cover
Contact Name
Dr. Zahraeni Kumalawati, S.P.,M.P,
Contact Email
btp@polipangkep.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
btp@polipangkep.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pangkajene kepulauan,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan
ISSN : 20896166     EISSN : 26572060     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroplantae adalah Jurnal Ilmu Pertanian Terapan yang menjadi sarana bagi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bidang ilmu Budidaya Tanaman, dengan lingkup Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi Tanaman, Teknologi Benih, Perlindungan Tanaman, dan Kesuburan Tanah.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
UJI VIABILITAS BEBERAPA JENIS VARIETAS JAGUNG ( Zea Mays) DENGAN MENGGUNAKAN METODE YANG BERBEDA Nurhafidah Nurhafidah
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i1.254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah:1. Untuk mengetahui metode yang paling bagus digunakan untuk uji daya kecambah pada beberapa varietas jagung.2. Mengenal berbagai uji viabilitas dan vigor benih dengan pengecambahan, Uji Daya Berkecambah Benih, Uji Keserempakan Berkecambah Benih.3. Mengetahui spesifikasi berbagai metode Uji Viabilitas dan Vigor Benih dengan pengecambahan 4. Mengetahui kriteria kecambah normal dan abnormal.Penelitian ini di laksanakan di laboratorium Teknologi Benih Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan di Politenik Pertanian Negeri Pangkep pada bulan Agustus sampai November 2020. Metode yang akan gunakan dalam penelitian ini adalah Pengecambahan benih dengan substrat kertas yaitu: Uji di atas kertas, Uji antara kertas, Uji kertas digulung didirikan dalam plastik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam faktorial 2 faktor yaitu; faktor pertama adalah varietas terdiri atas 3 taraf ( v1, v2, v3,) dan faktor ke dua terdiri atas 3 taraf (M1, M2, M3,). Setiap perlakuan diulang 2 kali. daya berkecambah pada uji UAK,UDK,UKDdP menunjukkan rata-rata daya berkecambah hampir sama dari ketiga metode tersebut. Rata-rata persentase daya berkecambah pada metode UDK,UAK,UKDdP berkisar 88 – 98 % untuk semua varitas yang di uji. Metode UDK berkisar 90 %, metode UDK 86 % dan UKDdP 98 %. Daya berkecambah merupakan tolok ukur viabilitas potensial yang merupakan simulasi dari kemampuan benih untuk tumbuhdan berproduksi normal dalam kondisi optimum Berdasarkan analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata dari beberapa varietas jagung yang di uji dari tiga metode uji yaitu,,uji diatar kertas (UAK),uji diatas kertas (UDK), uji kertas di gulung didirikan dalam plastik (UKDdP) dimana F hit.lebih kecil dari F tabel.
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA BERBAGAI UMUR TANAMAN Junaedi Junaedi; Muhammad Yusuf; Darmawan Darmawan; Basri Baba
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.290

Abstract

Curah hujan dapat dianggap sebagai faktor utama yang dapat membatasi potensi hasil kelapa sawit dan produktivitasnya juga umumnya sangat bergantung pada komposisi umur tanaman yang ada di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan dan umur tanaman serta korelasinya terhadap produktivitas kelapa sawit yang ada di PT. Surya Raya Lestari II, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pengelola kebun kelapa sawit. Data sekunder untuk keperluan analisis meliputi produksi tanaman dari 5 blok tanaman yang diamati pada 4 periode tahun tanam dan data curah hujan pada tahun 2011 hingga 2017. Metode analisis menggunakan analisis regresi dan korelasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa baik perubahan curah hujan maupun umur tanaman dalam periode pengamatan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman kelapa sawit yang ada di PT Surya Raya Lestari II. Korelasi antara curah hujan dan produktivitas berada dalam kategori sedang yakni 0,419 sedangkan untuk umur tanaman dan produktivitas nilai korelasinya 0,317 atau kategori lemah. Perbedaan produktivitas yang ditunjukkan dari adanya perbedaan umur tanaman berkisar antara 11,94 ton hingga 14,09 ton per ha. Produktivitas tanaman tertinggi dicapai pada umur tanaman yang telah mencapai 13 tahun dan produksi terendah diperoleh saat umur tanaman berumur 9 tahun.
PENGARUH SUHU DAN LAMA FERMENTASI KOPI TERHADAP KADAR KAFEIN Henny Poerwanty; Nildayanti Nildayanti
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.293

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu dan lama Proses fermentasi biji kopi Perlakuan yang digunakan pada fermentasi yaitu suhu ( 35°C dan 45°C) dan lama fermentasi (6, 12, dan 18 jam). Parameter pengamatan meliputi pH dan kandungan kafein. . Penelitian ini dirancang dalam percobaan faktorial menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali pengulangan dengan metode analisis varians menggunakan Statistic Package for Social Sciene (SPSS). Bila hasil dari analisis sidik ragam memperlihatkan pengaruh nyata (α=0,05) maka dilakukan uji beda nyata dengan menggunakan uji beda jarak berganda Duncan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pada fermentasi biji kopi dengan teknologi ohmic pada suhu 35°C dan lama fermentasi 12 jam mendapatkan kadar kafein (1,6% ) menjadi (0.047% ) dan pada suhu 35°C dan lama fermentasi 12 jam didapatkan nilai pH (4.81). Sedangkan pada suhu 45°C dengan lama fermentasi 6 jam mendapatkan nilai kafein yang tinggi yaitu (0.147%) dan pada suhu 45°C dengan lama fermentasi 18 jam didapatkan nilai pH (5,83).
KAJIAN ASPEK AGROKLIMAT, BIO FISIK DAN AGRONOMIS PENGEMBANGAN INDIKASI GEOFRAFIS JERUK BESAR MERAH PANGKEP KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN Dahlia Dahlia; Nurmiaty Nurmiaty; Rahmad Rahmad; Reta Reta
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.294

Abstract

Jeruk besar merah Pangkep merupakan komoditi unggulan Kabupaten Pangkep yang potensial mendapatkan perlindungan hukum dan Indikasi Geografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apsek agroklimat, bio fisik dan kimia lahan dan aspek budidaya yang merupakan bagian dalam pengusulan indikasi geografis yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu dengan survey lahan dan pengambilan sampel tanah di lapangan serta hasil analisis sampel tanah di laboratorium dan melalui kegiatan Focus Graoup Discussion (FGD). Data yang dikumpulkan berupa data sekunder dan data primer yang berasal dari pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi pengembangan jeruk yang terdapat di Kecamatan Labakkang, Mar’rang dan Sigeri dari aspek agroklimat, bio fisik lahan sudah sesuai yang syarat tumbuh yang dibutuhkan oleh tanaman jeruk. Kondisi kimia tanah kandungan unsur hara makro Nitrogen, Fosfor dan Kalium masih rendah. Aspek agronomi menunjukkan petani sebagian besar sudah melaksanakan kegiatan pemeliharan tetapi dalam kegiatan panen buah jeruk sebagian besar petani tidak melakukan penjarangan buah dan sortasi buah. Berdasarkan aspek agroklimat, bio fisik dan kimia lahan serta aspek agronomi, tanaman jeruk besar merah Pangkep sudah sesuai untuk dijadikan sebagai Indikasi Geografis. Kata Kunci: Indikasi Geografis, bio fisik lahan, Jeruk besar besar, budidaya tanaman, Pangkajene Kepulauan.
KEMAMPUAN MEMANGSA SEMUT RANGRANG Oecophylla smaragdina TERHADAP Prays endocarpa HAMA JERUK PAMELO Andi Ridwan Assaad; Sri Muliani; Henny Poerwanty
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.295

Abstract

Pemanfaatan semut rangrang (O. smaragdina) sebagai agens hayati pada pengendalian hama tanaman memerlukan dukungan hasil kajian dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan memangsa semut rangrang O. smaragdina terhadap P. endocarpa hama pada buah jeruk pamelo. Metode penelitian yaitu melakukan uji pemangsaan semut rangrang terhadap larva dan pupa P. endocarpa. Setiap pengujian dilakukan pengulangan sebanyak sepuluh kali. Semut rangrang yang digunakan berasal dari koloni semut rangrang yang ada dipertanaman jeruk pamelo. Adapun larva dan pupa P. endocarpa yang digunakan diperoleh dari hasil perbanyakan dari buah-buah jeruk pamelo yang terserang hama P. endocarpa. Hal-hal yang diamati pada penelitian ini yaitu: kemampuan memangsa semut rangrang terhadap larva dan Pupa P. endocarva pada kondisi waktu pagi, siang, dan sore hari. Pengamatan lain yaitu perbandingan jumlah larva dan pupa P. endocarpa yang dimangsa oleh semut rangrang pada tiap satuan waktu (menit). Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semut rangrang rata-rata telah memangsa pre pupa dan pupa P. endocarpa pada menit kedua. Pengujian pada waktu yang berbeda (pagi, siang, dan sore) menunjukkan aktivitas pemangsaan semut rangrang terhadap pre pupa maupun pupa P. endocarpa relatif sama. Namun dari hasil pengujian lainnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa semut rangrang lebih cepat menghabiskan larva dari pada pupa P. endocarpa.
UJI PATOGENITAS CENDAWAN PENDEGRADASI BAHAN ORGANIK PADA BIBIT TANAMAN TEBU Rahmad D
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.296

Abstract

Cendawan dapat memberikan manfaat dan juga menyebabkan kerugian bagi karena dapat menyebabkan tanaman tebu menjadi sakit sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji patogenitas cendawan pendegradasi bahan organik yang diisolasi ampas tebu, blotong dan daun seresah tebu. Penelitian ini menggunakan empat cendawan yang telah diuji kemampuan di dalam mendegradasi bahan organik. Pengujian patogenitas dilakukan dengan mengukur tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh cendawan dan reisolasi cendawan dengan metode postulat koch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan Ablyosporium sp, Aspergillus sp1, Aspergillus sp2 tidak menunjukkan patogenitas pada bibit tebu gejala nekrosis tidak ada dan hasil reisolasi cendawan menunjukkan Penicillium sp bukan merupakan cendawan patogen. Empat cendawan pendegradasi yang diuji patogenitasnya menunjukkan bukan merupakan cendawan patogen.
PERTUMBUHAN DAN PODUKSI JAGUNG PULUT PADA SISTEM PERTANIAN TERPADU DI LAHAN KERING BERBASIS ALLEY CROPPING Sukmawati Sukmawati
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.297

Abstract

Pengembangan jagung yang mengarah pada lahan kering, memerlukan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, agar produktivitasnya dapat berkelanjutan. Alley cropping merupakan salah satu teknologi budidaya yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi jagung pulut pada empat sistem budidaya, yakni monokultur, tanaman berganda, alley cropping dan agrosilvopastura. Percobaan lapangan dilakukan untuk menguji parameter pertumbuhan dan produksi tanaman jagung, yakni tinggi tanaman, jumlah daun, anjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol berklobot segar dan berat tongkol tanpa klobot. Data dianalisis menggunakan program Excel dan uji lanjut BNT. Hasil peneltian menunjukan bahwa keempat sistem budidaya belum memberikan pengaruh secara signifikan pada fase pertumbuhan tanaman. Pengaruh signifikan terlihat pada fase produksi, dimana sistem agrosilvopastura memberikan hasil terbaik terhadap berat tongkol berklobot segar (263 g) dan berat tongkol tanpa klobot (150 g) dan idak berbeda nyata dengan alley croping (240 g;135 g). Hasil penelitian ini membuktikan produktivitas jagung dapat ditingkatkan di lahan kering melalui penyiapan lahan konservasi agrosivopasture berbasis alley cropping
PENGUJIAN EFEK RACUN PERUT EKSTRAK BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F) Amanda Patappari Firmansyah; Siti Arwati; Dewi Sartika
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v10i2.304

Abstract

Ekstrak daun babadotan (Ageratum conyzoides L.) mengandung beberapa senyawa kimia alami seperti alkaloid, saponin, polifenol, tannin dan minyak atsiri yang berguna sebagai zat pengendali hama tanaman. Ulat grayak (Spodoptera litura F.) adalah salah satu hama polifag yang menyerang banyak tanaman dengan kerugian mencapai 40-90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek racun perut ekstrak daun babadotan terhadap ulat grayak. Sebanyak 250gr daun babadotan dimaserasi dengan pelarut methanol 70% selama 24jam, lalu disaring dan ekstrak diuapkan dengan waterbath hingga diperoleh esktrak dasar yang kemudian dibuat menjadi konsentrasi 0%, 3%, 6% dan 9%. Pakan ulat berupa daun kubis kemudian direndam selama 5menit ke dalam masing-masing konsentrasi esktrak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan ekstrak babadotan 6% dan 9% pada pengamatan 24 jam menghasilkan rata-rata jumlah ulat terbanyak yaitu (1.0 ekor), dan berbeda nyata dengan perlakuan lainya. sedangkan yang terendah yaitu (0 ekor ) pada kontrol. Namun setelah pengamatan 72jam, rata-rata mortalitas tertinggi ada pada konsentrasi 9% yaitu (5 ekor) Ekstrak juga menyebabkan kegagalan dalam siklus metamorfosis pada Spodoptera litura F. Kata kunci : babadotan, ekstrak, serangan hama, Spodoptera litura, mortalitas.
RESPONS PERTUMBUHAN TANAMAN LADA PERDU TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOMPOS LARVA BLACK SOLDIER FLY Bayu Aji Nurrahmadhan; Adryade Reshi Gusta; Made Same
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v11i1.306

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman rempah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan produktivitas lada di Indonesia khususnya di Lampung karena mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemberian pupuk kompos black soldier fly dalam meningkatkan produktivitas tanaman lada. Penelitian ini dilaksanakan di kebun praktikum Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2020, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Perlakuan terdiri atas 4 taraf, yaitu tanah/kontrol (B0), tanah – sekam bakar 3:1 (B1), tanah – kompos BSF 3:1 (B2) dan tanah – sekam bakar – kompos BSF (B3). Analisis data penelitian menggunakan uji F, jika ada perbedaan maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%, Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tanah – sekam bakar 3:1 (B1), perlakuan tanah – kompos BSF 3:1 (B2) dan tanah – sekam bakar – kompos BSF (B3) memberikan pengaruh dalam meningkatkan diameter batang, jumlah cabang dan persentase bunga menjadi buah tanaman lada pada umur 16 minggu setelah tanam. Kata Kunci : kompos black soldier fly, pertumbuhan, tanaman lada perdu
RESPONS BIBIT BUDCHIPS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM M. Alvin Ilhamsyah
Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Perkebunan Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da
Publisher : Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/agro.v11i1.315

Abstract

Tanaman Tebu (Saccaharum officinarum L.) merupakan tanaman penghasil gula yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga kebutuhannya terus bertambah setiap tahun seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam terbaik pada pertumbuhan bibit budchips tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun pembibitan tanaman tahunan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan pada Desember 2020 sampai dengan April 2021. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jenis perlakuan yang digunakan adalah perbandingan komposisi media tanam topsoil, kompos dan biochar. Setiap satuan percobaan terdiri atas 5 tanaman, sehingga terdapat 90 tanaman tebu. Data yang didapatkan dari hasil pengamatan diuji dengan analisis ragam, jika F hitung berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan Uji BNT taraf 5%. Variabel yang diamati adalah persentase tumbuh bibit, tinggi bibit, panjang daun, jumlah daun, jumlah anakan dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai komposisi media tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit budchips tanaman tebu.

Page 7 of 14 | Total Record : 134


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 14 No 1 (2025): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 13 No 2 (2024): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 13 No 1 (2024): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 12 No 2 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 12 No 1 (2023): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 11 No 2 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 11 No 1 (2022): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 10 No 2 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 10 No 1 (2021): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian da Vol 9 No 2 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 9 No 1 (2020): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 2 (2019): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 1 (2019): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Agroplantae Vol 7 No 2 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 7 No 1 (2018): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan Vol 6 No 2 (2017): AgroPlantae: Jurnal Ilmiah Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Vol 6 No 1 (2017): Agroplantae: Jurnal Ilmiah Terapan Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Pertanian dan More Issue