cover
Contact Name
Dr. Zahraeni Kumalawati, S.P.,M.P,
Contact Email
btp@polipangkep.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
btp@polipangkep.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
ISSN : 20896166     EISSN : 26572060     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroplantae adalah Jurnal Ilmu Pertanian Terapan yang menjadi sarana bagi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang ilmu Budidaya Tanaman, dengan lingkup Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi Tanaman, Teknologi Benih, Perlindungan Tanaman, dan Kesuburan Tanah.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
KARAKTERISASI SIFAT KIMIA BIOCHAR DARI TONGKOL JAGUNG, CANGKANG DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT: BAHAN ORGANIC MENJANJIKAN DARI LIMBAH PERTANIAN Sukmawati, Sukmawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v9i2.223

Abstract

Karakterisasi sifat kimia merupakan konsep dasar produksi biochar yang dipengaruhi oleh suhu pirolisis dan bahan baku karena dapat memberikan informasi detail agar penerapannya sebagai amandemen dapat disesuaikan dengan jenis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi bahan organik berdasarkan sifat kimia biochar dari tongkol jagung, cangkang kelapa sawit dan tandan kosong kelapa sawit hasil pirolisis 300-4000C. Karakteristik sifat kimia berdasarkan komponen kimia (pH, KTK, C-organik) dan proximat (kelembaban, massa yang hilang, kadar abu, zat volatile, karbon tetap). Hasil karakterisasi menunjukkan ketiga jenis biochar bersifat alkali (pH basa sedang) dan KTK yang tergolong sangat tinggi. Biochar dari tongkol jagung mengandung C-organik dan karbon tetap tertinggi masing-masing 70,2% dan 71,62%. Biochar dari cangkang kelapa sawit mengalami kehilangan massa yang paling tinggi 32,02%, namun menghasilkan zat volatil tertinggi 27,74%. Sedangkan biochar dari tandan kososng kelapa sawit memiliki kelembaban dan kadar abu tertinggi, masing-masing 6,37% dan 15,41 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biochar dari tongkol jagung, cangkang kelapa sawit dan tandan kosong kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan pembenah tanah untuk kesuburan tanah.
ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP POLA RUANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BIALO Andang Suryana Soma
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.225

Abstract

This research aims to analyze the land use and identify the suitability of the land use plan of space in Bialo Watersheds and determine the direction of land use if there is a mismatch between the land use with the regional plan in Bialo watersheds. The data were collected in primary data was the land use and secondary data of regional plan. The data were analyzed with interpretation, test accuracy, and conformity determination for land use overlay with the plan space. Based on the analysis of land-use suitability with the plan space, a land-use plan is acquired that fits the area of 87.80% and is not following 12.20%. Use of the referral in the form of reboisation, the village forests, agroforestry, multi-purpose tree species (MPTS) on dry land forest land use, agricultural secondary dry land, settlements. Planting cover crops and soil reinforcement terrace on paddy fields and natural succession on land use scrub.
PERKECAMBAHAN, PERAKARAN DAN PERTUMBUHAN HIPOKOTIL BENIH KOPI ARABIKA VARIETAS CATUAI PADA APLIKASI BERBAGAI KONSENTRASI GIBERELLIN ACID (GA3) Muhammad Kadir; Image Rainy Clarita; Syatrawati Syatrawati; Nur Amalika Sagita
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v9i2.226

Abstract

The mass propagation of coffee plants requires seeds with high-viability characterized by good germination and germination growth. One way to increase the viability of coffee seeds is the provision of Gibberellic acid (GA3). This study aims to determine the effect of several concentrations of GA3 on the viability of Catuai variety of Arabica coffee. The experiment used a completely randomized design (CRD). Treatment with Control and 5 levels of GA3 concentration, namely 0 (Control), 100, 200, 300, 400 and 500 ppm respectively where coffee seeds were soaked for 24 hours before being germinated. The results showed that the concentrations of 300 and 200 ppm GA3 showed the best results for germination percentage and rate Germination, however, did not appear to have a significant effect on the root and hypocotyl length.
PENYIRAMAN MEDIA TANAM SAMBUNG PUCUK KOPI (Coffea sp) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PGPR Kafrawi kafrawi; Raihan Arif; Andi Muh Siddiq A Kahrir; Nildayanti Nildayanti; Zahraeni Kumalawati; Suriansyah Suriansyah
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v9i2.227

Abstract

The aim of this experiment was to determine the best PGPR concentration to support coffee shoot grafting. The experiment was carried out in the form of a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments, namely without PGPR or control K0 (concentration 0 ml L-1 water), K1: 10 ml, L-1 water, K2: 20 ml L-1 water, and K3: 30 ml. L-1 water is given to each polybag. Each treatment had 4 replications so that there were 16 experimental units. The results showed that giving PGPR with a concentration of 30 ml L-1 of water to shoot grafts gave the best results on shoot height and shoot diameter growth. Whereas at a concentration of 10 ml.L-1 water gave the best effect on the increase in the number of leaves of coffee shoot grafting seeds.
PENAMPILAN FENOTIPIK 12 GENOTIP JAGUNG (Zea mays L.) HIBRIDA DI LAHAN KERING Junyah Leli Isnaini; Andi Nur Imran; Muhammad Yusuf; Usman Usman; Nurul Amaliah
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v9i2.229

Abstract

Perakitan varietas jagung untuk adaptasi lahan kering dibutuhkan calon hibrida yang genotipenya tahan di lahan kering. Genotipe tersebut dapat diketahui dengan penampilan fenotipe yang superior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan fenotipik 12 genotip jagung hibrida, dan untuk mengetahui perbandingan penampilan fenotipik masing-masing genotip jagung hibrida di lahan kering. Penelitian disusun mengikuti pola rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 12 perlakuan (8 galur + 4 varietas pembanding). Masing-masing diulang tiga kali dan setiap ulangan terdiri atas 4 baris dan masing-masing baris terdapat 25 tanaman, sehingga jumlah unit percobaan sebanyak 300 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan Genotip ST 201309, ST 201320 merupakan genotipe uji yang secara umum memiliki penampilan fenotipik yang cukup baik disbanding ke empat pembanding. Genotip ST201309, ST 201320, ST 201328, dan ST 201342 merupakan genotip yang memiliki karakter komponen hasil lebih tinggi dari 10 ton.ha-1 dan lebih tinggi dari varietas pembanding.
EFIKASI VARIASI KONSENTRASI PGPR UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum F.) DI BERBAGAI TAKARAN MEDIA KOMPOS Kafrawi kafrawi; Mu'minah Mu'minah; Nurhalisyah Nurhalisyah; Sri Muliani; Zahraeni Kumulawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.230

Abstract

Tujuan dari percobaan ini adalah mendapatkan data interaksi kosentrasi PGPR dengan takaran pupuk organik yang terbaik dalam memacu pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan menggunakan 2 (dua) faktor perlakuan, perlakuan pertama adalah takaran kompos yang terdiri dari 4 level yaitu: tanpa pemberian kompos, tanah + kompos 1 : 1, tanah + kompos 1 : 2 dan tanah + kompos 2 : 1. Perlakuan kedua adalah konsentrasi mikroba PGPR dengan 3 taraf yaitu: Konsentrasi 10 mL.L-1 air, 20 mL.L-1 air, dan 30 mL.L-1 air. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang terdiri dari 2 unit penelitian dan diulang kedalam 3 kelompok, sehingga terdapat 72 unit tanaman penelitian. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman tertinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah berkompos (1:1) dengan konsentrasi PGPR 30 mL.L-1 (42,63 cm), jumlah daun per tanaman terbanyak diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah berkompos (2:1) dengan konsentrasi PGPR 10 mL.L-1 (29 helai). Bobot umbi brangkasan segar, bobot umbi brangkasan kering askip, dan bobot umbi protolan kering askip tertinggi semua diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah berkompos (1:1) dengan konsentrasi PGPR 10 mL.L-1 masing-masing sebesar 32,64 g, 19,95 g, dan 11,54 g, sedangkan susut bobot tanaman tertinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan media tanah tanpa penambahan kompos dengan konsentrasi PGPR 20 mL.L-1 (18,42 g).
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU TEH DAUN GAMBIR (Uncaria Gambir Roxb.) Andi Eviza
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.249

Abstract

Tanaman gambir mengandung senyawa polifenol yang cukup tinggi, sama seperti senyawa yang terdapat dalam daun teh (Camelia sinensis). Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa polifenol bersifat sebagai antioksidan yang bermanfaat dalam mengobati penyakit ataupun menangkap radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh. Senyawa polifenol yang terdapat dalam daun gambir meliputi tanin, katekin, dan gambirin. Teh daun gambir dibuat melalui dua tahapan proses untuk memperoleh teh sesuai dengan formula yang diinginkan, yaitu pengolahan daun gambir menjadi daun gambir kering lalu dibuat menjadi teh daun gambir. Pengolahan lainnya, yaitu dengan melakukan proses fermentasi terhadap daun gambir. Perlakuan fermentasi pada pembuatan teh daun gambir masih bervariasi, belum dilakukan uji kandungan katekin, dan tannin yang merupakan kandungan utama dari gambir juga kandungan antioksidannya, kadar abu dan kadar airnya untuk mengetahui mutu dari teh herbal yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan lama proses fermentasi yaitu 18 jam, 24 jam, 30 jam, 36 jam, 42 jam dan 48 jam yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil analisa laboratorium yang diperoleh rata-rata kandungan katekin pada tiap perlakuan 3,12%, 2,17%, 2,25%, 1,82%, 1,85%, 1,69%, kandungan taninnya 6,39%, 5,51%, 3,82%, 2,43%, 2,29%, 1,78%, aktivitas antioksidan 326,73ppm, 309,10ppm, 317,68ppm, 317,68ppm, 226,39ppm, 226,78ppm, kadar abu 2,62%, 2,62%, 2,66%, 2,57%, 2,41%, 2,43%, kadar air 8,42%, 8,66%, 8,58%, 8,36%, 8,33% 8,40%.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersium esculentum Mill) PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS BUBUK CANGKANG TELUR Erna Halid
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.250

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Takkalala Kecamatan Wara Selatan Kota Administratif Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan yang mulai bulan Agustus hingga November 2020. Tujuan penelitian untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi tanaman tomat terhadap pemberian berbagai dosis pupuk cangkang telur. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan, 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 9 tanaman. Jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 45 tanaman. Adapun perlakuan (P) sebagai berikut : P0 = kontrol, P1 = 20/gram bubuk cangkang telur, P2 = 40/gram bubuk cangkang telur, P3 = 60/gram bubuk cangkang telur, P4 = 80/gram bubuk cangkang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bubuk cangkang telur dengan dosis 80 gram per tanaman (p4) pada tanaman tomat menghasilkan tinggi tanaman tertinggi 56,99, jumlah helaian daun terbanyak 98,66 , jumlah cabang tanaman tomat terbanyak 16,77 , waktu munculnya bunga tercepat 23, jumlah tanaman buah terbanyak 23,89 , berat buah tertinggi 23,37 , panjang buah tertinggi 3,75 dan lingkar buah terbesar 11,15.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum, L) DENGAN APLIKASI PERBEDAAN KONSENTRASI BIO SLURRY DAN PEMOTONGAN UMBI BIBIT pramono hadi hadi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.251

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of bio slurry and cutting of seed tubers on the growth and yield of shallot plants in the Dukuh Kepoh Food and Horticultural Garden, Tohudan Village, Colomadu District, Karanganyar Regency with a height of ± 105 m above sea level, from April until June 2020. This study used a factorial method with a complete randomized block design (RAKL), consisting of two treatment factors, while the two treatment factors with 12 treatment combinations, each treatment was repeated (3) times. The first treatment, the concentration of bio slurry (S) which consists of 4 levels, namely (S1: Bio slurry 0 ml / l, S2: Bio slurry 50 ml / l, S3: Bio slurry 100 ml / l, S4: Bio slurry 150 ml / l). The second treatment was cutting the seed tubers (P), which consisted of three levels (P1: Cutting 1/4 part of seed tubers, P2: Cutting 1/3 parts of seed tubers, P3: Cutting 1/2 parts of seed tubers). The results showed that the treatment with bio slurry (S) had no significant effect on all observed parameters. Treatment by cutting seed tubers (P) had a very significant effect on plant height, weight of fresh tubers per plant, weight of fresh tubers per plot and had a significant effect on the number of fresh tubers per plant, but had no significant effect on the number of tubers per plot and weight of fresh stems. The combination between the treatment of bio slurry and cutting of seed tubers (SxP) did not significantly affect all observed parameters, The highest yield of fresh tubers per plot was obtained in treatment (S2P2) with a yield of 800.00 g, while the lowest tuber weight per plot was obtained in treatment ( S1P3) with a yield of 433.33 g. Keywords: shallot, bio-slurry, seed tuber cutting
PRODUKSI BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L) DENGAN PEMANFAATAN AGEN HAYATI JAMUR TRICHODERMA SP. leli amiruddin; Mu'minah Mu'minah; Muhammad Yusuf; Firsandi Firsandi
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.252

Abstract

Bibit kakao yang berkualitas diperoleh melalui pemeliharaan yang baik dengan penggunaan jamur yang bermanfaat mengoptimalkan fungsi media tanam yang mengandung bahan organik. Salah satu diantaranya adalah penggunaan jamur Trichoderma sp. Pemanfaatan Jamur Trichoderma sp. memacu pertumbuhan bibit tanaman kakao. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian jamur Trichoderma sp. pada pertumbuhan bibit tanaman kakao. Terdapat dua perlakuan yaitu: pemberian jamur Trichoderma sp. 20 mg/polybag dan tanpa pemberian jamur Trichoderma sp., yang masing-masing terdiri atas 12 unit poercobaan. Data dianalisis dengan statistic sederhana. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian jamur Trichoderma sp. 20 mg/polybag memberikan pengaruh terbaik dan hasil tertinggi pada bibit tanaman kakao pada semua parameter yang diamati.

Page 6 of 14 | Total Record : 134


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 14 No 1 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 13 No 2 (2024): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 13 No 1 (2024): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 12 No 2 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 12 No 1 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 11 No 2 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 9 No 1 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 2 (2019): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae Vol 8 No 1 (2019): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 7 No 2 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 6 No 2 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan More Issue