pada konsentrasi pupuk majemuk yang rendah (1 -1,5 mg.L-1) dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih tinggi (2mg.L-1).
Pengaruh Teknik Penyungkupan Terhadap Pertumbuhan Tunas Sambungan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.) Thamrin, Syahruni; Isnaini, Junyah Leli; Risaldi, Idris
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.183 KB)

Abstract

The study aimed to determine the use of biological liquid fertilizer on the growth of robusta coffee plants. Conducted at the experimental farm of Estate Crops Cultivation Department of PangkepState Polytechnic of Agriculture, which lasted for 3 months. The study used a Randomized Block Design with treatments as follows: concentration of fertilizer 100 ml, concentration of 150 ml, and concentration of 200 ml. Based on the experimental results obtained, it can be concluded that application of the different concentration of the biological liquid fertilizer gave insignificant effects on the growth of the three-months-old robusta coffee seeds. The application of the fertilizer 200 ml resulted in the highest average of plant height (6.25 cm)and stem diameter (0.13cm).  Concentration of 100 ml of the fertilizer produced the highest average number of leaves (7 leaves). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair hayati terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta. Dilaksanakan di kebun  percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkap, yang berlangsung selama 3 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan: konsentrasi pupuk100 ml, konsentrasi 150 ml, dan konsentrasi 200 ml. Berdasarkan hasil percobaan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi pupuk cair hayati memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta yang telah berumur 3 bulan. Pemberian pupuk dengan konsentrasi 200 ml menghasilkan pertumbuhan rata-rata tinggi tanaman dan diameter batang terbaik yaitu rata-rata tinggi tanaman 6,25 cm dan rata-rata diameter batang 0,13 cm. Pemberian pupukdengankonsentrasi 100 ml menghasilkan rata-rata jumlah daun yang terbanyak yaitu 7 helai.  
PEMANFAATAN DOSIS LETAL EFEKTIF RADIASI SINAR GAMMA UNTUK MUTAN PENDEK DAN GENJAH PADI LOKAL (ASE BULUH) SULAWESI SELATAN Abdul Haris; Annas Boceng; Amir Tjoneng
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.022 KB) | DOI: 10.51978/agro.v7i1.28

Abstract

Ase Buluh dari Kabupaten Bone adalah varietas lokal yang sekarang tidak lagi banyak dijumpai atau bahkan hampir punah disebabkan karena produksi rendah, batang tinggi, mudah rebah, dan berumur dalam, oleh karena itu perlu diadakan perakitan varietas. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis letal yang efektif dari penggunaan radiasi sinar Gamma dalam menginduksi mutasi padi varietas lokal (Ase Buluh) dengan sifat pendek dan berumur genjah. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan dosis letal radiasi, terdiri atas tiga taraf yaitu radiasi 0 gray (tanpa radiasi), 200 gray, dan 300 gray. Hasil penelitian menunjukkan dosis letal efektif radiasi sinar gamma adalah 200 gray dan 300 gray. Mutan tinggi tanaman yang terpendek adalah 300 gray (131 cm) tidak berbeda nyata dengan 200 gray (139 cm), sedangkan jumlah anakan terbanyak diperoleh pada dosis 0 gray (18) dan berbeda nyata dengan 200 gray dan 300 gray (15,07 dan 15,5). Umur berbunga dan umur panen tanaman yang diradiasi lebih cepat dan berbeda nyata dengan tanaman yang tidak diradiasi (kontrol). Umur berbunga tercepat pada dosis 300 gray (89 hari), sedangkan umur panen tercepat nampak pada tanaman dengan dosis radiasi 200 gray (140,60 hari).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG HIJAU DENGAN PEMANFAATAN MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR Bibiana Rini Widiati; nining Haerani; Mulyadi Mulkilkram
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.24 KB) | DOI: 10.51978/agro.v7i1.29

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi kacang hijau dengan pemanfaatan Mikoriza Vesikular Arbuskular dengan beberapa taraf dosis. Percobaan ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi pada petani mengenai pemanfaatan Mikoriza Vesikular Arbuskular yaitu sebagai pupuk hayati. Percobaan ini dilaksanakan dengan menggunakan polybag di Lingkungan betang Kel. Baju bodoa Kec. Maros Baru pada bulan Maret – Juni 2016. Metode percobaan dengan menggunakan rancangan faktorial dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor I (pertama) adalah varietas kacang hijau, yang terdiri 2 varietas, yaitu varietas Sampeong dan varietas Kutilang dan Faktor II (kedua) dosis mikoriza dengan 4 taraf dosis, yaitu tanpa pemberian Mikoriza, Mikoriza 5 g/polybag , Mikoriza 7,5 g/polybag , Mikoriza 10 g/polybag. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5 %, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) α = 5 % Hasil percobaan menunjukkan bahwa varietas Kutilang memberikan hasil pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan varietas Sampeong, Pemberian Mikoriza 10 g/polybag memberikan hasil 15,76 g.tan-1 dan berbeda nyata dengan perlakuan kontrol, dosis 5 g/polybag dan 7,5 g/polybag..
UJI PENGHAMBATAN PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA PERENDAMAN ALLELOPATI EKSTRAK BERBAGAI ORGAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersium L.) kafrawi kafrawi; Zahraeni Kumalawati; Syahruni Thamrin
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.341 KB) | DOI: 10.51978/agro.v7i1.30

Abstract

Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui penghambatan perkecambahan benih kakao pada berbagai variasi jenis zat allelopati dari ekstrak tanaman tomat dan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao. Percobaan terdiri atas 2 bagian. Bagian pertama yaitu mengamati viabilitas benih kakao yang diberi allelopati ekstrak berbagai organ tanaman tomat dengan cara perlakuan perendaman benih kakao, sedangkan percobaan kedua mengamati pertumbuhan benih kakao yang telah diberi allelopati, dan percobaan disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 4 macam perlakuan yaitu: tanpa perlakuan (M0), ekstrak daun tomat buah (M1), ektrak batang tomat buah (M2), ekstrak daun tomat sayur (M3), dan ekstrak batang tomat sayur (M4). Hasil percobaan menunjukkan bahwa penghambatan pengecambahan terbaik diperoleh dari perlakuan pemberian allelopati ekstrak daun tanaman tomat sayur dengan daya kecambah terkecil sebesar 20% dan indeks vigor sebesar 10,42, sedangkan pertumbuhan vegetatif bibit kakao terbaik akibat perendaman allelopati ekstrak tanaman tomat diperoleh dari kontrol (tanpa perlakuan) yaitu tinggi tanaman (13,53 cm), jumlah daun, (10,50 helai ), luas daun (13,53 cm2) dan volume akar (10,67 mL), kecuali diameter batang yang terbaik pada ekstrak allelopati daun tanaman tomat buah ( 3,57 mm).
EKSPLORASI CENDAWAN RHIZOSFER KAKAO YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGENS HAYATI Nildayanti Nildayanti; Sri Muliani; Andi Ridwan; Mira Afosia
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.696 KB) | DOI: 10.51978/agro.v7i1.31

Abstract

Telah dilakukan percobaan mengenai eksplorasi cendawan rhizosfer kakao. Sampel tanah diambil dari rhizosfer kakao, lalu isolat cendawan yang diperoleh dikarakterisasi dilaboratorium Hama Dan Penyakit Tanaman Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan. Pengamatan secara morfologis baik secara makroskopis maupun secara mikroskopis dilakukan untuk mengetahui karakter yang dimiliki isolat-isolat cendawan yang diperoleh. Hasil isolasi cendawan rhizosfer pada area pertanaman kakao (Theobroma cacao L.) ditemukan empat jenis isolat, satu diantaranya memiliki ciri serupa dengan Paecilomyces spp. yang berpotensi sebagai agen pengendali hayati terhadap penyakit tular tanah pada tanaman kakao.
INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (Conopomorpha cramerella Snellen.) DI KECAMATAN MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Sri Muliani; Junyah Lely Isnaini
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.132 KB) | DOI: 10.51978/agro.v7i1.32

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi intensitas serangan PBK di Kecamatan Marioriwawo yang merupakan salah satu wilayah sentra pengembangan kakao di Kabupaten Soppeng, sehingga dapat ditentukan tindakan pengendalian yang akan dilaksanakan agar dapat menghasilkan kakao dengan kualitas yang baik.Pengamatan dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2017 yang berlokasi di tiga Desa Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten soppeng. Pengamatan lapangan menggunakan metode survei, di mana penentuan desa dilakukan secara purposif, yaitu pada desa - desa yang petaninya banyak membudidayakan kakao. Setiap desa di ambil 5 petani yang memiliki luas lahan ± 1 ha. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 20 buah secara acak setiap kali panen. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa intensitas serangan hama PBK di Kabupaten Soppeng tergolong kategori sedang dengan kisaran nilai antara 23,64% hingga 25.62%. Tingkat serangan tertinggi ditemukan pada lokasi Desa Marioriwawo yaitu mencapai 25.62%.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK LAHAN PERKEBUNAN JERUK PAMELO DI KECAMATAN MA’RANG KABUPATEN PANGKEP Miss Rahma Yassin
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.584 KB) | DOI: 10.51978/agro.v7i1.33

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lahan perkebunan jeruk di Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapang dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah di lokasi penelitian selanjutnya dilakukan analisa tanah di Laboratorium. Survey lapang merupakan kunjungan ke lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi fisik lahan yang akan diteliti serta pengambilan sampel tanah untuk dianalisa di Laboratorium. Dalam pengambilan sampel tanah yang ditentukan titik-titik secara acak yang menyebar rata mewakili lokasi penelitian sebanyak 20 sampel kemudian dikering anginkan selanjutnya dianalisis di Laboratorium terhadap pH tanah, KTK tanah,kadar unsur N, P,K,Ca dan Mg serta bahan Organik, tekstur dan struktur tanah untuk mengetahui kadar unsur hara yang ada dalam tanah apakah rendah, sedang, cukup atau tinggi
TEKNIK BUDIDAYA DAN TINGKAT PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH PESERTA DAN NON PESERTA SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU DI KABUPATEN PINRANG Iradhatullah Rahim; Zulfikar Zulfikar; Kafrawi Kafrawi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 6 No 2 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.183 KB) | DOI: 10.51978/agro.v6i2.36

Abstract

Padi adalah salah satu komoditi andalan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Kabupaten Pinrang yang merupakan sentra padi di Sulsel mempunyai produksi yang masih cukup rendah dibandingkan potensi hasil tanaman padi. Salah satu penyebab rendahnya produksi adalah teknik budidaya yang tidak tepat yang dilakukan oleh petani. Hal tersebut diatasi dengan memberi pengetahuan dan keterampilan kepada petani melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (SLPHT). Percobaan ini dilaksanakan di Desa Mattunru-tunrue, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang pada kelompok tani Mappasitujue dengan membandingkan petani peserta SLPHT dan Non SLPHT. Hasil percobaan dianalisi secara deskriptif. Hasil percobaan menunjukkan adanya perbedaan teknik budidaya antara petani SLPHT dan Non SLPHT, terutama cara pengaturan air dan penanganan hama penyakit. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan pertumbuhan, tingkat produksi, tingkat kerusakan oleh hama dan jumlah musuh alami. Anakan produktif tanaman padi lahan SLPHT lebih tinggi, dibanding lahan non SLPHT. Produksi tanaman padi pada lahan SLPHT lebih tinggi sekitar 2,6 ton gabah kering panen dibanding lahan non SLPHT. Tingkat kerusakan hama penggerek batang padi pada lahan non PHT lebih tinggi dibanding lahan PHT yaitu pada fase vegetatif sebesar 6% dan fase generatif berkisar 10%. Adanya perbedaan penurunan musuh alami pada kedua perlakuan karena perbedaan jenis dan dosis pestisida yang digunakan. Penurunan musuh alami tertinggi pada lahan non SLPHT setelah aplikasi pestisida mencapai 80 %.
EFEK PENGGUNAAN MOL EKSTRAK TAUGE PADA BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia) Junyah Leli Isnaini; Asmawati Asmawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 6 No 2 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.471 KB) | DOI: 10.51978/agro.v6i2.37

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek penggunaan MOL (Mikroorganisme lokal) dari bahan ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek vanili (Vanilla planifolia). Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan, yakni : P0 Kontrol, P1 50 ml L-1 air, P2 60 ml L-1 air, P3 70 ml L-1 air setiap perlakuan di ulang sebanyak 5 kali dan masing-masing ulangan terdiri dari dua unit polybagsehingga terdapat 40 unit polybag. Hasil penelitian menunjukkan efek penggunaan MOL dari ekstrak tauge berpengaruh tidak nyata,tetapi pengamatan secara visual menunjukkan perbedaan di antara perlakuan yaitu konsentrasi 70 ml L-1air memperlihatkan hasil tertinggi pada parameter panjang tunas, konsentrasi 60 ml L-1air memperlihatkan hasil terbanyak pada pembentukan jumlah daun dan konsentrasi 50 ml L-1air memperlihatkan hasil tertinggi pada pertambahan batang.

Page 2 of 14 | Total Record : 134


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 14 No 1 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 13 No 2 (2024): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 13 No 1 (2024): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 12 No 2 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 12 No 1 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 11 No 2 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 9 No 1 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 2 (2019): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 1 (2019): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae Vol 7 No 2 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 6 No 2 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan More Issue