cover
Contact Name
Putri Pradnyawidya Sari
Contact Email
putr003@kominfo.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
putr003@kominfo.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
ISSN : 23031700     EISSN : 25795899     DOI : -
Jurnal Komunika is a scientific communication media publishing research finding/critical analysis focused on communication, media, and information technology. It is published twice in a year, in June and November.
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
KOMUNIKASI PARTISIPATORIS KEMITRAAN POLISI MASYARAKAT DALAM MENGANTISIPASI PAHAM RADIKAL “ISIS” DI SURABAYA Muhammad Fadeli
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 3 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.808 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i3.849

Abstract

Fenomena faham radikal “ISIS” Islamic State of Iraq and Syria mengancam keutuhan bangsa. Pemerintah secara tegas melarang segala bentuk aktifitas dan ajaran ISIS. Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat dalam hal keamanan dan keteriban telah melakukan langkah-langkah prefentif terhadap penyebaran paham radikal ISIS. Untuk membendung ajaran radikal tersebut diperlukan keterlibatan masyarakat sebagai mitra Polri. Peran serta masyarakat dalam menjaga kamtibmas adalah hal yang penting, disinilah dibutuhkan upaya Polisi merangkul masyarakat dalam mewujudkan community Policing. Komunikasi partisipatoris adalah bentuk komunikasi yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam bentuk kemitraan dengan Polisi. Partisipasi aktif masyarakat bersama Polri secara efektif dapat meminimalisir segala bentuk ancaman keamanan di tengah masyarakat. Pada hakikatnya tujuan Perpolisian masyarakat dalam bentuk forum kemitraan polisi masyarakat atau disingkat Polmas adalah terwujudnya kemitraan antara Polisi dan masyarakat lokal untuk mencegah maupun mencari jalan keluar atas masalah kamtibmas. Sehingga penanganan masalah tidak perlu melalui proses hukum formal. Kekuatan program perpolisian masyarakat atau Polmas Community Policing ini terletak bagaimana Polri mampu merangkul masyarakat dengan melakukan sosialisasi, komunikasi atau disebut kampanye persuasif kepada masyarakat sebagai mitra kerja.Metodologi penelitian ini adalah penggunaan komunikasi partisipatoris oleh warga masyarakat dalam menaggulangi faham radikal ISIS. Bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi warga dalam berkomunikasi, memberi informasi tentang penanggulangan penyebaran paham radikal ISIS di Surabaya.
RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM ABSENSI KARYAWAN PADA PT. XYZ Triuli Novianti; Gita Suci Lestari
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 2 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.188 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i2.1676

Abstract

Banyaknya tenaga kerja dengan divisi yang beragam pada sebuah perusahaan swasta di bidang retail membutuhkan sistem istirahat karyawan yang efektif dan efisien. Sistem istirahat karyawan yang masih manual menyebabkan kebocoran waktu dan pelanggaran lainnya. Komputer sebagai alat pengolah data dapat menjadikan  sistem istirahat ini  menjadi sebuah sistem otomatis.  Kedisiplinan karyawan sangat mendukung  keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah aplikasi absensi karyawan pada PT. XYZ berbasis nomor id karyawan dengan suatu alur kerja sistem istirahat sehingga mengurangi tingkat kesalahan dan kebocoran waktu pada waktu proses pencetakan jam istirahat. Aplikasi absensi karyawan pada PT. XYZini menggunakan nomor ID karyawan dan bersifat lokal pada jaringan intranet. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan MYSQL dengan menggunakan framework LARAVEL. Dari hasil perancangan dan pembuatan aplikasi sistem absensi  dan istirahat karyawan ini dihasilkan aplikasi absensi karyawan pada PT. XYZ secara cepat dan akurat. Dengan sistem ini, dapat diketahui  kedisplinan karyawan berdasarkan laporan istirahat karyawan. Selain itu, perhitungan gaji karyawan bisa didapatkan secara otomatis  sesuai dengan jam kerja masing-masing karyawan. 
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI NUSA TENGGARA BARAT Wahyudiyono Wahyudiyono
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 1 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.137 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i1.636

Abstract

Setiap negara memerlukan data tentang perkembangan teknologi informasi dankomunikasi (TIK) untuk melihat kemajuan yang dicapai negara tersebut. Data tentang TIK tersebut diperoleh melalui penelitian akses dan penggunaan TIK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara di empat kabupaten.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilikan perangkat TIK yang terdiri dari radio, televisi, hand phone, komputer dan akses internet, umumnya rendah. Penggunaan komputer, hand phone dan tablet juga tergolong rendah. Penggunaan perangkat TIK di Nusa Tenggara Barat di bawah rata-rata penggunaan perangkat tersebut secara nasional. Akses Internet sangat rendah dibandingkan dengan akses internet di propinsi lain. Pengguna internet yang paling banyak berada dalam kelompok umur muda. Aktifitas berinternet yang paling banyak dilakukan oleh responden adalah untuk membuka situs jejaring sosial, mengirim dan menerima email mengunduh film/gambar dan aktifitas mencari informasi mengenai barang dan jasa.
TRANSAKSI E-COMMERCE MASYARAKAT JAWA TIMUR Wahyudiyono Wahyudiyono
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 3 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.815 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i3.1250

Abstract

E-commerce di Indonesia tumbuh pesat seiring dengan pesatnya pertumbuhan pengguan internet. Pelaku e-commerce juga tumbuh mengikuti trend belanja online di masyarakat. Pelaku transaksi e-commerce oleh perusahaan e-commerce besar yang menjual barang secara online mudah dilihat perkembangannya tetapi pelaku e-commerce yaitu penjual dan pembeli di masyarakat jarang memperoleh perhatian. Penelitian ini melihat profil pelaku e-commerce dan bagaimana transaksi e-commerce dilakukan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Jawa Timur dengan melakukan clustering terhadap kota sampai tingkat Rukun Tetangga. Pemilihan responden di tingkat RT menggunakan systematic sampling. Pelaku e-commerce merata dari kalangan muda mulai umur 15 tahun sampai 45 tahun. Barang yang dibeli dan dijual paling banyak pakaian, sepatu, perhiasan serta perangkat elektronik. Pembayaran transaksi e-commerce kebanyakan dilakukan dengan transfer ke rekening penjual atau ke rekening pihak ketiga dan pembayaran di tempat setelah barang diterima (cash on delivery). Media penjualan kebanyakan dilakukan dengan media online yang tidak berbayar seperti media sosial dan iklan baris online.
MOBILE APLIKASI GOLINK APPS UNTUK KEMUDAHAN AKSESIBILITAS TERHADAP PELAYANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Tri Sagirani; Ayouvi Poerna Wardhanie; Nunuk Wahyuningtyas
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 2 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.686 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i2.1118

Abstract

Upaya membentuk kemandirian anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui penguatan pada orang tua dan keluarga ABK menjadi prioritas penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi ABK untuk hidup bersama, berdampingan dengan masyarakat. Perluasan kemudahan aksesibilitas terhadap pelayanan umum, kebijakan lingkungan yang ramah ABK dan perkembangan teknologi informasi menjadikan ABK menjadi individu yang bermartabat sebagaimana mestinya. Guna melakukan perluasan dalam peningkatan layanan ABK sebuah organisasi yang berkecimpung dalam pelayanan ABK membutuhkan dukungan berupa pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dibeberapa titik aktivitas yang ada. Pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dilakukan dengan merancang dan membangun sistem yang diberi nama goLink Apps berbasis android untuk menjawab tantangan kedepan. Aplikasi ini dapat melakukan pencatatan dan mengumpulkan data ABK yang tersebar, menjembatani mitra dengan para orang tua ABK dalam hal memberikan informasi kegiatan dan menyediakan layanan konsultasi/ sharing online antara orang tua, relawan dan pengelola organisasi, juga sebagai wadah/ ruang promosi untuk penjualan hasil karya dari ABK. Ujicoba untuk menjalankan aplikasi dilakukan pada lima belas orang yang terdiri dari relawan, orang tua, pengelola dan masyarakat umum. Hasil ujicoba dievaluasi menggunakanUser Experience Questionnaire (UEQ)dan menghasilan nilai excellent pada daya tarik, efisiensi, ketepatan, stimulasi dan kebaruan serta nilai good pada kejelasan.
PEMANFAATAN JARINGANMOBILE BROADBAND SECARA PRODUKTIF Bagus Winarko
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 3 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.74 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i3.854

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi seluler sudah mulai memasuki era 5G.Datangnya teknologi diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun penggunaan internet masih konsumtif, belum banyak memberikan manfaat yang bisa memberikan nilai tambah bagi penggunanya. Penelitian ini ingin mengetahui apakahjaringan mobile broadband dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif atau tidak?.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif. Sumber data dari penelitian ini terdiri darimasyarakat yang menggunakan teknologi mobile broadband atau mengakses internet dengan menggunakan perangkat telepon seluler (smartphone) kemudian dipertajam dengan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas responden menggunakan jaringan broadband berbayar untuk mengakses internet, mayoritas responden masih menggunakannya untuk kegiatan komunikasi atau mengakses media sosial. Kegiatan tersebut mayoritas dilakukan untuk mengisi waktu luang saja, bukan untuk kegiatan yang lebih produktif seperti menambah ilmu pengetahuan, menambah penghasilan dan kegiatan produktif lainnya. Latar belakang pendidikan juga dapat mempengaruhi latar belakang penggunaan internet, semakin tinggi pendidikan responden maka makin sedikit responden menggunakan internet untuk mengisi waktu luang maupun untuk kegiatan yang tidak produktif. Perlunya edukasi penggunaan mobile broadband untuk kegiatan yang lebih berguna sehingga bisa meningkatkan produktifitas penggunanya tentu saja penanganannya berbeda-beda dari tiap lapisan pengguna. Orang tua/keluarga cenderung lebih berpengaruh terhadap responden dengan latar belakang pendidikan mulai SD/sederajat hingga diploma/S1 terhadap penggunaan internet secara produktif.Kata kunci: telekomunikasi, internet, seluler, broadband.
DISEMINASI INFORMASI PUBLIK OLEH HUMAS KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA DALAM MENINGKATKAN PUBLIC AWARENESS Anjang Priliantini; Kusumajanti Suwarto; Mega Purnama Sari
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 3 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.03 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i3.1630

Abstract

Penangkapan ikan dengan pukat dan cantrang berpotensi merusak ekosistem bawah laut, terutama terumbu karang dan ikan. Selain itu, penggunaan cantrang juga memunculkan konflik sosial antara nelayan tradisional dengan nelayan yang menggunakan kapal bermuatan besar. Atas dasar hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Menteri No. 2 tahun 2015 untuk melarang penggunaan alat tangkap ikan yang tidak ramah. Meski memiliki tujuan yang baik, Permen ini mendapatkan tanggapan yang kurang baik dari kelompok nelayan di beberapa daerah. Hal tersebut diwujudkan dengan aksi demo di Istana Merdeka dan berujung pada permintaan penundaan pelaksanaan Permen oleh Ombudsman. Sejak diterbitkan tahun 2015, Permen ini telah mengalami penundaan sebanyak tiga kali. Hal ini mengindikasikan kurangnya informasi mengenai tujuan, pelaksanaan, dan solusi dari Permen tersebut. Karenanya, perlu dilakukan diseminasi informasi publik oleh Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan.Penelitian kualitatif ini mendeskripsikan strategi diseminasi informasi publik atas Permen No. 2 tahun 2015 yang dilakukan Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan pada nelayan di Kepulauan Seribu. Berdasarkan tujuan dari diseminasi informasi tersebut, maka penelitian ini menggunakan Teori Penyebaran Informasi dan Perubahan sebagai landasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan menyusun perencanaan strategis terlebih dahulu. Perencanaan diawali dengan uji publik sebagai bentuk penjajakan atas karakteristik nelayan sehingga dapat ditentukan metode dan media komunikasi yang efektif. Diseminasi informasi publik dilakukan melalui dua metode, yaitu langsung dan tidak langsung. Diseminasi informasi secara langsung dilakukan oleh penyuluh di daerah yang melakukan penyampaian kebijakan pemerintah dan pembinaan. Sedangkan diseminasi informasi secara tidak langsung dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis media, antara lain media cetak seperti surat kabar dan majalah, media elektronik seperti televisi, dan media baru seperti pemanfaatan kanal YouTube dan website.
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI KENELAYANAN BERBASIS ERP Putri Pradnyawidya Sari
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 5, No 2 (2016): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.264 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v5i2.845

Abstract

Pembangunan infrastruktur TIK hendaknya memperhatikan karakteristik dan kebutuhan spesifik masyarakat nelayan. Saat ini pengembangan dibidang TIK untuk kenelayanan belum memiliki acuan untuk suatu pengembangan sebuah sistem teknologi. Oleh karena itu dengan menggunakan kajian dan memperhatikan pola produktivitas masyarakat nelayan maka diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan secara specifik akan teknologi informasi kenelayanan. Dengan menggunakan kerangka kerja ERP (enterprise resource planning) maka dapat diperoleh modul-modul kebutuhan informasi kenelayanan. Hasil dari penelitian ini adalah identifikasi kebutuhan informasi yang dikelompokkan pada modul kebutuhan informasi. Pengelompokkan kebutuhan yang tertuang dalam modul tersebut terdiri dari modul produksi kenelayanan dan modul distribusi kenelayanan.
PERAN MEDIA SOSIAL “FACEBOOK” DALAM MEMBENTUK SOLIDARITAS KELOMPOK PADA AKSI 411 DAN 212 Anjang Priliantini; Damayanti Damayanti
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 7, No 1 (2018): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.613 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v7i1.1359

Abstract

Aksi 411 dan 212 dilatarbelakangi oleh isi pidato Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu dan diperparah dengan unggahan Buni Yani di facebook yang dianggap berpotensi menciptakan pergolakan publik karena proses editannya pada konten video Ahok tersebut. Kasus ini segera menjadi isu terpopuler di media sosial pada tahun 2016 menurut survey Digitroops. Salah satu reaksi yang muncul dari kasus ini adalah Aksi Damai 411 dan 212 yang melibatkan hingga jutaan partisipan dari seluruh wilayah Indonesia. Jutaan partisipan yang terlibat dalam aksi ini didorong oleh rasa solidaritas yang tinggi pada semboyan “Bela Islam” terhadap dugaan adanya upaya penistaan Al Quran oleh Ahok, sehingga mereka rela berkorban secara materil maupun moril untuk datang ke Jakarta.Aksi fenomenal ini dimotori oleh beberapa ulama kenamaan seperti Rizieq Shihab, Bachtiar Nasir, AA Gym, dan Arifin Ilham. Penelitian kuantitatif ini menguji peran media sosial facebook dalam membentuk solidaritas para partisipan Aksi Damai 411 dan 212, sehingga Agenda Setting Theory dan Contagion Theory dinilai mampu mengakomodasi tujuan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dalam facebook tokoh-tokoh yang memotori Aksi 411 dan 212 tidak memberi pengaruh pada pembentukan solidaritas partisipan aksi. Berdasarkan penelitian lebih mendalam melalui metode wawancara, diketahui bahwa solidaritas partisipan Aksi 411 dan 212 lebih dipengaruhi oleh media yang bersifat private, seperti WhatsApp Group.
PEMANFAATAN WHATSAPP SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DAN KEPUASAN DALAM PENYAMPAIAN PESAN DIKALANGAN TOKOH MASYARAKAT Trisnani Trisnani
KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika Vol 6, No 3 (2017): KOMUNIKA
Publisher : BPSDMP KOMINFO Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.12 KB) | DOI: 10.31504/komunika.v6i3.1227

Abstract

Penelitian Pemanfaatan WhatsApp Sebagai Media Komunikasi Dan Kepuasan  Dalam Penyampaian Pesan telah dilakukan bulan Mei 2017. Dengan metode deskriptif didukung wawacara mendalam; Masyarakat sebagian besar sudah memiliki perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, perangkat yang sering digunakan hendphone (2G). Jenis internet yang digunakan bersama dirumah; Fixed Line dan  Wireless Hotspot. Akun media sosial yang sering di akses. Facebook,. Instagram, google+, linkedIn, Twitter, path, Whatsapp, BBM, Yuotube. Instant Messaging yang sering digunakan; whatsApp  (WA). WA paling dominan digunakan. Pada saat ini, WA telah dimanfaatkan oleh tokoh masyarakat untuk berkomunikasi dalam menyampaikan pesan kepada sasarannya, jadi saat ini meskipun masih berkomunikasi secara langsung. Tokoh masyarakat memanfaatkan WA sebagai media komunikasi dalam menyampaikan pesan,  informasi yang disampaikan lebih efektif dan merupakan kepuasan tersendiri karena menggunakan teknologi informasi (WA) pesan lebih cepat diterima kepada sasaran. Isi pesan; berupa; keamanan lingkungan, ikatan sosial, pendidikan, kesejahteraan dan pekerjaan serta hiburan

Page 2 of 11 | Total Record : 104