cover
Contact Name
Putri Pradnyawidya Sari
Contact Email
putr003@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
putr003@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
ISSN : 23031700     EISSN : 25795899     DOI : -
Jurnal Komunika is a scientific communication media publishing research finding/critical analysis focused on communication, media, and information technology. It is published twice in a year, in June and November.
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
APLIKASI PERSEBARAN OBJEK WISATA DI KOTA DEPOK BERBASIS MOBILE GIS MEMANFAATKAN SMARTPHONE ANDROID Armanto Armanto
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 1 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.653 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i1.1000

Abstract

Masyarakat umumnya membutuhkan hiburan untuk menghilangkan kejenuhan kerja, salah satunya dengan berpergian atau berwisata. Sebagian besar dari mereka akan merencanakan kegiatan wisatanya terlebih dahulu dengan mencari informasi melalui internet. Namun hal ini menjadi kendala disaat kesibukan mereka, dikarenakan kurangnya informasi, letak tempat-tempat wisata di wilayah tersebut. Terutama informasi wisata pada kota Depok yang menyimpan kekhasan sejarah, potensi pariwisata, budaya dan kuliner yang unik. Dari permasalahan tersebut, dibuatlah aplikasi android "Depok On Touch" yang mengeksplorasi pariwisata kota Depok seperti objek wisata umum, tempat kuliner, tempat belanja, dan hotel. Dari adanya aplikasi ini diharapkan dapat mempromosikan pariwisata kota Depok ke masyarakat lokal maupun luar, dan dapat menjadi referensi bagi wisatawan yang hendak melakukan wisata ke kota Depok. Aplikasi "Depok On Touch" dibuat menjadi aplikasi berbasis android yang menerapkan teknologi mobile SIG (sistem informasi geografis) menggunakan Google Maps API. Daftar objek wisata yang sudah didaftarkan akan muncul pada aplikasi berupa nama tempat, alamat, foto, detail informasi, dan koordinat lokasi yang akan langsung terhubung dengan Google Maps. Dari hasil pengujian, seluruh spesifikasi fungsional dan tampilan menunjukkan respon seperti yang diharapkan. Dari pengujian kecepatan transfer data juga menunjukkan respon yang cepat, karena data yang diakses tidak terlalu besar untuk aplikasi mobile.
PENGARUH MOTIVASI PADA AKSEPTABILITAS BRILIAN MENGGUNAKAN UTAUT MODEL Sri Suhandiah; Ayuningtyas Ayuningtyas
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 3 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.68 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i3.850

Abstract

Motivasi merupakan energi dalam diri seseorang yang digunakan untuk mencapai tujuan. Kemauan menggunakan teknologi untuk membantu belajar juga membutuhkan motivasi. Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan motivasi dalam model UTAUT dan pengaruhnya pada akseptabilitas penggunaan Brilian serta menguji pengaruh gender pada minat pemanfaatan dan perilaku penggunaan Brilian. Penelitian dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 291 orang mahasiswa jurusan sistem informasi Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya dan diuji menggunakan path analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa model UTAUT menunjukkan adanya keterkaitan antara motivasi dan akseptabilitas Brilian. Motivasi (intrinsic dan ekstrinsik) dinyatakan memiliki keterkaitan yang signifikan dan berpengaruh secara positif terhadap perilaku penggunaan Brilian sedangkan faktor gender tidak mempengaruhi akseptabilitas Brilian.
KONSEP INTERAKSI SOSIAL DALAM KOMUNIKASI, TEKNOLOGI, MASYARAKAT Angeline Xiao
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 2 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.201 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i2.1486

Abstract

Interaksi sosial pada umumnya merupakan kebutuhan setiap manusia. Setiap manusia merupakan mahluk sosial, maka dari itu setiap mereka membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Sehingga manusia dapat bertahan hidup. Dan seiring dengan berjalannya waktu tingkat kebutuhan akan adanya interaksi sosial pun semakin meningkat. Dan media untuk berinteraksi pun semakin banyak. Masing-masing orang memiliki motivasinya sendiri dalam melakukan interaksi sosial. Menurut seorang ahli sosiologi Herbert Blumer ada tiga prinsip utama dari sebuah interaksi, yaitu tentang pemaknaan (meaning), bahasa (language), dan pikiran (thought). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ditemukan bahwa, dalam berkenalan atau melakukan interaksi sosial masih banyak orang yang senang untuk melakukannya secara langsung atau face to face. Penggunaan sosial media hanyalah sebagai tambahan alternatif, ketika mereka tidak dapat menjangkau lawan bicaranya secara langsung.
ARSITEKTUR E-KIOS DI SURABAYA Suryo Setiyo Kardono
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 1 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.928 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i1.637

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang telah menerapkan electronic government di dalam menjalankan urusan pemerintahanya. Untuk meningkatkan layanan publik di Surabaya maka berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya nomor 28 tahun 2013 Pada bulan Maret Tahun 2013, Kota Surabaya mulai meluncurkan layanan terpadu bernama Surabaya Single Window (SSW). Layanan ini akan memudahkan warga kota maupun warga asing yang ingin berinvestasi di Surabaya. SSW adalah salah satu layanan pengurusan perizinan pemerintah kota Surabaya yang terintegrasi secara online, dengan perangkat yang digunakan disebut dengan E-Kios. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan interview pada dinas terkait mengenai arsitektur yang digunakan dalam E-Kios yang ada di kota Surabaya, hardware, software apa yang digunakan. Dari sini diketahui kalau untuk server di E-Kios menggunakan sistem FOSS (Free Open Source Software), sementara untuk workstasion yang disebarkan untuk digunakan oleh masyarakat menggunakan sistem propietary dengan Windows 8 sehingga arsitektur yang digunakan oleh E-Kios ini bersifat open platform. Hal ini bisa menjadi acuan bagi daerah-daerah lain yang ingin mengembangkan layanan publik berbasis elektronik bagi masyarakatnya.
PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY (AR) SEBAGAI PROTOTYPE MEDIA BELAJAR PENDUKUNG DALAM PRAKTIKUM PENYAMBUNGAN SERAT OPTIK Elisa Usada
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 1 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.076 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i1.1221

Abstract

Institut Teknologi Telkom Purwokerto saat ini masih mengalami kendala keterbatasan perangkat praktikum pada beberapa mata kuliah praktikum, salah satunya adalah pada penyelenggaraan praktikum penyambungan serat optik. Perangkat penyambungan yaitu fusion splicer yang dimiliki oleh laboratorium ITTP saat ini baru berjumlah satu buah. Eksplorasi mahasiswa terhadap perangkat fusion splicer hanya terbatas pada saat pertemuan praktikum saja. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikembangkan media belajar pendukung yang memberi peluang kepada mahasiswa untuk dapat mengeksplorasi perangkat fusion splicer selain di laboratorium. Teknologi AR dapat menampilkan model 3D dari suatu perangkat beserta animasinya, sehingga mahasiswa dapat mengetahui bentuk usion splicer beserta bagian-bagiannya. AR juga dapat menampilkan video, sehingga aktifitas penggunaan fusion splicer secara nyata dapat ditampilkan kepada mahasiswa. Rumusan masalah yang akan dikaji lebih lanjut adalah bagaimana susunan muatan materi praktikum yang akan ditampilkan, interaktifitas yang akan diterapkan, dan apakah aplikasi dapat tampil dengan baik di smartphone. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah SDLC dengan siklus waterfall. Penelitian menghasilkan prototype media belajar praktikum berbasis mobile AR dengan materi yang disampaikan; persiapan praktikum, pemotongan serat optik, penyambungan serat optik, dan pengetesan. Interaksi dengan pengguna menggunakan virtual button.
IMPLEMENTASI METODE SERVQUAL DAN SAW UNTUK ANALISA KEPUASAN PASIEN BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN POLI RAWAT JALAN Sigit Susanto Putro; Eza Rahmanita; R Siti Isnaniyah
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 2 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.106 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i2.1119

Abstract

Pelayanan rumah sakit berperan penting dalam menjaga nama baik sebuah instansi rumah sakit. Untuk mencapai pelayanan yang prima, perlu adanya suatu ulasan kepada pegawai rumah sakit agar dapat melakukan peningkatan dan perbaikan dalam pelayanannya. Oleh sebab itu dibangun aplikasi analisa kepuasan pasien berdasarkan kualitas pelayanan rumah sakit untuk mengetahui sejauh mana kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Aplikasi ini mengimplementasikan metode Service Quality (ServQual) untuk menghitung kualitas pelayanan yang diberikan dan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk melakukan perhitungan pembobotan dan pencarian prioritas. Berdasarkan uji coba sistem yang dilakukan pada 8 poli rawat jalan di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan didapatkan hasil pihak rumah sakit harus memperbaiki jadwal kedatangan dokter dengan nilai gap sebesar 0,8900, nilai ini lebih tinggi dibandingkan pernyataan yang lain. Sedangkan poli mata pada instalasi ini memiliki prioritas terbesar untuk dilakukan perbaikan dibandingkan dengan 7 poli lainnya dengan nilai akhir 0,9229. Dengan hasil yang didapatkan tersebut, diharapkan pihak rumah sakit dapat memberikan perbaikan pelayanannya.
Information Technology Governance untuk Manajemen Delivery dan Support Information Technology Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus: Pemerintah Kota Surabaya) Agus Ulum Mulyo
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 1 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.825 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i1.1011

Abstract

Tata kelola Teknologi Informasi (TI) akan berjalan dengan baik tergantung pada manajemen harmonisasi antara business strategy dan strategi TI instansi pemerintah, manajemen sumber daya TI dan manajemen resiko yang berhubungan dengan TI. Nilai TI merupakan elemen kunci untuk pendukung jalannya proses bisnis penyelenggaraan tata kelola TI di pemerintahan. Pencapaian nilai TI (IT value) memerlukan kerangka kerja (framework) supaya dapat mengontrol tata kelola lembaga.COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) didesain untuk keperluan tata kelola TI guna mengelola keseluruhan pengertian, pemahaman dan manajemen resiko serta keuntungan yang saling terkait antara informasi dan teknologinya. COBIT merupakan platform teknis TI yang independen yang dapat diadopsi oleh setiap organisasi, berstandar terbuka guna pengontrolan teknologi informasi. Tujuan yang akan dicapai pada penulisan ini adalah menghasilkan usulan dan rekomendasi terhadap tata kelola TI domain delivery dan support sebagai bagian dari proses tata kelola TI bagi pemerintah kota Surabaya guna mewujudkan lembaga pemerintahan yang profesional, transparan dan akuntabel dalam mencapai visi “Surabaya Cerdas dan Peduli”. Hasil kajian ini adalah proses TI dalam domain delivery dan support masih dikelola secara sebagian, sehingga ke depan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari nilai TI yang diinvestasikan memerlukan perhatian yang lebih komprehensif dan integral.
EVALUASI USABILITY SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN BERBASIS ISO 9241-11 Sayyidatul Eka Putri Rosalinda; Nurissaidah Ulinnuha; Dwi Rolliawati
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 3 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.231 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i3.1702

Abstract

Sistem Informasi Manajemen (SIM) sangat diperlukan dalam sebuah instansi yaitu untuk peningkatan kualitas manajemen. Salah satu sistem informasi manajemen yang digunakan UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian untuk mengelola data pegawai sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian. Adapun masalah yang ditemukan dari Instrumen Data Monitoring dan Evaluasi Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data yaitu dari 15% dari 157 pegawai merasa tidak puas dengan SIMPEG dalam aspek usability. Sehingga, diperlukan evaluasi dalam aspek usability. Adapun ISO 9241-11 pedoman yang digunakan sebagai acuan perbaikan bagi pengembang untuk mengetahui hasil dari evaluasi rekomendasi perbaikan bagi pengembang SIMPEG yang menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebanyak 97 pegawai yang terdiri dari 60 dosen dan 37 tenaga kependidikan di UIN Sunan Ampel Surabaya. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional sehingga, analisis data menggunakan Partial Least Suare (PLS) yang menghasilkan 3 variabel. Variabel independen (effectiveness, efficiency, dan satisfaction) dan 1 variabel dependen (usability). Dari hasil analisis data diketahui bahwa, efficiency memiliki nilai signifikan 1,789 terhadap usability, effectiveness memiliki nilai tidak signifikan sebesar 0,918 dan satisfaction memiliki nilai paling signifikan terhadap usability sebesar 6,954. Dapat disimpulkan bahwa SIMPEG tidak memenuhi kaidah effectiveness menurut ISO 9241-11. Sehingga, hasil rekomendasi desain pengembangan SIMPEG di titik beratkan pada perbaikan fitur upload, pencarian, dan beberapa menu lainnya agar effectiveness dapat tercapai.
INTENSITAS KOMUNIKASI MASYARAKAT NELAYAN DESA BLETOK KABUPATEN SITUBONDO Bambang Riawan Eko
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 2 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.514 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i2.846

Abstract

Banyaknya orang duduk bergerombol di pelabuhan atau tempat-tempat umum pada masyarakat nelayan cukup menggelitik untuk dipertanyakan apa saja yang mereka bicarakan dalam aktivitas tersebut, sehingga munculah permasalahan dalam penelitian ini : “ Bagaimana Intensitas Komunikasi dan Materi apa yang dibicarakan oleh Masyarakat Nelayan Desa Bletok”. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh nelayan yang bertempat tinggal di Desa bletok, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo. Sampel diambil sebanyak 30% sehingga ketemu 55 orang responden,. Setelah data dikumpulkan dengan mengisi koesioner ternyata sebanyak tiga orang jawabannya tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga respondennya menjadi 52 orang. Jumlah ini yang diolah dengan menggunakan SPSS. Kesimpulan yang diperoleh adalah: (1) Intensitas komunikasi yang dilakukan oleh nelayan desa Bletok dalam berhubungan sesama komunitas lebih tinggi dibanding dengan yang lain. Meskipun sebagian masyarakat nelayan Desa Bletok memiliki Hp, tetapi perangkat ini kurang dimanfaatkan secara optimal. (2) Informasi yang dibicarakan dalam berhubungan secara langsung dengan keluarga, tetangga dan komunitas adalah informasi yang terkait dengan masalah disekitar lingkungannya. Sedangkan informasi yang dibicarakan dengan tokoh formal adalah tentang pekerjaan sebagai nelayan dan informasi yang dibicarakan dengan tokoh non formal adalah masalah agama. Sebaliknya informasi yang dibicarakan oleh nelayan dengan menggunakan Hp adalah informasi terkini yang dibahas media massa.
MEDIA WHATS APP SEBAGAI RUANG POLITIK DALAM MENGHADAPI PILKADA SERENTAK DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2018 Emilsyah Nur
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 1 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.532 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i1.1400

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu untuk memberikan gambaran pemanfaatan media Whats App sebagai ruang  politik dalam menghadapi pilkada serentak di Kota Makassar tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melakukan wawancara langsung dengan informan sebagai narasumber dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi dalam media Whats App adalah komunikasi dua arah/ interaktif dan secara realtime. Dalam kampanye politik, kandidat bisa saling berhubungan langsung dengan khalayak melalui tulisan di wall atau forum diskusi lainnya yang bisa di koment oleh tiap orang. Pemanfaatan media sosial seperti Whats App untuk kampanye politik ternyata belum merata, nampaknya belum bisa mengoptimalkan manfaat internet dan media sosial. Padahal media sosial ini selain sebagai sarana bersosialisasi atau pemasaran secara online, bisa dimanfaatkan pula sebagai alat kampanye politik yang terbilang praktis.

Page 3 of 11 | Total Record : 104